Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Wednesday, 30 August 2017

Tante Rossa yang Kesepian

Beberapa minggu pertama terasa berat bagiku. Karena mungkin aku nggak terbiasa hidup jauh dari kedua orang tuaku.
Di rumah tante Rossa cuma ada anak semata wayangnya, Nilla namanya yang masih duduk di bangku SMP.
Sedangkan suaminya pergi ke luar pulau. Karena bekerja sebagai kontraktor jalan, dan mendapat proyek di kota Banjarmasin. Dan terakhir pulang saat lebaran tahun lalu. Tante Rossa dulunya adalah seorang sinden. Dulu, kata beliau tiap hari hampir pasti ada tanggapan. Tapi sekarang dia sudah mengurangi intensitasnya supaya bisa fokus mengawasi anak semata wayangnya sekolah.
Namaku Jonny. Aku anak tunggal. Ayahku, Joko 46 tahun kerja mempunyai usaha mebel yang sudah cukup terkenal di Surabaya. Ibuku, Sri Rahayu 40 tahun juga mempunyai sebuah toko di Pusat Grosir terkenal di Surabaya.
Saat ini aku akan memasuki masa kuliah. Karena aku baru lulus SMU, dan setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, aku diterima di salah satu universitas negeri di kota Jogja. Karena aku harus tinggal di Jogja, Ibuku menyuruhku untuk tinggal di rumah Tante Rossa. Adik Ibu, umurnya lebih muda 2 tahun dari Ibu.
Ibu tidak memperbolehkan aku untuk kost supaya aku ada yang mengawasi.
Hingga pada suatu hari ada suatu kejadian yang membuatku mulai merasa betah tinggal di Jogja. Saat itu aku baru pulang kuliah. Jam menunjukan jam 4 sore. Di rumah ternyata tidak ada orang. Mungkin Karena kecapekan aku tiduran di ruang tengah. Tidak berselang lama tante Rossa datang. Dia memakai kebaya khas sinden. Aku lihat sekilas badannya masih montok. Tidak gendut kayak ibu lainnya. Bahkan menurutku, ibuku kalah montok dari Tante Rossa.
"Lohhhh kamu sudah pulang Jonn", kata tante Rossa.
"Iya tante. Habis kuliah siang, tante habis tanggapan ya?", Jawabku
"Iya dari desa sebelah. kamu sakit ya Jonn. Ya sudah mandi dulu biar segar. Tapi Tante dulu ya yang mandi. Keringetan dari tadi", Kata Tante.
Tante berjalan masuk ke kamarnya. Tidak berselang lama tante keluar dari kamar. Yang bikin aku kaget adalah, Dia waktu itu memakai handuk yang hanya menutupi sebagian dada sampai hanya sebagian pahanya. Jelas terlihat sebagian toket tante Rossa yang gede. Yang seakan mau meloncat keluar. Tapi aku lihat juga tali BHnya. BHnya sepertinya tidak dia lepas. Selain memperhatikan toket yang gede itu, aku sepintas mencuri lihat ke bokongnya yang juga sangat montok pikirku. Hmmmm… perlahan kontolku mulai berontak dan bikin celana sempit saja.
Tante Rossa mondar-mandir seakan ada yang dia cari. Dan dia berhenti di pojokan dekat aku tiduran tadi. Ternyata dia mau mengambil BH dan celana dalam yang kering habis dicuci di keranjang cucian. Karena tempat cucian keringnya berupa keranjang dan ditaruh di lantai, dia mengambil dengan cara membungkuk membelakangiku. Entah nggak sadar atau gimana, saat dia menungging, bokongnya yang super semok itu jelas terpampang. Dan aku melihatnya dengan jelas. Tentu juga celana dalamnya yang seolah nggak muat membungkus bokong itu. Uhhhhhhh… bikin kontolku mulai bangun saja.
Terus aku perhatikan saat dia nungging, terlihat di tengah-tengahnya seperti daging yang menyembul. Agak tembem. Dan terlihat samar2 warna hitam dibalik celana dalam tante. Sssssssshhhh.. ini pasti memek tante Rossa yang ditumbuhi jembut.
jadi makin penasaran pengen melihat betapa tembemnya memek tante Rossa dan lebat jembutnya. Makin lama kontolku makin keras saja. Tidak beberapa lama dia selesai memilih celana dalam dan BH untuk ganti. Waaaaaahhh… rejeki yang kecepetan pikirku. Dan Dia akhirnya masuk ke kamar mandi.
Baru masuk kamar mandi, ada suara "serrrrrrrrr…serrrrrr" keras sekali. ini pasti tante Rossa lagi kencing. Aku semakin penasaran saja sama memeknya. Semprotannya sampai segitu keras. Aku berfantasi yang lebih liar, mungkin karena aku sering nonton film porno di laptop.
Beberapa menit kemudian, Tante Rossa keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai daster. Dan dia menyuruhku untuk mandi.
Aku pun bergegas mandi.
Setelah masuk ke kamar mandi, aku mendapat rejeki lagi. Di kaitan baju dalam kamar mandi terpampang dua benda yang bikin kontolku berdiri secara perlahan. Aku lihat BH dan celana dalamnya. BHnya gede. Celana dalam berenda itu aku lihat ada bekas kuning dibagian depannya. Ini pasti bekas kencing Tante Rossa pikirku. Akhirnya aku gak kuat, karena dari tadi kontolku sudah mengeras saat aku melihat dan memegang Celana dalam dan BHnya. Akhirnya aku selesaikan dengan mengocok sendiri. Aku kocok kocok makin lama makin cepat. Dan.. crrrooooott…crooootttt…. menyemburlah spremaku. Uhhhhh lega… tapi aku masih penasaran sama isi sebenarnya dari BH dan celana dalam Tante Rossa.
Hari makin malam.
Setelah makan malam, aku, Tante Rossa dan Nilla lagi kumpul di depan TV. Malam ini Tante Rossa memakai daster dengan belahan paha yang agak tinggi. Duduknya bersimpuh, Khas seperti sinden. Dia disibukkan dengan menjahit baju. Sedangkan aku dan Nilla tiduran di depannya menghadap TV. Iseng iseng aku mencuri pandang ke arah Tante Rossa. Sepintas aku lihat dia duduk pahanya agak membuka. Walaupun agak gelap dan samar aku bisa melihat mulusnya paha Tante Rossa. Ini yang membuat aku berpikiran jorok dan membuat tegang kontolku.
Hari makin malam, Nilla yang ngantuk pindah ke kamarnya. Sambil menonton TV Tante Rossa dan aku ngobrol-ngobrol.
Tante : "Gimana kuliah kamu Jonn ?"
Aku : "Baik Tante. Temen-temenku seru".
Tante : "sudah punya cewek belum kamu ?"
Aku : "Belum Tante masih pilih-pilih… hehehe".
Tante : "lhoooo itu yang kemarin.. siapa itu namanya ? Wulan ? Itu bukan pacarmu".
Aku : "Oh itu. Belum tante. Aku masih kurang pas. Dia yang ngebet sama aku".
Tante : "0ooo.. tapi kapan hari tante ngintip kamu lagi ciuman, pas dia main kesini".
Mendengar itu aku kaget dan malu. Ternyata diam-diam tante Rossa mengawasiku kalau lagi indehoy. Aku hanya senyum-senyum.
Tante : "gak apa apa jonn, namanya juga anak muda. Tante dulu juga begitu. Selain ciuman kalau lagi berduaan dan sepi kalian ngapain lagi ?"
Tante Rossa menggodaku sambil senyum-senyum
Aku pun dibuat salah tingkah olehnya. "Ngapain ? Gak ngapa-ngapain tante" jawabku sedikit gugup.
Tante : "Hmmmm sudah pintar bohong kamu ya. Padahal Tante pernah ngintip Kalian lagi saling remas barang masing-masing. Hihihihi"
Aku kaget lagi. Ternyata tante Rossa tau kalau aku sering remas remas.
Tante : "gak usah malu begitu. Kalaupun kamu keterusan, yang penting kamu bisa mengerti betul tentang sex"
aku terperangah. Jarang-jarang Tante ngomong seperti ini.
Aku : "eee.eee.. maksudnya tante?"
Tante : "seandainya kamu gak kuat dan terpaksa itu Junior kamu kepingin muntah. seenggaknya kamu pakai kondom"
Tante Rossa ngomong begitu sambil menunjuk kearah celanaku. Dia nggak tahu kalau isinya sudah tegang hasil mengintip paha yang kelihatan karena duduknya agak membuka.
Aku : "ee. I.. I.. iya tante".
Tante : "gimana rasanya teteknya si wulan itu Jonn ? Enak ?"
Aku : "eee… lumayan kenyal tante".
jawabku dengan agak meringis. Dan akupun semakin berani karena arah pembicaraan sudah mulai memanas.
Aku : "Kalau tante gimana. Om kan jarang pulang. Kalau lagi pengin begituan gimana?".
Aku sedikit takut akan pertanyaanku. Tapi ternyata dia merespon pertanyaanku tanpa marah.
Tante : "hmmm.. mau tau saja kamu jonn"
Tante : "Iya kalau kamu jonn, nggak kuat menahan paling-paling dikocok sendiri. Anak muda begitu biasanya"
Tante : "Oh iya Jonn.. nanti kalau jahitnya selesai, kamu pijit tante ya. Pegal semua habis ada tanggapan 2 tempat tadi."
Aku : "siap tante"
Rezeki apalagi ini pikirku. Bisa mijitin badan tante rossa yang montok. Tidak berselang lama tante selesai menjahit. Dan dia mengambil minyak urut di kamarnya.
Tante : "mijitnya di sini saja ya jonn. Sambil nonton TV"
Tante Rossa dengan entengnya membuka dasternya dengan hanya menyisakan BH dan celana dalam berenda warna putih. Aku shock, terdiam. Tetek tante rossa serasa mau loncat dari Bhnya.
Tante : "lhooo jonn.. kenap diam saja. Kayak gak pernah lihat beginian saja. Bukannya sudah biasa sama wulan. Hehe"
Tante pun langsung tengkurap di tikar dan menyerahkan minyak urut ke aku
Aku : "Beda tante"
Tante : "Beda apanya jonn Palingan tetek wulan lebih kenceng dari punya tante".
Sambil melumuri minyak dan mulai mengurut punggung Tante Rossa aku melanjutkan ngobrol.
Aku : "Hmm… punya tante lebih montok. Lebih segar kayaknya. Hehehe. Lagian mana tahu aku kalau punya wulan lebih kencang. Orang aku nggak pernah megang punya tante. Hehehe".
Tante : "husss ngawur"
Karena Tante Rossa masih memakai BH, aku kesulitan untuk mengurut punggungnya.
Aku : “Tante BHnya dicopot saja ya, aku nggak leluasa ngurut punggungnya. Ada tali BHnya”
Tante : “ya sudah, buka saja”
aku buka tali pengait BHnya. Dan tante Rossa agak mengangkat badannya dan melemparkan BH yang gede itu ke samping. Sekilas aku dapat melihat gedenya tetek Tante Rossa dari samping. Aku kembali fokus mengurut punggung tante. Sesekali aku elus punggungnya.
“hmm..mmmm”, Tante sepertinya keenakan dengan pijatanku.
Sesekali aku memijat bagian samping punggungnya. Dan tidak sengaja aku menyenggol teteknya. Tante Rossa keenakan sepertinya. Tangannya yang sedari tadi nempel di tubuhnya sekarang direnggangkan. Hmm.. kulihat di ketiaknya terdapapat bulu yang lumayan lebat. Mirip seperti artis Eva Arnas zaman dulu. Ini membuat aku semakin horny saja.
Tante : “kenapa kamu ngurutnya di punggung saja jonn. Turun biar rata dan pegalnya hilang”
Aku : “Turun kemana tante ?”
pura-pura aku bertanya.
Tante : “ya ke bokong terus ke paha”
Aku : “siap Tante’
aku pun ganti mengurut bokong tante. Sesekali bokong semok ini aku remas-remas.
“sssstttt… hmmm.. enak jonn pijatanmu”
Tante keenakan sepertinya. Matanya mulai merem merasakan nikmat. Habis aku pijat sambil meremas-remas, aku mulai turun ke pahanya. Aku mencoba untuk hanya mengelus-elus pahanya. Dari bawah jalan ke atas sampai bokongnya. Aku coba tanganku aku selipkan di selangkangannya. Hmmm.. terasa itu memek tante dibalik celana dalamnya. Terasa tembem kayak kue apem.
Praktis pijatanku ini membuat tante keenakan. Erangan halusnya makin sering terdengar.
“shhhh.. hhhhh.. hmmmmm”
Saking enaknya, dia sampai sedikit membuka kakinya. Dan memek tembemnya makin kelihatan, Samar2 aku lihat jembutnya di balik celana dalamnya. Bahkan beberapa jembut keluar dari celana dalamnya. Pemandangan jelas membuat aku semakin horny. Kontolku sepertinya mau berontak keluar. Aku semakin meningkatkan intesitas mengurutku di daerah ini.
Tante : “hmmmm… enak jonn. Makanya si wulan seneng banget kalau kamu remas remas jonn"
Aku : “Hehehe… tante kalau di lihat-lihat badannya masih sekel, bagus dan Montok lagi. Padahal tante nggak pernah olahraga”
Tante : “Tante rutin minum jamu. Jamu sehat wanita”
Aku : “enak ya jadi si om. Tante minum jamu melulu soalnya"
Tante : “Nanti kalau kamu sudah kawin kamu bisa merasakan enaknya”
Pikiranku sudah mulai ngalor-ngidul. “Ahhhh sekarang saja aku ngentot sama tante. Merasakan enaknya kayak si om” batinku
Mungkin karena sudah birahi, terlihat celana dalam Tante Rossa agak basah.
“Ini mijetnya sudah Tante ? Mana lagi ini yang mau dipijit ?” Aku terpaksa ngomong begitu karena tanganku sudah terasa capek.
“yang depan belum jonn”
What… ini mah rezeki nomplok. Kapan lagi aku bisa menikmati tetek tante rossa. Tanpa basa-basi tante rossa langsung membalikkan badan. Woooooowww…. tetek tante Rossa yang selama ini cuma bisa aku bayangkan sekarang ada di depan mata. Mimpi apa aku semalam.
“ayo jonn jangan diam saja. Tetek tante pegal ini. Ayo cepet dipijet.”
Aku pun menurut sama tante. Aku urut itu tetek tante. Terlihat tetek tante pentilnya sudah mulai item. Tapi gede. Awalnya tidak ada reaksi saat aku memijat sambil meremas tetek tante. Tapi lama kelamaan tante menikmatinya.
“wenaaaak joooonnnn….”
Mata Tante sambil tertutup menikmati pijatanku ini. Kusenggol pentilnya yang hitam. Sesekali aku pilin pentilnya. Shhhhhh.. begitu erangnya.Dan entah ada dorongan dari mana, aku mencoba mendekat. Aku coba menjilat itu pentil. “slllrrrrppp…” sesekali aku kecup… aku sedot sedot… Tanganku satunya meremas tetek satunya lagi…
“ssssh… aahhhhhhhhh” erang tante
Slrrrrrpp… cupppp…ceppppp… slrrpppp. “Hmmm tetek tante kenyal banget. Punya wulan kalah tante”
“Terus jooonnnn… enak… badan tante geli semua” Tante meracau.
Bibirku sekarang mencoba menggapai Bibir tante. Aku cium dan Lidahku masuk ke bibirnya. Aku sedot sedot. Sampai air liurnya masuk ke mulutku. Ciumanku mulai berjalan dari bibir Tamte Rossa turun melewati leher dan ke tetek lagi. Aku kenyot kenyot itu tetek. Tanganku satunya berjalan ke arah selangkangan tante Rossa. Celana dalamnya yang basah aku gosok gosok. Pinggul tante Rossa mulai bergoyang goyang menikmati karena keenakan. Aku masukkan tangganku ke dalam celana dalam. Terasa itu lebatnya memek Tante Rossa. Aku cari cari akhirnya ketemu juga lubang memeknya.
“shhh achhhh… ashhh achhhhh….”
Mendengar erangan Tante Rossa aku coba masukkan jariku ke memeknya. Aku coba gosok klentitnya. Dan aku coba gosok itu memek.
“sshhhh.. enak jonn. Terus jonn… ya itu disitu jonn… enak jonnn”
goyangan pantat tante Rossa ke atas ke bawah. Aku coba buka celana dalam tante. Tante Rossa membantunya dengan membukanya sendiri.
Kenyotanku pada teteknya aku hentikan. Aku sekarang dapat melihat betapa rimbunya memek Tante Rossa. Dia mekangkang dan Wajahku mencoba mendekat. Aku ciumi itu jembutnya. Aku sibak jembutnya. Setelah memek tembemnya kelihatan Aku jilati bagian luarnya. Lidahku memainkan jilatan di klitorisnya. Aku masukkan lidahku ke lubang memek tante.
“ahhhhh… ahhh.. argghhhh.. wenak… wenak… arhhhhh… awww… enak joooonnn…”
untuk menghentikan erangan Tante Rossa aku lepas semua baju dan celanaku. Aku coba mengambil gaya 69.
Tanpa aku komando, tante Rossa dengan rakusnya mengenyot kontolku. Dia jilat dan disedot dengat enaknya.
“Kontolmu enak jooon, cepp ceppp..slrrrrppppp”…
Aku juga melanjutkan menjilat memek tante Rossa. Tidak Lama setelah lidahku merongrong memeknya, sepertinya dia mendapatkan orgasme pertamanya.
“shhhhh.. jooooooon tante mau keluar… ahhh ahhhhh”
Dengan diikuti gerakan bokongnya keatas… dan kepalaku dia jepit sekuat kuatnya…
“ahhhh… ahhhhh…argghhhhh…”
Setelah itu tante melanjutkan mengulum kontolku. Karena aku merasa akan keluar aku cabut kontolku dari mulut Tante Rossa. Badanku berbalik. Sekarang posisiku diatas Tante Rossa. Kontolku sekarang ada di depan memeknya. Aku gosok gosokan kontolku ini di luar memek itu.
“ahhhhhh… jooon… masukin kontolmu joooon… memek tante sudah pengin di sodok jooooonnn… masukin”
setelah tante terasa tersiksa begini aku coba pelan pelan memasukan rudal ke memek tante Rossa. Awalnya agak susah, pelan pelan aku dorong dan sekarang …. blesssss…
“arghhhhhh…. genjot jooon”
Aku genjot pelan pelan memek tante Rossa.
“awwwww… arghhhhh.. shhhhhhh… enak…kontolmu joooon…. mantap jonn”
Aku mainkan irama kontolku. Cepat… terus melambat.. cepat lagi… melambat lagi…
“ayo.. jon… genjot lebih cepet memek Tantemu ini… ahhhh… ahhhhh”
aku genjot semakin cepat…
“tante.. aku mau keluar tante… ahhhhh… shhhh”
“sama jooonnnn…. Tante juga sudah nggak kuat.. mau keluar lagi. Keluarin di dalam saja jonn…”
Tidak seberapa lama terasa memek Tante Rossa melumuri kontolku dengan cairan orgasmenya… memeknya berkedut… sepertinya kontolku di hisapnya…
“”awhhhhhhh.. awhhhhhhhh… enak joooo…. n”..... dan aku pun sudah nggak kuat lagi menahan… crott..croottt.croott..
“enak Tante… ahhhh. Ahhhhhh… arhhh”
Akhirnya kami pun lemas. Aku terbaring diatas tubuh tante Rossa....
Tante : “Kamu nakal jonn… tapi enak tadi kontolmu.. sudah lama aku nggak ngentot sama om kamu joon…”
Aku : “Iya tante.. memek tante juga enak… punyaku terasa disedot… Minum jamunya yang sering ya tante”
Tante : “Hussss kamu.. tapi ini rahasia ya jonn. Jangan sampai orang lain tahu’
Aku : “Beres tante.. asal aku nanti dikasih memek tante yang enak ini”
Tante Rossa tersenyum dan akhirnya kami biasa melakukannya bila kami lagi pengin.
**********
Cerita lainnya Disini

Saturday, 26 August 2017

Birthday Gift from my sister

Before I begin this story, I will disguise all my names including my own name because I do not want to endure the disaster later on. My story starts now yes? That Saturday, fitting in the week, is my 17th birthday, so my parents purposely have a Birthday party for me, my only son. Understand I was his son really lazy about the party, aka naughty and smart at school, different from my sister who is the only one too, stubborn and reluctant to be told to study (even though his school is smart, until graduating high school he never escaped The top 10 in the ranking of his school). My elder sister is a bad girl, she is not there during the afternoon during the party, I also become a little bit sad. Not expecting a gift from him, but with his presence alone I would be very happy, because at least I can show my girlfriends at school (which I invite to my party) that my family also have a beautiful girl who is not less beautiful than all the most beautiful friends in my school).
Fitting the show was about to end, which is a free disco event, I again stare at my friends jig, Finally my sister is the only girl home too. Hooreeee happy me, know we are only 2 brothers, have no other siblings. He was in college year 2, while I was in high school class 2. "Jon .. happy Birthday yes .. sorry I do not bring gifts .." said Fifi while applying his hand to shake hands after seeing the pile of presents on the table. Well he came home when my friend has not broken up I was really happy, never mind think of gifts, I shook my brother sulk with joy (we are really familiar really, so ordinary hug). My sister did not forget to give me something that surprised me, that is the kiss on my left cheek in front of my friends. Crazy right .. familiar familiar brother, but for a new kiss this time I received since growing up. Behind the sound of applause from my friends. Maybe for those who do not know in her mind my boyfriend came times, but for those who already know ya whatever his mind Even if my sister is 170 cm tall, it still loses tall with me which is 175 cm at that time. Sometimes, I really like to imagine the shape of Fifi's older brother. Because she is beautiful. Especially since I had a wet dream first time in junior high 1 first. Which I just dreamed my brother yes this Fifi. His face is like a HongKong artist, beautiful white and really pretty heavy. The most powerful when I saw him just wearing a bikini while swimming, the rest just in a dream, As for courting....?
Hhmmm ... I have not dared, because my aspirations ranked one continues, and my idol yes the Fifi that has emerged since the first wet dream first. Wonder huh? When I was about to finish the party, my friend who became DJ was really fond of me, he made a song for slow dance, and I was asked to take my girlfriend (usually when this time, the birthday invites the person in his appraiser to dance) down and introduce to all the guests , Jerk. There are rumors that there are some girls who have a crush on me at school, but I ignore the ducks, less caring about them all, but they are beautiful too loop ... and the seizure of the boys in my school. It's nothing, if I have a crush on the other one going missing, back off regularly I do not choose a single person? So it can stick to all girls yes what not. This jerk friend told me to take a girl for a slow dance, as if to announce who my girl is. Yes it is difficult too .. Crazy too .. But my acting is very fast, the Fifi I went even though the corner near my parents (but not chatting, so for those who do not know Fifi, still think Fifi just my friend). Fifi was a bit surprised when I found out and realized that I was slow dancing, but I have not commented anything. As soon as we got into the middle of the slow dance arena, in the middle of the crowd another new Fifi whispered, "Jon . why invite me slow dance it. "Yes Fi .. I do not have a girl because .." " You're that cute saucy .. "still whispering. "The beauty of the many Fi .. but as beautiful as you where there .." My rival to his own brother. "Crazy you .. pretty much so many girls wasted " Really fi .. nobody beautiful and mature like you, all just new kid on big .."
Wooowwww .. fun to know. I fantasize .. Fifi body smooth without flaw (it seems it has never been wounded, most used chickenpox in her thigh) her breasts are quite steady when held, with a large enough nipple so good at suction. Then his flat and flat stomach due to his aerobic and fitness hobbies, and his fantastic ass plump, just when I hold slow slow dance time really feel. Hmmmm again fun to fantasize so, suddenly my bedroom door in tap. Tok .. tok .. tok .. only three times and not fast. Because of the habit of keeping the privacy in our family, before entering the door must first, I never lock the door. "Who?" I asked. "I'm Jon .." said a familiar voice, seemingly whispered to him. OMMMMMGGGG! The girl I'm dreaming of coming to me friends! I was speechless. "Jon .. you're not sleeping right?" Fifi asked from behind the door. Then still waiting for my answer. Hmmmmm how ni .. I'm naked in a blanket like this. Ahhhh let it be. "Can you go to Jon?" Fifi asked again, when I just wanted to send him in, but have not had time. "Yes, just enter Fi .." I say loud enough to be clear heard by him, if slowly entar he did not come back again, it makes sad. Si Fifi came in as well, after closing the room door, he turned and, "Jon lamps turned on ya?" Asked Fifi. Understandably before going to bed, bright light I turn off, just the rest of the small lights, so dim. Well the idea is true, so I can see clearly Fifi's body, just like wearing a nightgown when his shadow is visible upon entering my room.
"Yes ..." I replied, then realized, oh .. my tensile guns are seen again! "Ehhhh ..." I have not had time to say anymore, the Fifi has turned on the lights. "Blar .." bright deh. I noticed Fifi. She was wearing my favorite nightgown, because the baby doll model, the canal just passed her butt a little, the color yellow and somewhat transparent. Usually when he was standing with his back to the light it must have looked his body shape, and his underwear. This time it was not visible, because the light was in the middle of the room, while he was still near the door. "What's up Fi?" I asked confused as well and wondered, what's the night time to sleep like this he came yes? If it's still the afternoon I'm not surprised, most he wanted to ask about the computer or about the car. "Ehhhhh earlier sorry yes Jon .." "Why?" I immediately cut it. "I have not given a gift for you .. do not think about what to give because." Continued the Fifi trying to smile cheer me up. Hmmmmm right too. I did not have time to think about giving Fifi gift or not, he wants to slow dance with me it feels like I'm really happy. Then now what else ni? "Ahhhh it's ok Fi .. no problem about the gift .. I have a brother as good as you are already a beautiful gift every day .." I said. Then the Fifi walked over to the bed while watching my eyes continue. Good luck not looking at my junior. Still tense man! Imagine yourself beautiful, sexy girl is near you, in bed that is naked. And smiling sweetly to me.
I nodded and then said, "Ready boss .." Fifi then climbed the bed, his hand pushed slowly my body to shift slightly. My bed is 160 feet wide, so just fit if you want to sleep together. Then Fifi kneels upright beside me, staring at my eyes still closely still with his sweet smile. Then slowly he took the bottom of his nightgown. Ops .. Fifi forgotten something .. rush him down the bed first, heading to my wardrobe that his compo, he chose to rush one of the CD and then played it. Then came the romantic song, plugged hard enough but did not disturb the room. Maybe just so that our conversation is not heard only times. Then he walked to the door and locked the door. I was a little surprised, what to do ni. Si Fifi back to my side, kneeling on the bed while swaying dancing to the rhythm of the song. His hands back again held the bottom of his nightgown and began to twist a little, then pulled slowly upward. This is a striptease. I just wait for you. As soon as the bottom of her shirt started rising below her crotch, I got even more excited! Quickly up my feelings again. Then came his transparent underwear and it was like a V-shaped dance and most of the ropes. The color is black, there is a little red right in the middle near the bottom of the navel, eh it's a small flower red, just one. Crazy friends .. his cock feathers look.
Her feminine part was pictured in the delicate underpants that followed the shape of her cock lips. Wow .. damn I promise you can not do anything. Whereas pingen once to touch him. My left hand is holding my junior. The harder my penis. The higher the Fifi draws her shirt, the clearer her white body looks. Once the bottom of her breast appears. Wow .. I got to swallow. Increasingly louder. Ops .. unlucky there is his bra! Eit wait, the bra is really exciting .. also the transparent black and the nipple that I suspect is big, it really appears and looks clear, this time I do not have to guess anymore, it turns red medium, not pink, a little older but not dark chocolate. As her dress passed over her head, I longed to hold her breasts. But remember the promise...
short .. but the Fifi does not see. And when his clothes had passed through the head, Fifi immediately throw it into the carpet of my room. Her hand back down again that makes her breasts look and shaped more prominent only. Crazy right. Wwwwwaaaaaaaaawwwwwwwwwwwww can not stand ... Then Fifi shifted kneeling position this time he straddle me.
Wooooowwww ... it seems like I'm getting worse. Where my left hand is no longer holding the Junior again and with this new position automatically Fifi crushed my stomach. He still moves twisting and dancing. Maybe not comfortable dancing on the blanket, he shifted first then suddenly uncover the blanket to throw it away. "Eit .. sorry Jon .. I dont know you if sleeping too naked!" Cash my hands covered my junior. But where can .. once again standby one so.
Anyway he talked with the phrase "also naked" Waaawww him if you sleep naked too ?! Why not from the first time I entered his room when he was sleeping. Because I was silent did not say anything, Fifi back kneeling on my stomach facing my face by taking my hand to release the handle that covered the Junior. Forced my hand is positioned like a surrender when standing, I put it beside the head.
Looks like Fifi is moving dance while opening his bra .. but it looks difficult or deliberate in making hard to open it? "Fi .. can I help you open your bra?" "I thought I was going to tell you to open up ... but I was awkward ..." and then saying that he was lying low, his hands supporting his body beside my head, his breath close to me swept across my face. Because of the kneeling position in my stomach, yes my mouth and nose just goto neck only. Hmmmmm scent also her neck .. my hand started to hug her and look for her bra link on her back.
Even if I've met deliberately I make a long time. Crazy cool ... hugging the warm body of this beautiful girl. "Come on Jon .. do not be naughty, the prize is still a lot .." said Fifi then shifted his body that was above me so down slightly and face to face me. Alaaaaaaaaaammmmmak .. blowing breath that touches my face makes me connect again and more passionate. Do not know who started it, because our lips were sticking to each other and Fifi's tongue swept my lips. Looks like the Fifi also lust would kiss me once, my face was fixed straight, but his face tilted. Which means he's trying harder to kiss me? "Open his mouth Jon .. I teach you how to kiss .." said Fifi. Then I follow my mouth, letting Fifi's tongue into my mouth. She sweeps my front teeth, then my tongue is pushed and pushed back and forth, and instead my tongue is dotted with her tongue too. Well also lo, swapping-exchange saliva. I forgot that my hand has taken off her bra what is not yet clear my hands are rubbing her back freely without any bra bra. I rubbed her back smoothly and warmly. Our breasts are still separated by his bra. Ops .. I just said to be separated, Fifi pulled her bra to get rid of. While kissing,
My brain thinks our bottom. Hmmmm my guns are rubbing the same pants in mini Fifi, Little pain, abrasions do not ya? "Fi .. can I get off your underwear no? Dick I'm sick of friction. "I say let go of a quick kiss. Consequently, it's just a matter of loose. "Eit .. do not be naughty just yet. Can I have a kiss that I taught earlier? "" Yes boss .. "I replied. "You just keep quiet ..." said Fifi. Then he moved further down. This time until he sat at my feet. He exactly occupied the end of my feet, not occupied, he kneels slightly, moving slowly down his face while kissing my body too. Amused once guys, especially when he kissed my nipples. Wooow .. until I hold her head because of her amused. Good thing he was not angry. When his nose hit the hair of my groin, the more amused and the Junior started getting snorted and kissed his head, it looks like the single eye hit on the head of the Junior tu .. am really nauseating. Crazy friends .. this time I'm guessing I'll be able to experience in karaoke, I want to enjoy the taste in karaoke this dear sister. Starting with a tight clasp of his lips on my groin head, it feels difficult to describe, yes amusing funny anyway. Especially when the lips were still in tight clasps moving down touching the circle of my gun helmet. Waaaww seemed to want to spray at that time. Crazy right .. luckily juniorku resistant as well. Moreover, the sensation that arises when Fifi's lips are getting down through my junior stalks are hard and full of veins. Friction is difficult to describe (his name is also the first time) especially at that moment also the helmet on the head of my genitals licked by Fifi's warm tongue.
Wow .. where it stands, really want to cheat it. And as Fifi's tight-lipped clasp, my elder sister is getting down towards my groin feathers beginning to fill the base of my gun, the junior helmet's head also touches the soft and soft flesh of Fifi's throat. Wwwwwaaawwww .. crazy man .. delicious once ... !!! And, "Cret .. cret .. cret .. cret .. cret .." several times my penis spurt. I look at it, the Fifi glance at me too, crazy view of it .. wow .. sexy at all .. (often I shake and shadows continue Fifi face when he was karaoke my stuff) Crazy guys, young is like this Fifi is good at sucking My weapon. He likes it again .. not a drop of my liquid liquid melting from his mouth. Hmmmm lied to porn films, most of which until melted so yes because the girl does not want to swallow the protein we spend, or maybe in the film sperm melt because it is fun to watch and watch the liquid melt.
"Fiii ... ouch .. really good ..." I say slowly. Tightened fear my parents heard again. This is crazy .. this is taboo, ban ... incest. "Jon .. the prize is not finished .. this new foreplay for you ..." Hah ..! Crazy right .. what else is this? "You wet me pussy with the kiss that I was teaching ya? While I make your bird tense again, "said Fifi then stood up and opened his pants in a flash. Then he's taking the 69th position just like the pictures on the internet that I see when a couple suck each other. As soon as Fifi is in a straddle position with her thighs wide open, her feminine scent is instantly smelled by me. Completely crazy ... favors once .. delish typical burrow guys smell femininity girl, Hmmmm worth a lot more people licking pussy pictures huh? At first I licked the first part of Fifi's feminine visible part that was already wet, then after a few times licked with tongue tip until the body of my tongue as well, wiping Fifi's outwardly red-colored lips began to open and widen. After that I make sure my goal lips in a tiny pink color. I jilati continue from the limit of the lowest outer femininity near the border of the anus up to the direction of her clitoris, of course with a long lick without interruption,
(guaranteed the lavity is the girl we lick)
I repeat several times .. fun .. feels fresh juice from the body girl like I do on Fifi, if it feels the juice began to decrease later less fun, replace it again by licking all the outer lips that waving continue while A little lick and suck continue, so the rest of the juice from his body and a little left on our tongue still we can continue to enjoy. It is usually a girl of foresight and produces more of this natural juice from within her body. Wow .. fun to be sure if the same normal enjoy us can be a lot more bonus juice. "Aaahh .. delicious Jon .. continue .. continue .." said Fifi. "Yes Fi .... I'm also a slup .. slup .. slup .. in your karaoke it .. slup .." I replied. "Blp .. blp .. ehm .. blp .. blp .." it is unclear what the answer Fifi, obviously I want to keep the gift continues as well I reply to the pleasure of the Fifi, let fair. Licks and sips we do, I repeat again. This time I added a new stance, because of seeing images on the internet (see porn picture is useful also sometimes).
I tried to insert my tongue into Fifi's tiny cockfighting hole where the delicious juice came out. The hole looks really nafsuin. It was clear that the empire was opening up close with the stimulating movements of my lust. Because my male stem is far away, the most practical is the tongue. I thrust my tongue into the hole in the feminine pit of my sexy sister, while occasionally moves my moves I joined by licking the crevice of her femininity and all the lips of the Fifi. Delicious, fortunately the Fifi has given a crash course how to kiss and suction. Hard to describe the pleasure that I get, just imagine, my sexy sister was karaoke guns, while his femininity I lick. "Jon .. I think you're ready to accept the next prize," said the Fifi who rushed up and changed position, this time he crouched over my waist. Hehehe .. he who can not stand it. Fun .. surely I will intercourse with my beautiful sister. What is clear is that my male stem does not shrink. The reason Fifi alone to make her feminine droplets more wet first so we intercourse easier, rather than the reason to make my junior tense again with one hand holding my junior and one hand again open the gap of femininity, Fifi looked down clearly to not miss our intercourse scene This first. I also up to raise the head even though it has been propped pillows high. Crazy looks really fifth pub lips that open and ready to be infiltrated by my heavy tense stem. Si Fifi slowly lowered her hips and my juniors, her helmet was touching the warm hemisphere of Fifi's feminine dung.
The more the Fifi lowers his hips, the Junior's helm is getting out of sight with my growing sense of ease. The impatient Fifi as soon as the Junior's helmet disappeared from his view directly over my hips, it had already collapsed all of Junior's body and my male trunk disappeared from view. "Aow ... sick Fi .." I want the shouting, out suddenly as my male stem bark is attracted by the tight clasp of the feminine wall of the Fifi. Feel the friction and pull the skin. "Shh .. do not be noisy .. I'm also sick Jon .. less fit times .." said the Fifi then he pulled my manly stem by lifting his hips again. Waw .. the pleasure is felt indescribable. Not until it's all off, this time the Fifi waggles his hips a little to smooth the lubricant or the right direction, I do not understand. Then he lowered it slowly again first. This one is just steady .. right entry. While the Fifi rocking left and right a little back and forth a little, finally my male stem immersed steady in the fun of my sister dear. Ouch .. the tip of the rod my belly touched what? Do not womb times! "Oohhh .. Joni dear .." my brother Fifi is silent no longer moves his stump but the top of his body falling on top of me. His dense chest contains, rests on my chest, and his face is very close to my face. "Fi .. I can rub your body not?" I asked, afraid of breaking the promise. She smiled and nodded, and rushed my mouth in the hard loud ... !!! My lips got stuck because they kissed him with all the straws. Not surprised me for the incident, he kissed again this time my lips on his crust and we were lips again. I was aware of the junior's end touching something inside. "Fi .. can you get pregnant?" I asked in a worried tone. Yes yes .. crazy time to impregnate his own brother, intercourse with siblings alone is a crazy act. Especially until pregnant.
"Calm Jon .. I just finished mens kok this morning new clean .." Haaaah? I who gawked .. deservedly he was also sick when we just united earlier even though it was muddy since I lick his burrow femininity. "Fi .. you are not a virgin since when ni?" I asked. "Eh .. naughty wondering .. do not have to say yes .. just enjoy Joni dear .." said the Fifi, yes already. But I see he's sad because I asked about it. We were silent. Fifi just kept quiet while resting on me without moving by tilting her head on my face. Our noses touched. I enjoy this moment. Wonderful moments united with my elder sister. His smooth breath swept across my face with a fresh breath. (Wah lest it was gargling with liquid close-up first time) My hand rubbing his back is smooth but a bit sweaty because I hold in a humid state. Maybe his position was not good, the Fifi moved his lower body slightly. Wow .. the sensation in the hole where we united it was delicious. "Fifi my dear sister, what are you doing now .." I asked confused, without answering he got up from under my body. This time he really occupied my waist. Wow the breasts are steady red because it looks more beautiful.

All story Here

Wednesday, 23 August 2017

Hadiah Ultah dari Kakakku

Sebelum aku memulai kisah ini, aku akan menyamarkan semua nama termasuk namaku sendiri karena aku tidak mau nantinya aku menerima malapetaka di kemudian hari.
Cerita aku mulai sekarang ya?
Hari itu sabtu, pas dalam hari minggunya, ialah hari Ulang tahunku yang ke-17, jadi orang tuaku sengaja mengadakan pesta Ulang Tahun untukku, anak lelaki satu-satunya.
Maklum saja aku anaknya pemalas banget soal pesta-pestaan, alias kutu buku banget dan smart di sekolah, berbeda dengan kakak perempuanku yang satu-satunya juga, badung dan ogah-ogahan kalau disuruh belajar (padahal pintar juga sekolahnya,sampai lulus SMU dia tidak pernah lolos dari urutan 10 besar dalam ranking sekolahnya).
Dasar kakak cewekku ini badung, dia tidak ada selama sore hari saat berlangsungnya pesta, Aku juga jadinya agak sedih sedikit. Bukan mengharapkan kado darinya, tapi dengan kehadirannya saja aku tentu akan sangat senang sekali, karena minimal aku bisa memperlihatkan pada teman-teman cewekku di sekolah (yang aku undang ke pestaku) bahwa dikeluargaku juga ada cewek cantiknya yang tidak kalah cantik dari semua teman paling cantik di sekolahku).
Pas acara sudah mau berakhir, yaitu acara disco bebas, aku lagi bengong melihat teman-temanku berjoget, Akhirnya kakak cewekku satu-satunya pulang juga. Horeeeee happy banget aku, maklum saja kami memang cuma 2 bersaudara, tidak punya saudara kandung lain. Dia sih sudah kuliah tahun ke-2, sedangkan aku masih SMU kelas 2. “Jon.. selamat Ulang Tahun yah.. sorry aku kagak bawa kado..” kata Fifi sambil mengajukan tangannya untuk bersalaman setelah melihat tumpukan kado di atas meja. Wah dia pulang saat temanku belum bubar saja aku sudah happy banget, boro-boro mikirin kado,habis salaman aku peluk kakakku dengan kegirangan (kami memang akrab sekali sebenarnya, jadi biasa saja pelukan). Kakakku tidak lupa memberikan sesuatu yang membuatku kaget juga, yaitu ciuman di pipi kiri-kanan di depan teman-temanku. Gila bener.. akrab sih akrab sama kakak, tapi untuk ciuman baru kali ini aku terima sejak beranjak dewasa. Di belakang terdengar suara tepuk tangan dari teman-temanku. Mungkin bagi yang belum kenal dipikirnya pacarku datang kali, tapi bagi yang sudah tahu ya entah apa pikirannya deh. Habis biarpun kakakku tingginya 170 cm, tetap saja kalah tinggi denganku yang 175 cm saat itu. Kadang-kadang, aku memang suka membayangkan bentuk tubuh kak Fifi. Soalnya memang dia cantik. Terlebih sejak aku mengalami mimpi basah pertama kali waktu SMP 1 dulu. yang aku impikan saja kakakku ya si Fifi ini. Wajahnya seperti artis Hongkong, putih cantik dan benar-benar cantik berat pokoknya. Paling hebat saat aku melihat dia cuma berbikini saat berenang, selebihnya cuma dalam mimpi. Sedangkan untuk pacaran.hmmm... aku belum berani, soalnya cita-citaku ranking satu terus, dan idolaku ya si Fifi yang sudah muncul sejak mimpi basah pertama kali dulu. Heran ya? Waktu mau selesai pestanya, temanku yang jadi DJ iseng banget, dia muterin lagu buat slow dance, dan aku disuruh mengajak cewek pilihanku (biasanya kalau saat-saat begini, yang ultah ngajak orang yang di taksirnya untuk berdansa) turun dan memperkenalkan pada seluruh tamu, wah brengsek. Memang gosipnya ada beberapa cewek yang naksir padaku di sekolah, tapi aku cuek bebek, kurang begitu peduli sama mereka semua, padahal mereka-mereka itu cantik-cantik juga lhooo... dan rebutan cowok-cowok di sekolahku. Bukan apa-apa, kalau aku naksir yang satu yang lain bakalan hilang, mundur teratur mendingan aku tidak memilih satu orangpun? jadinya bisa nempel sama semua cewek iya apa nggak. teman brengsek ini menyuruhku untuk mengajak satu cewek untuk slow dance, seolah mengumumkan siapa cewek pilihanku. Yah sulit dong.. Gila juga.. Tapi akalku jalan cepat sekali, si Fifi aku datangi walaupun lagi mojok di dekat orang tuaku (tapi tidak ngobrol, jadi bagi yang belum kenal Fifi, tetap saja menganggap Fifi cuma temanku). Fifi agak terkejut sedikit waktu tahu dan sadar dia yang aku ajak slow dance, tapi belum berkomentar apa-apa. Begitu kami masuk ke tengah-tengah arena slow dance, di tengah kerumunan pasangan lain baru Fifi berbisik, “Jon… kok ngajak aku slow dance-nya si?” “Iya Fi.. aku belum punya cewek soalnya..” “bukanya banyak teman kamu yang cakep cakep tuh..” masih sambil berbisik. “Yang cantik sih banyak Fi.. tapi yang secantik kamu mana ada..” rayuku pada kakak sendiri. “Gila loh.. cewek cantik banyak begitu disia-siakan..” “Beneran Fi.. nggak ada yang cantik dan dewasa seperti kamu, semuanya ABG doang..” Fifi tidak menjawab lagi, tapi menaruh kepalanya pada pundakku. Harum rambutnya yang tadi sore keramas bercampur dengan sedikit keringat kepalanya di hidungku begitu merangsangnya. Begitu aku geser kepalaku sedikit mendekati telinganya lagi, kali ini makin jelas aku mencium parfum si Fifi yang dipakai pada belakang telinga. Kakakku ini seru tau, suka memakai parfum lelaki! Dan aku mengikuti dia dalam merk parfum. Cuma berhubung bau badan kami beda dikit yah tetap saja aku terangsang mencium bau campuran parfum dan bau badan Fifi. Batang kemaluanku tegang berat waktu itu. Begitu Fifi sadar, aku membaui sekitar belakang telinganya, dia memelukku lebih erat lagi. Alamaaaak.. Cukup terasa juga payudaranya menekan dadaku. Wow.. empuk-empuk nikmat (memang nikmat?!) Pokoknya menimbulkan sensasi tersendiri. Mungkin yang merasakan nikmat si cewek kali kalau bersentuhan dada begitu. Aku sebagai lelaki sih rasanya enak-enak saja. Sepanjang lagu yang satu itu, tanganku yang tidak memegang tangan Fifi aku suruh menjelajahi punggungnya. Dari dekat lehernya sampai ke pinggangnya. Berhubung Fifi memakai gaun malam mini, yah dia tidak perlu pakai rok-rok segala, sudah jadi satu sama atasan, dan baju terusan itu. Mini  maksudku masih setinggi pertengahan paha, dan saat aku mengusap-usap pinggang Fifi, aku tidak begitu merasakan adanya garis celana dalamnya. Timbul niat isengku pada kakak sendiri, sekalian mau tahu juga. “Fi.. kamu nggak pakai celana dalam yah?” kataku sambil berbisik di telinganya. “huuuu.. enak saja.. aku pakai tahu.. nakal kamu Jon tanyanya!” jawab Fifi sambil berbisik. “nggak berasa dipegang Fi.. batas celana dalamnya..” bisikku lagi penasaran. “Coba kamu rabanya turun lagi dikit..” balas Fifi sambil berbisik juga. Lalu kuraba mengikuti petunjuknya, kali ini buah pantatnya terpaksa harus kuraba-raba. Dan merabanya makin turun saja. Benar juga, akhirnya ketemu dan kutelusuri garis batas celana dalamnya. Dilihatin orang nih dansanya. Nekat kali aku meraba makin ke bawah. Haaaa! Gila apa.. ini kakak sendiri friends. Rabaanku berjalan ke samping saja, menelusuri pelan-pelan garis celana dalam Fifi yang memang sepertinya cuma segaris itu. Oh.. aku tahu sekarang, celana dalamnya model tali saja dan dipakainya berbentuk V. “Fi.. celana dalam kamu modelnya aneh banget sih.. makanya kukirain tadi kagak pake celana,” kataku masih berbisik. “Makanya kamu cari pacar dan pacaran.. nanti jadinya tahu..” balas Fifi masih bisik-bisik saja. “Kalau pacarku seperti kamu si boleh saja Fi..” balasku mesra. Wah pembaca, jangan heran kami bisa ngomong bebas begini karena memang akrab. Dalam kepalaku timbul juga perasaan cemburu sedikit saat itu. Hmmmmm.. sialan siapa saja ni yang sudah pegang-pegang si Fifi sampai dia perlu pakai celana dalam sexy seperti itu. Sialan… mau aku hajar saja rasanya. Belum tahu kali tu cowok, adiknya Fifi jagoan taekwondo, karate sekaligus Merpati Putih. Eh lagi enak-enak memeluk Fifi sambil goyang-goyang lagunya habis.. sialan, temanku mengganti jadi disco lagi. Ya sudah selesai deh slow dance-ku dan Fifi. Aku masih melihat-lihat teman yang lain, si Fifi menghilang entah kemana. Karena acara terakhir pesta rumahan adalah disco, ya tidak lama setelah itu bubar deh pestanya, masak anak SMU pesta di rumahan sampai lewat jam 12 malam si? nggak sopan dong (anak ranking 1 ni yang bilang, aku!). Persis jam 12 lewat 5 menit, teman terakhir sudah tidak kelihatan mobilnya. Aku yang capek banget rasanya mau tidur saja deh, sambil mikirin Fifi. Kemana ya dia? Urusan kado besok saja lah. Tidak mungkin ada yang ngambil ini. Aku naik ke atas dan langsung masuk ke kamarku. Melepaskan pakaian dulu lalu masuk kamar mandi pribadi dan bersih-bersih. Masih bugil aku balik ke ruangan ranjang. Ah biasanya tidur pakai CD, kali ini mau nyobain bugil, sudah gede ini, kan 17 tahun. Yah badanku yang gede dan kontolku juga cukup gede. Panjangnya cuma 15 cm saja. Karena AC kamarku cukup dingin, aku biasa tidur memakai selimut (Tidak lucu sebenarnya, kalau memahami kesehatan, saat tidur itu bagusnya tubuh kita tidak dalam keadaan ‘terikat’ dan udara yang kita hirup sebaiknya memang sekitar 18-24 derajat celsius. Jangan lebih panas dan jangan lebih dingin. Itu baru tidur sehat. ini kata dokter Joni lo hehehe coba saja iseng tanya dokter beneran.) Soalnya bule-bule dalam film banyak yang tidur bugil juga? Masih berbaring, pikiranku melamun pada peristiwa slow dance bersama Fifi, kakak tercintaku. Saat dance tadi aku lupa apakah ngaceng atau nggak, tapi saat mikirin aku inget. Ngaceng kencang! Gila aku pegang si Junior, malah makin bikin tenda di selimutku jadinya. Ya aku usap-usap sayang deh juniorku. Tentu saja sambil membayangkan bagaimana bentuk tubuh si Fifi yang polos dalam keadaan bugil sepertiku, apalagi sambil menari bareng. Wow.. asyik loh. Aku berkhayal.. Tubuh si Fifi mulus tanpa cacat (sepertinya memang belum pernah luka si, paling bekas suntikan cacar di pahanya) payudaranya yang lumayan mantap kalau dipegang, dengan puting cukup besar sehingga enak di sedot. Lalu perutnya yang datar dan rata karena hobbynya aerobic dan fitness, dan pantatnya yang aduhai montoknya, tadi saja saat aku pegang waktu slow dance mantap banget rasanya. Hmmmm lagi enak-enak berkhayal begitu, tiba-tiba pintu kamarku diketok. Tok.. tok.. tok.. cuma tiga kali dan tidak kencang. Karena kebiasaan menjaga privacy di keluarga kami, sebelum masuk harus ketok pintu dulu, aku si tidak pernah mengunci pintu. “Siapa?” tanyaku. “Aku Jon..” jawab suara yang tidak asing lagi, sepertinya berbisik tu. OMMMMMGGGG! gadis yang sedang Aku mimpi-mimpikan muncul mendatangiku friends! Aku terdiam bingung. “Jon.. kamu belum tidur kan?” tanya Fifi dari balik pintu. Lalu diam menunggu jawabanku. Hmmmmm gimana ni.. aku sedang bugil dalam selimut begini. Ahhhh biarin saja. “Boleh masuk Jon?” tanya Fifi lagi, padahal aku baru mau menyuruhnya masuk, tapi belum sempat. “Iya, masuk saja Fi..” kataku cukup keras supaya jelas terdengar olehnya, kalau pelan-pelan entar dia tidak jadi masuk lagi, kan bikin sedih jadinya. Si Fifi pun masuk juga, setelah menutup pintu kamar, dia berbalik dan, “Jon lampunya dinyalain ya?” tanya Fifi. Maklum sebelum naik ranjang, lampu terangnya aku matikan, cuma sisa lampu kecil saja, jadi remang-remang. Wah benar juga idenya, jadi aku bisa melihat jelas tubuh Fifi, sepertinya cuma memakai baju tidur waktu bayangannya terlihat saat memasuki kamarku. “Iya deh..” jawabku, lalu sadar, wah.. entar senjataku yang ngaceng kelihatan dong! “Eh…” belum sempat aku ngomong lagi, si Fifi sudah menyalakan lampu. “Blar..” terang deh. Aku memperhatikan Fifi. Dia memakai baju tidur favoritku, karena model baby doll, terusan cuma melewati pantatnya sedikit, warna kuning muda dan agak transparan. Biasanya kalau dia berdiri membelakangi lampu sih kelihatan bentuk tubuhnya, dan pakaian dalamnya. Kali ini belum kelihatan, soalnya lampunya di tengah ruangan, sedang dia masih dekat pintu. “Ada apa Fi?” tanyaku bingung juga dan heran, ada apa malam-malam waktunya tidur begini dia datang ya? Kalau masih sore si aku tidak heran, paling dia mau nanya soal komputer atau soal mobilnya. “Eh sebelumnya sorry lo Jon..” “Kenapa?” langsung aku potong saja. “Aku kan belum ngasih kado buat kamu.. kagak kepikiran mau ngasih apa soalnya.” lanjut si Fifi mencoba senyum menghiburku. Wah bener juga. Aku memang tidak sempat memikirkan Fifi ngasih kado atau tidak, dia mau slow dance denganku saja rasanya aku happy banget. Lalu sekarang mau apa lagi ni? “Ahhhh nggak apa-apa Fi.. nggak masalah soal kadonya.. aku punya kakak sebaik kamu saja sudah merupakan kado yang indah setiap hari..” kataku. Lalu si Fifi berjalan menghampiri ranjang sambil melihat mataku terus. Wah untung tidak melihat ke arah juniorku. Masih ngaceng man! banyangkan sendiri deh cewek cantik, seksi sedang berada di dekat kamu, di ranjang yang sedang bugil. Dan sambil tersenyum manis sekali pada kamu. Sewaktu dia makin mendekatiku, aku menggeser ke tengah ranjang, jadi dia bisa duduk di tepi ranjang kalau memang mau ngobrol agak lama. Nah saat makin dekat itulah lampu kamar dibelakangi olehnya. Wow.. bayangan mulus tubuhnya yang sempurna sekali (nggak kayak gitar, tapi melengkung dan meliuk indah) makin jelas saja terlihat. Benar saja dia duduk dekat pinggangku, persis sebelah pinggang dan juniorku yang ngaceng berat. Selimutku yang bergeser membuat si junior mengangguk-angguk kegelian karena gesekan itu. Tangan kiriku yang masih dalam selimut terpaksa harus memegangi si Junior nih. Fifi berlagak tidak melihat dan tetap senyum manis sekali. “Jon.. aku mau ngasih kado spesial buat kamu, tapi.. kamu nggak boleh cerita sama siapapun juga, setuju?” Langsung saja aku mengangguk, walaupun bingung menduga-duga kado spesial apaan, apakah Blow Job? Belum tentu, terusin saja baca ceritanya. “Janji ya Jon..” “Saya berjanji, Fifi kakakku tersayang..” kataku menegaskan dari sekedar mengangguk. “Jon, Fifi mau tahu.. kamu beneran belum pernah pacaran? maksudnya ngedate berduaan sama cewek?” tanya dia. “Bener Fi.. bukannya setiap malam minggu, kalau kagak ada pesta ultah, ya aku di rumah saja surfing di internet, kamu si kelayapan melulu malah tinggalin aku sendirian kalau malam minggu” kataku, dia senyumnya makin lebar. “Jadi belum pernah pegang-pegang tubuh cewek dong?” tanyanya lagi, memancing dikit. “Ya pegang si belum cuma kalau melihat sering?” “Ohhh ya? dimana?” tanya Fifi kaget sedikit. “Di internet..” jawabku cepat, memang betul si. Dia tersenyum lagi.. heran kayaknya makin lama melihat Fifi tersenyum makin manis saja tu senyumnya, wah aku rasanya makin senang dan happy sekali melihat bibirnya yang tersenyum. “Jadi yang real dan asli belum pernah dong?” kata Fifi masih dengan tersenyum. Bagiku ini bukan ledekan, tapi ucapan tulus kakak pada adik yang memang akrab. Aku mengangguk. “Fifi mau kasih hadiah khusus, tapi kamu harus janji tidak boleh ngapa-ngapain kalo kagak disuruh. Mau nggak?” tanya Fifi, kakak tersayangku ini. Aku mengangguk. “Ehhh janji dulu..” “Iya Joni janji Fifi sayang..” kataku memuaskan keinginan Fifi. “Siap menerima hadiah?” tanyanya lagi sambil menegakkan badannya yang tadinya duduk santai. Aku mengangguk lalu berkata, “Siap boss..” Fifi kemudian menaiki ranjang, sambil tangannya mendorong perlahan tubuhku untuk bergeser sedikit. Ranjangku si ukuran 160 lebarnya, jadi muat saja kalau mau tidur berduaan. Lalu Fifi berlutut tegak di sampingku, memandang mataku lekat-lekat masih dengan senyum manisnya. Kemudian secara perlahan-lahan dia mengambil ujung bawah baju tidurnya. Ops.. Fifi terlupa sesuatu.. buru-buru dia turun ranjang dulu, menuju ke lemariku yang ada componya, dia pilih buru-buru salah satu CD lalu diputarnya. Kemudian muncul lagu romantis, dipasangnya cukup keras tapi tidak mengganggu keluar ruangan. Mungkin sekedar supaya pembicaraan kami tidak terdengar saja kali. Lalu dia berjalan ke pintu dan mengunci pintu. Aku merasa sedikit heran, mau ngapain ni. Si Fifi balik lagi ke sampingku, berlutut di atas ranjang sambil melenggok menari mengikuti irama lagu. Tangannya balik lagi memegang ujung bawah baju tidurnya dan mulai memilin sedikit-sedikit, lalu menarik perlahan ke atas. Wah ini si striptease. AKu tungguin saja deh. Begitu bawah bajunya mulai naik setinggi bawah selangkangannya, aku makin deg-degan! Cepat sekali naik lagi perasaanku. Lalu muncul celana dalamnya yang transparan dan seperti tadi waktu dansa berbentuk V dan sebagian besar tali. Warnanya si hitam, ada merahnya sedikit persis ditengah dekat bawah pusarnya, eh itu merah bunga kecil, cuma satu. Gila friends.. bulu kemaluannya terlihat. Belahan kewanitaannya si terbayang dalam bungkusan CD halus itu yang mengikuti bentuk bibir kemaluannya. Wow.. sialan aku janji tidak boleh ngapa-ngapain. Wah pingin sekali untuk menjamahnya. Tangan kiriku terpaksa memegangi juniorku. Makin keras saja ngacengnya soalnya. Makin tinggi Fifi menarik bajunya, semakin jelas tubuh putihnya terlihat. Begitu bagian bawah payudaranya muncul. Wow.. aku sampai menelan ludah. deg-degan makin keras. Ops.. sial ada BH-nya! Eit tunggu dulu, BH-nya seru banget.. juga hitam transparan dan puting susunya yang kuduga besar, benar saja muncul dan terlihat jelas, kali ini aku tidak perlu menebak-nebak lagi, ternyata warnanya merah sedang, nggak pink si, lebih tua sedikit tapi tidak coklat gelap. Saat bajunya melewati kepalanya, aku ingin sekali memegang payudaranya. Tapi ingat janji.. wah brengsek.. padahal si Fifi kan tidak melihat. Dan saat bajunya sudah lolos melewati kepala, Fifi langsung membuangnya ke atas karpet kamarku. Tangannya kembali turun lagi yang membuat payudaranya terlihat dan berbentuk semakin menonjol saja. Gila bener.. sss.. wwwwwaaaaaaaaawwwwww nggak tahan ni.. Kemudian Fifi menggeser posisi berlututnya kali ini dia mengangkangiku. Wow.. sepertinya aku semakin tidak tahan deh. Mana tangan kiriku sudah tidak lagi memegang si Junior lagi dan dengan posisi baru ini otomatis Fifi menindih perutku. Dia masih bergerak meliuk dan menari. Mungkin tidak nyaman menari di atas selimut, dia menggeser dulu lalu mendadak menyingkapkan selimut untuk membuangnya. “Eit.. sorry Jon.. aku nggak tahu kamu kalau tidur juga bugil!” kontan kedua tanganku menutupi juniorku. Tapi mana bisa..soalnya lagi siaga satu gitu. Lagi pula dia ngomong dengan kalimat ..juga bugil! Wah dia kalau tidur bugil juga?! kenapa tidak dari dulu aku masuk kamarnya kalau dia sedang tidur. Karena aku diam saja tidak berkata apa-apa, Fifi balik lagi berlutut di atas perutku menghadap wajahku dengan sebelumnya mengambil tanganku untuk melepaskan pegangan yang menutupi si Junior. Terpaksa tanganku posisinya seperti orang menyerah kalau berdiri, aku taruh di samping kepala. Sepertinya Fifi sedang bergerak menari sambil membuka BH-nya .. tapi susah atau sengaja susah membukanya? “Fi.. boleh aku bantuin membuka BH kamu?” “Memang aku pikir tadinya mau nyuruh kamu yang bukain.. tapi aku kagok..” lalu sambil berkata begitu dia rebahan sedikit, tangannya menopang tubuhnya di samping kepalaku, hembusan nafasnya dekat sekali menyapu wajahku. Karena posisi berlututnya di perutku, ya mulut dan hidungku cuma kebagian lehernya saja. Wah wangi juga lehernya.. tanganku mulai memeluknya dan mencari kaitan BH-nya di punggungnya. Biarpun sudah ketemu sengaja aku lama-lamain. Enak gila.. memeluk tubuh hangat cewek cantik seperti ini. “Ayo Jon.. jangan nakal, hadiahnya masih banyak..” kata Fifi lalu menggeser tubuhnya yang berada di atasku sehingga menurun sedikit dan wajahnya berhadapan dengan wajahku. Alamak.. hembusan nafasnya yang menyentuh wajahku membuatku konak lagi dan semakin bernafsu. Tidak tahu siapa yang memulainya, tahu-tahu bibir kami nempel dan lidah Fifi menyapu bibirku. Sepertinya si Fifi juga nafsu sekali mau menciumku kali, habis wajahku tetap lurus, tapi wajahnya miring-miring. Berarti dia yang berusaha lebih keras buat menciumku? “buka mulutnya Jon.. aku ajarin ciuman..” kata Fifi. Lalu aku ikuti membuka mulut, membiarkan lidah Fifi masuk ke dalam mulutku. Dia menyapu gigi depanku, lalu lidahku didorong-dorong dan dibolak-balik segala, dan malah lidahku dikitik-kitik dengan lidahnya juga. Wah seru juga lo, tukar-tukaran ludah. Aku lupa bahwa tanganku sudah melepas BH-nya apa belum yang jelas tanganku mengusap punggungnya dengan bebas tanpa ganjalan BH segala. Aku usap-usap terus punggungnya yang mulus dan hangat. Dada kami si masih terpisah oleh BH-nya. Ops.. baru aku bilang masih terpisah, Fifi menarik BH-nya untuk disingkirkan. Sambil ciuman begitu, otakku mikirin bagian bawah kami. Wah senjataku tergesek-gesek sama celana dalam mini si Fifi ni, sakit dikit si, lecet nggak yah? “Fi.. boleh aku lepasin celana dalam kamu nggak? kontol gue sakit kegesek-gesek.” kataku melepaskan ciuman sekejab. Akibatnya malah lepas terus-terusan tu. “Eit.. jangan nakal dulu. Sudah bisa ciuman yang kuajarin?” “Iya boss..” jawabku. “kamu diam saja ya...” kata Fifi. Lalu dia bergerak semakin turun. Kali ini sampai dia duduk di kakiku. Dia persisnya menduduki bagian ujung kakiku, nggak diduduki habis si, dia bersimpuh sedikit, sambil bergerak perlahan-lahan wajahnya ikutan turun sambil mencium badanku juga. Geli sekali loh, apalagi waktu dia mencium putingku. Wow.. sampai kupegang kepalanya gara-gara geli. Untung dia tidak marah. Waktu hidungnya kena bulu kemaluanku, makin geli dan si Junior mulai kena dengusannya dan dikecup kepalanya, sepertinya si kena mata tunggal di kepala si Junior tu.. geli banget si. Gila friends.. kali ini kuduga bakal dapat pengalaman dikaraokein deh, aku mau menikmati rasanya di karaokein kakak tersayang ini. Dimulai dengan jepitan erat bibirnya pada kepala kemaluanku, rasanya sukar dilukiskan, yah geli-geli enak deh. Apalagi waktu bibir itu masih dalam jepitan erat bergerak turun menyentuh lingkaran helm senjataku. Wah rasanya mau ngecrit saat itu. Gila bener.. untung juniorku tahan juga. Apalagi sensasi yang timbul saat bibir Fifi makin turun menjalari batang juniorku yang keras dan penuh urat-urat. Waduh, gesekannya sukar dilukiskan (namanya juga pertama kali) apalagi saat itu juga helm di kepala kemaluanku dijilati oleh lidah hangat Fifi. Wow.. mana tahan, beneran mau ngecret rasanya. Dan saat jepitan erat bibir Fifi, kakak tersayangku ini semakin turun kearah bulu-bulu kemaluanku yang mulai memenuhi pangkal senjataku, ujung kepala helm si junior juga menyentuh daging halus dan lembut langit-langit tenggorokan Fifi. Weleh.. weleh.. gila man.. nikmat sekali! dan, “Cret.. cret.. cret.. cret.. cret..” beberapa kali aku ngecret. Kulirik ke sana, si Fifi melirikku juga, gila pandangannya itu.. wow.. sexy sekali.. (sering aku membanyangkan dan terbayang-bayang terus wajah Fifi saat dia sedang mengkaraoke barangku) Gila deh, masih muda gini si Fifi sudah jago mengisap senjataku. Dia suka lagi.. tidak setetespun cairan maniku yang meleleh dari mulutnya. Wah di Bohongin film tuh, paling yang sampai meleleh gitu yah karena si ceweknya tidak mau menelan protein yang kita keluarkan, atau mungkin di film tu sperma meleleh karena memang asyik melihat dan menonton cairan yang meleleh. “Fiii… aduh.. enak sekaliii…” kataku merintih perlahan. Kencang-kencang takut orang tuaku mendengar lagi. Gila loh.. ini taboo, pamali.. incest. “Jon.. hadiahnya belum selesai.. ini baru foreplay-nya buat kamu…” Hah..! Gila bener.. apalagi ni? “Kamu basahin memekku dengan ciuman yang tadi aku ajarin yahl? sementara aku bikin burung kamu tegang lagi.” kata Fifi lalu berdiri dan membuka CD-nya secepat kilat. Kemudian dia menungging mengambil posisi 69 persis seperti gambar-gambar di internet yang kulihat kalau ada pasangan yang saling mengisap. Begitu Fifi dalam posisi mengangkang dengan pahanya terbuka lebar, harum liang kewanitaannya langsung tercium olehku.
Gila bener.. nikmat sekali.. enak loh mencium bau khas liang kewanitaan cewek, wah pantesan banyak gambar orang lagi jilat memek ya? Mula-mula aku jilati dulu belahan liang kewanitaan si Fifi yang terlihat sudah mulai basah, lalu setelah beberapa kali dijilat dengan ujung lidah sampai badan lidahku juga, gelambir bibir luar si Fifi yang warnanya sedikit kemerahan itu mulai membuka dan melebar. Setelah itu aku pastikan sasaranku bibir dalam mungil yang warnanya pink. Aku jilatin terus dari batas liang kewanitaan luar paling bawah dekat perbatasan anus sampai arah klitorisnya, tentu dengan jilatan panjang tanpa terputus, (dijamin kegelian tu cewek yang kita jilatin).aku ulangi beberapa kali.. asyik.. terasa sari buah segar dari tubuh cewek seperti yang aku lakukan pada Fifi, kalau terasa juice-nya mulai berkurang nanti kurang asyik, ganti lagi dengan menjilati seluruh bibir luarnya yang melambai-lambai,,, terus sambil sedikit jilat dan sedot terus, sehingga sisa juice dari tubuhnya dan sedikit sisa pada lidah kita tetap saja bisa kita nikmati terus. Biasanya cewek kegelian dan memproduksi lagi juice alami ini dari dalam tubuhnya. Wow.. asyik pasti kalau sama-sama normal menikmati kita dapat bonus lagi banyak juice. “Aaahh.. enak Jon.. terus.. terus..” kata Fifi. “Iya Fi.... aku juga keenakan.. slup.. slup.. dikaraokein kaku itu.. slup..” jawabku. “Blp.. blp.. ehm.. blp.. blp..” tidak jelas apa jawaban Fifi, yang jelas aku ingin sekali hadiahnya berlanjut terus sekalian juga aku membalas kenikmatan pada si Fifi, biar adil. Saling jilat dan hisap yang kami lakukan, aku ulangi lagi. Kali ini aku tambah dengan jurus baru, gara-gara melihat gambar di internet (lihat gambar porno berguna juga kadang-kadang). Aku mencoba memasukkan lidah ke dalam liang senggama si Fifi yang mungil tempat keluarnya juice nikmat tadi. Lubang itu terlihat nafsuin banget. Jelas terlihat empot-empotan membuka menutup dengan gerakan-gerakan merangsang nafsuku. Karena batang kejantananku letaknya jauh, yang paling praktis ya lidah. Aku dorong-dorong saja lidahku memasuki lubang di liang kewanitaan kakak sexy-ku ini, sambil sesekali jurus-jurus gerakannya aku gabung dengan menjilat celah liang kewanitaannya dan semua bibir bawah si Fifi. Nikmat sekali, untung si Fifi sudah memberi kursus kilat cara ciuman dan sedot-sedotan. Sukar dilukiskan kenikmatan yang aku dapatkan, bayangkan saja, kakakku yang sexy sedang mengkaraoke senjataku, sambil liang kewanitaannya aku jilati. “Jon.. kayaknya kamu sudah siap menerima hadiah lanjutannya ni,” kata si Fifi yang buru-buru bangun dan ganti posisi, kali ini dia berjongkok di atas pinggangku. Hehehe.. dia yang tidak tahan tu. Asyik.. pasti aku akan bersenggama dengan kakak cantikku ini. Yang jelas memang batang kejantananku tidak ciut-ciut. Alasan si Fifi saja untuk membuat liang kewanitaannya lebih basah dulu supaya kami bersetubuhnya lebih gampang, daripada alasan membuat juniorku ngaceng lagi Dengan satu tangan memegang juniorku dan satu tangan lagi membuka celah liang kewanitaannya, Fifi menunduk melihat jelas-jelas supaya tidak meleset adegan persetubuhan kami yang pertama ini. Aku juga sampai menaikkan kepala walau sudah diganjal bantal tinggi. Gila kelihatan banget bibir kemaluan Fifi yang membuka dan siap disusupi oleh batang kejantananku yang ngaceng berat. Si Fifi perlahan-lahan menurunkan pinggulnya dan juniorku, helmnya terasa menyentuh belahan hangat basah liang kewanitaan Fifi. Makin si Fifi menurunkan pinggulnya, helm si Junior semakin tidak terlihat dengan perasaanku yang semakin keenakan. Si Fifi yang tidak sabar begitu helm si Junior hilang dari pandangannya langsung menduduki pinggulku, ya sudah amblaslah seluruh batang tubuh si Junior dan batang kejantananku itupun lenyap dari pandangan. “Aow… sakit Fi..” maunya aku si teriak, habis mendadak gitu kulit batang kejantananku tertarik oleh jepitan erat dinding kewanitaan si Fifi. Terasa sekali gesekan dan tarikan kulit itu. “Sstt.. jangan berisik.. aku juga sakit Jon.. kurang pas kali..” kata si Fifi lalu dia mencabut batang kejantananku dengan mengangkat pinggulnya lagi. Waw.. kenikmatan yang dirasakan tidak terlukiskan. Tidak sampai lepas semuanya, kali ini si Fifi menggoyang-goyang dulu pinggulnya sedikit untuk memperlancar pelumas atau arah yang tepat, aku tidak tahu. Lalu dia menurunkan lagi perlahan saja dulu. Yang ini baru mantap.. Pas masuknya. Sambil si Fifi goyang kiri kanan dikit dan maju mundur dikit, akhirnya batang kejantananku terbenam mantap di dalam liang kenikmatan kakak tersayangku. Aduh.. ujung batang kejantananku menyentuh apaan ya? Jangan-jangan rahimnya kali! “Oohhh.. Joni sayang..” si Fifi kakakku ini diam tidak bergerak lagi punggulnya tetapi bagian atas tubuhnya rebah menindihku. Dadanya yang padat berisi, menindih dadaku, dan wajahnya dekat sekali di depan wajahku. “Fi.. aku boleh mengusap-usap badan kamu nggak?” aku bertanya, takut melanggar janji. Dia tersenyum lalu mengangguk saja, dan buru-buru mulutku di cipok. Keras! bibirku sampai terbetot karena menciumnya dengan sedotan segala. Belum kaget aku atas kejadian itu, dia mencium lagi kali ini bibirku dilumatnya dan kamipun bersilat bibir lagi. Aku tersadar akan ujung si junior yang menyentuh sesuatu di dalam sana. “Fi.. kamu bisa hamil nggak ni?” tanyaku dengan nada khawatir. Ya iya.. gila kali menghamili kakak sendiri, bersenggama dengan kakak kandung saja sudah perbuatan gila-gilaan. Apalagi sampai hamil. “Tenang Jon.. baru saja gue selesai mens kok tadi pagi baru bersih..” Haaaah? aku yang melongo.. pantesan saja dia juga sakit waktu kami baru bersatu tadi walaupun sudah becek sejak aku jilati liang kewanitaannya. “Fi.. kamu nggak perawan sejak kapan ni?” tanyaku. “Eh.. nakal yah tanya-tanya.. nggak usah di omongin ya.. nikmati saja Joni sayang..” kata si Fifi, ya sudah. Tapi aku lihat dia jadinya sedih tu gara-gara aku bertanya soal itu. Kami memang terdiam jadinya. Fifi cuma diam saat menindihku tanpa bergerak dengan memiringkan kepalanya di wajahku. Hidung kami bersentuhan. Aku menikmati sekali saat-saat ini. Saat-saat indah bersatu dengan kakak tersayangku. Hembusan nafas halusnya menyapu wajahku juga dengan keharuman nafas segarnya. (wah jangan-jangan tadi kumur-kumur dengan close-up cair dulu kali) Tanganku mengusap-usap punggungnya yang halus tapi sedikit berkeringat karena aku pegang dalam keadaan lembab. Mungkin posisinya kurang enak, si Fifi menggerakkan bagian bawah tubuhnya sedikit. Wow.. sensasi dalam lubang tempat kami bersatu itu nikmat sekali. “Fifi kakakku sayang, ngapain lagi ni sekarang..” tanyaku bingung, tanpa menjawab dia bangkit dari menindih badanku. Kali ini dia benar-benar menduduki pinggangku. Wow buah dadanya yang mantap memerah karena tertindih tadi terlihat semakin indah saja. Putingnya juga ngaceng banget lagi, mancung. “Nikmati ya Jon, jangan bergerak-gerak pinggulnya..” kata si Fifi. “Ok boss..” Lalu mulailah si Fifi bergerak-gerak. mula-mula si gerakannya cuma memajumundurkan pinggulnya saja sehingga batang kejantananku yang terbenam dalam-dalam tidak keluar sedikitpun, tapi didalam sana rasanya. Hmmmmm.. coba sendiri ya komentarku. Kalau aku bilang enak entar tidak percaya. Pokoknya sukar dilukiskan. Ujung kepala si Junior terutama helm junior tu yang menikmati banget gesekan-gesekan di dalam rongga persetubuhan kami, sepertinya si menyentuh-nyentuh sesuatu benda yang agak kenyal? seperti ada dodol bola di dalam sana. Apa iya itu rahim. Kepala si Junior mengelilingi dan menyenggol-nyenggol dodol bola itu. Gila bener.. sensasi yang ditimbulkan luar biasa enaknya, beneran aku terasa banget dan yakin, lubang kecil di helm si junior menyentuh dan disentuh sesuatu di dalam sana. “Oohhh Jon..” “Ya.. Fi..” “Oohhh Jon.. Sayang..” “Ya.. Fifi sayang..” “Jon.. aaahh..” “Ya Fifi kakakku tercinta.. eugh..” “Oohhh Jon.. Sayang.. enak sekali.. kamu enak Yang?” “Ya Fifi sayang… ahhhhhhh nikmat sekali aaah.. enak Fi..” “Pegang dan remas-remas tetekku Jon..” kata si Fifi dengan manja. “hmmmmmm tetek kamu mantap banget Fi.. pas susunya.. kenceng lagi..” pujian jujur dariku keluar. “Oohhh Jon… terus Jon.. lebih kuat remasnya..” “Ya Fi.. lebih enak?” “Ooohh Jon.. terus Jon.. putingnya juga..” “Oohhh.. aahhh Joniii..” “Eh Fi.. jangan kenceng-kenceng..” kataku khawatir juga, habis makin lama semakin kenceng saja desahan dan suara Fifi yang keluar dari bibir sexy-nya itu. Kali ini Fifi menunduk jadinya, mulutnya mencium mulutku lagi, suaranya cuma nafas doang guys.... ada yang seru lagi. Kali ini Fifi mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Gila, rasanya gesekan batang kejantananku pada dinding liang kewanitaan Fifi yang menggenggam erat itu. Wawewwwwww.. enak gila.. lebih enak dari Frozz pokoknya.
Sensasi yang di timbulkan sampai naik ke kepalaku, buktinya waktu melewati leher dan mulut nafasku semakin menderu-deru. Terbukti dong semakin enak... Cukup lama juga Fifi melakukan olahraga turun naik di atas pinggangku, pasti dia capek juga, habis biarpun AC kamarku dingin punggungnya keringatan juga. Tanganku sampai basah telapaknya waktu mengusap-usap terus dari tadi. Tiba-tiba saja Fifi menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan makin keras menghujam kearah batang kejantananku, makin mantap tusukan-tusukannya. Lalu lidahku disedot kuat-kuat dan dia roboh lemas setelah tegang-tegang sedikit sebelumnya. Waaaawwww…. ini orgasme kali ya? Kok aku kaga ngecret si kata siapa orgasmenya cewek dan cowok mesti barengan? Aku iseng ah, walau tidak disuruh aku goyang pinggulku menyodok naik dikit. Habis si Fifi diam si, padahal tadi lagi asyik menggoyangkan pinggulnya. “Oohhh Joni.. sayang.. nakal ya.. tapi enak Jon.. enak sekali.. iya terus Jon.. kamu enak saYang?” “Ya.. Fifiku sayang.. kamu sudah orgasme ya.. licin ni Fi jadinya tapi nikmat juga kok aaah.. enak Fi.. enak sekali..” “Iya Jon.. tadi aku mencapai surga tu.. lidah kamu nggak kegigitkan?” tanya si Fifi. Hhhhmmmm dia tidak sadar tadi menyedot kuat-kuat lidahku, dan dugaanku dia mencapai orgasme ternyata benar. Untung tidak digigit ya lidahku. Kalau tidak saat dia lupa begitu salah-salah aku jadi si bisu Joni lagi hehehe… habis lidahnya putus. “Jon.. biar kamu lebih menikmati hadiahnya, ganti posisi ya?” tawar si Fifi padaku. Asyik.. doggy style boleh aku praktikkan ni. “Gaya nungging ya Fi?” “kamu mau gaya begitu?” “Iya Fi.. kayak di foto dalam internet.” “Hayo berhubung ini hadiah..” Kamipun berganti gaya jadi doggy style. Cuma sebentar saja, walaupun seru aku melihat Fifi dari belakangnya, dengan kulit punggung mulus walau berkeringat, pinggangnya yang ramping dan buah pantatnya yang besar jelas pemandangan indah tersendiri. Tapi.. ada yang bikin gaya ini jadi sebentar. Setiap kali aku sodok maju batang kejantananku semakin ke dalam rongga liang kewanitaan si Fifi, dia seperti tersendak kesakitan. “Kamu nggak enak ya Fi?” tanyaku pelan-pelan takut menyakiti kakak tersayangku. “Nggak apa-apa, terusin saja, yang penting kamu senang..” jawab Fifi,  baru dua sodokan lagi reaksinya sama saja, kesakitan. Aku tidak mau jadi adik tidak berbudi. Dikasih hadiah sangat nikmat begini masak dengan tega menyakiti kakak tersayang si? “Fi.. ganti gaya lagi .. gaya apalagi yang kamu mau dan kamu anggap akan menyenangkan Joni?” “Oh.. Joni sayang.. aku bener-bener sayang sama kamu Jon..” kata Fifi begitu mengakhiri persetubuhan kami dan berbalik menghadap dan memelukku dengan erat. Lagi-lagi aku di cium olehnya, kali ini sebentar saja lalu dia mengambil posisi persis di tengah ranjang dan mengangkang lebar-lebar, dengkulnya ditekuk naik sampai dekat kepalanya. Waw.. ini posisi surga bagiku. Gila bener.. melihatnya saja si Junior terkejut. Bibir luar liang kewanitaan Fifi otomatis merekah (karena indahnya bentuk bibir itu kadang-kadang ada yang mengumpamakan sebagai bunga yang merekah) bibir dalamnya yang berwarna pink dan tidak kalah sexy-nya di mataku ikutan merekah juga, membuka gerbang surganya yang berupa lubang hitam menantang untuk ditutupi oleh batang kejantananku. Aku dengan masih berlutut bergerak mendekati pintu surga itu, dan dengan posisi sedikit berlutut itulah aku tempelkan juniorku di pintu surga yang gelap itu. Aku gesek sedikit seperti dalam film porno lalu karena memang masih becek-becek sedikit ya lancar saja aku celupin si junior dan batang kejantananku itu semuanya. Waw.. gesekan dinding liang kewanitaan kakakku ini masih saja mantap dan kesat, seret juga malah. “Aahhh..” si Fifi malah yang bersuara. “Enak Fi?” “Iya gerakin keluar masuknya Jon..” Aku menurut saja, aku gerakkan pelan-pelan saja. Tips; gerakkan ini sebaiknya divariasikan antara gerakan menusuk dengan seluruh tubuh dan gerakan menusuk menggunakan pinggul saja. Dengan gerakan pinggul saja tusukan batang kejantanan kita semakin dalam guys! dan semakin membuat cewek kita keenakan. Kata salah seorang teman cewekku si, membawa cewek tembus surga ke-7. Apalagi dengan tusukan perlahan-lahan tapi mantap. Gocekan kiri kanan saat menusuk sebaiknya memang melingkari dodol bola di dalam sana, alias memoles seluruh permukaan bola dodol itu. Waw.. gocekan begini selain kitanya enak juga, aku jamin, cewek normal akan segera mencapai orgasme dengan cukup cepat. Asal jangan lonte saja yang sudah kecapekan melayani langganan (dulu-dulu juga hooker high class senang sama aku gara-gara mereka mengaku mencapai orgasme dengan teknikku ini, maklum si Joni pantang mencapai orgasme dibawah 1/2 jam, biasanya malah lebih 1 jam, yang penting mengatur pernafasan dan pikiran kita). Memang tidak lama berlangsung, si Fifi kakak tersayangku ini buru-buru melebarkan kakinya lagi dan tangannya buru-buru meraih leherku untuk diciumi lagi. Gila ciumannya buas sekali, cepat dan srobotan terus. Pokoknya ciuman buas ya begitu kali. Tiba-tiba saja aku yang tetap mengatur enak-enak tusukan mantap dalam persetubuhan kami terkaget lagi. Bibirku disedot keras lagi. Kali ini karena aku tahu bahwa si Fifi mungkin mencapai orgasme. Aku siaga, sengaja mulutku makin merapat, menjaga giginya kalau-kalau menggigit. Berhasil.. tidak kena gigit. “Oohhh Jon.. sayang.. enak sekali.. ooohh Jonii.. sss.. kamu enak saYang?” “Ya.. Fifi sayang.. aahhh.. nikmat sekali Fi.. aaah.. enak Fi..” “Gila Jon.. kamu belum mau keluar lagi ya?” tanya si Fifi setelah agak reda capeknya. “Adik siapa dulu dong?” hmmmmm sempat-sempatnya kami yang sedang bercumbu begitu bercanda juga. hidungku dipencet si Fifi yang masih dalam posisi mengangkang heboh dan aku tusuk, eh pompa maksudnya. “Enak nggak Jon hadiahku?” “Bukan enak lagi Fi.. indah dan bagus sekali.. aku nggak mungkin bisa membalas hadiah seperti ini..” jawabku. “Ahhhh Joni.. Joni.. adikku sayang.. kalau bukan adikku.. aku mau saja pacaran sama kamu Jon..”  memangnya sekarang kagak bisa apa?” Akhirnya sambil bercinta dengan hot terus sebelum aku ngecret lagi kami ngobrol-ngobrol sedikit. Aku tidak menyinggung soal keperawanan dan pacarnya sekarang. Dia cuma cerita batang kejantananku adalah yang terpanjang dan terbesar yang pernah dia rasakan, padahal dia baru mencoba 2 batang kejantanan selain punyaku. “Fi.. gara-gara cerita ngesek dan soal batang kejantananku yang super menurut kamu, kayaknya aku mau keluar lagi ni..” “Aahhh.. Joni.. Sayang.. jangan takut.. aku sayang banget sama kamu Jon.. silakan saja keluarkan di dalam rahimku Jon.. jangan khawatirkan apa-apa..” kata si Fifi sambil mengusap-usap perutku segala sekaligus mengusap-usap wajahku. Ahhhhy mana tahan aku melihat wajah manisnya yang cantik dan tersenyum terus melihatku. Aku pompa semakin cepat dikit dan dalam-dalam setiap tusukannya. “Oohhh.. oh.. ah.. ahhh.. heh.. heh.. eh.. eh..” begitulah suara kami berdua akhirnya gara-gara aku mempercepat irama persetubuhan kami. “Jonn.. aku keluar lagi nih.. aaahh Joniii…” tampang sexy si Fifi saat mencapai Orgasmenya yang ketiga kali ini tidak bisa aku tahan lagi, apalagi wajahnya yang memerah berusaha tetap tersenyum senang dan tidak memejamkan matanya tapi melihat ke dalam mataku. Hmmmmmm.. sudah nyobain belum bersetubuh sampai ceweknya mencapai orgasme tapi tidak merem tu cewek, tampangnya cewek begitu menurutku adalah tercantik darinya. Dan biasanya nikmat melihat wajah cewek saat mencapai orgasme, sepertinya lebih enak dari orgasme itu sendiri bagiku. Makanya hobiku bikin orgasme cewek, bukannya aku orgasme duluan, tidak sedikit aku malah tidak orgasme saat bersatu dengan cewek. Sumpah.. mula-mula aku pikir aku impoten, tetapi ternyata sebagian cewek bilang malah aku terlalu perkasa urusan ranjang dan senggama begitu, Well nggak tahu juga, walaupun hobby bercinta, aku pikir tidak perlu setiap bersenggama kita mengeluarkan sperma ? “Cret.. cret.. cret..” entah berapa kali saat ini aku ngecretnya. Yang jelas cairan hangatku menembak bola dodol dalam medan tempur kami berdua. Kami terkejut, membayangkan begitu Nikmat dan sukar dilukiskan juga. Aku sampai roboh kecapaian dalam pelukan si Fifi yang masih ngangkang terus. “Oohhh Fifi sayang..” “Ya..... Joni adikku sayang..” “Hadiah kamu tidak ternilai Fi..” Malam itu kami tidur seranjang. Bohong besar kalau aku cerita senggama sampai pagi. Aku kecapaian tau. Sepertinya waktu baru berbaring sama-sama sebelum tidur, karena kami sama-sama capek untuk matiin lampu, aku melihat hari sudah pukul 3 pagi. Dalam ngobrol-ngobrol sebelum pulas, sepertinya si Fifi cerita, perawannya hilang waktu SMA kelas 2, saat pergi ke luar kota bareng kakak kelas lalu sekarang ini sehabis menikmati dan tahu si Fifi tidak perawan lagi, pacarnya yang di kampus mulai menjauhinya, jadi dia kosong tu saat ini, belum ketemu cowok yang pas. Dan sebelum pulas kami juga berandai-andai, siapa tahu saja bisa sama-sama terus setiap malam minggu pergi barengan saja. Soal tidur malam si, sepertinya pintu penghubung antar kamar kami mesti dicari kuncinya itu, maklum sudah lama tidak pernah dibuka. 

Cerita lainnya Disini


A Lonely Freeze.

The first few weeks were hard on me. Because maybe I'm not used to living away from my parents. At home bude Rossa just There is a child alone, Nilla whose name is still sitting in junior high school. While her husband went out of the island. Since working as a road contractor, and got a project in the city of Banjarmasin. And last came home during Idul Fitri holiday last year. Budeku used to be a sinden. In the past, he said every day almost certainly there is a response. But now he is reducing his intensity to focus on watching his only child in school. My name is Jonny. I'm an only child. My father, Joko 46 years working has a furniture business that is quite famous in Surabaya. My mother, Sri Rahayu 41tahun also has a shop at the famous Wholesale Center in Surabaya. Right now I'm going into college. Because I just graduated from high school, and after taking the college entrance exam, I was accepted at one of the state universities in Jogja. Since I had to live in Jogja, my mother told me to stay at Bude Rossa's house. Mother's sister, her age is only a year difference with Mother. Mom does not allow me to board so I'm watching. Until one day there was an incident that made me begin to feel at home in Jogja. I just came home from college. Hours show at 4 pm. At home there was no one. Maybe I'm tired because I slept in the living room. Not long ago Budeku came. He wears a typical sinden kebaya. I caught a glimpse of his body still plump. Not fat like any other mother. In fact, I think my mother was plump with Bude Rossa. Lohhh you're back Jonn ", said my Bude "Yeah bude. After college afternoon .. Bude out response yes? ", I replied "Yeah from the next village. If you are sick yes Jonn. Yes already shower first let me seger. But bude used to be a bath. Keringetan from earlier. "Bude said Bude walks into his room. Not long after Bude came out of the room. What makes me surprised is. She was wearing a towel that covered only part of her chest until only part of her thigh. Obviously seen some of Bude's big tits. That seemed to jump out. But I saw also Bh's rope. Bhnya Lohhh you're back Jonn ", said Budeku "Yeah bude. After college afternoon .. Bude out response yes? ", I replied "Yeah from the next village. If you are sick yes Jonn. Yes already shower first let me seger. But bude used to be a bath. Keringetan from earlier. "Bude said Bude walks into his room. Not long after Bude came out of the room. What makes me surprised is. She was wearing a towel that covered only part of her chest until only part of her thigh. Obviously seen some of Bude's big tits. That seemed to jump out. But I saw also Bh's rope. Bh does not seem to him off. In addition to paying attention to the big tack, I cursoryly look into his ass who is also very plump my thought. Hmmmm ... my brother slowly started to rebel and make pants narrow. Bude paced back as if there was something he was looking for. And he stopped at the corner I was lying down. Apparently he would take the same bra dried under panties were washed in a laundry basket. Since the dry washing place was a basket and placed on the floor, he took it by bending over my back. Whether unconscious or how, when he nungging, his super-cocked ass is clearly plastered. And I see it clearly. Of course also the panties that seem not fit to wrap the buttocks. Uhhhhhhh ... make my penis start to wake up. Then I watched as he was nungging, seen in the midst of it like a flesh poking out. Somewhat stubborn. And looks a little black color behind the panties in bude. Sssssssshhhh .. this must be pussy Budek overgrown. Aju was so curious to see how braided penek bude same bushy bamboo bush. The longer my penis getting harder is this. Not how long Bude finished picking underwear and bra for dressing. Waaaaaahhh ... fortune that thought I thought. And he finally went into the bathroom. Just enter the bathroom, there is a voice "serrrrrrrrr ... serrrrrr" very hard. Wow, this must be Bude again piss. I am more and more curious just the same boge Bude. The spray is so hard. I fantasize the wilder, maybe because I often watch porn movies on laptops.does not seem to him off. In addition to paying attention to the big tack, I cursoryly look into his ass who is also very plump my thought. Hmmmm ... my brother slowly started to rebel and make pants narrow. Bude paced back as if there was something he was looking for. And he stopped at the corner I was lying down. Apparently he would take the same bra dried under panties were washed in a laundry basket. Since the dry washing place was a basket and placed on the floor, he took it by bending over my back. Whether unconscious or how, when he menungging, his super-cocked ass is clearly plastered. And I see it clearly. Of course also the panties that seem not fit to wrap the buttocks. Uhhhhhhh ... make my penis start to wake up. Then I watched as he was nungging, seen in the midst of it like a flesh poking out. Somewhat stubborn. And looks a little black color behind the panties in bude. Sssssssshhhh .. this must be pussy Budek overgrown. Aju was so curious to see how braided penek bude same bushy bamboo bush. The longer my penis getting harder is this. Not how long Bude finished picking underwear and bra for dressing. Waaaaaahhh ... fortune that thought I thought. And he finally went into the bathroom. Just enter the bathroom, there is a voice "serrrrrrrrr ... serrrrrr" very hard. Wow, this must be Bude again piss. I am more and more curious just the same boge Bude. The spray is so hard. I fantasize the wilder, maybe because I often watch porn movies on laptops. A few minutes later, Bude came out of the bathroom wearing a dressing. And he told me to take a shower. I also salute bath After entering the bathroom, I got a fortune again. Inudara clothes in the bathroom plastered two objects that make my penis stand slowly. I saw the same BH underpants in Bude. His bra is big. The lace panties I saw were yellow marks on the front. Wow, this is Bude pissing, I thought. Finally I'm not strong, because my dick has been hardened since I saw and held the pants inside and BH Bude. Finally I finish by shuffling myself. I shake up faster and faster. And .. crrrooooott ... crooootttt .... Spraying my spray Uhhhhh relieved ... but I'm still curious about the contents of BH and panties in bude. Time is getting late. After dinner, me, Bude and Nilla again gathered in front of the TV. Tonight Bude wearing a dressing with a rather high thigh. Sitting on his knees. Typical as sinden. He is busy with sewing clothes. While me and Nilla lie in front of her face TV. Prank for me to steal a glance at Bude. At a glance I see him sit her thighs slightly open. Well although a little dark and vague I can see the smooth thigh Budeku. This is what makes me think dirty and make my dick tense. As the night went on, sleepy Nilla moved into her tool. While watching TV Bude is the same as me chatting.-chatting.Bude: "how is your college jonn?" Me: "Good Bude, exciting my friends" Bude: "suah have girl yet you?" Me: "Not bude still picky ... hehehe "bude:" that's what yesterday .. that's his name? Wulan? It's not your girlfriend "Me:" Oh that.not bude I'm still not quite right, He's the one who wants me the same. "Bude:" oooo. .but whenever Bude peeps you again kisses pas he came here "Hearing that I was shocked and embarrassed. Well it was secretly Bude watching me if again indehoy. I'm just smiling-smiling. Bude: "no what jonn, his name is also a young man.Bude formerly so.In addition to the kiss if again alone lonely you do?" Bude teases me with a smile I was made a fake by him. "Why not do why bude?" I replied a little nervously. Bude: "Hmmm admitted he did not do what. Bude has seen you again squeeze each other's belongings. Hihihihi "I'm surprised again It turns out bude tau if I often squeezed squeeze. Bude: "Do not be so embarrassed If you're a messenger, it's important you can understand well about sex" I'm stunned Rarely bude talking like this. Me: "eee.eee .. what is bude?" Bude: "Yaaa .. if you are not strong and forced it otong you want to vomit. Yes at least you use condoms so " Bude talking so while pointing towards my pants. He did not know if the contents had been tense the result peeked plastic thighs because sitting rather open. Me: "ee. I ... I ... Yeah bude. " Bude: "how is it like that Jonn? Delicious? " Me: "eee ... pretty chewy bude." I replied with a slight grimace. And I'm getting bolder because the direction of the conversation has been heating up. Me: "If bude how. Pakde rarely goes home. If you want to tell how bude? " I'm a little afraid of my question. But it turns out he responds to my question without anger. Bude: "hmmm .. want to know you jonn" Bude: "Yeah if you're jonn, not strong enough to hold back at least shake it yourself. Young people so usually " Bude: "Oh yes Jonn .. later if the sewing is over, you massage bude ya. Pegel is all there is a response 2 places earlier. " Me: "yes bude" Well fortune let alone this I thought. Can pijitin boty body bude. Not after Bude finished sewing. And he took the massage oil in his room. Bude: "massage it here yes jonn. While watching TV " Bude lightly opened his dressing by leaving only BH and white lace panties. I'm in shock, paused. Tetek bude seemed to jump from her Bh. Bude: "looo jonn .. why just shut up. I do not see anything like this. It's not as common as wulan. Hehehe" Bude was immediately on his stomach mat and handed me the massage oil. Me: "Different bude" Bude: "What's wrong anyway jonn Most tetek wulan faster than a bude." While smearing the oil and starting to massage Bude's back I continued chatting. Me: "Hmm ... have more plump bambe. More like it. Hehehe. Anywhere I know if I have wulan faster. The guy I never grasp got bude. Hehehe" Bude: "Husss inconsequential" Since Bude is still wearing a bra, I find it hard to massage his back. Me: "Her bra bra is removed only yes, I'm not free to massage her back. There is a rope " Bude: "yes, just open it" I open the strap hook his bra. And Bude slightly lifted his body and threw the big bra to the side. At a glance I can see the gedenya tetek Bude from the side. I refocused back on Bude's back. Once in a while I pull her back. "Hmm..mmmm", Bude seems to be wearing with my massage. Occasionally I massage the side of his back. And I accidentally nudged his tits. Bude easiness seems. His hand that had been stuck to his body now stretched. Hmm .. I see in the armpits of feathered feathers are quite heavy. Much like the old artist Eva Arnas. This makes me even more horny. Bude: "you massage it on the back just jonn. Go down let the pegelnya missing " Me: "Get down where bude?" Pretend I asked. Bude: "yes to the butt continues to thigh bude" Me: "oh .... yeah bude ' I also change the butt of bude. Every now and then this jacket I knead. "Sssstttt ... hmmm .. nice jonn your massage" Bude easiness seems. Her eyes began to feel brilliantly. I was exhausted as I squeezed my massage started to descend to her thighs. I tried to just stroked her thigh. From under the way up to his butt. I try my hand I tuck in his crotch. Hmmm .. feels it pussy bude behind his underwear. Feels like a cake like a cake. Practically this massage makes bude conveniences. Her soft moistening became more and more frequent. "Shhhh .. hhhhh .. hmmmmm" So good, he got a little to open his legs. Well pussy pennya its more ni plasticity. I vaguely faintly saw the hair behind his underwear. Even some of her feather hairs out of her panties. The sight clearly made me even more horny. My pen seems to be rebelling out. I am increasing my intensity of intention in this area. Bude: "hmm ... nice jonn. So wulan really happy if you squeeze jas " Me: "Hehehe ... bude if the look-see body is still fast. Still good Bude. Montok again. Whereas bude never sport " Bude: "Bude drink herbs donk. Healthy Jamu woman " Me: "Well nice yes pakde. Bude drink herbal medicine only " Bude: "Later when you're married you can feel the good" My mind started to falter. "Ahhhh now I'm just the same Bude. Feel good like pakde "I thought Perhaps because it was lust, looks panties in bude rather wet. "Is this her pijet already bude? Where else is this going to be massaged? "I was forced to say so because my hand was already feeling tired. "The front yet jonn" What ... wah this windfall. When else can I enjoy Budek's tetek. Without a chapter Bude instantly turned around. Woooooo .... Bude who I can only imagine now is in sight. I dream last night. "Come on jonn do not be quiet. Tetek bitch stiff. Let's get caught. " I was the same as Bude. I order it tetek bude. Looks his nipples bude nipples are getting black. But big. Initially there was no reaction when I was massaging while squeezing Budek. But over time Bude enjoyed it. "Deliciouuuuus joooonnnn ...." Bude's eyes while covered enjoy this massage. I tackle the nipple item. Every now and then I gaze it's nipple. Shhhhhh .. so moan.And there is no encouragement from where, I try to get closer. I try to lick it's nipple. "Slllrrrrppp ..." once in a while I kiss ... I'm sucking ... The other one squeezes the other one ... "Ssssh ... aahhhhhhhhh" groaned Bude Slrrrrrpp ... cupppp ... ceppppp ... slrrpppp .. "Hmmm tetek bolt is really chewy. Got wulan lost bude " "Keep jooonnnn ... good ... Bude's body is amused all this" Bude raved. My lips are now trying to reach Bude's lips. I kissed. My tongue came to her lips. I'm sucking. Until his saliva came into my mouth. My kisses begin to walk from Bude's lips down through the neck and to the next. I'm so fierce that it's so hard. My other hand went over to Bude's crotch. Wet panties I scrubbed. Hip Bude because of the joy of swaying rocking enjoy. I put my step into the panties. It feels like a bushy Bude. I'm looking for a search finally found it hole pussy. "Shhh achhhh ... ashhh achhhhh ...." Heard moan Bude I try to put my finger into Bude pussy. I try rubbing his clit. And I try to rub it pussy. "Sshhhh .. nice jonn. Keep jonn ... yes that's where jonn ... nice jonnn " Swaying Bude's ass up and down. I try to open that panties in bude. Bude helped him by opening it himself. My reality on her tie I stopped. I can now see how lush its pussy Bude. Bude ngangkang. My face is trying to get closer. I kiss her hairy fur. I open the bristles. After pussy glue I licked the outside. My tongue plays licks on her clit. I put my tongue into the hole Bude pussy. Ahhhhh ... ahhh .. argghhhh .. nice ... nice ... arhhhhh ... awww ... nice leeee ... " To stop groaning Bude I take off all my clothes and pants. I try to take the style 69. My face in Budek pussy, and Bude's face fit in my penis. Without my command, Bude greedily dick my penis. He's licked and sucked with good taste. "Your penis is nice jooon, cepp ceppp..slrrrrppppp" ... I also continued licking Bude's pussy. Not Long after my tongue is undermining Bude's pussy, it's like he got his first orgasm. "Shhhhh .. jooooooon bude going out ... ahhh ahhhhh" With his upturned motion followed ... and my head he clasps as hard as he can ... "Ahhhh ... ahhhhh ... argghhhhh ..." After that Bude continued to blow job my dick. Because I feel will come out I pull my penis from the mouth of Bude. My body turned. Now my position is above Bude. My penis is now in front of Bude's pussy. I rub my penis rubbing on the outside of Bude's pussy. "Ahhhhhh ... jooon ... enter your dick joooon ... meme bude already want to poke jooooonnn ... enter" After the bude feel tortured like this I try slowly enter this missile into Bude memek. At first a bit difficult, slowly I push and now .... Blesssss ... "Arghhhhhh .... Genjot jooon " I slow down slowly pussy Bude. "Awwwww ... arghhhhh .. shhhhhhh ... nice ... your penis joooon .... Steady jonn " I played my penis rhythm. Hurry ... keep slowing down ... fast again ... slow down again ... "Come on .. jon ... Bossted more fast pussy budemu this ... ahhhh ... ahhhhh" I'm getting faster ... "Bude .. I want to get out bude ... ahhhhh ... shhhh" "Same jooonnnn .... Bude is also not strong .. want to go out again. Got inside just jon ... " Not how long felt bastard smeared my penis with fluid orgasmenya ... pussy twitch ... it looks like my penis in suction ... "" Awhhhhhhh .. awhhhhhhhh ... good joooo .... N " And I was no longer strong enough to hold ... crott..croottt.croott .. "Tasty Budee ... ahhhh. Ahhhhhh ... arhhh " Finally we were limp. I'm lying on top of Bude's body ... Bude: "you are naughty jonn ... but nice was your dick .. i have not played with your pakde joon ..." Me: "Yeah bude .. Bude mek also good ... mine feels sucked ... Drink herbs are often Bude" Bude: "Hussss you .. but this is a secret yes jonn. Do not let others know ' Me: "ready bude .. as long as I will be given this delicious Bude Pussy" My smile smiles and we end up doing it when we want to.
**********
All story Here