Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Friday, 1 December 2017

Dr Irwan, Dr seX aku

Perkenalkan namaku Mirna, saat ini bekerja sebagai suster atau perawat di rumah sakit salah satu kota kecil di Jawa tengah. Kota ini memang kecil dan jarang sekali pasien yang dirawat lama disini, kebanyakan mereka di rujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatan medisnya.
Sebelum aku mulai cerita perselingkuhan ini, perlu diketahui tinggiku 165cm berat 46kg, wajahku lumayan cantik dengan kulit kuning langsat, ukuran payudaraku standard, hanya saja bila aku memakai pakaian ketat atau mini, semua mata yang memandang pasti akan bernafsu dan terangsang gairah seksualnya. Kemudian sebut saja dia dr. Irwan, dia lumayan tampan, sudah beristri namun belum dikaruniai anak, mungkin karena dia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit, dia juga merupakan idola para suster disini, wibawanya dan tutur katanya membuat semua suster selalu mengaguminya.
Kisah dewasa ini terjadi kira-kira 3 tahun yang lalu, waktu itu aku kebetulan mendapat giliran malam, padahal besok harinya itu hari libur karena bertepatan dengan tanggal merah, entah perayaan apa aku lupa, pasien di rumah sakit itu sangat sedikit, jadi ya bisa dihitung jari, dan biasanya setelah jam 9 malam, rumah sakit itu sepi sekali, mungkin karena letaknya juga jauh dari pusat kota, lebih termasuk ke pinggiran kota. Setelah aku mengecek kamar pasien yang di diami beberapa pasien, aku segera saja membereskan pembukuan, setelah itu aku masuk ke dalam ruang perawat dimana biasanya perawat berkumpul, berisitirahat, dan juga berganti baju seragamnya. Karena lelah aku duduk sejenak di kursi empuk yang tidak ada tangannya atau pegangan untuk tangannya. Entah karena lupa atau karena lelah aku tidak mengunci pintu, aku melepaskan sepatu pantovel ku yang sudah membuat kakiku sangat pegal, aku menyandarkan kepalaku di kursi. Tiba-tiba saja dari belakang ada yang menyentuh pundakku serasa akan memijitnya, aku kaget dan langsung bangkit dari kursi, dan ternyata…"dr. Irwan?" ucapku kaget. "capek ya? Sehabis kerja?" tanyanya lembut. "Iya dok, sedikit". Jawabku. Kemudian dr. Irwan duduk di kursi yang aku duduki tadi, aku hanya berdiri diam di depannya, entah kenapa saat dr. Irwan menatapku jantungku berdetak kencang, mungkin suara detak itu bisa terdengar olehnya. "mau saya pijat gak, sus?" Tanyanya. "Ahh… dokter bisa saja" aku hendak beranjak melangkah, tapi kemudian, tiba-tiba saja tanganku ditarik oleh dr. Irwan, dan aku terjatuh tepat dipangkuannya. Dia memelukku sangat erat dari belakang hingga aku tak bisa melepaskan pelukannya, namun sebenarnya aku juga senang dengan apa yang dia lakukan itu. Dia mencium leherku dari belakang, desahan nafasnya dan ciumannya membuat birahiku naik. Sesaat dia menciumi leherku, kemudian bibirku pun dia kerjain pula, aku pun tak tinggal diam, aku ladeni ciumannya itu, lidah kami beradu, saling mengulum satu sama lain. Entah setan apa yang merasuki aku malam itu, bagiku semuanya sangatlah indah. Tak terasa tiba-tiba tangannya sudah mulai meraba dadaku, di bukanya kancing seragam suster ku itu, hingga beberapa kancingnya terbuka dan terlihatlah buah dadaku yang masih menggunakan bra, lalu di tariknya keluar payudaraku itu dari sangkarnya, sesaat dr. Irwan menelan ludahnya melihat payudaraku itu. "Mirna… ternyata kamu memiliki dada yang sungguh indah ya?" ucapnya sembari mengusap puting ku. Aku hanya bisa mendesah "ahh.. dokter suka ya mainan dadaku" ucapku. Tanpa menunggu waktu dia langsung mengulum dan menjilati payudaraku dengan penuh nafsu, seperti bayi yang sedang menyusu kepada ibunya. Aku menikmati semuanya, sembari dia terus memainkan dadaku, tangannya mulai bergerak menuju ke bawah perutku, di bukanya kakiku lebar-lebar, hingga rok mini seragamku itu pun terangkat ke pahaku, aku mengangkang sembari di pangku dr. Irwan, aku masih tetap memunggunginya, dia memainkan jarinya di bibir vaginaku, membuat aku benar-benar melayang, kemudian dia lanjutkan dengan memasukkan jarinya ke dalam vaginaku, di mainkannya vaginaku itu dengan jari-jarinya, sentuhan itu membuat vaginaku mulai basah, tapi rupanya dr. Irwan tau kalau aku ingin segera di puaskan, tiba-tiba saja dia menghentikan perbuatannya. Dia menyuruh aku duduk menghadap dia, aku pun kini seperti berlutut dihadapannya, di bukanya celana dia, tampaklah senjatanya yang sudah berdiri keras, rupanya dia juga ikut terangsang tadi, dia menyuruhku untuk mengulum penisnya, mulanya aku takut, karena ini baru pertama kali buatku, tapi dengan sabar dia menuntunku, yang akhirnya dia pun mulai merasakan hisapan-hisapan mulutku, aku jilat dan aku sedot penisnya itu hingga basah. Kemudian tiba-tiba dia menyuruhku menghentikannya dan memintaku untuk duduk menghadapnya, aku pun duduk dihadapannya kini, dia menurunkan celana dalamku, lalu dia memintaku untuk memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. Aku sempat takut "dokter, saya takut, saya masih perawan dok". "justru itu Mir, akan terasa enak, memang sakit di awal, tapi lama-kelamaan juga enak" ucapnya sambil mencium untuk menenangkan aku, setelah cukup tenang, dia mulai perlahan memasukkan penisnya ke dalam, "ahh… ahh….. auh…" jeritku merintih menahan sakit dan perih. Dr. Irwan memang sangat luar biasa, karena takut menyakiti aku dia pun sangat halus dalam melakukannya, dia memasukkan penisnya inchi demi inchi, dan akhirnya blessssssss… penis dr. Irwan telah masuk semua ke dalam vaginaku, tapi dia tidak lantas menggenjot ku, dia justru membuat aku seperti di manjakan, menciumiku, memainkan payudaraku, dan secara perlahan dia menggerakkan badannya naik turun, membuat penisnya juga ikut bergerak menusuk vaginaku, sesaat aku rasakan darah keperawananku mengalir ketika dr. Irwan mendorong badannya dengan keras, dan membuat penisnya menusuk terlalu dalam, waktu itu aku hanya menjerit "ahh……sakit… dok" rintihku. "gak apa-apa Mir, bentar lagi juga enak sayang" balasnya. Akhirnya selang beberapa menit aku rasakan ada yang menjalar hebat di dalam tubuhku, dr. Irwan mempercepat gerakannya menusuk vaginaku, dan "ahhh… dokter Mirna rasanya pingin kencing nih… ahh………" ucapku, "keluarkan saja Mirna, itu bikin kamu lebih enak & nikmat" ucapnya, dan ….”ahhhh………………., keluar dok” ucapku, tubuhku mengejang hebat, aku rasakan ada cairan yang mengalir keluar hingga sepertinya membasahi pahaku. "enak kan sayang?” ucap dr. Irwan. "Iya… dokter pintar banget bikin aku lemas gini ah…………" itu adalah orgasmeku yang pertama. Kemudian dr. Irwan menyuruhku berdiri, kemudian sedikit menungging, aku menghadap meja yang ada di depanku, dr. Irwan kemudian mulai menggenjot ku dari belakang, dan ini membuat ku sungguh melayang, benar-benar dokter yang hebat, pikirku dalam hati, dia terus menggenjot ku, gerakannya semakin cepat, aku tahu rupanya dia juga akan klimaks, "mau dikeluarkan dimana Mir?" "di dalam saja dok, aku lagi gak masa subur kok, lagian aku juga pingin tau rasanya dimasukkan sperma dokter” ucapku waktu itu, dan tiba-tiba.. crot.. crot… sperma dr. Irwan keluar, mungkin karena banyak hingga keluar pula dari vagina ku, dan menetes di lantai. Dr. Irwan kemudian memelukku dari belakang dan mencium bibirku, aku pun membalasnya, kami saling melumat lidah kami, dan setelah itu kami pun membenahi diri kami, aku pun membersihkan ceceran sperma di lantai. Dr. Irwan duduk di kursi berisitirahat sejenak, aku pun merapikan pakaian ku, kami juga sempat melakukan beberapa kali frenchkiss sebelum akhirnya dr. Irwan keluar dari ruangan itu. Malam itu benar-benar malam yang sangat indah buat ku. Dan setelah malam itu pun kami sering melakukannya tanpa di ketahui oleh suster yang lain, karena kami selalu berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa di hadapan orang lain. Skandal perselingkuhan itu terjadi selama 3 tahun aku bekerja di rumah sakit itu, dan kini aku sudah pindah juga telah mempunyai seorang suami dan seorang anak, tapi tetap saja aku selalu merindukan saat-saat indah bersama dr. Irwan, dokter yang mengajariku sex dan merenggut keperawananku pertama kalinya.
*****************
Cerita lainnya Disini


No comments:

Post a Comment