Terlihat Marco sedang di kamar kostnya berbaring sambil melamun.
Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, di kota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Marco suntuk.
Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu dan yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Tak lain ialah Tante Milla, ibu kostnya.
Dibayangkannya perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satu persatu kancing bajunya.
Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu, Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.
Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu kemaluan menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syahwat.
Glegarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya. Marco bangkit berdiri sambil menggaruk batang penisnya di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk bergabung nonton TV bersama keluarga tempat dia kost. Baru sekitar satu bulan dia kost dirumah keluarga bapak Steven setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Steven telah beristri dengan anak satu yang berumur enam tahun.
Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin tante milla sudah tidur bersama anaknya karena bapak steven sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya marco duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Marco mencoba semua saluran dan cuma satu saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.
Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena marco selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.
?????
Tiba-tiba marco mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Tante milla. Marco kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.
“Eh, Tante belum tidur? Keberisikan ya?” tanya Marco tergagap
“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok” jawab tante milla
Yang membuat marco kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Tante milla, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan tante milla
Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alis matanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Marco selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tante Milla tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika teringat dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tante Milla yang masih dibawah tiga puluh tahun. Akhirnya jadilah dia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena dia segan pada suaminya. Tapi secara sembunyi dia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Tante Milla dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.
Tapi malam ini Tante Milla berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung.
Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tante Milla memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Marco, Tante Milla seperti bidadari yang turun dari kayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau mau tidur.
“Gambar TV nya jelek ya?” tanya Tante Milla mengagetkan Marco.
“Eh, iya. Antenenya kali” jawab Marco sambil menunduk.
Marco semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Marco kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Marco menelan ludah.
” Semuanya jelek, ” kata Tante Milla ” Nonton VCD saja yuk?”
“Terserah Tante” kata Marco masih berdebar menghadapi situasi itu.
“Tapi adanya film biru, nih?” kata Tante Milla sambil tersenyum menggoda.
Marco faham maksud Tante Milla tapi tidak yakin
“Ya terserah Tante saja” jawab Marco.
Tante Milla kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya.
Marco semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Tante Milla keluar dari kamar dengan membawa kantong plastik hitam.
“Mau nonton yang mana?” tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Marco.
Marco menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.
“Eh, ah yang mana sajalah” kata marco belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.
“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Tante Milla mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV. Marco mencoba menenangkan diri.
“Memang Tante suka nonton yang beginian ya?” tanya
memancing
“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk” jawab Tante Milla sambil tertawa kecil
“Bapak juga?” tanya Marco lagi
“Nggak lah, bisa marah dia kalau tahu” kata Tante Milla kembali duduk setelah memencet tombol player. Memang selama ini Tante Milla menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.
“Bapak kan orangnya kolot” lanjut Tante Milla“dalam berhubungan suami-istri juga nggak ada variasinya. Bosen!”
Marco tertegun mendengar pengakuan Tante Milla tentang hal yang sangat rahasia itu. Marco mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.
Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Marco tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Tante Milla duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Marco sudah tidak ragu lagi.
“Tante kesepian ya?” Tanya Marco sambil menatap perempuan itu Tante Milla balik menatap Marco dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.
“Kamu mau tolong saya?” tanya Tante Milla, sambil memegang tangan Marco.
“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya Marco ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.
“Jangan sampai Bapak tahu” kata Tante Milla”Itu bisa diatur” lanjut Tante Milla sambil mulai merapatkan tubuhnya.
Marco tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tante Milla. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Marco segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu.Marco semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan laki-laki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tante Milla.
Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tante Milla memegang belakang kepala Marco menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat.
Marco mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tante Milla. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.
Tante Milla bergetar ketika jemari Marco menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Marco memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tante Milla telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Tante Milla telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Marco dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.
Segera saja tangan Marco merambahi kembali lembah hangat milik Tante Milla yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Marco membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tante Milla makin mendesah ketika jemari Marco mulai menyentuh bibir vaginanya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tante Milla rasakan pada daerah kemaluannya.
Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang penisnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang vagina Tante Milla.
Bahkan ketika lubang vagina itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tante Milla.
Selama hampir delapan tahun menikah, Tante Milla belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Steven suaminya yang berusia hampir 45 tahun ternyata laki-laki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.
Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-tahun, Tante Milla tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh.
Tante Milla sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan laki-laki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.
Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Tante Milla bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Luiza namanya, Tante Milla mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.
Tetapi sebagai perempuan normal Tante Milla tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari laki-laki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tante Milla. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.
“Ahhh..terus co.” desahnya membara.
Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Marco mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tante Milla mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Tante Milla dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Marco kost dirumahnya, Tante Milla telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.
Malam ini Tante Milla tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Dia ingin hasratnya terlampiaskan. Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut dan lidah Marco mulai menyusuri leher jenjang Tante Milla yang selama ini tertutup rapat. Bibir Marco menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dadanya, tapi tiba-tiba Marco bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumannya sehingga mukanya berada diantara paha Tante Milla yang mengangkang dimana bibir vaginanya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Marco ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tante Milla juga faham maksud Marco.
Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Marco lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Tante Milla menunduk memperhatikan kepala Marco dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang sama.
Dihadapan Marco selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.
Marco menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu,belahannya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Marco bergeser mendekati lubang vagina itu untuk lebih menguakkannya
“Ahhh….!” Tante Milla mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir vaginanya.
Desahannya semakin menjadi ketika lidah Marco mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tante Milla blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dikhayalkan. Marco terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat.
Rupanya Tante Milla sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati vaginanya.Mata Tante Milla merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Marco. Hasrat yang telah lama dikhayalkan kini mulai terwujud. Dia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua khayalan yang selama ini disimpannya. Banyak khayalan gila-gilaan yang pernah di rekamnya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.
Demikian juga dengan Marco, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.Jilatan dan rabaan Marco rupanya telah menaikkan nafsu Tante Milla makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Tante Milla yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Luiza dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, dia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Marco agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Marco yang mengesek vaginanya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.
“Ahhh…duh gusti…! Ahhh! enaknya !” jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.
Marco sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Tante Milla merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Tante Milla menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu laki-laki, nafasnya memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Marco kembali membuka sehingga Marco dapat melepaskan diri. Muka Marco basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tante Milla.
Marco bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.
“terima kasih yah co” kata Tante milla sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Marco telah berdiri telanjang bulat dengan batang penis mengacung keras. Batang penis yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat laki-laki telanjang bulat selain suaminya. Marco mendekat dan meraih tangan Tante Milla, dan menariknya berdiri. Kemudian Marco mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.
” Kenapa sih?” tanya Tante Milla sambil senyum-senyum.
“Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup” jawab Marco yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.
Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tante Milla, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tante Milla memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.
Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang penis Marco. Dan Tante milla yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Tante Milla kembali duduk sambil tetap menggengam batang penis itu. Marco mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.Dengan mata berbinar diperhatikan batang penis yang tegang dihadapannya. Penis yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tante Milla ingin merasakan mengulum penis laki-laki seperti yang dilihatnya difilm porno.
Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala penis yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang penis yang telah basah itu dan dikulumnya. Marco meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tante Milla mulai melumati batang penis didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.
Tante Milla mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Dia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang penis itu dengan giginya, membuat Marco semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tante Milla adalah rasa air mani laki-laki. Karena itu ia ingin merangsang Marco agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tante Milla yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering mengkhayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.
Kini dia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Marco yang batang penisnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut tante milla meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya….
“Ahhhhh.....tante, sudah mau keluar nih” desis Marco mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.
Tapi tante milla yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang penis itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut tante milla.
Marco meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Tante milla semakin menguatkan kuluman bibirnya di penis itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu tante milla semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang penis marco, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang penis itu. Tanpa rasa jijik atau mual.
“Bagaimana rasanya Tante?” tanya marco. Dia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.
“Enak, gurih” kata Tante Milla tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tante milla bangkit.
“Sebentar yah, saya buatkan minuman buat kamu” katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono. Marco sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang penisnya. Setelah itu didapatinya Tante milla di dapur membuatkan minuman.
Marco mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tante milla menggeliang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi marco. Perlahan dirasakan batang penis marco mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tante milla semakin mengelinjang ketika tangan marco yang satunya mulai merabai selangkangannya.
“Sudah nggak sabar yah” katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.
“Dikamar saja ya” ajak Tante milla ketika ciuman mereka semakin larut.Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.
Tante milla mendorong tubuh marco keranjang dan jatuh terlentang. Tante milla juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul marco.
Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tante milla mendorong kepala marco kebawah. Ia ingin marco mengerjai buah dadanya. Marco menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Tante milla mendesah sambil menjambak rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu puting buah dadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan marco dengan lembut. Marco merasakan buah dada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras.
“Ohhhh… co…! Geliin..terus akhhh…!”Tangan marco yang satunya mulai menjamahi kembali selangkangan perempuan itu. Tante milla menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.
“Ahhhhh..terus sayang!” desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari marco dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.
Tante milla semakin menggeliang ketika ujung jari marco menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan marco secara bersamaan memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara Tante milla juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian marco mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tante milla dan berhenti di pusarnya.
Tante milla menggeliang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu.Tante milla rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul marco kearah kepalanya. Marco faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tante milla diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang penisnya yang menegang keras diatas muka Tante milla. Yang segera disambut kulumannya dengan bernafsu. Marco juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tante milla yang mengangkang. Mulutnya mulai menjamahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.
Tante milla istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan marco pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.
“Ohhhh…! Co, lakukanlah” desah Tante milla mulai tak tahan menahan hasratnya. Marco segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tante milla terlentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang penis marco pada lubang vaginanya yang telah semakin berdenyut.
Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang penis steven merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.
Tante milla tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir vaginanya. Direngkuhnya tubuh marco ketika perlahan batang penis yang keras itu mulai menyusuri lubang vaginanya.
“Akhhhhh…! enaaaaaak co !!!” desisnya. Tangannya menekan pinggul marco agar batang penis pemuda itu masuk seluruhnya.
Marco juga merasakan nikmat. Vagina tante milla masih terasa sempit dan seret. Marco mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tante milla. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.
“Ayo co goyang terusss!” desis Tante milla makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Marco mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang penisnya tuntas masuk seluruhnya kedalam vagina tante milla.
“Ohhhh..co !”jerit tante milla nikmat. setiap kali marco melakukannya. Terasa batang penis itu menyodok dasar lubang vaginanya yang terdalam.
Semakin sering marco melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan tante milla sehingga pada hentakan yang sekian tante milla merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat marco agar hujaman bantang penis itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang vaginanya.
“Ahhhk..! Ahhhh…ohhh akhh!” teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan laki-laki. Sangat nikmat dirasakan Tante milla. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Marco yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tante milla kembali berusaha mengimbangi.
Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga vaginanya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman penis marco semakin dalam.
Marco yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tante milla seperti itu. Demikian juga dengan Tante milla, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Tante milla mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak marco, sehingga selangkangannya lebih terangkat.
Marco memeluk kedua kaki Tante milla, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan vagina Tante milla lebih terasa sehingga gesekan batang penisnya menjadi semakin nikmat. Marco semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.
“Ahhhhhh…” marco mendesah nikmat ketika dari batang penisnya menyembur cairan kenikmatannya. Dikocoknya terus batang penis itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tante milla rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.
“Akhhhhhh…!!” jerit panjangnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut. Tubuh marco ambruk diatas tubuh Tante milla. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.
“terima kasih ya co, terima kasih banyak” kata Tante milla terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.
Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan marco, batang penisnya yang telah lepas dari lubang vagina Tante milla mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tante milla. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Marco tersenyum dalam hati, lembur nih malam ini...!
Memang Tante milla sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan marco sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.
Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.
Marco bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tante milla. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tante milla yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.
Marco ingat setiap dua atau tiga ronde, Tante milla selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Marco masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tante milla dengan pakaian lengkap dan rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.
“Ehhhh sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak” katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.
“Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi” katanya sambil senyum menggoda.
Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tante milla ramuan rahasia menambah gairah laki-laki. Kemudian tante milla memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh marco dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.
“Tante mau kemana sih kok rapi…” tanya marco
“Baru nganter anak tante ke rumah bibinya. Biar kita bebas” kata Tante milla kembali tersenyum nakal. Marco merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita berpakaian lengkap.
“Tante beda banget deh kalau pakai jilbab gini…. Jadinya takut aku macem-macem sama tante… alim banget….” Goda marco sambil pura-pura menutupi tubuhnya yang masih bugil itu.
“Kamu bisa aja sih co, biar pakai jilbab aku kan juga manusia biasa… pengen kehangatan, pengen kenikmatan…” jawabnya sambil mencubit paha marco, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.
“Tante .. jangan dilepas dulu jilbabnya… Tante mau nggak memenuhi permintaan saya?” kata marco
“Apa sih?” tanya Tante milla agak heran
“Maaf nih Tante, “kata marco” Tante mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Tante didepan saya”
“Kenapa tidak” kata jawab Tante milla sambil tersenyum manis lalu bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.
“jilbabnya jangan dilepas dulu tante…” seru marco.
Marco memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tante milla. Dengan masih bergoyang, Tante milla mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Tante milla hanya mengenakan jilbab, BH dan Celana dalam berwarna pink.
Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tante milla semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buah dadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Marco benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang wanita menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam wooooow… dan perlahan batang penisnya mulai berdiri.
Tante milla naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka marco sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Marco menanggapi dengan meraba paha Tante milla dan membelainya. Kini selangkangan Tante milla tepat dimuka marco.
Dengan tangannya ditariknya kebawah celana dalam Tante milla dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tante milla mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok.
Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah marco pada selangkangannya. Marco menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Tante milla dengan rakus. Tante milla mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buah dadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya marco menjilati lubang vagina Tante milla yang sudah dikuak oleh jari tangannya.
Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan merintih kenikmatan ketika satu jari tengah marco dimasukkan kedalam lubang vaginanya yang semakin basah. Marco menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tante milla semakin mengeliang liar.
Tante mill a semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang vaginanya. Kaki Tante milla terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari marco masih terhujam dilubang vaginanya. Tante milla membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut marco dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.
Entah kenapa, marco sangat suka menjilati seputar vagina Tante milla, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Tante milla juga sangat menyukai perlakuan marco itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun. Setelah beberapa lama, rupanya Tante milla ingin segera disodok lubang vaginanya dengan batang penis pemuda itu yang telah keras berdiri.
Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang penis marco yang telah mengeras keatas.
Marco membantu mengarahkan batang penisnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tante milla mendesah ketika kepala penis marco perlahan menyusup kedalam lubang vaginanya yang sempit itu meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan seret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga vaginanya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada marco, ramuan khusus untuk laki-laki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh marco setelah minum ramuan buatan Tante milla. Tubuhnya kembali segar dan batang penisnya selalu siap tempur.Secara normal marco memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian.
Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Marco sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tante milla pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternyata suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Baginya haram minum minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.
Marco merasakan batang penisnya didalam vagina Tante milla yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala penisnya yang sensitif pada dinding vagina itu menjadi lebih nikmat. Tante milla mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi marco yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tante milla yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya.
Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka marco. Sesekali Tante milla menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang penis marco menghujam seluruhnya didalam vaginanya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tante milla ketika kepala penis marco menghujam lubang vaginanya yang terdalam yang paling sensitif. Tante milla terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika merasakan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.
“Achhhhhhhh..!! ” jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan.
Tubuhnya mendekap marco dengan ketat. Marco yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tante milla kebelakang hingga terlentang dengan tubuhnya berada diatasnya. Batang penisnya masih bertaut dalam vagina Tante milla. Segera marco mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Tante milla. Gerakan marco langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tante milla orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tante milla klimaks tiga kali berturut-turut.
Marco merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang penisnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Tante milla yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Tante milla mencoba mengimbangi goyangan marco, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya.
“Duhhhhh gusti.!.ackhhhhhh. .ooohhhhhh! ” jeritnya nikmat.
Dia merasa puas dengan kemampuan marco, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Marco terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada perempuan ini. Kembali marco berusaha memacu kembali hasrat Tante milla yang baru klimaks dan memang tak lebih dari satu menit kembali tubuh Tante milla diguncang getaran yang paling nikmat. “Aaaarrggghh. .!” desahnya kembali.
Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Marco yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang penisnya. Tante milla yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati airmani marco muncul. “co, saya mau hisap punya kamu” pintanya kembali bersemangat.
Marco menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tante milla sudah haus ingin minum. Minum air maninya.
Marci juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. maka dicabutnya batang penisnya dari lubang kenikmatan itu. Tante milla mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Marco segera berlutut mengangkangi badan Tante milla dengan batang penisnya mengacung tepat dimukanya yang langsung menyambarnya dan mengulumnya dengan nikmat.
Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi…. luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang… apalagi mulut wanita berjilbab ini membuka siap menerima batang penisnya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya. Marco merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang penisnya yang sedang tegang dan dia sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan penisnya dengan mulutnya.
Tante milla dengan penuh nafsu mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan marco semakin tinggi.Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Marco merasa beruntung bertemu dengan Tante milla.
Tidak terpikirkan apa reaksi suaminya bila tahu perbuatan mereka.
marco merasa batang penisnya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Tante milla yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tante milla. Batang penis itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tante milla.
Demikian juga dengan marco, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu. Tante milla bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang penisnya hingga tuntas.
Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.

No comments:
Post a Comment