Perkenalkan nama saya Rendi,
Saya bekerja sebagai dokter ahli kandungan di sebuah Rumah Sakit swasta di kota XXX.
Umur saya saat ini 27 tahun,
Tinggiku 170 cm, dan memiliki body atletis, karena kebetulan saya hobby olah raga dan fitnes.
Di kota ini saya tinggal sendiri di sebuah rumah yang saya beli dari hasil kerja selama ini, yah walaupun masih kredit lumayanlah untuk seorang dokter bujangan.
Singkat cerita, pada suatu hari ada sepasang suami istri datang untuk berkonsultasi tentang kandungannya yang aku perkirakan berusia 3 bulan. Pada awalnya mereka ingin memeriksakan kondisi kandungannya, namun pada akhirnya mereka menceritakan semuanya kepadaku,
Mereka ingin sekali untuk menggugurkan kandungan tersebut dengan alasan jarak kehamilan terlalu dekat, awalnya aku tidak percaya jika mereka adalah suami istri, karna saya melihat umur mereka baru sekitar 21 tahunan. Mungkin karena aku orangnya mudah akrab dengan siapapun, saya pun mencoba untuk melakukan pendekatan pada mereka,,,
Dan berkat caraku membiasakan diri untuk pendekatan kepada pasien, mereka akhirnya mengakui jika anak yang di kandung itu adalah hasil hubungan gelapnya, karena mereka belum siap untuk menikah dan masih duduk di bangku kuliah.Disitulah awal keisenganku mencoba menyelam sambil minum susu .
Di tambah ketika aku melihat wanita itu memiliki tubuh yang indah, kulit yg putih bersih, dan memiliki payudara besar, yah mungkin sekitar 36B.
Pada saat itu mereka memohon kepadaku untuk membantu mereka menggugurkan kandungan itu.., dan aku pun mencoba untuk menenangkan mereka berdua.
“ Apakah kalian yakin untuk menggugurkan kandungan ini. “ Ujarku..
“ Iya dok, tolong bantu kami, kami belum siap punya anak” mereka menjawab..
“Baiklah, tapi kalian juga nantinya harus jaga rahasia ini jangan sampai orang lain tahu” ujarku mencoba menenangkan suasana..
“ Baik dokter.., lalu apa yang harus kami lakukan, dan kapan dokter akan melakukan prosesnya? “ tanya mereka.
Demi kemanan dan terjaganya karirku sebagai dokter, akupun meminta nomor handphone mereka, dan mereka pun memberikannya.
“ Nanti saya yang akan menguhubungi kalian “ kataku..
“ Baik dokter, kami tunggu kabar dari anda selanjutnya, kalau begitu kami permisi dulu dokter”
Hari itu sore pun tiba, sudah saatnya saya pulang dari kantor…
Dan pada saat dirumah, saya mencari siasat bagaimana saya bisa menyetubuhi wanita hamil itu !!! Dan terlintaslah otak nakalku untuk melancarkan aksiku untuk meniduri wanita itu.
Setelah semua saya siapkan pelatan dan obat-obatan yang di perlukan, saya pun mencoba menghubungi pasangan tadi dengan menggunakan private number, karena saya tidak mau nanti karir saya berantakan. Dan tidak lama kemudian, terdengar suara wanita yang menjawab..
“ Hallo, dengan siapa ini ?? tanya wanita itu di telfon dengan nada suara yang agak berat..
Mungkin wanita ini baru bangun tidur, pikirku..
“Saya dokter Rendi, yang tadi siang” ujarku menjawab..
“ Ooh iya dokter, jadi bagaimana dokter untuk prosesnya ? Tolong dokter kalau bisa secepatnya, karna saya takut nanti bertambah besar perut saya
“ Mbak tenang saja, apa kita bisa bertemu malam ini untuk membicarakan prosesnya ?
“ Bisa dokter, dimana kita bisa bertemu dokter? Jangan panggil mbak, panggil saja nama saya Desi “ tambah wanita itu.. “
Dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu di sebuah tempat di pinggiran kota pada jam 8 malam.
Setelah jam menunjukan pukul 7.30 malam aku pun berangkat dengan mengendarai mobilku yang kebetulan sengaja aku pasang penutup plat transparan tapi agak berwarna gelap, jadi tidak jelas terlihat pada malam hari.
Setelah aku sampai di tempat tersebut, rupanya mereka telah menunggu kedatanganku. Sebelum turun dari mobil, aku mencoba memberhatikan sekeliling tempat itu, dan memastikan keadaan aman dan tidak ada yang mengenaliku.
Dan akhirnya kami pun duduk di sebuah warung tenda yang suasananya masih sepi, karena biasanya tempat tersebut ramai pengunjung jika waktu sudah agak malam. Dan akhirnya saya pun mencoba menjelaskan proses kerjanya..
“Saya mengatakan kepada mereka, proses ini mungkin akan agak memakan waktu yg lumayan lama, sekitar 4-5 jam, dan untuk prosesnya saya akan memasukan obat melalui vagina, dan saya hanya ingin proses ini di lakukan di rumah saya sampai janin itu keluar dan sampai proses pembersihan rahim, tapi dengan syarat tuan tidak boleh ikut dalam prosesnya nanti, demi menjaga keamanan semuanya, dan yang menjamin keselamatan pacar tuan.”
Setelah mereka berdua agak lama berpikir, akhirnya mereka tidak keberatan dengan cara kerja yang saya tawarkan. Mereka pun menjawab “yang penting dokter bisa mengeluarkan janin ini, dan kami bisa melanjutkan kuliah. “
Aku sangat senang juga dengan keputusan mereka, tinggal satu langkah lagi untuk bisa mencicipi tubuh molek wanita cantik ini .. “dalam hatiku”.
Dan merekapun meminta proses di lakukan malam ini juga…
Saya pun menyetujuinya…tanpa menunggu waktu lama akhirnya wanita itu masuk ke dalam mobilku..
Kami pun meluncur menuju rumahku yang berada tidak jauh, tapi lagi-lagi demi keamananku, aku mencoba memutar-mutar jalanan agar tampak jauh… Di perjalanan aku memberikan penutup mata yang telah saya siapkan kepada wanita itu.
Awalnya Desi agak takut, dan setelah saya jelaskan demi kemananan, akhirnya dia pun menggunakan penutup mata tersebut. Di perjalanan mataku sesekali memandang tubuh wanita cantik yg sedang duduk di sampingku…akupun sudah tidak sabar lagi ingin merasakan tubuh wanita itu. Akhirnya kami sampai di garasi rumahku, dan akupun langsung membuka pintu garasi lalu memarkirkan mobilku di dalam garasi yang kemudian aku tutup lagi untuk menghindari tetangga melihatku.
Dan akhirnya kubuka penutup mata itu, dan ku ajak wanita itu masuk ke dalam rumahku. Sesampainya di dalam rumah, kubuatkan wanita itu teh hangat untuk mencoba membuat wanita itu agak tampak lebih rileks.
Setelah beberapa saat, akupun mencoba mengajak ngobrol Desi, ya hanya sekedar obrolan ringan, yang kadang aku selingi dengan obrolan-obrolan yang agak privacy, kadang juga aku mencoba untuk membuka obrolan tentang sex, walaupun aku lihat, dia masih agak malu-malu untuk menceritakan kehidupan sex dengan pacarnya… Dan agak beberapa lama, akhirnya Desi pun tanpa malu-malu menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Dari pembicaraanku dengan Desi, aku menangkap kalau wanita ini memiliki nafsu yang besar.
Lagi-lagi mataku tertuju ke arah buah dada besar yang masih terbungkus baju di depan mataku…
Mungkin saat itu Desi tahu jika aku sedang memperhatikan tubuhnya, diapun mencoba mengambil bantal kursi dan mencoba menutupi buah dadanya yang indah itu dengan bantal kursi itu..
Dan sampai akhirnya, aku ajak Desi masuk ke ruang praktekku…
Dan aku perintahkan Desi untuk membuka celana panjang dan Celana Dalam yang dia kenakan, dengan rasa canggung, Desi pun menuruti perintahku karena dari awal dia telah meyanggupi proses yang telah aku beritahukan sebelumnya…
Mataku tak dapat berkedip ketika Desi mulai membuka kancing dan resleting, dan kemudian di turunkannya pelan-pelan celana itu sampai terlepas semuanya, dan nampaklah sepasang kaki yang indah, putih, dan sangat mulus.. Akupun hanya dapat menelan ludah pada saat itu..
Sampai akhirnya dibukalah Celana Dalam merah muda yang dia kenakan..kembali mataku tak dapat berkedip menyaksikan keindahan vagina tanpa bulu yang sudah terpampang di depanku… Desi pun mencoba menutupi vaginanya dengan celananya..
kemudian aku suruh Desi berbaring di atas tempat tidur yang ada di ruang praktekku… Setelah itu aku mencoba menyibak celana yang di gunakan untuk menutupi vagina itu,.. Dengan muka memerah malu, Desi pun akhirnya melepaskan celana itu, dan nampaklah jelas kemaluan Desi yang indah tanpa bulu..
‘’ Hmmmm….rajin sekali wanita ini mencukur bulu kemaluannya sampai sebersih itu” ujarku dalam hati sambil kembali menelan ludah..
Nafsuku sudah mulai naik dan tanpa di komando, penisku pun mulai berdiri dengan sendirinya walaupun belum terlalu tegang, dan agak nampak menonjol..
Sebelum melakukan proses, aku meminta izin terlebih dahulu kepada Desi untuk mencoba memeriksa vaginanya, untuk memudahkan memasukan obat perontok janin ke dalam rahimnya,, Desi pun hanya menganggukan kepalanya.. Sebenarnya itu hanyalah trikku saja agar bisa menikmati Kemaluan Desi dengan jariku,,,
Perlahan-lahan aku mulai menyentuhkan jariku ke vaginanya, dan ku usap vagina itu pelan-pelan..
“ sssssttttt………uuuuuhhh… .” aku mendengar Desi merintih pelan
Mendengar rintihan itu, aku semakin bersemangat memainkan kemaluan wanita ini.
Rintihan Desi pun semakin lama semakin terdengar jelas dengan nafas yang agak memburu..
“ Eeeeeeehhh….Aaaaahhhh.....yesssssss dokter “ suara rintihan desi yang semakin terdengar jelas…
Kulihat juga Desi menggigit bibir bawahnya dan kadang meremas payudaranya sendiri yang masih terbungkus kaos pink yang di kenakannya.
Agak lama aku memainkan vaginanya, aku melihat kemaluan Desi telah basah oleh cairannya, menandakan Desi menikmati proses itu…
Beberapa saat kemudian aku keluarkan jurus terakhirku, aku berkata kepada Desi “ Des, rahim kamu masih kering, terlalu beresiko untuk melanjutkan proses ini…
“ Lalu bagaimana dokter solusinya ? tanya Desi.
“Tenang, saya akan bantu untuk mempercepat proses ini, tapi kamu harus janji tidak menceritakan kepada siapapun, termasuk dengan pacar kamu ? Dan sekarang kamu buka semua pakaian kamu, perintahku..
“ Baik dokter, saya janji, tapi kita tidak ML kan ?? tanya Desi lagi sambil membuka kaos pink dan bra yang di kenakannya…
Dan akupun hanya tersenyum saja dan tidak menjawab pertanyaan Desi yang terakhir..
Tanganku kembali bergerilya di kemaluan Desi yang dari tadi sudah basah oleh cairan lendirnya…
Desi pun kembali terangsang dan mulai merintih dan mendesah dengan nafas yang tak beraturan..
“Ooooohhhhhhh dokter…ssssstttttt”
Lalu aku tundukan kepalaku mendekati vagina itu, dan kemudian perlahan aku ciumi….
Ooohh…wangi sekali vagina wanita ini, membuat aku semakin terangsang.. Dan aku pun mulai menjilati vagina itu dengan rakusnya… Kedua tanganku meraih buah dada Desi yang sudah sangat menantang..
“ Uuuuuhhh….Oohhhhh…enak dok…terus dok “mulut desi tak henti-hentinya mendesah keenakan…..yang membuat penisku semakin keras di buatnya…
Sambil tetap menjilati vagina itu, aku buka satu per satu pakaianku, sampai akhirnya tanpa disadari Desi kami pun sama-sama bugil… Perlahan lidahku kuarahkan ke perutnya, sampai akhirnya lidahku ke puncak gunung kembar milik Desi.
Aku mulai menjilati puting gunung kembar itu satu persatu… Suara rintihan Desi pun semakin jelas terdengarr di terlingaku ..
“ Oooooohhh my good…enak banget dokter…oooouuhhhhhh…..terus dokter”
Dan kemudian tangan desi kuraih, dan ku arahkan ke penisku…
Aku melihat Desi agak membuka matanya, dan sedikit kaget melihat aku telah bugil… Namun tak dapat di pungkiri, Desi pun kagum melihat ukuran penisku yang besar. Aku dapat melihat itu dari tatapan mata Desi yang tidak lepas dari penisku…kemudian perlahan di genggam dan di kocok-kocok penisku… aku teruskan kembali mengulum, menjilati puting Desi..dan kemudian Desi aku tarik dari tepat tidur itu dan aku beri isyarat untuk mengulum penisku yang sudah keras.Akhirnya Desi mengerti apa yang kuinginkan. Dibukanya mulut Desi, dan memasukan penisku ke dalam mulutnya. Ternyata tidak semuanya dapat masuk ke dalam mulut Desi..
“Besar banget punya dokter, Desi suka banget dokter “
Kemudian di kulumnya lagi penisku, dan dijilatin sampai penisku basah oleh air liur wanita itu…
Sekitar 5 menit penisku di kulum Desi, kutarik Desi kembali berbaring di ranjang, dan ku lebarkan pahanya…perlahan tapi pasti ku masukan penisku ke dalam vagina wanita itu…
“Dokter….pelan-pelan…..enak banget punyamu dokter, Desi pengen di masukin dokter”
Akupun kembali memasukan penisku lebih dalam lagi, dan akhirnya tertelanlah penisku di dalam vagina itu, walaupun tidak muat masuk semua, namun aku sangat menikmati kenikmatan ini..
Sungguh masih nikmat sekali vagina Desi, masih sempit…
Sambil aku keluar masukan penisku di dalam vagina itu, kubisikan di telinga desi “Kamu suka penisku sayang?? “
“ Desi suka banget dokter..Oooohhhh punya Desi betah di masukin punya dokter..…”
“Desi belum pernah di masukin yang sebesar ini..… Desi pengen yang lama di masukin punya dokter.””
Tak lama kemudian, kurasakan otot vagina Desi mulai mengencang, menandakan wanita ini akan segera mencapai puncaknya…
Akupun membantu Desi untuk mencapai klimaksnya dengan mempercepat tusukan penisku..
Tak lama kemudian Desi memelukku erat dan di barengi desahan yang kuat…
“oooooooowwwwwwwwwwwwhhhhhhhhhhhhh aku keluar dokter. Nikmat banget penis dokter....
Desi pun lemas bagai daging tak bertulang, hanya lemas terlentang di ranjang praktek itu..
Sejenak kubiarkan penisku terbenam di dalam kemaluan Desi, sampai wanita itu dapat kembali siap menerima serangan penisku.
Aku lihat wanita itu sudah mulai pulih tenaganya, dan kembali aku keluar masukan penisku kedalam vagina Desi yang sangat nikmat menjepit penisku.
Tiba-tiba Desi menghentikan gerakanku, dan melapaskan penisku…rupanya Desi ingin aku di gantian berbaring di ranjang itu, dan posisi kini Desi mengangkangiku dan pelan-pelan di masukannya penisku ke dalam vaginanya…
“OOOoooohhhhh….ssssttttt…..ENAK BANGET PUNYA KAMU DOKTER”
“ AKU Mau Dipuasin Pakai Jarum Kenikmatanmu Dokter….”
BLLEeeeeesp….Blllleessspp… .” bunyi beradunya kelamin kami….
“Ayo Desi Sayang….Puaskan Diri Kamu Sayang…” kataku
“Desi Puas Banget Sama Dokter…..Oooohhhhhhh.......yes”
Desi tidak henti-hentinya meracau..sambil menggoyangkan pantatnya maju mundur, dengan kedua tangannya meremas payudaranya sendiri….
Akupun tidak tinggal diam, kuremas-remas buah dada Desi yang besar lalu kuhisap putingnya yang berwarna merah kecoklatan..Desi pun makin beringas menggoyangkan pantatnya maju munduur dengan sangat cepat…
Dan akhirnya Desipun orgasme yang ke 2x nya….
“AWWWHHHHHHHHH…AKU KELUAR LAGI…”
“HUUUFFFTTT ENAK BANGET PUNYA DOKTER”
“ OoooooooHHHhhhhhHH…..AAAAhhh hhhhhhh….”
Kurasakan cairan hangat menyembur membasahi penisku…
Dan kali ini aku sangat bernafsu sekali menyetubuhi Desi….
Aku baringkan Desi di ranjang, lalu kakinya aku juntaikan ke pinggir ranjang…
Pelan-pelan kumasukan lagi penisku lalu aku percepat gerakanku keluar masuk lubang kenikmatan wanita itu….
PLOOOKK..PlOOOKK..PPLOOOk….
bunyi beradunya kelamin kami yang menambah gairahku menusuk lubang itu..
Setelah sekitar 10 menit penisku keluar masuk di dalam vagina itu..kurasakan penisku akan orgasme…
Ku remas payudara wanita itu, dan kupercepat gerakanku…
“Desi sayang..aku mau keluar..””
“Iya Dokter…Keluarin Yang Banyak Di Memekku…Aku Juga mau Keluar Lagi....””
Dan akhirnya tidak dapat kutahan puncak kenikmatan itu…
Kulihat tangan Desi meremas sprei dengan kuat, dan aku tahu diapun orgasme yang ke tiga kalinnya….
“OOOOHHH DESSSSIIII AKU KELUAR”
“DESSI JUGAA KELUAR SAYANG”
“CRRROOOTTTTT…CCRROOOTTTTT.. ..CCREEEEETTT,..”
Menyemburlah cairan hangatku ke dalam vagina Desi..sampai kulihat ada yang tertumpah ke bibir vagina Desi.Setelah itu ku cium kening dan bibir wanita itu, kembali kami berpagutan sesaat.Kulihat wajah Desi yang penuh senyum kepuasaaan.Setelah kami ke kamar mandi membersihkan diri…lalu akupun mulai bekerja memasukan obat untuk menggugurkan kandungan itu ke rahim Desi…
Sebelum Desi ku antarkan ke tempat pacarnya, Desi sempat berkata kepadaku..
“Kalau Desi kangen sama dokter, boleh Desi telfon dokter ?? “ tanya Desi
“Saya siap melayani Desi kapanpun Desi mau…!!! “jawabku…
Setelah 2 hari aku memasukan obat itu, aku mendapat telfon dari Desi, “ berkat bantuan dokter, janin itu sudah keluar…tapi Desi pengen terus jadi pasien dokter “
Setelah kejadian itu, tanpa sepengetahuan pacarnya Desi, kami sering bertemu dan sering bersetubuh lagi. Kadang kami lakukan di rumahku, kadang di mobilku…pernah juga kami lakukan di sebuah pulau yang tak jauh dari Kota XXX yang sepi penghuni…...
************
Cerita lainnya Disini
No comments:
Post a Comment