Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Wednesday, 8 November 2017

Fantasi liarku dan istriku

Hai pembaca perkenalkan dahulu namaku Nino.
disini gue mau berbagi pengalaman indah gue dulu, tentu saja pengalaman dengan istriku sendiri.
OK langsung saja deh.
++++++++
Pengalaman menarik ini kami alami sewaktu kami berbulan madu di Pulau Bali dan Lombok. Waktu itu sedang low session jadi keadaan tidak seramai kalau sedang hari libur, di mana kami melakukan hubungan seks di tepi pantai yang sepi sambil membuat film dokumentasi adegan kami tersebut, juga sewaktu kami di hotel kegiatan kami sempat diintip oleh seorang pegawai hotel. Saya dan Vonny senang sekali bereksperimen dalam melakukan hubungan seks, dari segala macam gaya, alat-alat bantu seks sampai membuat foto dan film hubungan seks kami Vonny istriku itu aku kenal sejak masih SMA, ia adik kelasku, hingga setelah selesai kuliah ia akhirnya aku nikahi. Sejak SMA kami sudah sering melakukan hubungan seks, apalagi sewaktu kuliah, karena kami berada di kota Malang meskipun tidak sekampus tetapi karena tempat kostku yang bebas jadi kami sering melakukan hubungan seks di tempat kost. Sebenarnya kami juga mempunyai cerita yang menarik sewaktu masih kuliah dulu, tetapi saya ingin menceritakan pengalaman yang satu ini dahulu.
Siang hari sekitar pukul 1.00, akhirnya kami berdua sampai di Pulau Bali, dari airport kami di antar taksi untuk mencari hotel di daerah Kuta, sejenak kami melepas lelah, setelah itu kami jalan-jalan di sepanjang jalan di Kuta, Vonny rupanya tertarik untuk membeli beberapa potong bikini untuk dipakai nanti di pantai. Model yang ia beli sangat menggairahkan, kainnya tipis berwarna terang hingga kalau dipakai lalu kena air, di pastikan apa yang dilapisinya akan terlihat dengan jelas, sengaja ia beli itu untuk membuat aku terangsang, lalu ada celana yang hanya ada secungkup kain kecil untuk menutupi rambut kemaluannya, modelnya hanya bertali satu bagian belakangnya hingga belahan pantatnya jelas bebas terlihat, begitu juga penutup dadanya hanya sekedar untuk menutupi puting buah dadanya, selain itu banyak juga yang lain yang ia beli, pokoknya modelnya yang merangsang. Semalam kami di Bali, keesokan harinya kami menyeberang ke Pulau Lombok yang pastinya lebih alami dibanding Bali. Sesampainya di Lombok kami masih harus menyeberang ke Pulau kecil di sebelah Pulau lombok yaitu di Gili Meno. Tempatnya sangat cocok untuk berbulan madu, kami menempati sebuah cottage yang asri, setelah berkemas kami segera menuju ke pantai untuk berenang, mula-mula Vonny masih mengenakan kaos rangkap untuk menutupi bikininya, sesampai di pantai yang berjarak sangat dekat dengan hotel, kami mencari tempat yang nikmat untuk berenang, kami melihat sepasang bule yang sedang asyik bercumbu ria di pinggir pantai yang landai dan berpasir putih itu sehingga kami bisa melihat kalau mereka berdua dalam keadaan telanjang bulat.
"Von, kamu berani nggak seperti mereka itu", tanyaku.
'Berani saja, pokoknya ada kamu aku mau saja", sahut Vonny.
Setelah menemukan tempat yang tepat segera kami berdua berenang di air laut yang jernih itu. Aku lihat Vonny mengenakan bikini yang transparan hingga menampakkan bayang rambut kemaluannya di pangkal pahanya, sewaktu ia masuk ke air aku tidak dapat menahan nafsuku yang timbul melihat tubuh Vonny yang memakai bikini transparan itu. Payudaranya yang kencang menantang jelas terlihat di balik bikininya, ujung payudaranya yang berwarna coklat kemerahan membayang jelas terlihat. Segera saja penisku berdiri tegak melihat pemandangan yang indah itu, segera aku abadikan dengan handycamku tubuh Vonny dari segala sudut dan segala lekuk tubuhnya.
"Von, kamu lepaskan saja bikinimu itu, sama saja kamu seperti gak pakai apa-apa kalau kamu pakai bikini itu", sahutku.
"gak ah, malu aku", jawab Vonny.
'Malu sama siapa, kan gak ada orang yang tahu di sini, sepi", sahutku.
Ia melihat sekelilingnya gak ada orang kecuali sepasang bule yang sedang asyik-asyiknya bermain kuda-kudaan di pinggir pantai.
"Iya aku lepas ya", jawab Vonny.
Tak aku sia-siakan sewaktu ia melepas bikininya aku rekam terus dengan handycam-ku hingga ia telanjang bulat di tepi pantai, aku lepas sekalian celana renangku hingga penisku yang sudah berdiri tegak tadi meloncat keluar seolah merasa bebas dari kurungannya. Tampak olehku tubuh telanjang Vonny. Rambut kemaluannya tampak kontras sekali dengan kulit tubuhnya yang putih mulus, serta dua gumpalan buah dadanya yang tegak mengacung membuat nafsu ini menjadi berkobar. Ujung payudaranya yang berwarna coklat kemerahan itu tampak mengencang karena basah oleh air laut, ingin sekali aku remas-remas dan aku hisap ujung payudaranya itu. Aku abadikan semua tingkah laku Vonny yang telah telanjang bulat itu, ia bermain di air yang jernih sambil sekali-kali ia menoleh ke kiri dan kanan melihat kalau ada yang melihat tubuhnya yang telanjang bulat itu. Ia berbaring telentang di pasir pantai dengan posisi kakinya mengangkang hingga tampak belahan lubang vaginanya yang berwarna merah kehitaman itu, aku rekam terus adegan ini sambil arah kamera aku arahkan ke bagian vaginanya yang terbuka lebar itu. Tanganku yang satu sambil mengurut penisku yang sudah berdiri tegak sambil sesekali meraba dan meremasi payudara Vonny yang sudah mengencang itu. Rupanya Vonny juga sudah mulai terangsang ketika aku raba vaginanya dan aku mainkan klitoris-nya, ia lalu meraih penisku dan mengocoknya perlahan sambil mendesah keenakkan,
Ughh…, Ninoo…, geli, enak…”, sambil tangannya semakin kencang mengocok penisku, akhirnya aku taruh handycamnya di suatu tempat yang tepat agar segala adegan kami dapat direkam dengan jelas, selintas terpikir olehku andai ada seseorang yang mau membantu untuk mengambil gambar dengan handycamku pasti akan lebih bagus lagi hasilnya. Aku lihat ke arah pasangan bule itu, ternyata mereka juga sedang melakukan hubungan seks di pasir pantai, aku lihat Vonny juga asyik menyaksikan adegan itu dan tangannya yang satu meremasi payudaranya sedang tangannya yang lain dengan dua jarinya tampak sudah berada di dalam vaginanya yang tampak licin mengkilat karena cairan nafsunya tampaknya sudah membasahi liang vaginanya. Aku hampiri Vonny yang telentang di atas pasir pantai itu segera ia meraih penisku dan mengarahkannya ke mulutnya yang mungil dan selanjutnya bagai anak kecil yang sedang makan ice cream, dijilatinya seluruh batang penisku dari ujung kepala sampai ke buah penisku tak lupa di kulum-nya sambil sesekali di sedot dengan kuat.
"Ufffffff nikmat sekali Von…, teruskan hisapnya…, hisap yang kencang", karena sudah bangkit nafsunya, Vonny dengan kuat menyedot ujung kepala penisku sambil sesekali menggunakan ujung lidahnya memainkan lubang kencingku, rasa yang ditimbulkan sangat nikmat sampai ke ubun-ubun. Segera aku buat posisi yang memungkinkan aku bisa menjilati dan menghisap vagina Vonny yang sudah terbuka itu, ketika aku jilati clitorisnya ia menggelinjang kenikmatan sambil kepalaku di jepit dengan kedua belah pahanya, ia rupanya ingin agar aku lebih lama menjilati vaginanya. Dengan dua jariku, jari tengah dan telunjuk aku masukkan ke dalam vaginanya dan mengocok dengan lembut hingga ia tampak mengerang-erang keenakkan, penisku di genggamnya erat sambil terus menghisap-hisap ujung penisku. Cukup lama kami saling hisap dan jilat hingga aku melihat ke arah pasangan bule itu dan ternyata mereka sedang menyaksikan adegan kami. Aku katakan pada Vonny kalau kita sedang diperhatikan oleh pasangan bule itu. "Biarin saja, biar mereka terangsang melihat permainan seks kita". Bukannya malu tapi Vonny malah lebih ganas dan agresif dalam permainan ini. Kini posisiku telentang di pasir dan Vonny berada di antara ke dua pahaku yang telentang, ia tampak begitu menikmati penisku yang kini sudah basah terkena air liurnya, tak henti-hentinya ia mengisap dan menggigit kecil ujung penisku sehingga aku kelojotan merasakan geli yang luar biasa, aku rasakan desakan yang akan keluar dari penisku, segera saja aku tarik kepala Vonny agar ia melepaskan penisku dari mulutnya, dan kini aku rebahkan ia lalu aku hisap ujung payudaranya sebelah kanan sambil ujung yang satunya aku mainkan dengan jariku, Vonny tampak menikmati permainan ini sambil tangannya sendiri memainkan ujung clitorisnya, kedua belah pahanya di buka lebar dan setengah diangkat agar lebih mudah dirinya memasukkan jarinya sendiri.
"Ninoo…, ayo masukkan penismu di vaginaku…, aku sudah kepengen ini", pinta Vonny sambil mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya. Sambil dituntun tangannya aku masukkan ujung penisku ke lubang vaginanya. Vonny yang tampaknya memang sudah kepingin dengan mengangkat pantatnya ia sengaja membuat agar seluruh batang penisku masuk ke dalam vaginanya.
"Acchh…, uufffffhh", desah Vonny ketika seluruh penisku masuk ke dalam vaginanya. Kedua pahanya dilingkarkan di badanku agar penisku tetap menancap di vaginanya, aku tarik sedikit keluar lalu aku masukkan dalam-dalam, aku tarik lagi aku masukkan lagi dengan ritme yang berirama membuat Vonny mengerang-erang keenakkan. Kini dengan ritme yang lebih cepat aku tekan-tekan sekuat tenaga hingga mulut Vonny menganga tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun karena nikmat yang dia rasakan membuat ia hanya sanggup mengejang keenakan. Aku lihat payudaranya bergerak naik turun seirama dengan kocokan penisku di vaginanya.
"Niinnoo…, egghh…, aacchh…, aku pengen puas dulu ya”, pinta Vonny. Tanpa aku jawab ia lalu kini berada di atas tubuhku, penisku yang berdiri tegak itu dituntunnya ke liang vaginanya, lalu dengan jeritan kecil Vonny, "Aauu…". Seluruh batang penisku kini amblas masuk ke dalam vagina Vonny yang semakin licin itu, kini ia sepenuhnya bebas menguasai penisku, seperti orang naik kuda semakin lama semakin cepat gerakannya sambil tanganku meremas-remas kedua bukit payudaranya yang indah itu, ia ingin kedua payudaranya itu aku remas-remas dengan kuat hanya dengan begitu ia merasakan nikmat yang sebenarnya, kini ia tidak lagi bergaya seperti naik kuda, tetapi tetap seperti posisi semula hanya kini ia menggesek-gesekkan vaginanya maju mundur sambil ia meremasi sendiri payudaranya hingga akhirnya ia tampak mengejang beberapa saat sambil menggigit bibirnya dan matanya terpejam merasakan nikmat yang tiada tara itu, akhirnya ia terkulai di atas tubuhku beberapa saat. Lalu ia kembali mengocok penisku dengan vaginanya, aku rasakan kini vaginanya lebih seret dari yang tadi sehingga menambah kenikmatanku, segera aku minta agar ia berjongkok saja, posisi doggie style adalah posisi kegemaranku, segera Vonny berjongkok sambil membuka lebar pahanya hingga aku lihat dengan jelas lubang kenikmatan itu terbuka di hadapanku, vaginanya sangat merangsang sekali, rambutnya tidak terlalu lebat hingga seluruh bagian dalam vaginanya dapat terlihat dengan jelas. Kini kepala penisku aku arahkan ke dalam lubang itu, dengan sekali dorongan, masuklah sebagian penisku ke dalam vagina Vonny. Vonny menjerit kecil ketika sebagian penisku masuk ke vaginanya, kini ia memundurkan pantatnya hingga amblaslah seluruh batang penisku ke dalam vagina Vonny. Dengan kuat aku desak-desak seluruh batang penisku dengan irama yang beraturan hingga Vonny merasa kegelian lagi. Sambil mendesis ia memintaku agar jariku di masukkan ke dalam anusnya, aku basahi jari telunjukku dengan ludah dan sebagian lagi aku basahi pula lubang anusnya dengan air ludahku. Sambil terus menggoyang aku masukkan jari telunjukku ke anusnya hingga seluruh jariku masuk ke dalam anusnya, sambil aku tekan ke bawah hingga aku rasakan geseran penisku di dalam vagina Vonny, ia tampak menikmati sekali permainan ini, berulangkali ia memintaku agar lebih keras lagi goyangannya sambil ia membuat gerakan maju mundur pantatnya. 'Uufffgghh…, Enak Vonn, vaginamu nikmat banget, orang lain pasti pengen merasakan vaginamu ini, soalnya nikmat banget", Kataku. "Iya dong, lain kali kita coba ya, mungkin orang lain pasti sudah keluar duluan sebelum aku puas", sahut Vonny. "Bener…, kamu pengen coba penis orang lain?", tanyaku. "Iya…, itu kalau kamu kasih ijin, tapi kamu harus ada juga di situ melihat aku main sama orang lain", jawaban itu semakin membuatku terangsang hingga aku percepat kocokan penisku sambil menekan kuat kuat jariku yang ada di dalam anusnya, hingga akhirnya aku rasakan ada desakan yang kuat yang akan menyembur keluar dari penisku, rupanya Vonny juga mengerti kalau aku mau keluar, aku cabut keluar dan segera oleh Vonny diraihnya penisku dan segera ia menghisap kuat penisku sampai akhirnya aku tak kuat lagi menahan rasa nikmat ini hingga akhirnya, "Crett…, crett.., crett", keluarlah cairan kenikmatanku, dengan lahap Vonny menghisap setiap tetes cairanku itu, lalu dengan lidahnya ia membersihkan ujung penisku hingga seluruh batang penisku mengkilat oleh air liurnya. Apa yang kami lakukan itu ternyata di saksikan oleh sepasang bule tadi, bule cowoknya mengacungkan ibu jarinya ketika melihat kami kini tergeletak kelelahan di pasir pantai, aku balas dengan acungan jempol pula lalu ia tertawa. Aku ingat tadi handycam yang sejak tadi merekam adegan kami itu, lalu segera aku ambil dan aku simpan film tadi sebagai kenang-kenangan yang indah. Dengan tetap telanjang bulat kami bermain di air sambil membersihkan diri dari pasir pantai yang menempel di seluruh tubuh kami, kami tetap di pantai itu sampai menunggu matahari terbenam, karena dari pantai itu kami dapat menyaksikan indahnya peristiwa alam itu, terlebih peristiwa yang baru kami alami tadi.
***************
Cerita lainnya Disini


No comments:

Post a Comment