Naysilla sebut saja namanya, dia sekolah di SMA di Yogya. Anaknya lugu dan baik hati. Tapi dibalik keluguan itu nafsu sex-nya besar sekali dan benar-benar hot! Hampir tiap minggu aku ke Yogya dan main ke kost Naysilla. Kost dia punya aturan yang cukup ketat sebagai kost putri di Yogya, tamu untuk siang hari dibatasi jam 08.00 s/d 13.00 dan lanjut sampai 17.00 s/d 22.00. Di hari minggu saat aku ke Yogya waktu sudah menunjukan pukul 12.00 berarti aku cuma ada waktu 1 jam di kost-nya, walau ketat aturannya tapi teman yang bermain boleh masuk ke kamar dengan catatan pintu tidak boleh ditutup rapat-rapat. Waktu satu jam itu aku manfaatkan dengan baik untuk mencumbunya, aku menggerayangi sekujur tubuhnya dari ujung rambut sampai kakinya, kami saling bergumul bak berkelahi saja. Kebetulan tempat tidurnya tepat di belakang pintu kamar. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 1 siang, terpaksa kami hentikan permainan yang tanggung itu. Dan dengan berat hati kami berbenah ruangan yang sudah seperti kapal pecah! "Mas Robby ke kost-nya Agus ya?" tanya dia sambil membetulkan kancing bajunya. "Iya, mau ikut" tanyaku. "Malas.. Panas!" Kami saling pandang seolah tidak terima dengan perpisahan yang sesaat itu. "Gimana kalau kita tidur disini saja" bisiknya. "Terus?" "Ya, kita kunci saja kamar dari dalam, biar Ibu kost gak tau..!!! Pura-pura saja lagi tidur kan beres?", "Ha.. Gila kamu" kataku pendek. "Mas Robby juga capek baru dari Wonosobo, nanti di Kost Mas Agus gak bisa istirahat, paling juga bengong". Aku terdiam sejenak, "benar juga.." pikirku. "Benar gak takut sama Ibu kost?" "Siapa takut.." "Okelah, tapi nanti aku mau ke kamar mandi dulu sebentar". Sepulang dari kamar mandi aku lihat dia sudah ganti pakaian tidur dengan lengan terlihat mulus, kuning kecoklatan. "Nay tutup pintunya ya Mas" "Hemmm.." aku baringkan badanku di kasur yang empuk, dan dia di sampingku sambil memelukku seolah tak mau kehilangan aku. "Aduh.." tiba-tiba saja dia bergumam. "Ada apa?" "Kurang ajar nih semut gigit paha aku" ujarnya sambil menyingkap daster bawahnya. "Wah benar kurang ajar tuh semut aku saja belum pernah gigit paha kamu Ehhh dia sudah duluan.." "memang mau gigit, tapi habis gigit mesti mati ya.. Hi.. Hi.." "Tu kan Mas, jadi merah.. Emang kurang ajar semut itu" "Sini Mas Robby cium biar sembuh.." jawabku layaknya orang pacaran yang sok pahlawan. "Gombal.."
Sambil iseng aku lihat pahanya yang digit semut itu dan, 'Wow.. Mulus juga nih paha" batinku. Aku usap paha itu dengan lembut beberapa kali, dan tiba-tiba saja aku cium paha itu. "Iihh geli Mas.." Suara itu membuat birahiku naik..!!! "Geli apa enak?" bisikku, tanganku mulai menggerayangi buah dadanya. Dia diam saja, tanganku mulai aku selipkan dibalik bajunya dan menggerayangi pentil susu-nya yang sudah mulai mengeras. Sementara tangan kiriku mulai menyelinap dibalik celana dalamnya dan aku gesek-gesekkan pada memeknya. Aku singkap dasternya ke atas sehingga terlihat jelas gundukan memek-nya di balik celana putihnya. Dia diam saja. Sedikit demi sedikit mulai aku tarik celana dalamnya ke bawah. "Ayo terus kalau berani.." tiba-tiba saja dia berkata, aku sempat kaget dengan celetukannya itu. Dalam sekejap saja sudah aku, dia telanjang. "mulus..!!" Tanpa banyak acara lagi aku juga ikut telanjang, aku gesek-gesekkan kontolku ke memek-nya. Nikmat rasanya, tapi aku tak berpikir yang lain cukup gesek-gesek saja. Sambil bercanda dia bilang, "Ayo kalau berani di masukkan Mas". "Gila kamu.." "Hi.. Hi.. Takut ya..""kenapa harus takut?" "Coba saja.." Aku tahu dia cuma bercanda karena selama ini kita pacaran memang sangat berhati-hati. Tapi dia terus mengejekku.. Akhirnya tergoda juga aku. Aku masukkan kepala kontolku ke memeknya yang jelas sudah basah, tapi aku masih ragu. Tapi terasa sangat hangat dan luar biasa. Aku masukkan sedikit lagi dan hampir separuh kontolku sudah masuk. "Mas jangan.. Ingat ya.. Jangan..". katanya. "Kenapa.. Kamu takut ya". "Jangan Mas, keluarkan" pintanya pelan. Aku terus menggesek-gesekan-nya, nikmat rasanya! Tiba-tiba saja dia menggeser pantatnya ke samping dan mendorong pahaku. Kontolku terlepas, kami saling berpandangan sejenak. "Mulai nakal ya?" "Habis di tantang sih.." Dia mencium lembut bibirku, aku balas dengan lembut dan kami saling berpelukkan erat, aku ciumi leher dan telinganya, dia mulai menggeliat aku terus menyerangnya perlahan lahan aku jilat juga buah dadanya dan terus aku merayap ke bawah sampai memek-nya. Bau anyir yang merangsang keluar dari memeknya, aku jilati memeknya, dia menggeliat nikmat, matanya terpejam. Aku semakin rakus melahapnya dan aku masukkan lidahku ke dalam memeknya. Dia menggeliat. "Ukhh.. Enak Mas", Aku tambah semangat. "Terus Mas.. Enak.." Aku lepas mulutku dan aku ganti dengan kontolku. Nafsu besar dan nikmat yang aku rasakan membuatku tak sabar memasukkan kontolku. "Aduh.. Pelan-pelan Mas", "ya.." Separuh kontolku sudah masuk, tapi susah sekali masuk lebih dalam. Aku tarik sedikit masuk lagi, mundur.. masuk.. Mundur.. Masuk tak terasa hampir masuk semua kontolku ke memeknya. Aku remas buah dadanya sambil aku ciumi lehernya, dia terlihat merem melek merasakan nikmatnya kontolku. Tiba-tiba saja ada yang menarik kontolku dari dalam memeknya dan nikmat sekali. "Akh.. Enak sekali sayang" "Tekan Mas.. Tekan lagi.. Pelan-pelan". Aku merasakan kontolku keras dan terasa membesar di dalam memek-nya, aku sodokkan kontolku dengan pelan tapi pasti, dan semakin terasa ada yang menarik-narik kontolku di dalam memek. "Akhh.. Sakit Mas.. Enak Mas.. Terus.. Terus.." Erangan itu membuat aku semakin mengencangkan pelukanku terhadap dia, aku peluk dia erat-erat dan dia juga memelukku erat sekali sambil menahan sakit tapi enak.. "Uuuhhh.." desis dari mulutnya sambil mengejang sekujur tubuhnya. "Ehmmhh.." badanku juga terasa mengejang nikmat sekali spermaku keluar dengan deras memasuki memeknya. Terasa hangat kontolku, nikmat dan tak bisa terucapkan dengan kata-kata hanya erangan nikmat dari mulut kami berdua. Tiba-tiba aku merasakan cairan hangat mengalir di pahaku, aku terkejut bukan main. Aku tarik kontolku dari memeknya. Mataku terbelalak melihat cairan itu. Darah...!!! "Nay..." "Mas.. Apa yang telah kita lakukan?" Pandangannya juga tampak kaget. "Maafkan aku Nay.." kataku. Tiba-tiba saja dia memelukku erat-erat. "Aku sayang Mas Robby", "Aku juga sayang kamu,Mau.." Aku rebahkan dia di kasur yang empuk, kami saling berpandangan. "Aku gak menyesal kok Mas, aku senang", Ah, lega rasanya mendengar kata-kata itu. Tok.. Tok.. Tiba-tiba saja pintu di ketok! Kami kaget bukan main, bingung mau apa. "Nay... Buka.. Tidur ya.." Kami tak bergerak cuma saling pandang, pelan-pelan kami mengambil baju masing-masing.
"Itu kakak'", "Diam saja Mas, pura-pura tidur & gak dengar!", "Nay, Ibu mau pinjam hairdryer" Badan ini rasanya panas dingin, kami tidak berani memakai baju karena takut berisik. "Kreeek.." Tiba-tiba saja pintu terbuka, ternyata kakak' punya juga kunci kamar kost Naysilla yang memang berdampingan. Rasanya dunia mau runtuh saat itu. "Nay... Mas.." kakak' seolah tak percaya apa yang di lihatnya. Cepat-cepat kakak' masuk dan mengunci kamar Naysilla, dan kakak' siap mengadili kami berdua yang masih telanjang. "Apa-apaan ini?" Sambil melirik tempat tidur yang berantakan dan ada noda darah keperawanan Naysilla. "Kak.. Maaf kan saya kak" ucapku pelan. "Saya yang bersalah kak, bukan Naysilla" "Kenapa Mas Robby lakukan? Aku sudah percaya sekali sama Mas Robby" sambil meneteskan butiran air mata kekecewaan. "Maaf kak.." Tiba-tiba saja kakak' memelukku yang masih telanjang..!!! dan kontolku menyentuh tubuhnya yang lebih kecil dari Naysilla. Pelukkan erat kakak' membuat kontolku berdiri lagi, dan aku bingung. "Celaka ini, tegang lagi" Naysilla pun ikut memeluk kami yang masih berpelukkan, buah dada Naysilla membuat aku tambah terangsang. Aku beranikan mencium bawah telinga kakak' yang masih terisak di pelukkan ku. Harum juga karena Kakak' memang baru selesai mandi. Aku tambah terangsang dan aku ciumi leher kakak', sedikit aku merasakan gerakan kakak' yang ternyata dia juga terangsang dengan ciumanku ditambah posisi telanjangku dan kontolku yang menempel di sekitar pusarnya. Aku mencoba mengencangkan pelukanku terhadapnya, sementara aku ganti mencium Naysilla yang juga memeluk kakak', Naysilla menyabut ciumanku dengan lahapnya sementara kakak' yang ada dalam pelukan kami berdua pada posisi ditengah karena memang Naysilla memeluk kakak' dari belakang dan saya dari depan. Tak ayal kakak' cuma menggeliat diantara kami, tanganku turun kebawah ke arah pantat Naysilla yang tepat dibelakang Kakak'. Aku tarik pantat Naysilla ke depan sehingga mendorong tubuh kakak' lebih merapat ke tubuhku dan menjepit kontolku. Aku goyangkan pantat Naysilla perlahan-lahan dengan harapan badan kakak' juga ikut bergoyang, dan harapanku itu terpenuhi. Badan kakak' bergoyang menggesek-gesek kontolku, tangannya bertambah erat memelukku. Tiba-tiba saja mulut kakak' mulai menyerang leherku, rupanya dia juga gak tahan melihat aku dan Naysilla semangat berciuman. Tanganku mulai berani meraba buah dada kakak' dan dia tidak menolak bahkan seolah-olah menikmatinya. Mata Naysilla memandangku dengan sorot tajam seolah melarang aku meraba kakaknya itu tapi aku pura-pura tidak melihat. Perlahan tanganku aku turunkan dan meraba memek Naysilla dengan tangan kanan, dan tangan kiriku mulai merayap dibalik celana dalam kakak'. Aku lihat Naysilla menikmati tanganku yang sudah meremas memeknya, dia terlihat memejamkan matanya. "Kesempatan" batinku. Memek kakak' pun tak lepas dari tangan kiriku dan lagi-lagi dia juga menikmatinya. Kakak' sedikit melorotkan badannya dan mencium pentil susuku yang kecil dan dia terus bergerak ke bawah sambil meremas kontolku. Dan sesaat kakak' sudah sibuk dengan mulutnya menikmati kontolku. Kakak' mendorong badanku hingga aku terjatuh di spring bed, Naysilla pun mendahului kakaknya memegang kontolku seolah dia tak rela kontolku di jamah kakaknya. Naysilla langsung memasukkan kontolku kedalam memeknya yang sudah basah dan sedikit noda darah masih ada, sementara kakak' harus puas melahap mulutku. Naysilla begitu semangat menggenjot kontolku dengan gerakan naik turun sambil mengerang kenikmatan. "Ukhh" Naysilla mengeluh sambil badannya mengejang, rupanya dia sudah keluar lagi. Kakak' yang melihat Naysilla sudah orgasme memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil posisi mengarahkan mulutnya ke kontolku dan memeknya diarahkan ke mulutku. Posisiku dan posisi kakak' saling berlawanan, kaki kakak' menjepit kepalaku sehingga aku dengan jelas melihat memek kakak' yang dipenuhi rambut tipis disekelilingnya. Sementara Naysilla ada di samping kami berdua sambil meremas-remas sendiri buah dadanya. Aku jilati memek kakak yang masih wangi karena habis mandi, aku masukan lidahku menyentuh dalam memeknya dan dia menikmatinya. "Enak Mas.. Terus.." Hampir saja aku tidak bisa bernafas karena dia menekankan memeknya ke wajahku, aku dorong sedikit pantatnya supaya aku bisa bernafas. Aku balikkan badannya, sehingga saat ini posisiku di atas kakak'. Aku tidak mau berlama-lama melakukan oral sama kakak', langsung saja aku masukkan kontolku ke memek-nya yang ternyata juga cukup kecil buat kontolku. Kakak' agak kesakitan tapi tidak protes. "Ahh.." Akhirnya kontolku bisa masuk hampir semuanya, dan kakak' merasa kesakitan dan menggeser sedikit pantatnya kesamping tapi tetap aku buru ke samping sambil sedikit menggoyang-nya. Kedua kaki kakak' diangkat menjepit pantatku seolah-olah dia ingin memasukkan kontolku lebih dalam lagi, aku berusaha memasukkan pelan-pelan dan agaknya lebih lancar karena memek-nya sudah basah. Kaki Kakak' menjepitku tambah kencang dan aku juga coba memeluknya lebih kencang. "Aahhh.." Kakak' melenguh dan nafasnya tersengal-sengal, ternyata dia mengalami puncak kenikmatan, aku rasakan badannya mengejang dan jepitan kakinya membuatku tak bisa bernafas tapi aku biarkan dia menikmati kenikmatan itu. Sedikit demi sedikit jepitan kaki dan pelukannya mulai lepas, giliranku sekarang untuk menikmati kenikmatan bersama kakak'. Aku balikkan badannya dan aku masukkan kontolku dari belakang dengan gaya doggy aku coblos memeknya. "Huuhh" nikmat sekali ternyata dengan gaya ini, aku menikmati sekali gaya ini. Kontolku keluar masuk ke memek-nya seolah tak ingin berhenti apalagi diiring desahannya yang pelan tapi sangat membuatku bernafsu. Hampir lima menit kontolku keluar masuk ke memeknya dan akhirnya.. "Aaahhh.. Nikmat kak.." badanku kejang.. Nikmat..! Aku peluk kakak' dari belakang sambil menikmati orgasmeku. Kontolku terasa membesar saat itu dan aku coba masukkan lebih dalam kontolku ke memek-nya. Tiba-tiba saja terdengar suara seperti air tumpah. Cek... reeeek.. Aku kaget tapi bersamaan suara itu kenikmatan yang jauh lebih nikmat dari sebelumnya! Aku kaget sekali saat aku rasakan ada air hangat mengalir di antara kontolku. "Jangan-jangan.." Cepat-cepat aku keluarkan kontolku dari memek kakak', Hah.. Benar dugaanku. Darah..!!! Ternyata kakak' juga masih perawan! berarti dalam 3 jam aku dapat dua perawan! Kakak Adik lagi! "Hebat!" dalam batinku. Ternyata aku laki-laki paling beruntung dapat 2 perawan sekaligus! Tak aku sadari aku lihat Naysilla di sampingku meneteskan air Mata dan memejamkan matanya yang sudah sembab! Aku baru sadar ternyata adegan ku dengan kakaknya dilihat tanpa sensor olehnya..!! Pacarku! Dan adegan itu aku lakukan dengan kakaknya..!!! Saat itu aku gak tahu harus berbuat apa! Aku hanya memeluk Mereka keluar dari kamar meninggalkan kami tanpa sepatah katapun. *****
Hari-hari berikutnya aku selalu membagi spermaku untuk mereka berdua untuk Naysilla dan Kakaknya, tapi saat itu aku selalu beranggapan Naysilla pacarku dan kakaknya adalah selingkuhanku! Semua ini aku jalani dari tahun 2004 sampai 2006. Karena sejak tahun 2006 kami putus! Saat ini Naysilla dan kakaknya sudah menikah, demikian juga dengan aku. Naysilla dapat suami orang Magelang dan kakaknya dapat tetangganya di Palembang. Walaupun begitu Aku masih sering melakukan sex by phone dengan Naysilla paling tidak seminggu sekali dan sex di hotel sebulan sekali. Kami masih bisa menikmatinya. Salam.
*************
Cerita lainya Disini
Sambil iseng aku lihat pahanya yang digit semut itu dan, 'Wow.. Mulus juga nih paha" batinku. Aku usap paha itu dengan lembut beberapa kali, dan tiba-tiba saja aku cium paha itu. "Iihh geli Mas.." Suara itu membuat birahiku naik..!!! "Geli apa enak?" bisikku, tanganku mulai menggerayangi buah dadanya. Dia diam saja, tanganku mulai aku selipkan dibalik bajunya dan menggerayangi pentil susu-nya yang sudah mulai mengeras. Sementara tangan kiriku mulai menyelinap dibalik celana dalamnya dan aku gesek-gesekkan pada memeknya. Aku singkap dasternya ke atas sehingga terlihat jelas gundukan memek-nya di balik celana putihnya. Dia diam saja. Sedikit demi sedikit mulai aku tarik celana dalamnya ke bawah. "Ayo terus kalau berani.." tiba-tiba saja dia berkata, aku sempat kaget dengan celetukannya itu. Dalam sekejap saja sudah aku, dia telanjang. "mulus..!!" Tanpa banyak acara lagi aku juga ikut telanjang, aku gesek-gesekkan kontolku ke memek-nya. Nikmat rasanya, tapi aku tak berpikir yang lain cukup gesek-gesek saja. Sambil bercanda dia bilang, "Ayo kalau berani di masukkan Mas". "Gila kamu.." "Hi.. Hi.. Takut ya..""kenapa harus takut?" "Coba saja.." Aku tahu dia cuma bercanda karena selama ini kita pacaran memang sangat berhati-hati. Tapi dia terus mengejekku.. Akhirnya tergoda juga aku. Aku masukkan kepala kontolku ke memeknya yang jelas sudah basah, tapi aku masih ragu. Tapi terasa sangat hangat dan luar biasa. Aku masukkan sedikit lagi dan hampir separuh kontolku sudah masuk. "Mas jangan.. Ingat ya.. Jangan..". katanya. "Kenapa.. Kamu takut ya". "Jangan Mas, keluarkan" pintanya pelan. Aku terus menggesek-gesekan-nya, nikmat rasanya! Tiba-tiba saja dia menggeser pantatnya ke samping dan mendorong pahaku. Kontolku terlepas, kami saling berpandangan sejenak. "Mulai nakal ya?" "Habis di tantang sih.." Dia mencium lembut bibirku, aku balas dengan lembut dan kami saling berpelukkan erat, aku ciumi leher dan telinganya, dia mulai menggeliat aku terus menyerangnya perlahan lahan aku jilat juga buah dadanya dan terus aku merayap ke bawah sampai memek-nya. Bau anyir yang merangsang keluar dari memeknya, aku jilati memeknya, dia menggeliat nikmat, matanya terpejam. Aku semakin rakus melahapnya dan aku masukkan lidahku ke dalam memeknya. Dia menggeliat. "Ukhh.. Enak Mas", Aku tambah semangat. "Terus Mas.. Enak.." Aku lepas mulutku dan aku ganti dengan kontolku. Nafsu besar dan nikmat yang aku rasakan membuatku tak sabar memasukkan kontolku. "Aduh.. Pelan-pelan Mas", "ya.." Separuh kontolku sudah masuk, tapi susah sekali masuk lebih dalam. Aku tarik sedikit masuk lagi, mundur.. masuk.. Mundur.. Masuk tak terasa hampir masuk semua kontolku ke memeknya. Aku remas buah dadanya sambil aku ciumi lehernya, dia terlihat merem melek merasakan nikmatnya kontolku. Tiba-tiba saja ada yang menarik kontolku dari dalam memeknya dan nikmat sekali. "Akh.. Enak sekali sayang" "Tekan Mas.. Tekan lagi.. Pelan-pelan". Aku merasakan kontolku keras dan terasa membesar di dalam memek-nya, aku sodokkan kontolku dengan pelan tapi pasti, dan semakin terasa ada yang menarik-narik kontolku di dalam memek. "Akhh.. Sakit Mas.. Enak Mas.. Terus.. Terus.." Erangan itu membuat aku semakin mengencangkan pelukanku terhadap dia, aku peluk dia erat-erat dan dia juga memelukku erat sekali sambil menahan sakit tapi enak.. "Uuuhhh.." desis dari mulutnya sambil mengejang sekujur tubuhnya. "Ehmmhh.." badanku juga terasa mengejang nikmat sekali spermaku keluar dengan deras memasuki memeknya. Terasa hangat kontolku, nikmat dan tak bisa terucapkan dengan kata-kata hanya erangan nikmat dari mulut kami berdua. Tiba-tiba aku merasakan cairan hangat mengalir di pahaku, aku terkejut bukan main. Aku tarik kontolku dari memeknya. Mataku terbelalak melihat cairan itu. Darah...!!! "Nay..." "Mas.. Apa yang telah kita lakukan?" Pandangannya juga tampak kaget. "Maafkan aku Nay.." kataku. Tiba-tiba saja dia memelukku erat-erat. "Aku sayang Mas Robby", "Aku juga sayang kamu,Mau.." Aku rebahkan dia di kasur yang empuk, kami saling berpandangan. "Aku gak menyesal kok Mas, aku senang", Ah, lega rasanya mendengar kata-kata itu. Tok.. Tok.. Tiba-tiba saja pintu di ketok! Kami kaget bukan main, bingung mau apa. "Nay... Buka.. Tidur ya.." Kami tak bergerak cuma saling pandang, pelan-pelan kami mengambil baju masing-masing.
"Itu kakak'", "Diam saja Mas, pura-pura tidur & gak dengar!", "Nay, Ibu mau pinjam hairdryer" Badan ini rasanya panas dingin, kami tidak berani memakai baju karena takut berisik. "Kreeek.." Tiba-tiba saja pintu terbuka, ternyata kakak' punya juga kunci kamar kost Naysilla yang memang berdampingan. Rasanya dunia mau runtuh saat itu. "Nay... Mas.." kakak' seolah tak percaya apa yang di lihatnya. Cepat-cepat kakak' masuk dan mengunci kamar Naysilla, dan kakak' siap mengadili kami berdua yang masih telanjang. "Apa-apaan ini?" Sambil melirik tempat tidur yang berantakan dan ada noda darah keperawanan Naysilla. "Kak.. Maaf kan saya kak" ucapku pelan. "Saya yang bersalah kak, bukan Naysilla" "Kenapa Mas Robby lakukan? Aku sudah percaya sekali sama Mas Robby" sambil meneteskan butiran air mata kekecewaan. "Maaf kak.." Tiba-tiba saja kakak' memelukku yang masih telanjang..!!! dan kontolku menyentuh tubuhnya yang lebih kecil dari Naysilla. Pelukkan erat kakak' membuat kontolku berdiri lagi, dan aku bingung. "Celaka ini, tegang lagi" Naysilla pun ikut memeluk kami yang masih berpelukkan, buah dada Naysilla membuat aku tambah terangsang. Aku beranikan mencium bawah telinga kakak' yang masih terisak di pelukkan ku. Harum juga karena Kakak' memang baru selesai mandi. Aku tambah terangsang dan aku ciumi leher kakak', sedikit aku merasakan gerakan kakak' yang ternyata dia juga terangsang dengan ciumanku ditambah posisi telanjangku dan kontolku yang menempel di sekitar pusarnya. Aku mencoba mengencangkan pelukanku terhadapnya, sementara aku ganti mencium Naysilla yang juga memeluk kakak', Naysilla menyabut ciumanku dengan lahapnya sementara kakak' yang ada dalam pelukan kami berdua pada posisi ditengah karena memang Naysilla memeluk kakak' dari belakang dan saya dari depan. Tak ayal kakak' cuma menggeliat diantara kami, tanganku turun kebawah ke arah pantat Naysilla yang tepat dibelakang Kakak'. Aku tarik pantat Naysilla ke depan sehingga mendorong tubuh kakak' lebih merapat ke tubuhku dan menjepit kontolku. Aku goyangkan pantat Naysilla perlahan-lahan dengan harapan badan kakak' juga ikut bergoyang, dan harapanku itu terpenuhi. Badan kakak' bergoyang menggesek-gesek kontolku, tangannya bertambah erat memelukku. Tiba-tiba saja mulut kakak' mulai menyerang leherku, rupanya dia juga gak tahan melihat aku dan Naysilla semangat berciuman. Tanganku mulai berani meraba buah dada kakak' dan dia tidak menolak bahkan seolah-olah menikmatinya. Mata Naysilla memandangku dengan sorot tajam seolah melarang aku meraba kakaknya itu tapi aku pura-pura tidak melihat. Perlahan tanganku aku turunkan dan meraba memek Naysilla dengan tangan kanan, dan tangan kiriku mulai merayap dibalik celana dalam kakak'. Aku lihat Naysilla menikmati tanganku yang sudah meremas memeknya, dia terlihat memejamkan matanya. "Kesempatan" batinku. Memek kakak' pun tak lepas dari tangan kiriku dan lagi-lagi dia juga menikmatinya. Kakak' sedikit melorotkan badannya dan mencium pentil susuku yang kecil dan dia terus bergerak ke bawah sambil meremas kontolku. Dan sesaat kakak' sudah sibuk dengan mulutnya menikmati kontolku. Kakak' mendorong badanku hingga aku terjatuh di spring bed, Naysilla pun mendahului kakaknya memegang kontolku seolah dia tak rela kontolku di jamah kakaknya. Naysilla langsung memasukkan kontolku kedalam memeknya yang sudah basah dan sedikit noda darah masih ada, sementara kakak' harus puas melahap mulutku. Naysilla begitu semangat menggenjot kontolku dengan gerakan naik turun sambil mengerang kenikmatan. "Ukhh" Naysilla mengeluh sambil badannya mengejang, rupanya dia sudah keluar lagi. Kakak' yang melihat Naysilla sudah orgasme memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil posisi mengarahkan mulutnya ke kontolku dan memeknya diarahkan ke mulutku. Posisiku dan posisi kakak' saling berlawanan, kaki kakak' menjepit kepalaku sehingga aku dengan jelas melihat memek kakak' yang dipenuhi rambut tipis disekelilingnya. Sementara Naysilla ada di samping kami berdua sambil meremas-remas sendiri buah dadanya. Aku jilati memek kakak yang masih wangi karena habis mandi, aku masukan lidahku menyentuh dalam memeknya dan dia menikmatinya. "Enak Mas.. Terus.." Hampir saja aku tidak bisa bernafas karena dia menekankan memeknya ke wajahku, aku dorong sedikit pantatnya supaya aku bisa bernafas. Aku balikkan badannya, sehingga saat ini posisiku di atas kakak'. Aku tidak mau berlama-lama melakukan oral sama kakak', langsung saja aku masukkan kontolku ke memek-nya yang ternyata juga cukup kecil buat kontolku. Kakak' agak kesakitan tapi tidak protes. "Ahh.." Akhirnya kontolku bisa masuk hampir semuanya, dan kakak' merasa kesakitan dan menggeser sedikit pantatnya kesamping tapi tetap aku buru ke samping sambil sedikit menggoyang-nya. Kedua kaki kakak' diangkat menjepit pantatku seolah-olah dia ingin memasukkan kontolku lebih dalam lagi, aku berusaha memasukkan pelan-pelan dan agaknya lebih lancar karena memek-nya sudah basah. Kaki Kakak' menjepitku tambah kencang dan aku juga coba memeluknya lebih kencang. "Aahhh.." Kakak' melenguh dan nafasnya tersengal-sengal, ternyata dia mengalami puncak kenikmatan, aku rasakan badannya mengejang dan jepitan kakinya membuatku tak bisa bernafas tapi aku biarkan dia menikmati kenikmatan itu. Sedikit demi sedikit jepitan kaki dan pelukannya mulai lepas, giliranku sekarang untuk menikmati kenikmatan bersama kakak'. Aku balikkan badannya dan aku masukkan kontolku dari belakang dengan gaya doggy aku coblos memeknya. "Huuhh" nikmat sekali ternyata dengan gaya ini, aku menikmati sekali gaya ini. Kontolku keluar masuk ke memek-nya seolah tak ingin berhenti apalagi diiring desahannya yang pelan tapi sangat membuatku bernafsu. Hampir lima menit kontolku keluar masuk ke memeknya dan akhirnya.. "Aaahhh.. Nikmat kak.." badanku kejang.. Nikmat..! Aku peluk kakak' dari belakang sambil menikmati orgasmeku. Kontolku terasa membesar saat itu dan aku coba masukkan lebih dalam kontolku ke memek-nya. Tiba-tiba saja terdengar suara seperti air tumpah. Cek... reeeek.. Aku kaget tapi bersamaan suara itu kenikmatan yang jauh lebih nikmat dari sebelumnya! Aku kaget sekali saat aku rasakan ada air hangat mengalir di antara kontolku. "Jangan-jangan.." Cepat-cepat aku keluarkan kontolku dari memek kakak', Hah.. Benar dugaanku. Darah..!!! Ternyata kakak' juga masih perawan! berarti dalam 3 jam aku dapat dua perawan! Kakak Adik lagi! "Hebat!" dalam batinku. Ternyata aku laki-laki paling beruntung dapat 2 perawan sekaligus! Tak aku sadari aku lihat Naysilla di sampingku meneteskan air Mata dan memejamkan matanya yang sudah sembab! Aku baru sadar ternyata adegan ku dengan kakaknya dilihat tanpa sensor olehnya..!! Pacarku! Dan adegan itu aku lakukan dengan kakaknya..!!! Saat itu aku gak tahu harus berbuat apa! Aku hanya memeluk Mereka keluar dari kamar meninggalkan kami tanpa sepatah katapun. *****
Hari-hari berikutnya aku selalu membagi spermaku untuk mereka berdua untuk Naysilla dan Kakaknya, tapi saat itu aku selalu beranggapan Naysilla pacarku dan kakaknya adalah selingkuhanku! Semua ini aku jalani dari tahun 2004 sampai 2006. Karena sejak tahun 2006 kami putus! Saat ini Naysilla dan kakaknya sudah menikah, demikian juga dengan aku. Naysilla dapat suami orang Magelang dan kakaknya dapat tetangganya di Palembang. Walaupun begitu Aku masih sering melakukan sex by phone dengan Naysilla paling tidak seminggu sekali dan sex di hotel sebulan sekali. Kami masih bisa menikmatinya. Salam.
*************
Cerita lainya Disini

No comments:
Post a Comment