Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Monday, 22 January 2018

Nafsu sang penyanyi cafe.

Malam itu aku dinner dengan clientku di sebuah cafe. Sebuah band tampil menghibur pengunjung cafe dengan musik jazz. Lagu “I’m Old Fashioned” dimainkan dengan cukup baik. Aku memperhatikan sang penyanyi. Seorang gadis berusia kira-kira 25 tahun. Suaranya memang sangat jazzy. Gadis ini wajahnya tidak terlalu cantik. Tingginya kurang lebih 160 cm/55 kg. Tubuhnya padat berisi. Ukuran payudaranya sekitar 36B. Kelebihannya adalah lesung pipinya. Senyumnya manis dan matanya berbinar indah. Cukup seksi. Apalagi suaranya. Membuat telingaku fresh. "Para pengunjung sekalian.... Malam ini saya, Rena bersama band akan menemani anda semua. Jika ada yang ingin bernyanyi bersama saya, mari.. saya persilakan, Atau jika ingin request lagu juga silakan". Penyanyi yang ternyata bernama Rena itu mulai menyapa pengunjung Cafe. Aku hanya tertarik mendengar suaranya. Percakapan dengan client menyita perhatianku. Sampai kemudian telingaku menangkap perubahan cara bermain dari sang keyboardist. Aku melihat ke arah band tersebut dan melihat Rena ternyata bermain keyboard juga. Rena bermain solo keyboard sambil menyanyikan lagu "All of Me". Lagu Jazz yang sangat sederhana. Aku menikmati semua jenis musik dan berusaha mengerti semua jenis musik. Termasuk jazz yang memang "brain music". Musik cerdas yang membuat otakku berpikir setiap mendengarnya. Rena ternyata bermain sangat fantastis. Aku terkesima menemukan seorang penyanyi cafe yang mampu bermain keyboard dengan baik. Tiba-tiba aku menjadi sangat tertarik dengan Rena. Aku menuliskan request laguku dan memberikannya melalui pelayan cafe tersebut. " My name ia Agung from Blitar, please.. And your cellular number. 081xx. From Agung". tulisku di kertas request sekaligus menuliskan nomor HP-ku. Aku melanjutkan percakapan dengan clientku dan tak lama kemudian aku mendengar suara Rena. "To Mr.Agung From Blitar... Untuk Mr.Agung...?" Bahasa tubuh Rena menunjukkan bahwa dia ingin tahu dimana aku duduk. Aku melambaikan tanganku dan tersenyum ke arahnya. Posisi dudukku tepat di depan band tersebut. Jadi, dengan jelas Rena bisa melihatku. Aku lihat Rena membalas senyumku. Dia mulai memainkan keyboardnya. Sambil bermain dan bernyanyi, matanya menatapku. Aku pun menatapnya. Untuk menggodanya, aku mengedipkan mataku. Aku kembali berbicara dengan clientku. Tak lama aku dengar suara Rena menghilang dan berganti dengan suara penyanyi pria. Aku lihat sekilas Rena tidak tampak. Tit.. Tit.. Tit.. SMS di HP-ku berbunyi. "Rena." tampak pesan SMS di HP-ku. Wah.. Rena meresponsku. Segera aku telepon dia. "Hai.. Aku Agung, Kau dimana, Rena?" "Hi Agung. Aku di belakang. Ke kamar mandi. Kenapa ingin tahu HP-ku?", "Aku tertarik denganmu. Suaramu sexy.. Sesexy penampilanmu" kataku terus terang. Aku dengar tawa ringan darinya. "Rayuan ala Agung, nih?" "Lho.. Bukan rayuan tau, Tetapi pujian yang pantas buatmu yang memang sexy, Oh iya, pulang dari cafe jam berapa? Aku antar pulang ya?", "Jam 24.00. Boleh. Tapi aku lihat kau dengan temanmu?", "Ohhh.. dia clientku. Sebentar lagi dia pulang, Aku hanya mengantarnya sampai parkiran mobil saja, Bagaimana?" "Okay... Aku tunggu ya." "Okay... See you soon, sexy.." Aku melanjutkan sebentar percakapan dengan client dan kemudian mengantarkannya ke tempat parkiran mobil. Setelah clientku pulang aku kembali ke cafe. Waktu masih menunjukkan pukul 23.30. Masih 30 menit lagi. Aku kembali duduk dan memesan hot tea. 30 menit aku habiskan dengan memandang Rena yang menyanyi. Mataku terus menatap matanya sambil sesekali aku tersenyum. Aku lihat Rena dengan percaya diri membalas tatapanku. Gadis ini memang menarik hingga membuatku ingin mencumbunya. Dalam perjalanan mengantarkan Rena pulang, aku sengaja menyalakan AC mobil cukup besar sehingga suhu dalam mobil dingin sekali. Rena tampak menggigil. "Gung, AC-nya dikecilin dong?" Sambil tangannya berusaha meraih tombol AC untuk menurunkan suhunya. Tanganku segera menahan tangannya, Kesempatan untuk memegang tangannya. "Jangan.. sudah dekat rumahmu kan? Aku tidak tahan panas. Suhu segini aku baru bisa. Kalau kamu naikkan, aku tidak tahan.." alasanku. Aku memang ingin membuat Felicia kedinginan. Aku lihat Rena bisa mengerti. Tangan kiriku masih memegang tangannya, dan aku usap perlahan. Rena diam saja. "Aku gosok ya... Biar hangat.." kataku datar. Aku memberinya pemanasan ringan. Rena tersenyum. Dia tidak menolak. "Ya.. Boleh. Habis dingin banget. Oh ya, kamu suka jazz juga ya?" "Hampir semua musik aku suka. Oh ya, baru kali ini aku melihat penyanyi jazz wanita yang bisa bermain keyboard, Mainnya asyik lagi." "Hahaha... Ini malam pertama aku main keyboard sambil menyanyi." "Ohh ya? Tapi tidak terlihat canggung, Oh ya, aku dengar tadi mainnya banyak memakai scale altered dominant ya?" aku kemudian memainkan tangan kiriku di tangannya seolah-olah aku bermain piano. "What a Agung! Kamu tahu jazz scale juga? Kamu bisa main piano yah?" Rena tampak terkejut. Mukanya terlihat penasaran. "Yah, dulu main klasik. Lalu tertarik jazz, tapi belum mahir lho". Aku berhenti di depan rumah Rena. "Tinggal dengan siapa kamu?" tanyaku ketika kami masuk ke rumahnya. Ya, aku menerima ajakannya untuk masuk sebentar walaupun ini sudah hampir jam 1 pagi. "Aku kontrak rumah ini dengan beberapa temanku sesama penyanyi cafe, Lainnya belum pulang semua. Mungkin sekalian kencan dengan pacarnya". Rena masuk kamarnya untuk mengganti baju. Aku tidak mendengar suara pintu kamar dikunci. Wah, kebetulan atau memang Rena sedang memancingku? Aku segera berdiri dan nekat membuka pintu kamarnya. Benar! Rena berdiri hanya dengan bra dan celana dalam. Di tangannya ada sebuah kaos. Aku kira Rena akan berteriak terkejut atau marah. Ternyata tidak. Dengan santai dia tersenyum. "Maaf... Aku mau tanya kamar mandi dimana?" tanyaku mencari alasan. Justru aku yang gugup melihat pemandangan indah di depanku. "Di kamarku ada kamar mandinya kok. Masuk saja" Wah... Lampu hijau ini pikirku. Di kamarnya aku melihat ada sebuah keyboard. Aku tidak jadi ke kamar mandi malah memainkan keyboardnya. Aku memainkan lagu "Body and Soul' sambil menyanyi lembut. Suaraku biasa saja juga permainanku. Tapi aku yakin Rena akan tertarik. Beberapa kali aku membuat kesalahan yang aku sengaja. Aku ingin melihat reaksi Rena. "Salah itu mainnya". komentar Rena. Dia ikut bernyanyi. "Ajari dong.." kataku. Dengan segera Rena mengajariku memainkan keyboardnya. Aku duduk sedangkan Rena berdiri membelakangiku. Dengan posisi seperti memelukku dari belakang, dia menunjukkan sekilas notasi yang benar. Aku bisa merasakan nafasnya di leherku. Wah.. Sudah jam 1 pagi. Aku menimbang-nimbang apa yang harus aku lakukan. Aku memalingkan mukaku. Kini mukaku dan Felicia saling bertatapan. Dekat sekali. Tanganku bergerak memeluk pinggangnya. Kalau ditolak, berarti dia tidak bermaksud apa-apa denganku. Jika dia diam saja, aku boleh melanjutkannya. Kemudian tangannya menepis halus tanganku. Kemudian dia berdiri. Aku ditolak. "Katanya mau ke kamar mandi?" tanyanya sambil tersenyum. Oh ya.. Aku melupakan alasanku membuka pintu kamarnya. "Oh ya.." aku berdiri. Ada rasa sesak di dadaku menerima penolakannya. Tapi aku tak menyerah. Segera aku raih tubuhnya dan aku peluk. Kemudian aku angkat ke kamar mandi! "Ehh.. Ehhh, apa-apaan ini?" Rena terkejut. Aku tertawa saja. Aku bawa dia ke kamar mandi dan aku siram dengan air! Biarlah. Kalau mau marah ya aku terima saja. Yang jelas aku terus berusaha mendapatkannya. Ternyata Rena malah tertawa. Dia membalas menyiramku dan kami sama-sama basah kuyup. Segera aku menyandarkannya ke dinding kamar mandi dan menciumnya! Rena membalas ciumanku. Bibir kami saling memagut. Sungguh nikmat bercumbu di suhu dingin dan basah kuyup. Bibir kami saling berlomba memberikan kehangatan. Tanganku meraih kaosnya dan membukanya. Kemudian bra dan celana pendeknya. Sementara Rena juga membuka kaos dan celanaku. Kami sama-sama tinggal hanya memakai celana dalam. Sambil terus mencumbunya, tangan kananku meraba, meremas lembut dan merangsang payudaranya. Sementara tangan kiriku meremas bongkahan pantatnya dan sesekali menyelinap ke belahan pantatnya. Dari pantatnya aku bisa meraih vaginanya. Menggosok-gosoknya dengan jariku. "Aghhhh.." aku dengar rintihan Rena. Nafasnya mulai memburu. Suaranya sexy sekali. Berat dan basah. Perlahan aku merasakan penisku ereksi. "Eghhhhh.." aku menahan nafas ketika aku rasakan tangan Rena menggenggam batang penisku dan meremasnya. Tak lama kemudian dia mengocok penisku hingga membuatku makin terangsang. Tubuh Rena aku angkat dan aku dudukkan di bak air. Cukup sulit bercinta di kamar mandi. Licin dan tidak bisa berbaring. Sewaktu Felicia duduk, aku hanya bisa merangsang payudara dan mencumbunya. Sementara pantat dan vaginanya tidak bisa aku raih. Rena tidak mau duduk. Dia berdiri lagi dan menciumi puting dadaku! Ternyata enak juga rasanya. Baru kali ini putingku dicium dan dijilat. Felicia cukup aktif. Tangannya tak pernah melepas penisku. Terus dikocok dan diremasnya. Sambil melakukannya, badannya bergoyang-goyang seakan-akan dia sedang menari dan menikmati musik. Merasa terganggu dengan celana dalam, aku melepasnya dan juga melepas celana dalam Rena. Kami bercumbu kembali. Lidahku menekan lidahnya. Kami saling menjilat dan menghisap. Rintihan kecil dan desahan nafas kami saling bergantian membuat alunan musik birahi di kamar mandi. Suhu yang dingin membuat kami saling merapat mencari kehangatan. Ada sensasi yang berbeda bercinta ketika dalam keadaan basah. Waktu bercumbu, ada rasa ‘air’ yang membuat ciuman berbeda rasanya dari biasanya. Aku menyalakan shower dan kemudian di bawah air yang mengucur dari shower, kami semakin hangat merapat dan saling merangsang. Aliran air yang membasahi rambut, wajah dan seluruh tubuh, membuat tubuh kami makin panas. Makin bergairah. Kedua tanganku meraih pantatnya dan aku remas agak keras, sementara bibirku melumat makin ganas bibir Rena. Sesekali Rena menggigit bibirku. Perlahan tanganku merayap naik sambil memijat ringan pinggang, punggung dan bahunya. Dari bahasa tubuhnya, dia sangat menikmati pijatanku. "Ogh.. Its nice, Gung.. Och.." Rena mengerang. Lidahku mulai menjilati telinganya. Rena mengejang kegelian. Tangannya ikut meremas pantatku. Aku merasakan payudara Rena makin tegang. Payudara dan putingnya terlihat begitu seksi. Menantang dengan puting yang menonjol coklat kemerahan. "Payudaramu seksi sekali, Rena.. Ingin aku makan rasanya.." candaku sambil tertawa ringan. Rena memainkan bola matanya dengan genit. "Makan saja kalau mau..." bisiknya di telingaku. "Enak lho.." sambungnya sambil menjilat telingaku. Ugh... Darahku berdesir. Perlahan ujung lidahku mendekati putingnya. Aku menjilatnya persis di ujung putingnya. "Ergh.." desah Rena. Caraku menjilatinya yang membuatnya mengerang. Mulai dari ujung lidah sampai akhirnya dengan seluruh lidahku, aku menjilatinya. Kemudian aku menghisapnya dengan lembut, agak kuat dan akhirnya kuat. Tak lama kemudian Rena kemudian membuka kakinya dan membimbing penisku memasuki vaginanya.
"Ough... Enak... Ayo, Gung". Rena memintaku mulai beraksi. Penisku perlahan menembus vaginanya. Aku mulai mengocoknya. Maju-mundur, berputar, Sambil bibir kami saling melumat. Aku berusaha keras membuatnya merasakan kenikmatan. Rena dengan terampil mengikuti tempo kocokanku. Kami bekerja sama dengan harmonis saling memberi dan mendapatkan kenikmatan. Vaginanya masih rapat sekali. Apakah begini rasanya perawan? Entahlah. Aku belum pernah bercinta dengan perawan. "Agh.. Agh.." Rena mengerang keras. Lama-lama suaranya makin keras. "Come on, Gung.. Fuck me.." ceracaunya. Rupanya Rena adalah tipe wanita yang bersuara keras ketika bercinta. Bagiku menyenangkan juga mendengar suaranya. Membuatku terpacu lebih hebat menghujamkan penisku. Lama-lama tempoku makin cepat. Beberapa saat kemudian aku berhenti. Mengatur nafas dan mengubah posisi kami. Rena menungging dan aku menyerangnya dari belakang. Doggy style. Ku lihat payudara Rena sedikit terayun-ayun. Seksi sekali. Dengan usil jariku meraba anusnya, kemudian memasukkan jariku. "Hey.. Perih tau!' teriaknya. Aku tertawa. "Sorry.. Kupikir enak rasanya.." Aku menghentikan memasukkan jari ke anusnya tetapi tetap bermain-main di sekitar anusnya hingga membuatnya geli. Cukup lama kami berpacu dalam birahi. Aku merasakan saat-saat orgasmeku hampir tiba. Aku berusaha keras mengatur ritme dan nafasku. "Aku mau sampai, Rena.." "Keluarkan di dalam saja. Sudah lama aku tidak merasakan semburan cairan pria" Aku agak terhenti. Gila, keluarkan di dalam. Kalau hamil gimana, pikirku. "Aman, Gung. Aku ada obat anti hamil ini.." Rena meyakinkanku. Aku yang tidak yakin. Tapi masa bodoh ah. Dia yang menjamin, kan? Kukocok lagi dengan gencar. Rena berteriak makin keras. "Yes.. Aku juga hampir sampai, Gung.. come on.. come on.. oh yeah.." Saat-saat itu makin dekat.. Aku mengejarnya. Kenikmatan tiada tara. Membuat saraf-saraf penisku kegirangan. Srr.. Srr.. "Aku orgasme. Sesaat kemudian kurasakan tubuh Rena makin bergetar hebat. Aku berusaha keras menahan ereksiku. Tubuhku terkejang-kejang mengalami puncak kenikmatan. "Aarrgghh.. Yeeaahh.." Rena menyusulku orgasme. Dia menjerit kuat sekali kemudian membalikkan badannya dan memelukku. Kami kemudian bercumbu lagi. Saatnya after orgasm service. Tanganku memijat tubuhnya, memijat kepalanya dan mencumbu hidung, pipi, leher, payudara dan kemudian perutnya. Aku membuatnya kegelian ketika hidungku bermain-main di perutnya. Kemudian kuangkat dia. Mengambil handuk dan mengeringkan tubuh kami berdua. Sambil terus mencuri-curi ciuman dan rabaan, kami saling menggosok tubuh kami. Dengan tubuh telanjang aku mengangkatnya ke tempat tidur, membaringkannya dan kembali menciumnya. Rena tersenyum puas. Matanya berbinar-binar. "Thanks Gung.. Sudah lama sekali aku tidak bercinta. Kamu berhasil memuaskanku.." Pujian yang tulus. Aku tersenyum. Aku merasa belum hebat bercinta. Aku hanya berusaha melayani setiap wanita yang bercinta denganku. Memperhatikan kebutuhannya. Aku sangat terkejut ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka. Sial, kami tadi lupa mengunci pintu!! Seorang wanita muncul. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku. "Ups.. Gak usah terkejut. Dari tadi aku sudah dengar teriakan Rena. Tadi malah sudah mengintip kalian di kamar mandi.." kata wanita itu. Aku kecolongan. Tapi apa boleh buat. Biarkan saja. Kulihat Rena tertawa. "Kenalkan, dia Vita. Mbak.. Dia Agung". aku menganggukkan kepalaku padanya. "Hi Vita.." sapaku. Kemudian aku berdiri. Dengan penis lemas terayun aku mencari kaos dan celana pendek Rena dan memakainya. Vita masuk ke kamar. Busyet, ini anak tenang sekali, Pikirku. Sudah jam 2 pagi. Aku harus pulang.
Salam.
*********
Cerita lainnya Disini.



The lust of the cafe singer.

That night I had dinner with my client at a cafe. A band performed entertaining cafe diners with jazz music. The song "I'm Old Fashioned" plays pretty well. I watched the singer. A girl is about 25 years old. Her voice is very jazzy. this girl's face is not too pretty. Height of approximately 160 cm / 55 kg. His body is solid. The size of her breasts is about 36B. The advantage is dimples. Her smile is sweet and her eyes are sparkling. Simply sexy. Moreover his voice. Make my ears fresh. "The visitors all... tonight I, Rena with the band will accompany you all. If anyone wants to sing with me, let me please, or if you want to request the song please also. "The singer who turned out to be named Rena started greeting the Cafe's visitors I'm just interested in hearing his voicethe conversation with the client took my attention. Until then my ears caught a change in how to play from the keyboardist. I looked at the band and saw Rena turned out to play the keyboard as well. Rena played solo keyboard while singing the song "All of Me". a very simple Jazz song. I enjoy all kinds of music and try to understand all kinds of music. Includes jazz that is "brain music". A smart music make my brain thinking every time I listen to it. Rena turned out to play very fantastic. I was amazed to find a cafe singer who was able to play the keyboard well. Suddenly I became very interested in Rena. I wrote my song request and handed it through the waiter. "My name he Agung from Blitar, please .. And your cellular number. 081xxfrom Agung. "I wrote on the request paper and wrote down my cell phone number.I continued the conversation with my client and soon I heard Rena's voice" To Mr.Agung From Blitar ... To Mr.Agung ...? "Body language Rena pointed out that he wanted to know where I was sittingI wave my hand and smile at him. My seat right in front of the band. So, obviously Rena can see me. I see Rena replying to my smile. He started playing his keyboard. While playing and singing, his eyes looked at me. I stared at her. to tease her, I blinked my eyes. I went back to speak with my client. Soon I heard Rena's voice disappear and changed with the voice of a male singer. I can see at a glance Rena is not visible. Tit .. Tit .. Tit .. SMS on my HP goes off. "Rena." SMS messages appear on my mobile. Wow .rena responded to me. Immediately I phone him. "Hi .. I'm great, where are you, Rena?" Hi Hi I'm in the back To the bathroom Why do you want to know my HP? "," I'm interested in you Your voice is sexy .. Sesexy your appearance "I said bluntly. I heard a light laugh from him. "The ultimate style, is this?" "You knownot seduction tau, But praise is appropriate for you that is sexy, Oh yes, home from the cafe what time? I'm back home yes? "," At 24:00. Can. But I see you with your friend? "," Ohhh .. he's my client. Soon he came home, I just drive him to the car park alone, How? ""Okay ... I'll wait." "Okay ... See you soon, sexy .." I continued a conversation with the client and then drove to the car park. After my client came home I went back to the cafe. It was still 11:30. Still 30 minutes away. I sat back and ordered a hot tea. 30 minutes I spent looking at Rena who sings. My eyes kept looking at her eyes while occasionally I smiled. I see Rena confidently return my gaze. This girl is interesting to make me want to mencumbunya. on the way to deliver Rena home, I accidentally turn on the car air conditioner is big enough so the temperature in the car is very cold. Rena looked shivering. "Gung, the air conditioner is dwarfed?" While his hand trying to grab the AC button to lower the temperature. my hand immediately held her hand, Opportunity to hold her hand. "No, it's near your house, I can not stand the heat, I can not heat the temperature now ... If you raise it, I can not stand it." I did want to make Felicia cold. I see Rena can understand. my left hand still holds his hand, and I rub it slowly. Rena said nothing. "I rub it ... Let it warm .." I said flatly. I gave him a light warm up. Rena smiled. He did not refuse. "Yes .. Could be .. Cold out really .. Oh yeah, do you like jazz too?" "Almost all the music I likeoh yes, just this time I saw a female jazz singer who can play keyboard, Main is fun again. "" Hahaha ... This is the first night I play keyboard while singing. "" Ohh yes? But it does not look awkward, Oh yes, I heard it played a lot using scale altered dominant huh? "I then played my left hand in his hand as if I were playing the piano. "What a Great! You know jazz scale too? Can you play the piano?" Rena looked surprised. His face looked curious. "Well, used to play classics, then interested in jazz, but not proficient yet". I stopped in front of Rena's house. "Who are you living with?" I asked as we entered his house. Yes, I accepted his invitation to come in for a while even though it was almost 1 am. "I contract this house with some friends of my fellow cafe singers, Others have not come home allmaybe go out with her boyfriend. "Rena goes in his room to change his clothes I do not hear the sound of the locked room door.What, coincidentally or indeed Rena is bending me? I stand up and desperate to open the door of his room True Rena stood with a bra and panties in his hand there is a T-shirt. I think Rena will scream in surprise or anger. Apparently not. He casually smiled. "I'm sorry ... I want to ask the bathroom where?" I asked for an excuse. Instead I am nervous to see the beautiful scenery in front of me. "In my room there is a bathroomjust go on "Wow ... This green light thought I In my room I saw a keyboard I did not go to the bathroom instead of playing the keyboard I played the song" Body and Soul "while singing softly. My voice is also my game. But I'm sure Rena will be interested. several times I made a mistake that I deliberately. I want to see Rena's reaction. "The wrong is the game". comments Rena. She sang along. "Teach dong .." I said. Rena immediately taught me to play the keyboard. I sat down while Rena was standing behind me. with a position like hugging me from behind, he showed a glimpse of the correct notation. I could feel her breath on my neck. Wow .. It's 1 o'clock in the morning. I wondered what I should do. I turned my face. Now my face and Felicia looked at each other. Very close. my hands moved around her waist. If rejected, it means he does not mean anything to me. If he is silent, I may continue. Then his hand brushed off my hand. Then he stood up. I was rejected. "Are you going to the bathroom?" he asked with a smile. Oh, yes.. I forgot the reason I opened the door of his room. "Oh yes .." I stood up. There is a sense of tightness in my chest to accept rejection. But I do not give up. Immediately I reached for her body and I hugged. Then I took to the bathroom! "Ehh .. Ehhh, what's this?" Rena surprised. I just laughed. I take him to the bathroom and I flush with water! Let it be. If you want to be angry I will accept it. Obviously I keep trying to get it. Apparently Rena even laughed. He replied to watering me and we were both soaking wet. Immediately I leaned it against the bathroom wall and kissed it! rena kiss me back. Our lips bite each other. It's delicious to make love in cold and wet. Our lips racing to each other to give warmth. My hand grabbed his shirt and opened it. Then his bra and his shorts. While Rena also opened my shirt and pants. we both live wearing panties only. While continuing to fondle her, my right hand fingered, squeezed softly and stimulated her breasts. While my left hand squeezes the bunch of ass and occasionally sneaks into the buttocks. From her ass I can reach her pussy. rubbing it with my finger. "Aghhhh .." I heard Rena groans. His breath began to hunt. The voice is very sexy. Heavy and wet. Slowly I felt my penis erection. "Eghhhhh .." I hold my breath as I feel Rena's hand grasping the shaft of my cock and squeeze it. shortly afterwards he shuffled my dick to make me more aroused. Rena's body I lift and I sit in a tub of water. Quite difficult to make love in the bathroom. Slippery and could not lie down. When Felicia sat down, I could only stimulate her breasts and fondle her. while his ass and vagina can not be achieved. Rena does not want to sit. She stood up again and kissed my nipples! It tasted good too. This is my first time kissed and kissed. Felicia is quite active. His hand never took off my cock. Continue shaking and kneading. while doing so, his body wobbled as if he were dancing and enjoying music. Feeling distracted by my underwear, I took it off and also took off Rena's underwear. We made love again. My tongue pressed his tongue. We lick each other and suck. a small groan and the sigh of our breath took turns to make music in the bathroom lust. The cold temperatures kept us close together for warmth. There is a different sensation of making love when in a wet state. time flavoring, there is a sense of 'water' that makes a different kiss than usual. I turned on the shower and then under the water pouring from the shower, we warmed up and stimulated each other. The flow of water that moistens the hair, face and whole body, makes our bodies hotter. more excited. Both my hands grabbed her ass and I squeezed a little hard, while my lips cracked increasingly ferocious lips Rena. Occasionally Rena bit my lips. Slowly my hands crept up, massaging the waist, back and shoulders. From her body language, she really enjoyed my massage. "Ogh .. Its nice, Gung .. Och .." Rena moaned. My tongue started licking his ears. Rena choked with joy. Her hands come squeezing my ass. I felt Rena's breasts getting tense. Her breasts and nipples look so sexy. Challenging with a prominent nipple of reddish brown. "Your breasts are so sexy, Rena .. Want me to eat .." I laughed lightly. Rena plays his eyes with a flirtatious gesture. "Eat it if you want ..." he whispered in my ear. "Good lho .." he continued while licking my ears. Ugh ... My blood rustled. slowly the tip of my tongue near her nipple. I licked it right at the tip of her nipple. "Ergh .." sighed Rena. The way I licked it made him moan. Starting from the tip of the tongue until finally with all my tongue, I lick it. then I suck it gently, slightly strong and finally strong. Soon afterwards Rena opened his legs and guided my cock into his vagina.
"Ough ... Delicious ... Come on, Gung". Rena asked me to start acting. My cock slowly penetrates her vagina. I started shaking it. back and forth, spinning, As our lips crush each other. I tried hard to make her feel pleasure. Rena skillfully followed my shuffle. We work together harmoniously give each other and get pleasure. Her vagina is still very tight. Does this feel like a virgin? I have no idea. I've never had sex with a virgin. "Agh .. Agh .." Rena groaned loudly. Longer his voice gets louder. "Come on, Gung .. Fuck me .." his curiosity. Apparently Rena is the type of woman who sounds loud when making love. Also fun for me to hear her voice. makes me more encouraged to stab my cock. Lengthy tempoku more quickly. A few moments later I stopped. Regulate breathing and changing our position. Rena menungging and I attacked him from behind. Doggy style. I see Rena breasts slightly bobbing. Sexy once. with my finger nudging his anus, then insert my finger. "Hey .. You know!" he shouted I laughed "Sorry .. I thought it was nice .." I stopped putting my fingers into his anus but kept playing around his anus until it tickled him, long enough we raced in lustI felt the moment my orgasmeku almost arrived. I tried hard to regulate my rhythm and breath. "I want to arrive, Rena .." "Pull it in. It's been a long time I do not feel the man's spray" I'm a little stuck. Crazy, take it out inside. If it's pregnant, I thought. "Safe, GungI have this anti-pregnant drug .. "Rena convinced me I'm not sure But the fool ah He guarantees, right? kukocok again aggressively Rena shouted louder." Yes .. I'm also almost up, Gung .. come on .. come on .. oh yeah .. "Those moments are getting closer .. I'm chasing himunbearable pleasure. Makes my penis nerves excited. Srr .. Srr .. "I'm orgasm, a moment later I felt the body of Rena shakes more and more, I try hard to hold my erection, my body ravaged by the peak of pleasure." Aarrgghh .. Yeeaahh .. "Rena followed me orgasmhe screamed very strongly then turned around and hugged me. We then make out again. It's time after orgasm service. My hands massaged her body, massaged her head and nicked her nose, cheeks, neck, breasts and then her stomach. I made him a joke when my nose played in his stomach. Then I picked him up. Take a towel and dry both of us. As we continued to steal kisses and touches, we rubbed our bodies together. with my naked body lifted him to bed, laid him back and kissed him again. Rena smiled smugly. His eyes lit up. "Thanks Gung .. It's been a long time since I made love .. You managed to satisfy me .." Sincere compliment. I smile. I do not feel like making love. I'm just trying to serve every woman who made love to me. Pay attention to his needs. I was shocked when suddenly the door of the room opened. Hell, we forgot to lock the door !! A woman appeared. I do not have time to cover my naked body anymore. "Oops .. Do not be surprisedI've heard Rena yell. I've been peeking at you in the bathroom .. "said the woman I was cheated But what can make it Just let me see Rena la laugh" Recommend, he Vita. Miss... He's great. "I nod my head at him." Hi Vita .. "I saidthen I stood up. With a limp penis swung I looked for Rena shirts and shorts and wear them. Vita went into the room. Amazing, this child is very calm, I thought. It's 2 am. I must go home.
Regards.
****************
More stories Here.




Wednesday, 17 January 2018

Keperawanan Ratna.

Aku perkenalkan dahulu nama wanitaku dalam cerita ini, dia bernama Ratna dan aku sendiri sebut saja Kahar.
Pertama kali aku mengenalnya adalah saat pulang dari Jakarta, dia adalah siswa sekolah kejuruan yang ada di kotaku pada saat itu, dia cantik, manis dan bertubuh mungil dengan kulit putih. Dasar nasibku lagi mujur tak lama berselang dia pindah kost ke rumahku jadi mudah bagiku untuk lebih jauh mengenalnya. Ternyata orangnya supel dan pandai bergaul, sehingga aku tambah berani tuk menyatakan perasaan hatiku, lagi-lagi aku beruntung dia menerima pernyataanku, hmmmmm bahagianya aku. Suatu hari aku ada acara keluar kota, iseng-iseng aku mengajaknya pergi, ternyata dia menyambut ajakanku. Sepanjang jalan menuju luar kota kami ngobrol sambil bercanda mesra, kadang tanganku iseng pura-pura tak disengaja menyentuh pahanya mulanya dia menepis tanganku tapi lama kelamaan membiarkan tanganku yang iseng mengelus pahanya yang putih dan gempal, aku memberanikan diri mengelus-elus pahanya sampai ke pangkal pahanya. Dia tetap diam bahkan seperti menikmati elusan tanganku. Aku tarik tanganku dari rok hitamnya lalu bertanya padanya boleh gak aku menyentuh payudaranya yang membukit di balik baju berwarna pink. Mulanya dia menolak, aku coba merayunya bahwa aku ingin mengelus walau hanya sebentar. Akhirnya dia mengangguk pelan, langsung saja tanganku menyusup kebalik bajunya dan mengusap, mengelus bahkan saat aku meremas susunya yang mungil dan kenyal dia hanya mendesah dan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang kami kendarai. Aku permainkan putting susunya dengan dua jariku, dia semakin mendesah sambil tetap menyetir aku tarik resliting celanaku dan aku keluarkan penisku yang telah menegang sejak tadi. Aku pegang tangannya dan aku tarik kearah penisku, saat tangannya menyentuh penisku yang besar dan panjang dia tarik kembali tangannya mungkin kaget karena baru pertama kali. Dengan sedikit basa-basi kembali aku tarik tangannya untuk memegang penisku, akhirnya dia menyerah kemudian mulai mengelus penisku perlahan. "Har, punyamu besar sekali hampir sebesar pergelangan tanganku" katanya. "Hmm, susumu juga kenyal sekali" balasku sambil menikmati elusan tangannya pada penisku, Tak lama kami sampai di kota tujuan, langsung aku cari tempat untuk menginap setelah itu pergi lagi tuk belanja keperluan selama di kota itu. Malam kami ngobrol di beranda depan kamar tempat kami menginap sambil nonton tv, kami duduk berdampingan sekali kali tanganku bergerilya ditubuhnya ternyata dia dibalik baju tidurnya dia hanya memakai celana dalam sehingga tanganku bisa bebas meremas-remas susunya dan mempermainkan putingnya. "Akh. , Har jangan terlalu keras" katanya kala aku remas dengan rasa gemas. "Maaf, habis susu kamu kenyal sekali" kataku. "Iya ,tapi sakit tau" balasnya lagi. "Iya pelan deh, kita pindah kedalam yuk" kataku berbisik padanya dan mengangguk perlahan. Sesampainya di dalam aku peluk dia dari belakang, aku ciumi tengkuknya yang putih dengan penuh nafsu dia mengejang kegelian sedangkan kedua tanganku bergerilya pada tubuhnya. "Akhhhhh, Har……….. shhhhhhhh" suara desahannya pun keluar. Tanganku mulai membuka kancing bajunya satu-persatu dan aku lepas bajunya, sehingga hanya tinggal celana dalamnya yang berwarna hitam. Aku kulum bibirnya, dia membalas kulumanku dengan penuh gairah. Tangannya mengusap-usap penisku sesekali meremasnya sehingga aku merasakan nikmat yang tak terhingga. "Ukhh,… teruskan sayang" kataku. "Ikhhh besar sekali, panjang lagi" katanya. "Ssssst" kataku sambil mengulum putting susunya yang makin menegang, tanganku aku pergunakan untuk menurunkan
celana dalamnya. Aku usap perlahan gundukan daging empuk yang ditumbuhi bulu-bulu hitam halus, dia mengejang kegelian dan aku lanjutkan dengan menggelitik belahan memeknya yang hangat terasa. "Akhhh,…. teruskan pelan-pelan" katanya sambil meremas penisku. Kemudian aku menurunkan kulumanku pada susunya ke pusarnya, dia mengangkat pinggangnya keenakan aku teruskan ciumanku pada memeknya dan menegang saat lidahku yang kasar menjilati memeknya yang merah merekah. Dia mengimbangi permainan lidahku dengan menggoyangkan pinggulnya bibirnya tak henti-hentinya mendesah. "Sekarang giliranmu sayang" kataku padanya sambil menyodorkan penisku kemulutnya. Perlahan tapi pasti dia mulai menciumi batang kemaluanku yang sejak tadi menegang, saat dia mulai mengulum penisku, aku seperti terbang rasanya menahan rasa nikmat. Setelah itu aku telentangkan kekasihku Ratna, susunya yang mungil menggunung dengan memeknya yang merah merekah yang ditumbuhi bulu-bulu hitam halus. Perlahan-lahan aku menaikinya, aku gosok-gosokkan penisku pada belahan memeknya dia meregang sambil mendesah tak karuan merasakan nikmatnya gosokkan penisku. Kemudian aku tekan sedikit demi sedikit penisku pada memeknya, pinggulnya naik seakan menyuruh agar penisku segera dimasukkan pada memeknya. "Ayo, akhhh aaaaaaaakh teruskan sayangku" katanya sambil menarik pinggangku "Baiklah, sayang aku masukkan ya" kataku sambil menekan penisku agar masuk lebih dalam lagi pada lubang memeknya perlahan, karena takut dia kesakitan, sempit sekali. "Aduh.., sakit Har akhhhh…….." katanya "Sebentar lagi juga hilang sakitnya" kataku, penisku keluar masuk memeknya yang terasa basah dan hangat. Rupanya ini pengalaman pertama baginya karena ada noda darah pada pangkal pahanya. "Terus…. Lebih cepat akhhh………ukhhh nikmat sekali kontolmu sayang" katanya dengan berani mungkin karena pengaruh rasa nikmat dari keluar masuknya penisku yang panjangnya 18 cm, penisku pun mulai merasakan nikmat dari gesekan dengan dinding dalam memeknya. "Akhhh……. terus goyang pinggulmu" kataku padanya, dan dia menuruti kataku menggoyangkan pinggulnya Tak lama dia mengerang sambil memelukku erat rupanya dia telah mencapai orgasme, dia berbaring lemas dibawah aku sedangkan penisku masih menancap pada memeknya yang terasa basah. Terlihat ada air mata pada ujung kelopak matanya, melihat itu aku segera berbisik padanya bahwa aku akan bertanggung jawab atas semua ini. Barulah dia berubah riang kembali dan aku mulai aktifitas kembali menaik-turunkan penisku dan dia merespon gerakanku dengan bersemangat. Malam itu melakukannya sebanyak 6 kali sampai akhirnya tertidur pulas sampai pagi.
Salam.
*****************
Cerita lainnya Disini

Ratna's Virginity.

I first introduced my woman's name in this story, she named Ratna and I myself call it Kahar.
The first time I knew him was when he came home from Jakarta, he was a vocational school student in my town at the time, he was beautiful, sweet and petite with white skin. the basis of my fortune again soon before he moved boarding house to me so easy for me to further know him. It turns out that the person is smart and sociable, so I add courage to express my heart feeling, again I am lucky he received my statement, hmmmmm happy me. one day I have a show out of town, fad I took him away, it turns out he welcomes my invitation. All the way out of town we chatted and joked intently, sometimes my hand pretended to accidentally touch his thighs at first he dismissed my hand but gradually let my hand that stroked his white and stocky thighs, I dared to stroke his thighsup to his groin.He remained silent even as enjoying the caress of my hand. I pull my hand out of her black skirt and ask her if I can not touch her boobs hovering under the pink shirt. At first he refused, I tried to seduce him that I wanted to stroke even for a while. finally he nodded slowly, just my hand slipped into his clothes and wiped, stroked even as I squeezed her tiny and chewy milk she just sighed and leaned her head on the back seat of the car we drive. I played the nipple with two fingers, he sighs more while still driving me pull my pants resliting and I remove my penis that has been tense since last. I hold his hand and I pull towards my cock, when his hand touches my big cock and long he pull back his hand may be surprised because the first time. with a little preliminary I pulled his hand to hold my cock, finally he gave up then began to stroke my cock slowly. "Har, your great is almost as big as my wrist" he said. "Hmm, your sister is also very chewy" I replied while enjoying the hand of his hand on my cock, Soon we reached the destination city, I immediately find a place to stay after it went again tuk shopping purposes while in the city. night we chatted on the front porch of the room where we were staying while watching tv, we sat side by side once my hand guerrilla his body turns him behind his nightgown he was only wearing panties so that my hands can freely wring her milk and play with her nipples. "Akhhhh, Har do not be too hard" he said when I squeeze with a sense of exasperation. "Sorry, your milk is so full of it" I said. "Yes, but the pain knows" he replied again. "Yeah slowly, we move into the yuk" I said whisper to him and nodded slowly. When I got inside I hugged him from behind, I kissed his white neck with full of lust he choked with joy while my arms guerrilla on his body. "Akhhhhh, Har.......... shhhhhhhh" the sound of his sigh came out. my hands began to unbutton his shirt one by one and I took off his shirt, so that only the black panties. I kissed her lips, she returned my eagle with passion. his hands rubbing my cock occasionally squeezing it so I feel the infinite pleasure. "Ukhh, ... continue dear" I said. "Ikhhh very big, long again" he said. "Ssssst" I said as I sucked up his increasingly tensed nipple, my hand I used to lowerp panties I gently wipe the mound of soft flesh overgrown with fine black hairs, he twitched the shadows and I continued by tickling his warm memorable slits. "Akhhh, ... continue slowly" he said as he squeezed my dick. then I lowered my kulum to her milk to her navel, she lifted her waist as I continued kissing me on her pussy and tighten as my rough tongue licking her red pussy. he compensated for my tongue game by wagging his hips his lips unceasingly sighing. "Now it's your darling" I said to him while thrusting my dick in his mouth. slowly but surely he started kissing my groin stem which had been stiffening, when he began to suck my dick, I like flying feel good to hold the pleasure. after that I laid out my beloved Ratna, her tiny milk mounted with her red pussy overgrown with fine black hairs. gradually I climbed it, I rub my cock on the pussy slits he stretched out while sighing uncomfortably feel the pleasure of rubbing my cock. Then I press my penis bit by bit on the pussy, hips up as if to have my dick inserted immediately on the pussy. "Come on, akhhh aaaaaaaakh continue my darling" he said as he pulled my waist "Okay, honey I put ya" I said while pressing my dick to get deeper into the hole pussy slowly, for fear he was in pain, very narrow. "Ouch .., sick Har akhhhh ....." he said "Soon also lost the pain" I said, my cock out in the pussy that feels wet and warm. Apparently this was her first experience because there was a blood stain on her groin. "Continue.... faster akhh ....... ukhhh deliciously love your penis "he said bravely maybe because of the influence of pleasure from the entry of my 18 cm dick, my penis began to feel the pleasure of friction with the walls in pussy"Akhhhhh .... keep rocking your hips" I said to him, and he obeyed I said wiggle his hips. Not long ago he moaned as he hugged me closely apparently he had reached orgasm, he lay limp beneath me while my cock still stuck to his wet pussy. there was a tear on the edge of his eyelids, seeing that I immediately whispered to him that I would be responsible for all this. It was not until he changed cheerfully again and I started the activity back up and down my cock and he responded my movements with eagerness. that night do it 6 times until finally fallen asleep until morning.
Regards.
*****************
More stories Here.



Sunday, 7 January 2018

Jilboobs Ibu Guru Nella.

Seseorang yang berjilbab sekarang bukan lagi jamannya orang alim.
Mengapa hal ini bisa dikatakan begitu. Mungkin saja sudah banyak kejadian-kejadian Sex bebas di kalangan anak berjilbab atau yang lagi booming di sebut jilboobs. Yang Mulai marak kali ini kan kalau di internet Vidio porno anak berjilbab,Yah banyak yang bilang begini "atasnya kerudung bawahnya warung" peribahasa yang sayang sekali bila di lontarkan. Tapi gak semua sih, masih banyak juga cewek berjilbab berhati seputih salju. Tapi jangan salah milih, harus diteliti soalnya kalau berjilbab kita gak bisa perfeck lihat body. Yah tak usah bicara ngelantur terlalu banyak adultstories.ml kali ini akan mengisahkan cerita dewasa mengenai cewek berjilbab seorang guru yang lagi yang ML dengan muridnya sendiri di sebuah Hotel.
********
Begini awal ceritanya. Namaku Malik dan sekarang umurku baru 19 tahun, dan perawakanku tinggi 171.5 cm dan kulitku sawo matang, sedangkan mataku berwarna coklat, dan kisah yang kan aku ceritakan ini adalah kisah nyata sekaligus pengalaman hidupku. Tahun yang lalu, Saat ini aku sekolah di salah satu SMK yang ada di tanjung pinang (kepulauan Riau). Sekolahku letaknya jauh di luar kota (kira-kira 20 km dari kota tempat tinggalku), dan sehari-hari aku pergi menggunakan bus jemputan sekolahku, dan dari sinilah kisahku bermula. Pada suatu siang saat di sekolahan aku dan teman-teman sedang istirahat dikantin sekolah dan sambil bercanda ria, dan saat itu pula ada guruku (berjilbab) sedang makan bersama kami, pada saat itu pula aku merasa sering di lirik oleh ibu itu (panggil saja Nella), bu Nella badannya langsing cenderung agak kurus, matanya besar, mulutnya sedikit lebar dan bibirnya tipis, payudaranya kelihatan agak besar, sedangkan pantatnya padat dan seksi, bu Nella adalah guru kelasku yang mengajar mata pelajaran bahasa inggris, dan dalam hal pelajarannya aku selalu di puji olehnya karena nilaiku selalu mendapat 8 (maaf bukan memuji diri sendiri!!) Saat didalam pelajaran sedang berlangsung bu Nella sering melirik nakal ke arahku dan terkadang dia sering mengeluarkan lidahnya sambil menjilati bibirnya, dan terkadang dia suka meletakkan jari tangannya di selangkangannya dan sambil meraba di daerah sekitar vaginanya. Dan terkadang saya selalu salah tingkah di buatnya (maklum masih perjaka!!!!), dan kelakuannya hanya aku saja yang tahu. Saat istirahat tiba aku di panggil ke kantor olehnya, dan saat itu aku di suruh mengikutinya dari belakang. Jarak kami terlalu dekat sehingga saat aku berjalan terlalu cepat sampai-sampai tangan ibu Nella tersentuh penisku (karena bu Nella kalau berjalan sering melenggangkan tangannya) yang saat itu sedang tegang akibat tingkahnya di kelas. Namun reaksi ibu Nella hanya tersenyum dan wajahnya sedikit memerah. Sampai saat aku pulang menaiki bus jemputan kami. Aku dan temanku duduk paling belakang, sedangkan bu Nella duduk di kursi deretan paling depan. Saat semua teman-temanku sudah turun semua (saat itu tinggal aku bu Nella dan supirnya) bu Nella melirik nakal ke arahku, dan tiba tiba dia langsung pindah duduknya di sebelahku dia duduk paling pojok dekat dinding), dan dia menyuruhku pindah di sebelahnya, dan aku pun menanggapi ajakannya. Saat itu dia meminjan handphoneku, katanya dia mau beli hp yang mirip punyaku. Entah alasan atau apalah. Saat dia memegang hp ku tiba-tiba hpku berbunyi, dan deringan hpku saat itu berbunyi desahan wanita. "aaaahhhhh… ahhhhshhhhshshh… oooooo… oooooohhhhhh" dan seterusnya ternyata temanku yang menelepon. Tanpa basa-basi bu Nella bilang "apa gak ada yang lebih hot, ibu mau dong". dengan nada berbisik. Yang membuatku nafsu. "jangan malu-malu tunjukkan saja sama ibu…" Saat itu aku pasang earphone dan langsung aku perlihatkan rekaman video porno yang aku dapat dari temanku. Tanpa aku sadari bu Nella meraba kontolku yang saat itu sedang tegang-tegangnya, dan dia terkejut, "wooow besar sekali anumu…" Padahal punyaku gak gede-gede amat, panjangnya 15 cm dan diameternya 3 cm saja ya standart lahhhh. Dan terjadilah percakapan antara aku dan bu Nella. Saat itu dia berbisik padaku "aku masih perawan looo…" di iringi dengan desahan. Lalu jawabku "oh yaaa, saya juga masih perjaka bu…", "jadi kalau begitu kita pertemukan saja antara perjaka dan perawan, pasti nikmat" (tanpa basa-basi lagi) lalu aku jawab dengan malu-malu "gak ah bu , saya gak berani!!", "ayolah… (dengan nada memelas)", "tapi di mana bu? (tanyaku!)", "di hotel saja biar aman", "tapi saya gak punya uang bu", "gak apa-apa ibu yang bayar!!!".
+++++ Skip +++++
 Dan saat tiba di kamar hotel ibu itupun langsung beraksi tanpa basa-basi lagi. Dia melucuti bajunya satu persatu sambil di iringi dengan desahan, yang pertama dia lepaskan adalah jilbab yang menutupi kepalanya, lalu baju, kemudian rok panjangnya, dan tibalah saat dia melepaskan Bra-nya, yang aku lihat saat itu adalah toket ibu Nella yang putih mulus (mungkin karena sering di tutupi kali) dan putingnya yang masih merah. dan pada saat dia mau melepaskan celana dalamnya dia bertanya padaku. "mau bantuin gak…" lalu hanya aku jawab dengan mengangguk saja. tanpa basa-basi juga, aku mulai melepaskan celana dalamnya yang berwarna putih tipis. yang aku lihat saat itu adalah jembut tipis saja, lalu aku mulai menyandarkannya di dinding kamar sambil aku jilati. Dan timbullah suara desahan yang membuat tegang kontolku "ah… ahh… ahhhhshhhh… terus… ohhh… yeahhh… oooohhhhh… au… sudah dong ibu gak tahan lagi… ooohhhh… yeah… o… o… oo… ohhhh…" tanpa aku sadari ada cairan yang membasahi wajahku. cairan putih itu aku hisap dan aku tumpahkan ke dalam mulutnya, ternyata bu Nella suka "mau lagi dong…" lalu aku kembali menghisap memek bu Nella yang basah dan licin kuat-kuat. "aahhhh… ahhh… aarrgghh… uh… uh… uh… uh… ouuu… yeah…" dan di sela-sela teriakkan kerasnya muncrat lagi cairan putih kental itu dengan lajunya crroot… crooot… di saat dia terbaring lemas aku menindih badan bu Nella dan selangkangannya aku buka lebar-lebar, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya bu Nella dan yang terjadi malah gak bisa karena sempit. saat aku tekan kepala kontolku sudah masuk setengah dan ibu itu berteriak "ahhhh... ahhhh.... ahhhhh… ahhhhh... sakit… ahhh… pelan-pelan dong…" seakan tak perduli aku tekan lagi. kali ini agak dalam ternyata seperti ada yang membatasi. Aku tekan kuat-kuat "ahhhhhhh… aaaaaa… aaaauuuuu… , sakit… ohh… oh… ooghhhhhh…" aku paksakan saja… dan akhirnya tembus juga. "ahhhhhhhhhh… aaaaahhhhhh…, sakit…" bu Nella berteriak keras sekali, Sambil aku dorong kontontolku maju-mundur pelan dan aku percepat goyanganku. "aahhhhhh… auhhhhhhhh… u.h… uu… hh… a… u… u… hhhhh" Dia terus menjerit kesakitan, dan sekitar 20 kali goyanganku aku terasa seperti mau keluar. Lalu aku arahkan kontolku ke mulutnya dan… croot… … crroootttt… sekitar 5 kali muncrat ke mulut bu Nella telah di penuhi oleh spermaku yang berwarna putih kental (maklum sudah 2 minggu gak ngocok). Selang beberapa menit aku baru menyadari kalau memek bu Nella mengeluarkan cairan seperti darah. Lalu ibu Nella cepat-cepat ke kamar mandi. Setalah keluar dari kamar mandi bu Nella langsung mem-blowjob kontolku sambil tiduran di lantai. Ternyata walaupun perawan bu Nella pandai sekali berpose. Lalu aku pegang pinggul bu Nella dan mengarahkan ke posisi menungging. Lalu aku arahkan kontolku ke memek bu Nella, lalu aku genjot lagi. "Ohhh... oh... ohhhhhh… hhhhhh… hhhhhhh… hhhhh... yeahhhhh oouu... yesssss... ooohhhhh yeahhhhh" saat aku sudah mulai bosan aku cabut kontolku lalu aku arah kan ke pantatnya "sakit gak…" laluku jawab "paling sedikit bu..." aku mencoba memasukkan tetapi gak bisa karena terlalu sempit lalu bu eka berkata "gak apa-apa kok kan masih ada memekku, mau lagi gak…" laluku genjot lagi memeknya tapi sekarang beda waktu aku memeasukkan kontolku ke dalam, baru sedikit saja sudah di telan oleh memeknya. Ternyata memek bu Nella mirip dengan lumpur hidup. Aku mengarahkan kontolku lagi "ahhh... ahh... ahhh... ahh... oooouuuhh... yeah... ou... ou... ohhhhh" dan saat sekitar 15 kali goyanganku bu Nella melepaskan kontolku "aku mau keluar…" lalu aku jawab "aku juga bu… , kita keluarkan di dalam saja bu..." "iya deh jawabnya..." lalu aku masukkan lagi kontolku kali ini aku menusuknya kuat-kuat. "aaahhhh... ahhhh... aaaahhhhhh... ooooouuuuuuhhh..." saat teriakkan panjang itu aku menyemprotkan spermaku ke dalam memeknya crroooot... crootttt... aku mendengar kata-katanya "nikmat sekali…" Dan aku pun tidur sampai pagi dengan menancapkan kontolku di dalam memeknya dengan posisi berhadapan ke samping.
Salam.
**************
Cerita lainnya Disini

Jilboobs Teacher Nella.

A man who is veiled is no longer a time of pious people.
Why this is so. Perhaps there have been many instances of free Sex among the hijab or booming children called jilboobs. which began to bloom this time it's on the internet Vidio porno child veiled, well many say this "topped the hood down stall" proverb is very dear when in catapult. But not all hell, there are still many girls veil as white as snow. but make no mistake, should be examined because if we wear headscarf can not perfeck see body. Well do not talk about too much adultstories.ml this time will tell adult stories about girls veiled a teacher who is again a making love with his own students in a Hotel.
********
Here's the start of the story. My name is Malik and now I'm only 19 years old, and my stature is 171.5 cm tall and my skin is brown, and my eyes are brown, and the story I'm telling is the real story as well as my life experience. years ago, I am currently studying in one of the vocational schools in Tanjung Pinang (Riau Archipelago). My school is a long way out of town (about 20 km from the town where I live), and everyday I go by my school bus, and this is where my story begins. one afternoon while in school I and my friends were resting school dikantin and joking fun, and at that moment there was my teacher (headscarf) was eating with us, at that moment I feel often in the lyrics by the mother (just call Nella ), Ms Nella body is trim tend toa little thin, big eyes, a little wide mouth and thin lips, her breasts look a bit big, while his butt is solid and sexy, Ms Nella is my teacher who teaches english subjects, and in terms of his lessons I am always praised by him because my grades are always got 8 (sorry not to praise yourself !!) while in the lesson is ongoing Ms Nella often glance naughty towards me and sometimes he often take out his tongue while licking his lips, and sometimes he likes to put his fingers in his crotch and while fingering in the area around her vagina. and sometimes I am always wrong in the make (understand still virgin !!!!), and his behavior only I know. When the break arrived I was called to the office by him, and at that time I was ordered to follow from behind. our distance is too close so that when I walk too fast to the extent that Nella's mother's hand touched my cock (because Ms Nella if walking often stretch his hand) who was then tense due to his behavior in the classroom. but Nella's mother's reaction only smiled and her face slightly flushed. Until the time I got back on board our bus pickup. My friend and I sat at the back, while Nella sat in the front row seat. when all my friends have gone down (that's when I'm Nella and the driver) Ms Nella glances naughtyly at me, and suddenly he immediately moved to sit next to me he sat the most corner near the wall), and he told me to move next to him, and I responded to his invitation. At that time he was borrowing my HP, he said he would buy hp that looks like mine. For some reason or something. when he held my hp suddenly my HP rang, and ringing hpku that moment sounded sigh woman. "aaaahhhhh ... ahhhhshhhhshshh ... oooooo ... oooooohhhhhh" and so it turns out my friend is calling. With out further ado Ms Nella says "is not there something more hot, mum want". in a whispery tone. that makes me lust. "do not be shy just show me mother ..." At that time I put earphones and I immediately showed a pornographic video recording that I got from my friend. without me realize bu Nella palpate my penis that was tense-tense, and he was surprised, "wooow big your anumu ..." In fact I'm not very big, 15 cm in length and 3 cm in diameter alone yes standart lahhhh. And there was a conversation between me and Nella. then he whispered to me "I'm still a virgin looo ..." in a sigh accompanied. Then reply "oh yaaa, I'm still a virgin ...", "so then we meet just between virgin and virgin, must be delicious" (without further ado) then I replied shyly "not ah bu, I do not brave !! "," come on ... (with pitching tone) "," but where Miss ?(I asked!) "," in the hotel let me be safe "," but I do not have money Miss "," not a mother who paid !!! ".
+++++ Skip +++++
And upon arrival in the hotel room the mother immediately acted without further ado. he stripped his shirt one by one while in a sigh with the sigh, the first he took off was the veil covering his head, then the shirt, then the long skirt, and arrived when he took off his bra, which I saw then was the mother's neck white smooth ( probably because it is often oncover times) and his nipples are still red. and when he was about to take off his underwear he asked me. "want to help not ..." then I just replied with a nod. With out further ado, I started to take off her thin white panties. what I saw then wasjust thinner, then I started leaning on the wall of the room while I lick.and there was a sighing sound that made my penis tense "ah ... ahh ... ahhhhhhhh ... continue ... ohhh ... yeahhh ... oooohhhhh ... au ... already Miss can not hold it anymore ... ooohhhh ... yeah ... o ... o ... oo ... ohhhh ..." without me realize there is fluid that wet my face. the white liquid I suck and I spill into his mouthit turns out Ms Nella likes to "want more please..." then I sucked back pussy Ms Nella wet and slippery strong. "aahhhh ... ahhh ... aarrgghh ... uh ... uh ... uh ... uh ... ouuu ... yeah ..." and on the sidelines shouted the rush of splattering again the thick white liquid with the speed of the crroot ... crooot ... as he laylimply I rested the body bu Nella and groin wide open, then I tried to insert my penis into her pussy Nella bu and what happened can not because of narrow. when I press the head of my penis has entered half and the mother shouted "ahhhh ... ahhhh .... ahhhhh ... ahhhhh ...pain ... ahhh ... slowly... "as if no matter I press again, this time a bit deep as it seems there is a limitI press firmly "ahhhhhhh ... aaaaaa ... aaaauuuuu ..., sick ... ohh ... oh ... ooghhhhhh ..." I forced it ... and finally broke too. "ahhhhhhhhhh ... aaaaahhhhhh ..., sick ..." bu Nella screaming loudly, As I push my kontontol back and forth slowly and I fast my sway. "aahhhhhh ... auhhhhhhhh ... u.h... uu... hh ... a ... u ... u ... hhhhh "He kept screaming in pain, and about 20 times my wobbles I felt like going outthen I point my penis into his mouth and croot ... ... crroootttt ... about 5 times spurted into the mouth bu Nella has been filled by my sperm which is white color thick (knowing already 2 weeks not shake). After a few minutes I just realized that Nella's pussy is a fluid like blood. Then Nella's mother hurried to the bathroom. After getting out of the bathroom bu Nella immediately blowjob my penis while lying on the floor. It turned out that although the virgin Ms Nella very clever pose. Then I grasped Nella's hips and directed to the position of menungging. Then I directed my penis to pussy Ms Nella, then I am boost again. "Ohhh ... oh... ohhhhhh ... hhhhhh ... hhhhhhh ... hhhhh ... yeahhhhh oouu ... yesssss ... ooohhhhh yeahhhhh" when I was getting bored I pulled my penis then I went right to his ass "ill not ..." my answer is "at least bu ..." I tried to enter but can not because it is too narrow then Ms Nella said "it's okay it's still there my pussy, want again no ..." my boost again pussy but now different when I insert my penis into, just a little already in swallow by pussy. Nella's pussy is similar to living mud. I directed my penis again "ahhh... ahh... ahhh... ahh... oooouuuhh... yeah... ou... ouh... ohhhhh" and when about 15 times my sway Ms Nella release my penis " I want to go out ... "then I replied" I'm also Miss..., we spend in it Miss... "" yes replied ... " then I enter againmy penis this time I stabbed him hard. "aaahhhh... ahhhh... aaaahhhhhh... ooooouuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ... aaaahhhhhh ... ooooouuuuuhhh ..." until morning by plugging my dick inin pussy with side to side position.
Regards.
**************
More stories Here.

Saturday, 6 January 2018

Permainan sex di Warnet.

Sebut saja namaku Bram, sekarang aku masih menyelesaikan kuliah di salah satu universitas ternama di kotaku. Kejadian ini aku alami ketika aku masih duduk di bangku SMA, dan aku melakukannya dengan tetanggaku sendiri, yang bernama Arni. Dari segi fisik dia memang cantik, dari raut wajahnya yang oriental, sampai ke lekuk tubuhnya tidak ada yang cacat apalagi payudaranya yang membuat semua laki laki yang melihatnya pasti menelan ludah.
Begini awal ceritanya, Ketika itu aku bersama Arni pergi ke warnet untuk mencari tugas, kebetulan kami sekelompok jadi kami mengerjakan tugas harus bersama. Ketika kami sampai di warnet kami langsung mengambil tempat masing-masing dan mulai searching di tuan google tugas yang diberikan oleh pak guru Setelah beberapa jam tugas yang aku cari telah terkumpul. Untuk menghilangkan jenuh, dengan iseng aku membuka situs-situs porno. Karena keasikan aku sampai gak sadar kalau Arni memperhatikanku dari belakang "Wahh kamu ini ya di suruh cari tugas malah nonton porno" kata Arni. Aku pun langsung merespon "nona yang cantik tugasnya sudah selesai jadi apa salahnya kalau aku santai dulu, kalau kamu mau ikut duduk saja, gak usah malu-malu...!! Kataku padanya, dan diapun mau. Setelah selesai satu video aku lihat dari raut wajahnya ternyata dia mulai terangsang oleh video tadi. Muncullah pikiran usil di benakku. Mula-mula aku bertanya padanya "Arni videonya bagus gak??" "bagus" jawabnya dengan santai. kalau begitu kita lanjutkan saja videonya. Tanpa ragu-ragu dia pun mau. Jurus pertama aku langsung mengangkat tanganku dan aku sandarkan di pundaknya, dia pun tidak merespon "bagus kataku dalam hati" Jurus kedua aku langsung mendekatkan wajahku dekat dengan wajahnya, dan menghembuskan nafas di telinganya, dia pun langsung meresponnya dengan langsung melumat bibirku. Kebetulan warnet tersebut biliknya berbentuk kamar kecil dengan ukuran 150 X 150M, dan ada pintunya, jadi aku lebih leluasa untuk bermain di dalamnya pikirku dalam hati. Beberapa lamanya dia melumat bibirku, aku pun mencoba membuka bajunya, dan ahha!!!, ternyata dia tidak marah. Aku gunakan kesempatan ini untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Setelah aku buka bajunya kini Bra-nya yang aku buka, dan terlihat payudaranya yang montok, kencang, dengan puting berwarna merah muda. Akupun langsung menghisap payudara kanannya, sementara itu, tangan kiriku meremas-remas yang sebelah kirinya. Setelah puas bermain yang di atas, kini aku mulai membuka celananya, tapi dia menolak "Bram aku masih virgin, kamu mau bertanggung jawab dengan apa yg akan kamu lakukan terhadapku. Dengan enteng aku jawab "YA!". Akhirnya dia pun mau. "Bram, kamu gak adil, masa dari tadi kamu saja yang main" katanya merasa tidak adil. "Oke lah kalau begitu kamu pernah gak meng-oral kontol cowok" kataku padanya. "Belum" jawabnya, "kalau begitu sekarang kamu oral kontolku". Tanpa ragu-ragu dia pun langsung meng-oral kontolku yang sudah tegang. Sekitar 10 menit dia meng-oral kontolku, aku merasakan maniku akan keluar. Rasanya aku ingin berteriak, tapi aku takut akan kedengaran oleh orang lain, tapi aku pun berpikir ah tidak mungkin, disini musiknya kencang jadi jika aku berteriak tidak ada yang akan mendengar. Akhirnya aku menumpahkan hormonku di dalam mulutnya, dan dia menelannya hingga tidak ada sisanya. Anehnya setelah itu kontolku tidak langsung layu, tapi malah menantang tegangnya. Aku pun langsung menyuruh Arni untuk duduk di atas meja yang tidak begitu besar, dan akupun siap bertempur. Mula-mula aku menggesek-gesekkan kepala kontolku di bibir vaginanya, kemudian aku mulai menyodoknya kedalam. Terdengar teriakkan kecilnya "uuuwwwh…" aku sodokkan lebih dalam lagi, dan "sluuuup" begitu bunyi memek perawannya, dan dia pun berdesis "ahhh…." kemudian aku masukkan kontolku di dalam memeknya, untuk membiasakan otot-otot kontolku didalamnya. Sekitar 1 menit, aku pun langsung menyodoknya secara berlahan tapi pasti. Semakin lama semakin cepat, dia pun hanya bisa berteriak  "ooooohh….aaahhhhhh….uhhhh". Setelah capek dengan gaya tersebut aku langsung duduk di kursi, dengan tanpa di perintah dia pun langsung duduk tepat di atas kontolku, dan dimasukannya kontolku di dalam memeknya, dan dia mulai memompanya. "awwwwwwhhhh owhhhhhhh uhhhhhh" shshsss Awwhwwwwhhh" begitulah suara yang di keluarkannya. Setelah kurang lebih 15 menit dia berkata "Bram aku mau keluar" "oke-oke, tapi kita keluarnya barengan saja, aku juga sudah mau keluar" dan crot crot crot, maniku tumpah di dalamnya, bersamaan dengan darah perawannya. Setelah itu aku langsung berpakaian kembali, dan membersihan darah dan mani yang tumpah di lantai. Akhirnya sekitar pukul 06.30 malam aku pulang dengan hati gembira karena baru menikmati perawan cantik. Dan mulai hari itulah aku jadian dengannya,dan sering melakukan hubungan tersebut, bahkan pernah di perpustakaan sekolah. Itulah pengalaman sex yang aku alami sendiri.
Salam.
**************
Cerita lainnya Disini.

Sex games in the cafe.

Let's call my name Bram, now I still finish college at one of the top universities in my city. This happened when I was in high school, and I did it with my own neighbor, Arni. in terms of physical he is beautiful, from the look of his oriental face, to the curve of his body no defects let alone breasts that make all men who see it must swallow.
this is the beginning of the story, When I was with Arni went to the cafe to find a task, we happened to be a group so we do the task must be together. when we got to the cybercafe we ​​immediately took their place each and started searching in google the task assigned by the teacher pack After a few hours the task I was looking for had accumulated. To get rid of saturated, with a fad I open porn sites. because keasikan I to not realize that Arni pay attention to me from behind "Wahh you are yes in order to find the task instead of watching porn" said Arni. I immediately responded "beautiful lady whose job has been finished so what's wrong if I relax first, if you want to just sit down, do not be shy ... !! I said to him, and he was willing .. After finished one video I see from the look on his face turned out he started turned on by the video earliercame a nosy thought in my mind. At first I asked him "Arni video is not good?" "good" he replied casually. then we just continue the video. Without hesitation he would. the first moment I immediately lifted my hand and I leaned on his shoulders, he did not respond "good I said in my heart" My second move immediately close my face close to his face, and breathed in his ears, he immediately responded by directly crushed my lips. Incidentally the cafe is cubicle-shaped small room with the size of 150 X 150M, and there is a door, so I more freely to play in it thought to myself. Some time he crushed my lips, I tried to open his shirt, and ahha !!!, it turns out he was not angry. I use this opportunity to proceed to the next stage. After I open her shirt now her bra that I open, and look her breasts are plump, tight, with pink nipples. I immediately sucked her right breast, meanwhile, my left hand wringing the left side. Once satisfied with playing the above, now I started to open his pants, but he refused "Bram I'm still virgin, you want to be responsible with what you will do to meI lightly replied "YES!". Finally he wants to. "Bram, you're not fair, it's been a while ago you were playing" he said feeling unfair. "Okay then you ever do not oral dick guy" I said to him. "Not yet" he replied, "then you are now oral my penis". without hesitation he was immediately meng-oral my penis that was tense. About 10 minutes he orally my dick, I feel my man will come out. I think I want to scream, but I'm afraid it will be heard by others, but I also think ah impossible, here the music is tight so if I shout no one will hear. Finally I spilled my hormones in his mouth, and he swallowed them until there was no rest. strangely after that my penis did not immediately wither, but instead challenged the tension. I immediately told Arni to sit on a table that is not so big, and I'm ready to fight. At first I swiped my dick head on her pussy lips, then I started poking it inside. shouted little "uuuwwwh ..." I poke deeper, and "sluuuup" so the sound of her virgin pussy, and she hissed "ahhh ...." then I put my penis in the pussy, to familiarize my penis muscles in it. about 1 minute, I immediately poked it in a slow but sure. The longer the faster, he can only shout "ooooohh ... .aaahhhhhh ... .uhhhh". after tired with that style I immediately sat in a chair, with no orders he was sitting right on top of my penis, and inserted my penis in pussy, and he began to pump it. "awwwwwwhhhh owhhhhhhh uhhhhhh" shshsss Awwhwwwwwwhhh "that's how the sound is coming outafter about 15 minutes he said "Bram I want to come out" "okay, but we come out together, I also want to come out" and crot crot crack, maniku spilled in it, along with the virgin blood. after which I immediately dressed again, and dumped blood and semen that spilled on the floor. Finally at about 6:30 pm I came home with a happy heart for just enjoying a beautiful virgin. and that was the day that I invented him, and often did the relationship, even in the school library. That's the experience of sex that I experienced myself.
Regards.
*****************
Another story Here.


Monday, 1 January 2018

Perawan Anak SMP.

Aku perkenalkan dahulu cewek ini namanya Ayu, dia temannya Dian anak SMP sebelah rumah kost gue. Sore itu gue lagi nongkrong di depan kost sambil main gitar, hampir setengah jam gue di depan, Dian terlihat pulang tapi kali ini bersama teman-temannya. "Ehhh, Dian baru pulang sekolah ya? kenapa sampai jam segini? maen dulu ya?" gue becandain si dian. "Enggak kok mas, tadi ada les di sekolah", "oh gitu ya" gue jawab dengan santai. "terus bawa teman-teman banyak mau ada acara apa?" tanya gue lagi. "mau belajar kelompok mas, ehh kenalin dong mas temen-temen Dian!!" Dian nyuruh gue kenalan sama temen-temennya. "Ini mas Hady namanya” sahut Dian. salah satunya ya si Ayu itu, uhh cakep juga si Ayu ini masih kecil tapi bodynya sudah mantap beda ama teman lainnya, dalam hati gue terpesona lihat si Ayu. "mas, Dian kedalam dulu ya!", "oh iya-iya…. belajar yang akur ya!" sambil tersenyum Dian masuk kerumahnya. Malam harinya gue ke rumah Dian karena memang gue sudah biasa main kesitu. Gue ngobrol dan becanda-becanda sama Dian, "ehhh, teman Dian yang namanya Ayu tadi manis juga ya?" ,"kenapa mas? naksir ya?" dasar si Dian gak bisa jaim dikit, ceplas-ceplos "Dian punya nomer handphone-nya gak? mas minta ya?" Dian pun masuk ke kamar dan keluar membawa handphone, "ini cari saja sendiri yang di namain Ayoe ya mas.." kata Dian. Gue langsung catat nomornya si Ayu. "Sudah mas?" tanya Dian. "Sudah nih? makasih ya… besok mas beliin coklat deh" ,"bener ya mas!" kata Dian bersemangat karena coklat memang kesukaan dia banget. Tanpa berlama-lama gue coba WhatsApp si Ayu, "hei Ayu lagi ngapain? masih inget gue gak? tadi gue yang dikenalin Dian waktu kamu main ke rumahnya". ehh si Ayu pun balas sms gue "ohh iya ayu masih ingat dong, kan baru tadi.. hehehe.." WhatsApp pun berlanjut terus. sehari, dua hari, tiga hari gue sama Ayu WhatsApp'an, Gue coba iseng ngajak dia keluar. Gak gue sangka dia mau gue ajak keluar. hari minggu gue sama Ayu janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pakai motor, gak terasa sudah sore banget dan waktunya pulangin si Ayu. tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya, Ayu bilang "sudah mas sampai sini saja nganternya!". gue tanya "kenapa? mas gak boleh tau rumah Ayu ya?", "gak apa-apa kok mas lain waktu kan bisa…" , "ohh ya sudah, besok maen lagi ya?" ajak gue. "Iya mas…" jawab Ayu…. Selang beberapa hari Ayu maen ke rumah Dian, gue kebetulan ada di depan rumah Dian, "ehh mas Hady, Dian ada dirumah gak mas?" tanya Ayu. "ohh tadi ada di belakang, masuk saja!" sekalian minta dia mampir ke kost gue, "nanti mampir ke tempat mas ya!" dia cuma senyum-senyum… Gue masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer gue, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi entah kemana jadi kost sepi banget kaya kuburan. Sambil tiduran otak ngeres gue jalan, bayangin si Ayu ada di kamar gue dan gue bisa have a fun sama dia berdua di kamar. gak tahan bodynya… masih kecil tapi sudah montok semua, depan belakang mantap… Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil nama gue. "mas…mas Hady…" gue bangun dari kasur dan keluar, gue kaget ternyata si Ayu yang ada di depan. "Ayu, ada apa? Dian gak ada ya?" tanya gue ."ada kok mas tadi cuma bentar di rumah Diannya. Sekarang Ayu boleh main di sini gak mas?", "Ohh, tentu boleh dong... masa gak boleh" dalam hati gue pun berkata “pucuk di cinta Ayu pun tiba”, kami pun masuk ke dalam rumah kost. Rumah kost gue memang disediakan tempat buat terima tamu tapi jarang dipakai karena biasanya anak-anak kalau terima tamu langsung di kamar masing-masing, lebih santai katanya. "mau di sini saja apa di dalam Ayu?" gue coba tawarin ke Ayu. "Sudah disini saja mas.." jawabnya. kami pun ngobrol ini itu, saat asik ngobrol, bercanda, gue pun mulai nakal pegang-pegang tangan Ayu lalu gue beranikan cium pipinya. Ayu kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu. "ihhh mas kok nakal sih…" sambil mukul-mukul gue. Gue pegang tangannya dan gue cium pipi yang satunya, wajah Ayu pun makin memerah. gue elus pipinya dan mau gue cium bibirnya, "gak mau ahhhh mas…" katanya. tapi gue tetap maksa cium dia dan akhirnya bibir manisnya berhasil gue lumat perlahan, Ayu pun memejamkan mata menikmati ciuman dari gue.. gue tambah bernafsu menciumi bibir Ayu dan mulai memainkan lidah gue. beberapa saat kami berciuman, gue lepas ciuman gue. "Ayu di kamar saja yuk! ajak gue. "nanti takut ada orang yang lihat kalau disini.." Ayu cuma diam dengan wajah yang masih malu-malu, gue gandeng tangannya masuk ke kamar kost gue dan pintu gue kunci. "Kenapa dikunci pintunya mas?" tanya Ayu polos. "gak apa-apa…!!" jawab gue. Gue lanjutkan menciumi bibir Ayu sambil mendekap tubuhnya dan mulai meraba bodinya, meremas pantatnya. Saat gue coba meraba toketnya, dia mencoba menahan tangan gue tapi karena kalah kuat dengan gue, gue tetep saja berhasil meraba dan meremas-remas susunya sambil terus berciuman, tangan Ayu masih mencoba menahan tangan gue meraba kedua toketnya. Setelah cukup lama berciuman gue rebahkan tubuh Ayu di kasur dan gue menindih tubuhnya. Gue lepas ciuman di bibirnya lalu mulai menciumi lehernya, meremas lembut toketnya kiri dan kanan, gue coba buka kancing bajunya tapi Ayu mencegah "jangan mas..!" tapi tetep saja gue paksa buka kancing bajunya satu-persatu sehingga terlihat penyangga toketnya yang berwarna putih lalu perlahan gue lepas bajunya. Gue buka pengait Bra-nya sambil menciumi bibir dan leher Ayu dan melepasnya dari tubuh Ayu. Terlihat payudara Ayu masih sangat indah, kencang dengan puting kecil berwarna kemerahan. Ayu hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat gue mulai menjilati puting dan meremas toketnya, terus bergantian kanan dan kiri dengan meninggalkan tanda merah bekas cupangan gue. Ayu pun semakin menikmati cumbuan itu, toketnya pun terasa mengeras tanda dia telah terangsang, terdengar desahan-desahan lirih dari bibirnya, kedua tangannya menjambak rambut gue. "emhh…ukhh…mas…". Gue lepas baju juga celana pendek gue, tinggal celana dalam saja yang kelihatan gak muat menampung penis gue yang sudah berdiri dari tadi. "ihh… mas kenapa di lepas semua..", "sudah sempit nih Ayu.." jawab gue. Gue kembali menindih tubuh Ayu dan kali ini gue cium lembut mulai dari kening berlanjut kedua matanya dan pipinya kembali melumat bibirnya, lehernya, toketnya lalu turun ke perut, desahan Ayu terdengar kembali "ehhh…. mas…mmmh…" lama gue bermain di daerah toket dan perutnya, gue coba buka kancing dan resleting celana Ayu, "mas jangan mas... Ayu gak mau.." cegah Ayu tegas. Gue coba ngertiin Ayu dan kembali menciumi bibirnya, setelah dua kali mencoba dan gak di izinkan, sambil gue lumat bibirnya tangan kanan gue kembali mencoba membuka resletingnya, ternyata kali ini Ayu hanya diam dan merelakan gue lepas celana panjangnya. Sekarang kami berdua hampir bugil dengan hanya memakai celana dalam. Gue ciumin pahanya, perutnya, toketnya, bibirnya dan menindih tubuh Ayu lagi, kali ini gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu sambil bermain lidah di mulut Ayu. Ayu sedikit mengangkangkan kakinya sehingga gue gampang menggesekkan penis gue. cukup dengan gesek-gesekan alat kelamin, gue kembali menciumi leher, toketnya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Ayu yang masih tertutup celana dalam. Ayu menggeliat keenakkan dan meremas rambut gue dengan keras waktu gue ciumi bagian memeknya.. "eehh…mhh…ehhhh..ahhh…." beberapa saat gue sudahi ciuman di memek Ayu dan melepas celana dalam gue. Ayu masih terbaring di kasur. "Mas pengin menciumi punya kamu, seperti kamu ciumi punya aku tadi dong.." minta Ayu merayu. Gue menggelengkan kepalanya. "ayo dong sayang!!" rayu gue. "Ayu belum pernah mainan itu..mas" jawabnya. "sekarang Ayu coba deh..!!". gue dekatkan penis gue ke wajah Ayu, "ayo sayang…!!" rayu gue lagi. Dengan malu-malu Ayu pegang penis gue dan dengan ragu Ayu ciumi penis gue. "uhhh.. enak sayang... sedot sayang.." Ayu pun mulai terbiasa dan tau apa yang harus di perbuat, Ayu mengocok penis gue di mulutnya. beberapa saat Ayu mengulum penis gue, dia bilang "mas, sudah ya mas….". "iya sayang…." jawab gue. kini giliran gue lagi membuat Ayu keenakkan, gue cium bibirnya dan menciumi memeknya lagi. Ayu mendesah keenakkan "ehhhmm..mmmhh….". saat Ayu sedang terbuai gue lepaskan celana dalamnya. tubuh Ayu yang tanpa penutup apa-apa itu benar-benar bikin gue gak tahan, putih, bersih dan mulus. Bagian memeknya baru mulai di tumbuhi rambut-rambut halus kelihatan seksi banget. Gue lumat lagi bibir Ayu sambil tangan gue mengelus-elus memeknya, gue pijit lembut klitorisnya. Gue beralih mencium dan memainkan lidah di memeknya, gue gigit ringan klitorisnya, Ayu menggeliat dan menjambak rambut gue dengan keras, "mas…. Ayu mau keluar…". Ayu mendapatkan orgasme pertamanya, memeknya basah dengan cairan yang keluar. "akhhh….ehhhmmm…" Ayu terus mendesah karena orgasmenya. "Ayu mau yang lebih enak lagi?" tanya gue setengah merayu. "Gimana mas?.." tanya Ayu polos. "caranya mas masukkan punya mas ke memek Ayu…", "gak mau ah mas… kan belum boleh.. sakit katanya mas" jawabnya. "gak kok gak sakit... enak banget malah…" rayu setan gue. Ayu hanya diam dan gue mulai mencumbunya lagi. "mas masukan sekarang yah…", bisik gue di telinganya. Kakinya gue kangkangkan, terlihat wajah ragu Ayu saat gue arahkan penis gue ke memeknya, gue cium dulu kening dan bibir Ayu.. gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu yang masih basah oleh cairan orgasmenya dan memulai penetrasi penis gue sedikit demi sedikit, memeknya terasa sempit banget walau baru kepala penis gue yang masuk ke lubang senggamanya, gue keluarkan penis gue dan penetrasi lagi lebih dalam. "mas….sakit mas…" rintih Ayu. Gue cabut penis gue yang belum ada setengahnya masuk ke lubang memek Ayu. Gue cium lagi bibir Ayu… "tahan ya sayang…!!" bisik gue. kembali gue penetrasikan penis gue perlahan lebih dalam dan lebih dalam lagi, terlihat darah keluar dari memek Ayu.
Ayu menjerit kesakitan "akhh…sakit mas…" kini penis gue benar-benar ditelan dan terasa terjepit lubang senggama Ayu, terlihat setitik air mata mengalir dari sudut matanya. Wajah Ayu masih menahan sakit karena keperawanannya robek oleh penis gue. Gue diam beberapa saat agar Ayu mampu menguasai sakit di memeknya sambil menciuminya. setelah dia agak tenang, gue mulai menarik dan mendorong penis gue,maju-mundur perlahan. gue terus mengocokkan penis gue di memeknya perlahan, terasa lubang senggama Ayu sudah bisa menerima penis gue, gue percepat gerakan penis gue. Ayu pun sudah tidak lagi merintih kesakitan tapi berbalik mulai merasakan kenikmatan.. "akhhh…ukhh…mas..akhh.." desah Ayu keenakan. gue ciumi bibir Ayu sambil terus mengocok penis gue di memeknya. "ukhhh…akhhh...ehhmm…" desahan nikmat kami berdua. Ayu mendekap erat tubuh gue, "Ayu…mau keluar lagi…" bisiknya, terasa cairan hangat menyemprot kepala penis gue, Ayu orgasme yang kedua kali. penis gue terus keluar masuk di memek Ayu. Beberapa saat setelah Ayu orgasme yang kedua, gue merasa sudah hampir mencapai orgasme. Gue mempercepat gerakan penis gue.. "mas udah mau keluar Ayu.." , "akhhh….uhhh.. Ayu juga…" ternyata Ayu orgasme duluan. merasa sudah di pucuk, gue cabut penis gue dan menumpahkan sperma gue di perut Ayu. "akhh…mmmmhh…" kami berdua terkulai berdampingan, gue menyeka keringat di kening Ayu dan mengecupnya. "makasih ya sayang…" bisik gue, Ayu hanya tersenyum kecil. gue bersihkan sperma di tubuh Ayu yang terkulai lemas dan darah di memeknya dengan handuk kecil. "bobo saja bentar sayang, nanti mas bangunkan.." kata gue. tak lama Ayu pun terlelap dan gue tutupi tubuhnya dengan selimut. gue pandangi wajah Ayu, "memang manis banget anak ini, beruntung banget gue bisa dapatkan dia" dalam hati gue berkata. Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, gue cium pipi Ayu buat bangunkan dia. "bangun sayang sudah sore.." kata gue. Ayu pun bangun, saat akan berdiri Ayu masih merasa perih… kasihan.. guakguakguak,,,
Salam.
*********
Cerita lainnya Disini

Virgin Junior High.

I introduce this girl first name is Ayu, her friend Dian junior high school next to my boarding house. That afternoon I was hanging out in front of the boarding house while playing my guitar, almost half an hour ahead, Dian was seen coming home but this time with his friends. "Ehhh, Dian just come home from school huhwhy until this hour? I just want to go to school "," oh so yes "I replied casually." Keep bringing my friends a lot want any events? "I asked again." want to learn mas group, ehh introduce to mas Dian friends !! "dian told me to know the same with my friends."This mas Hady his name" said Dian, one of them yes that Ayu, uhh cakep also the Ayu is still small but the body is steady different ama other friends, in my heart amazed see the Ayu. "Mas, Dian into the first yes!" , "oh yeah ... yes. learn that right yes! "smiling Dian enter his housenight I went to Dian's house because I was used to playing there. I chatted and joked with Dian, "ehhh, Dian's friend whose name is Ayu was nice too?" , "why mas? crush ya?" the basis of the Dian can not jaim dikit, ceplas-ceplos "Dian have his mobile phone number is not ?mas ask ya? "Dian went into the room and came out with a mobile phone," this is looking for yourself which in namain Ayoe ya mas.. "Dian said I immediately record the number of the Ayu." Already mas? "Asked Dian. ? thanks ya ... tomorrow mas buy chocolate"," yes yes mas! "said Dian excited because chocolate is really her favorite. Without lingering I try WhatsApp Ayu, "hey Ayu what are you doing? Still remember me not? Was I known Dian when you play to his house". ehh Ayu reply sms me "ohh yes Ayu still remember, it's just been.. hehehe..."whatsApp is continuing day, two days, three days I was the same Ayu WhatsApp, I tried to invite him out fever. I do not think he wants me to come out. the same day I meet Ayu Ayu meet and we were walking round & round municipal  motorcycle wear, not feel it was really late and time to go back to Ayu. right at the entrance of the alley near his house, Ayu said "it's been mas until here just take him!". Iask why? I can not know the house Ayu ya? "," it's okay other time can ... "," ohh ya already, tomorrow play again yes? "I invite .." yes mas ... "answer Ayu .... Ayu play to Dian's house, I happened to be in front of Dian's house, "ehh mas Hady, Dian there at home not mas?" Ayu asked. "ohh just behind, come in!" all of them ask him to stop by my boarding house, "will come to the place of mas ya!" he just smile-smile... I went into the room boarding and sleeping while listening to music from my computer, coincidence at that time the boarding children on the go somewhere so empty boarding really rich graves. while sleeping dirty my way, imagine the Ayu is in my room and I can have a fun with him both in the room. I can not stand the body ... it's small but it's plump all, front rear steady ... When half asleep, there was a sound from outside calling my name. "mas ... mas Hady ..." megetting up from the mattress and out, I was surprised it was the Ayu who was in front. "Ayu, what's wrong? Dian not there huh?" I asked, "there is a kok mas just a moment in the house his Dian. Now Ayu can play here is not mas?", "Ohh, of course may... the time can not" in my heart also said "shoots in love Ayu arrived ", We went into the boarding house. my boarding house is provided a place for guests to receive but rarely used because usually children if guests receive directly in their respective rooms, more relaxed he said. "what are you doing here in Ayu?" I try to tawarin to Ayu. "It's just here mas .." he replied. we were talking this, when cool chatting, joking, I started naughty grasp-grasp Ayu hands then I dared to kiss her cheek. Ayu surprised, her face turned red with shame. "ihhh mas kok naughty hell ..." while pounding me. I hold her hand and I kiss the other cheek, Ayu's face even more red. I kissed her cheeks and want kiss her lips, "do not want ahhhh mas ..." he said. but I keep kissing him and finally his sweet lips managed to crush slowly, Ayu also closed my eyes enjoying a kiss from me .. meadded ardently kissed her lips and started to play my tongue. a while we kissed, I took my kiss away. "Ayu in room alone yuk!" "I'm afraid there are people who see if here .." Ayu just silence with a face that is still shy, I hold hands into my boarding room and door me key. "Why locked the door mas? "Ayu asked innocently." Nothing ... !! "I repliedI continued kissing Ayu lips while embracing her body and began to feel the body, squeezing her ass. when I tried to feel his tits, he tried to hold my hand but because I was defeated strongly with me, I still managed to feel and knead her milk while kissing, Ayu's hand still trying to hold my hand to feel both his breast. after a long time kissing I lay Ayu's body on the mattress and I crushed her body. I released a kiss on her lips and started kissing her neck, squeezing her toes gently left and right, I tried to unbutton her dress but Ayu prevented "do not mas ..!" but tetep only I forcefully open the buttons one by one so that looks buffer his breasts white and then slowly loose her shirt. I open the hook of her Bra while kissing her lips and neck and removing Ayu from Ayu's body. seen breasts Ayu is still very beautiful, tight with a small reddish nipple. Ayu just closed her eyes and bit her own lips as I started licking her nipples and squeezing her breasts, continuously alternating right and left by leaving a red mark of my fiance. ayu even more enjoy the fondue, his toket was hardened marks he had aroused, sounded soft sighs from his lips, his hands grabbed my hair. "emhh ... ukhh ... mas ...". I took off my shirt as well as my shorts, just inside the panties that seem not fit to accommodate my penis that had stood up from earlier. "ihh ... mas why off all ..", "narrow nih Ayu .." I replied. I went back on top of Ayu's body and this time I kissed softly from the forehead continued his eyes and his cheeks again smashed his lips, his neck, his tits and down to the stomach, Ayu sighs heard again "ehhh .... mas ... mmmh ..." and his stomach, I try to open the buttonsand zipper pants Ayu, "mas do not mas ...ayu not want .. "Prevent Ayu firmly .. I try to understand Ayu and kiss her lips again, after two tries and not allowed, while I crushed his lips my right hand again trying to open zipper, this time Ayu just silent and let me loose trousersnow we're both almost naked with just wearing panties. I kiss her thighs, her stomach, her breasts, her lips and rest on Ayu's body again, this time I swipe my penis into Ayu's pussy while playing her tongue in Ayu's mouth. Ayu slightly straddle his legs so I easily rub my penis. just with friction-friction genitals, I kissed her neck, her tumet and stomach and finally got to Ayu's pussy is still covered under panties. Ayu writhing my hair and kneading my hair hard when I kiss the pussy .. "eehh ... mhh ... ehhhh .. ahhh ...." a few moments I had a kiss in Ayu pussy and take off my underwear. Ayu is still lying on the bed. "Mas want to kissing you, like you kiss me have..." ask Ayu seduce. I shook his head. "come on dear !!" I woke up. "Ayu has never had that toy..mas" he replied. "now Ayu try... !!". I close my penis to Ayu's face, "come on dear ... !!" I woke up again. with a timid Ayu hold my penis and with doubt Ayu kissing penis me. "uhhh .. good dear ... sucking honey..." Ayu was getting used to and know what to do, Ayu shook my penis in his mouth. A few moments Ayu sucking my penis, he said "mas, already ya mas ....". "Yes, dear…." I replied. now my turn again make Ayu conveniences, I kissed her lips and kissed her pussy again. Ayu sigh sigh "ehhhmm..mmmhh ....". when Ayu is being lulled I remove his underwear. Ayu's body without any cover it really makes me not resistant, white, clean and smooth. Pussy section just started in tumbuhi hairs look very sexy look. I smear again Ayu lips while my hand stroked pussy, I gently massage her clit. I switched to kiss and play tongue in her pussy, I lightly bite her clitoris, Ayu stretched and grabbed my hair hard, "mas .... Ayu want to come out ...". ayu get her first orgasm, pussy wet with the fluid that came out. "akhhh.... ehhhmmm ..." Ayu continues to sigh because of his orgasm. "Would you like a better one?" I asked half-seduced. "How mas? .." Ayu asked innocently. "the way mas enter have mas to memek Ayu ...", "do not want to ah mas... not be .. sick he said mas" he replied. "I do not feel sick ... really nice ..." my satanism. Ayu just silent and I started mencumbunya again. "mas input now yah ...", whisper me in his ear. .my legs I straddle, visible face Ayu doubt when I point my penis to pussy, I kissed my forehead and lips Ayu .. I rub my penis into Ayu's pussy is still wet by the fluid orgasms and start penetrating my penis bit by bit, pussy feels very narrow thoughthe new head of my penis that goes into the hole senggamanya, I remove my penis and penetration again deeper. "mas ... .my pain ..." Ayu whimpered. I pulled my penis that has not been half entered into the holes memek Ayu. I kissed again Ayu's lips ... "hold ya dear ... !!" I whispered. back I penetrated my penis slowly deeper and deeper, visible blood out of pussy Ayu. Ayu screamed in pain "akhh ... sick mas ..." now my penis is really swallowed and felt wedged hole intercourse Ayu, seen a tear flowed from the corner of his eye. Ayu's face still hurt because her virginity was torn by my penis. I was silent for a while for Ayu able to master the pain in her pussy while kissing her. after he calmed down, I started pulling and pushing my penis, back and forth slowly. I continued to shuffle my penis in his pussy slowly, felt the hole of intercourse Ayu was able to accept my penis, I speed upmovement of my penis.ayu was no longer moaning in pain but turned to begin to feel pleasure .. "akhhh ... ukhh ... mas ..akhh .." sighed Ayu conveniences. I kissed Ayu lips while continuing to shake my penis in her pussy. "ukhhh... akhhh... ehhmm..." sigh of pleasure both of us. "Ayu ... want to come out again ..." he whispered, a warm liquid sprayed the head of my penis, Ayu orgasme the second time. my penis kept coming in and out in Ayu pussy. Moments after Ayu's second orgasm, I felt I was almost reaching orgasm. I speed up my penis movement .. "mas already want out Ayu ..", "akhhh ... .uhhh .. Ayu also ... "it turns out Ayu orgasme first felt was at the top, I pulled my penis and spilled my sperm in my stomach Ayu." akhh ... mmmmhh ... "we both droop side by side, I wipe the sweat on Ayu forehead and kissed him." ... "I whispered, Ayu just smiled a little, I cleaned upsperm in Ayu's body that fell limp and blood in pussy with a small towel. "Sleep just a moment dear, mas wake up .." I said. Ayu soon fell asleep and I covered her body with a blanket. I look at Ayu's face, "it's really sweet this boy, lucky I can get ithe "in my heart said.time has shown five o'clock in the afternoon, I kiss Ayu cheek to wake him. "wake up dear already afternoon .." I said. Ayu was awake, when will stand Ayu still feel sore..... Pity.....
***********
(Mas = nickname for men We respect)
Regards.
************"
More stories Here.