Cerita ini sudah sekitar 10 tahun lamanya terjadi. Pada saat itu umurku masih 14 tahun kelas 2 SMP. pacarku ialah adik kelasku sendiri. Hubungan kami sudah cukup lama karena kebetulan kami juga satu SD. Namanya juga cinta monyet nembaknya juga pakai surat-suratan. Dengan surat cinta aku tembaklah dia dengan berbagai kata indah yang akhirnya aku dapatkan kata "iya" darinya. Sebut saja Nama pacar pertamaku itu Ranty, dia sama halnya dengan anak SMP lainnya dengan tubuh yang masih kecil dan dada yang baru mulai tumbuh, rambutnya lurus panjang kulit putih dan lumayan cantik. layaknya pacaran anak-anak walaupun setiap hari sudah bertemu di sekolahan maunya ketemuan dan ketemuan lagi apalagi cinta pertama. Pacarannya pun hanya duduk berdua sambil cerita dan pegangan tangan. waktu pacaran yang kesekian kalinya aku ajak dia ciuman walau dia awalnya takut akhirnya dengan alasan sayang apa gak sama aku, akhirnya dia mau juga untuk ciuman. Karena kami sama-sama belum pernah ciuman akhirnya aku minta dia untuk memejamkan matanya karena aku juga agak malu kalau dia melihatnya. setelah dia memejamkan matanya aku mulai mencium matanya yang terpejam hidungnya yang gak terlalu mancung terus turun kebibirnya. Setelah itu aku minta dia buka matanya. matanya tajam menatap mataku ketika matanya terbuka, lama sekali kami saling bertatapan dan akhirnya Ranty bilang "kakak cowok pertama yang mencium aku". malam itu dengan di akhiri pelukan ala cinta monyet. Aku pun pamit pulang. kencan minggu berikutnya aku melakukan yang lebih dari yang aku lakukan minggu kemarin pada Ranty karena malam sebelumnya aku sempat nonton porno di rumah temanku, jadi aku ingin praktek bagaimana rasanya melakukan adegan seperti di film yang aku tonton itu. Karena izin ciuman sudah aku dapat, aku pun tanpa harus minta lagi berani cium Ranty secara langsung dan diapun sudah berani balas mencium pipi dan bibirku walau adegan kami agak sedikit kaku namun tetap seru rasanya. ciuman kami tidak ciuman panjang layaknya film yang aku tonton hanya beberapa kali ciuman terus berhenti ngobrol dan ciuman lagi tapi akhirnya karena aku sudah kebelet ingin merasakan adegan film yang aku tonton kemarin aku pun kembali cium dia di kening dan bibirnya, ciuman di bibirnya aku buat agak lama, walau belum tau dimana nikmatnya ciuman aku teruskan saja mencium bibirnya yang berwarna merah tanpa lipstik itu. kalau sekarang aku tau kata orang bibir jenis bibir Ranty itu bibir sensual. lama-kelamaan aku pindahkan tanganku yang dari tadi di bahunya ke arah dadanya. ketika tanganku menyentuh dadanya Ranty sedikit kaget dan bilang "lho ngapain kak..?" "gak boleh ya kakak pegang susu kamu" jawabku. "bukan gak boleh kak, aku takut kalau nanti ayahku tau dan memarahi kita" balasnya lagi dengan alasan sayang lagi dan sedikit bujukan lama kelamaan dia bisa aku yakinkan kalau orang tuanya gak bakal tau karena hanya kita berdua yang tau, kataku padanya. Akhirnya izin memegang susunya pun bisa aku dapatkan. Aku pegang susunya yang masih mangkal dan aku mainkan pentilnya yang baru tumbuh dengan jari-jari tanganku. Dengan sedikit candaan aku bilang sama Ranty "sayang, kakak boleh mimi gak"? Dia gak menjawab pertanyaanku dan aku lihat wajahnya ternyata dia lagi memejamkan mata (mungkin karena kegelian atau terangsang aku gak tau).
Akhirnya tanpa tau dia ngasih izin apa gak, aku emut saja susunya dan menyusu seperti anak bayi. Ranty sedikit mengeluarkan desahan ketika aku mulai menyusu dan mempraktekkan cara mencium susu di film porno yang aku tonton. padahal aku tidak tahu kalau ternyata itu adalah cara merangsang cewek. malam itu aku tidak jadi mempraktekkan adegan tidur-tidurannya dengan Ranty, itu karena kami sama-sama punya alasan sama orang tua kami, kalau ada PR kelompok yang harus di kerjakan di tempat teman dan Ranty bilang kalau dia harus sudah di rumah sebelum ayahnya pulang kerja. kebetulan ayah Ranty pulangnya jam 9 ya…. mau gimana lagi sebelum jam 9 kami harus pulang. Malam itu aku jadi gak bisa tidur, aku masih kepikiran apa yg telah aku lakukan sama Ranty, walau usia masih muda tapi pacaran sudah seperti orang dewasa pakai ciuman dan pegang susu segala. Jujur aku masih ingin melanjutkan adegannya yang tidur-tiduran karena aku jadi pengin mencobanya karena melihat orang yang dalam film itu menikmati sekali adegan tidur-tidurannya. Akhirnya fantasi liarku muncul dan aku beranjak dari ranjangku pergi kekamar mandi dan memainkan burungku dengan sedikit di olesi sedikit sabun aku pun mengocok burungku sampai aku keluarkan kencingku yang agak kental. Besoknya di sekolahan pas lagi istirahat aku ajakin Ranty kerumah temanku yang kebetulan rumahnya lagi kosong, karena ibunya lagi kepasar belanja sedang adik dan abangnya semua masih di sekolah, ayahnya apalagi sedang keluar kota dengan bisnisnya. Di kamar temanku ini lengkap sekali perabotannya bahkan di kamar pribadinya sudah ada PS dan TVnya serta penyetel CD juga TVnya. aku pun minta temanku jaga di luar kalau ada orang yang akan datang. Dikamar aku mulai mencumbu Ranty seperti minggu kemarin adegan ciuman bibirpun kami lakukan di lanjutkan adegan menyusu karena aku pengin Ranty juga merasa ingin mencoba adegan tidur-tidurannya, aku putar saja film porn yang aku tonton kemarin. "Sayang…kita nonton dulu ya" kataku, "film apa ??" Jawabnya tanpa aku jawab langsung saja aku putar filmnya dan sengaja aku percepat ke adegan paling panasnya karena waktu istirahat hanya 30 menit. awalnya Ranty sedikit malu-malu nontonnya tapi akhirnya menikamati juga dan sedikit bengong waktu melihat burung pemeran cowoknya di film itu, karena film porn eropa otomatis burungnya besar-besar. Ranty jadi ngomong sendiri "memang bisa ya kak segede itu masuk ke memek?" sambil dia menyandarkan kepalanya ke pangkuanku dan anehnya lagi mungkin karena rangsangan di film itu Ranty sendiri yang minta aku melihatkan burungku sama dia. "Kak… aku kan sudah kasih lihat susuku padamu… boleh gak kak mery lihat burung kakak" katanya. waooooowww masuk perangkap juga ini kataku dalam hati, "boleh dong, tapi kita sama-sama lihatin ya" kataku. Akhirnya secara spontan kami pun sama-sama melepas seragam SMP yang kami kenakan dengan tubuh sama-sama telanjang aku sebenarnya agak sedikit malu tapi mungkin nafsu sudah merasuki jalan pikiran kami yang masih bau kencur, semua sudah gak ada malunya lagi. waduuuuuh…..jauh lebih merangsang ternyata melihat tubuh cewek telanjang langsung daripada melihat koran porno dan film porno. Ranty pun memegang burungku dan menggenggamnya. "kok... gak segede burungnya orang itu kak" katanya sambil menunjuk ke arah TV, "kalau segede itu aku jadi takut sendiri" katanya lagi. "ya…kita kan masih kecil jawabku sekenanya…. Sambil melihat tangannya memegangi burungku. Seperti ada aliran listrik lain rasanya ketika tangan Ranty yang memegang dedek kecilku, spontanitas aku pejamkan mata dan aku rasakan tangan mungil Ranty mengocok burungku….karena gak tahan aku minta Ranty mempraktekkan adegan 69 seperti yang sedang kami tonton, aku pun mempermainkan memeknya. Pinggiran memeknya aku putari dengan jariku di sana dan bergantian dengan lidahku, karena sudah sama di ubun-ubun nafsu yang merasuki kami dan ingin segera di tuntaskan akupun membalikkan badanku, aku turun ke lantai. Sedangkan Ranty tetap di tempat tidur, dan aku pegangi kedua kakinya mulai aku melebarkan kedua pahanya sambil mendekatkan burungku ke arah memeknya. Setelah di depan gawang kewanitaannya itu aku berusaha mencetak gol dengan menusukkan kaki ketigaku ke sarangnya. waduh sulit banget ternyata… sudah perih rasanya burungku mencoba menerobos pertahanannya belum juga tembus. Mungkin karena ukuran dedekku melebihi anggaran sarangnya, waktu itu burungku masih berukuran 12-13cm dengan diameter 4-4,5cm. Akhirnya bantuan datang juga dari tanganku mendorongkan si kaki ketiga ke memeknya. setiap sodokanku selalu di iringi dengan rintihan kesakitan darinya… "aduchhhh…kak, sakit pelan-pelan"….. "iya…nanti juga akan nikmat sama dengan yang di TV" kataku….. membalasnya entah sodokan yang keberapa kalinya baru aku berhasil memasukkan burungku ke memeknya.
Aku sedikit iba melihat Ranty meringis agak kesakitan waktu burungku masuk karena memang ada suara yang aneh pas masuknya burungku dan aku lihat ada darah yang keluar dari memeknya dan mengolesi burungku… aku diamkan burungku supaya rasa sakit Ranty hilang dulu, baru kemudian aku goyang perlahan untuk membuat Ranty menikmatinya. Lama-kelamaan goyanganku dapat dirasakan oleh Ranty… itu aku lihat dari dia saat memejamkan matanya sambil berkata iya…….kak..enak….kak…terus kak…. nikmat……kak ya…… ya….kak.. kata-katanya membuat aku jadi semakin menjadi-jadi. menggoyangkan burungku dalam memeknya….semakin cepat goyanganku semakin cepat pula kata-kata yang keluar dari mulutnya…. enak sayang kataku tanpa sengaja dengan hunjaman memperdalam masuknya burungku kedalam memeknya….. sambil mempercepat goyanganku….. iya…kak kata Ranty…. entah berapa lama kami dalam permainan tidur-tiduran ini kami lakukan, aku rasakan semakin licin dan semakin enak masuknya burungku ke memeknya….tapi semakin nikmat rasanya burungku karena semakin kuat pijatan dalam memek ranty… ternyata itu pertanda Ranty mau keluar…entah hantu apa yang merasukinya Ranty mencengkeram kuat-kuat pahaku…. dan di akhiri teriakan yang sedikit keras ( tapi gak mungkin kedengaran keluar karena aku sengaja menyalakan musik keras-keras sebelum main). Aku rasakan panasnya kencing kental Ranty keluar yang membuat aku juga semakin kejang ingin keluar dan aku makin cepat saja menggoyang-goyangkan burungku akhirnya aku cabut burungku dan kencingku yang kental akan aku tumpahkan di paha Ranty. Akhirnya kenikmatan itu dapat kami rasakan walau ada sedikit perih di burungku dan ringisan kesakitan di awalnya oleh Ranty tapi puncaknya kami puas. Aku dan Ranty berpelukan dan aku minta maaf sama dia karena merenggut keperawanannya, tapi dia bilang merelakannya untukku. "kakak cowok pertama yang melakukan semua sama Ranty… ya…ranty harap kakak juga yang terakhir walau perjalanan kita masih panjang" katanya… aku jadi kepikiran waktu itu, kok cewek lebih cepat dewasa dari cowok yaaaaaaaaa…? baru umur segini sudah kepikiran kesana pikirku dalam hati… setelah kami bereskan ranjang dan semua yang berantakan di kamar temanku (oh…ya nama temanku itu Bento, dia juga pernah cerita sama aku kalau dia pernah ML sama cewek gak benar, makanya aku berani main di kamarnya). Ternyata ketika kami ke sekolah kembali anak-anak yang lain sudah masuk semua, akhirnya kami bolos saja sekalian dan main ke bioskop nonton film romatis. Aku sudah lupa judulnya yang jelas dalam bioskop itu kami hanya bercumbu walau tanpa ML. Bento juga mengajak pacarnya bolos maka klop lah sudah. oh…ya! Aku dan Ranty belum pernah mengatakan putus sampai sekarang cuma terakhir kali aku bertemu saat aku lulus sekolah dan melanjutkan kuliah di Jawa timur, setahun kemudian kita tidak berhubugan lagi….. karena aku memang tidak pernah pulang kampung…....
Salam.
*********************
Cerita lainnya Disini
Salam.
*********************
Cerita lainnya Disini

No comments:
Post a Comment