Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Monday, 1 January 2018

Perawan Anak SMP.

Aku perkenalkan dahulu cewek ini namanya Ayu, dia temannya Dian anak SMP sebelah rumah kost gue. Sore itu gue lagi nongkrong di depan kost sambil main gitar, hampir setengah jam gue di depan, Dian terlihat pulang tapi kali ini bersama teman-temannya. "Ehhh, Dian baru pulang sekolah ya? kenapa sampai jam segini? maen dulu ya?" gue becandain si dian. "Enggak kok mas, tadi ada les di sekolah", "oh gitu ya" gue jawab dengan santai. "terus bawa teman-teman banyak mau ada acara apa?" tanya gue lagi. "mau belajar kelompok mas, ehh kenalin dong mas temen-temen Dian!!" Dian nyuruh gue kenalan sama temen-temennya. "Ini mas Hady namanya” sahut Dian. salah satunya ya si Ayu itu, uhh cakep juga si Ayu ini masih kecil tapi bodynya sudah mantap beda ama teman lainnya, dalam hati gue terpesona lihat si Ayu. "mas, Dian kedalam dulu ya!", "oh iya-iya…. belajar yang akur ya!" sambil tersenyum Dian masuk kerumahnya. Malam harinya gue ke rumah Dian karena memang gue sudah biasa main kesitu. Gue ngobrol dan becanda-becanda sama Dian, "ehhh, teman Dian yang namanya Ayu tadi manis juga ya?" ,"kenapa mas? naksir ya?" dasar si Dian gak bisa jaim dikit, ceplas-ceplos "Dian punya nomer handphone-nya gak? mas minta ya?" Dian pun masuk ke kamar dan keluar membawa handphone, "ini cari saja sendiri yang di namain Ayoe ya mas.." kata Dian. Gue langsung catat nomornya si Ayu. "Sudah mas?" tanya Dian. "Sudah nih? makasih ya… besok mas beliin coklat deh" ,"bener ya mas!" kata Dian bersemangat karena coklat memang kesukaan dia banget. Tanpa berlama-lama gue coba WhatsApp si Ayu, "hei Ayu lagi ngapain? masih inget gue gak? tadi gue yang dikenalin Dian waktu kamu main ke rumahnya". ehh si Ayu pun balas sms gue "ohh iya ayu masih ingat dong, kan baru tadi.. hehehe.." WhatsApp pun berlanjut terus. sehari, dua hari, tiga hari gue sama Ayu WhatsApp'an, Gue coba iseng ngajak dia keluar. Gak gue sangka dia mau gue ajak keluar. hari minggu gue sama Ayu janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pakai motor, gak terasa sudah sore banget dan waktunya pulangin si Ayu. tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya, Ayu bilang "sudah mas sampai sini saja nganternya!". gue tanya "kenapa? mas gak boleh tau rumah Ayu ya?", "gak apa-apa kok mas lain waktu kan bisa…" , "ohh ya sudah, besok maen lagi ya?" ajak gue. "Iya mas…" jawab Ayu…. Selang beberapa hari Ayu maen ke rumah Dian, gue kebetulan ada di depan rumah Dian, "ehh mas Hady, Dian ada dirumah gak mas?" tanya Ayu. "ohh tadi ada di belakang, masuk saja!" sekalian minta dia mampir ke kost gue, "nanti mampir ke tempat mas ya!" dia cuma senyum-senyum… Gue masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer gue, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi entah kemana jadi kost sepi banget kaya kuburan. Sambil tiduran otak ngeres gue jalan, bayangin si Ayu ada di kamar gue dan gue bisa have a fun sama dia berdua di kamar. gak tahan bodynya… masih kecil tapi sudah montok semua, depan belakang mantap… Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil nama gue. "mas…mas Hady…" gue bangun dari kasur dan keluar, gue kaget ternyata si Ayu yang ada di depan. "Ayu, ada apa? Dian gak ada ya?" tanya gue ."ada kok mas tadi cuma bentar di rumah Diannya. Sekarang Ayu boleh main di sini gak mas?", "Ohh, tentu boleh dong... masa gak boleh" dalam hati gue pun berkata “pucuk di cinta Ayu pun tiba”, kami pun masuk ke dalam rumah kost. Rumah kost gue memang disediakan tempat buat terima tamu tapi jarang dipakai karena biasanya anak-anak kalau terima tamu langsung di kamar masing-masing, lebih santai katanya. "mau di sini saja apa di dalam Ayu?" gue coba tawarin ke Ayu. "Sudah disini saja mas.." jawabnya. kami pun ngobrol ini itu, saat asik ngobrol, bercanda, gue pun mulai nakal pegang-pegang tangan Ayu lalu gue beranikan cium pipinya. Ayu kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu. "ihhh mas kok nakal sih…" sambil mukul-mukul gue. Gue pegang tangannya dan gue cium pipi yang satunya, wajah Ayu pun makin memerah. gue elus pipinya dan mau gue cium bibirnya, "gak mau ahhhh mas…" katanya. tapi gue tetap maksa cium dia dan akhirnya bibir manisnya berhasil gue lumat perlahan, Ayu pun memejamkan mata menikmati ciuman dari gue.. gue tambah bernafsu menciumi bibir Ayu dan mulai memainkan lidah gue. beberapa saat kami berciuman, gue lepas ciuman gue. "Ayu di kamar saja yuk! ajak gue. "nanti takut ada orang yang lihat kalau disini.." Ayu cuma diam dengan wajah yang masih malu-malu, gue gandeng tangannya masuk ke kamar kost gue dan pintu gue kunci. "Kenapa dikunci pintunya mas?" tanya Ayu polos. "gak apa-apa…!!" jawab gue. Gue lanjutkan menciumi bibir Ayu sambil mendekap tubuhnya dan mulai meraba bodinya, meremas pantatnya. Saat gue coba meraba toketnya, dia mencoba menahan tangan gue tapi karena kalah kuat dengan gue, gue tetep saja berhasil meraba dan meremas-remas susunya sambil terus berciuman, tangan Ayu masih mencoba menahan tangan gue meraba kedua toketnya. Setelah cukup lama berciuman gue rebahkan tubuh Ayu di kasur dan gue menindih tubuhnya. Gue lepas ciuman di bibirnya lalu mulai menciumi lehernya, meremas lembut toketnya kiri dan kanan, gue coba buka kancing bajunya tapi Ayu mencegah "jangan mas..!" tapi tetep saja gue paksa buka kancing bajunya satu-persatu sehingga terlihat penyangga toketnya yang berwarna putih lalu perlahan gue lepas bajunya. Gue buka pengait Bra-nya sambil menciumi bibir dan leher Ayu dan melepasnya dari tubuh Ayu. Terlihat payudara Ayu masih sangat indah, kencang dengan puting kecil berwarna kemerahan. Ayu hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat gue mulai menjilati puting dan meremas toketnya, terus bergantian kanan dan kiri dengan meninggalkan tanda merah bekas cupangan gue. Ayu pun semakin menikmati cumbuan itu, toketnya pun terasa mengeras tanda dia telah terangsang, terdengar desahan-desahan lirih dari bibirnya, kedua tangannya menjambak rambut gue. "emhh…ukhh…mas…". Gue lepas baju juga celana pendek gue, tinggal celana dalam saja yang kelihatan gak muat menampung penis gue yang sudah berdiri dari tadi. "ihh… mas kenapa di lepas semua..", "sudah sempit nih Ayu.." jawab gue. Gue kembali menindih tubuh Ayu dan kali ini gue cium lembut mulai dari kening berlanjut kedua matanya dan pipinya kembali melumat bibirnya, lehernya, toketnya lalu turun ke perut, desahan Ayu terdengar kembali "ehhh…. mas…mmmh…" lama gue bermain di daerah toket dan perutnya, gue coba buka kancing dan resleting celana Ayu, "mas jangan mas... Ayu gak mau.." cegah Ayu tegas. Gue coba ngertiin Ayu dan kembali menciumi bibirnya, setelah dua kali mencoba dan gak di izinkan, sambil gue lumat bibirnya tangan kanan gue kembali mencoba membuka resletingnya, ternyata kali ini Ayu hanya diam dan merelakan gue lepas celana panjangnya. Sekarang kami berdua hampir bugil dengan hanya memakai celana dalam. Gue ciumin pahanya, perutnya, toketnya, bibirnya dan menindih tubuh Ayu lagi, kali ini gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu sambil bermain lidah di mulut Ayu. Ayu sedikit mengangkangkan kakinya sehingga gue gampang menggesekkan penis gue. cukup dengan gesek-gesekan alat kelamin, gue kembali menciumi leher, toketnya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Ayu yang masih tertutup celana dalam. Ayu menggeliat keenakkan dan meremas rambut gue dengan keras waktu gue ciumi bagian memeknya.. "eehh…mhh…ehhhh..ahhh…." beberapa saat gue sudahi ciuman di memek Ayu dan melepas celana dalam gue. Ayu masih terbaring di kasur. "Mas pengin menciumi punya kamu, seperti kamu ciumi punya aku tadi dong.." minta Ayu merayu. Gue menggelengkan kepalanya. "ayo dong sayang!!" rayu gue. "Ayu belum pernah mainan itu..mas" jawabnya. "sekarang Ayu coba deh..!!". gue dekatkan penis gue ke wajah Ayu, "ayo sayang…!!" rayu gue lagi. Dengan malu-malu Ayu pegang penis gue dan dengan ragu Ayu ciumi penis gue. "uhhh.. enak sayang... sedot sayang.." Ayu pun mulai terbiasa dan tau apa yang harus di perbuat, Ayu mengocok penis gue di mulutnya. beberapa saat Ayu mengulum penis gue, dia bilang "mas, sudah ya mas….". "iya sayang…." jawab gue. kini giliran gue lagi membuat Ayu keenakkan, gue cium bibirnya dan menciumi memeknya lagi. Ayu mendesah keenakkan "ehhhmm..mmmhh….". saat Ayu sedang terbuai gue lepaskan celana dalamnya. tubuh Ayu yang tanpa penutup apa-apa itu benar-benar bikin gue gak tahan, putih, bersih dan mulus. Bagian memeknya baru mulai di tumbuhi rambut-rambut halus kelihatan seksi banget. Gue lumat lagi bibir Ayu sambil tangan gue mengelus-elus memeknya, gue pijit lembut klitorisnya. Gue beralih mencium dan memainkan lidah di memeknya, gue gigit ringan klitorisnya, Ayu menggeliat dan menjambak rambut gue dengan keras, "mas…. Ayu mau keluar…". Ayu mendapatkan orgasme pertamanya, memeknya basah dengan cairan yang keluar. "akhhh….ehhhmmm…" Ayu terus mendesah karena orgasmenya. "Ayu mau yang lebih enak lagi?" tanya gue setengah merayu. "Gimana mas?.." tanya Ayu polos. "caranya mas masukkan punya mas ke memek Ayu…", "gak mau ah mas… kan belum boleh.. sakit katanya mas" jawabnya. "gak kok gak sakit... enak banget malah…" rayu setan gue. Ayu hanya diam dan gue mulai mencumbunya lagi. "mas masukan sekarang yah…", bisik gue di telinganya. Kakinya gue kangkangkan, terlihat wajah ragu Ayu saat gue arahkan penis gue ke memeknya, gue cium dulu kening dan bibir Ayu.. gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu yang masih basah oleh cairan orgasmenya dan memulai penetrasi penis gue sedikit demi sedikit, memeknya terasa sempit banget walau baru kepala penis gue yang masuk ke lubang senggamanya, gue keluarkan penis gue dan penetrasi lagi lebih dalam. "mas….sakit mas…" rintih Ayu. Gue cabut penis gue yang belum ada setengahnya masuk ke lubang memek Ayu. Gue cium lagi bibir Ayu… "tahan ya sayang…!!" bisik gue. kembali gue penetrasikan penis gue perlahan lebih dalam dan lebih dalam lagi, terlihat darah keluar dari memek Ayu.
Ayu menjerit kesakitan "akhh…sakit mas…" kini penis gue benar-benar ditelan dan terasa terjepit lubang senggama Ayu, terlihat setitik air mata mengalir dari sudut matanya. Wajah Ayu masih menahan sakit karena keperawanannya robek oleh penis gue. Gue diam beberapa saat agar Ayu mampu menguasai sakit di memeknya sambil menciuminya. setelah dia agak tenang, gue mulai menarik dan mendorong penis gue,maju-mundur perlahan. gue terus mengocokkan penis gue di memeknya perlahan, terasa lubang senggama Ayu sudah bisa menerima penis gue, gue percepat gerakan penis gue. Ayu pun sudah tidak lagi merintih kesakitan tapi berbalik mulai merasakan kenikmatan.. "akhhh…ukhh…mas..akhh.." desah Ayu keenakan. gue ciumi bibir Ayu sambil terus mengocok penis gue di memeknya. "ukhhh…akhhh...ehhmm…" desahan nikmat kami berdua. Ayu mendekap erat tubuh gue, "Ayu…mau keluar lagi…" bisiknya, terasa cairan hangat menyemprot kepala penis gue, Ayu orgasme yang kedua kali. penis gue terus keluar masuk di memek Ayu. Beberapa saat setelah Ayu orgasme yang kedua, gue merasa sudah hampir mencapai orgasme. Gue mempercepat gerakan penis gue.. "mas udah mau keluar Ayu.." , "akhhh….uhhh.. Ayu juga…" ternyata Ayu orgasme duluan. merasa sudah di pucuk, gue cabut penis gue dan menumpahkan sperma gue di perut Ayu. "akhh…mmmmhh…" kami berdua terkulai berdampingan, gue menyeka keringat di kening Ayu dan mengecupnya. "makasih ya sayang…" bisik gue, Ayu hanya tersenyum kecil. gue bersihkan sperma di tubuh Ayu yang terkulai lemas dan darah di memeknya dengan handuk kecil. "bobo saja bentar sayang, nanti mas bangunkan.." kata gue. tak lama Ayu pun terlelap dan gue tutupi tubuhnya dengan selimut. gue pandangi wajah Ayu, "memang manis banget anak ini, beruntung banget gue bisa dapatkan dia" dalam hati gue berkata. Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, gue cium pipi Ayu buat bangunkan dia. "bangun sayang sudah sore.." kata gue. Ayu pun bangun, saat akan berdiri Ayu masih merasa perih… kasihan.. guakguakguak,,,
Salam.
*********
Cerita lainnya Disini

No comments:

Post a Comment