Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Saturday, 11 November 2017

Jafar sang Petualang Sex 1

Aku perkenalkan dahulu namaku Jafar.
Aku mengakui sejak masih SMA aku sangat terobsesi dengan sex dan itu semakin menjadi sejak aku kuliah disalah satu universitas swasta yang ada di kota Malang. Dari awal, aku sudah berniat untuk bertualang.
Saat itu karena terburu-buru dan banyak tempat kost yang sudah penuh aku pun asal saja dalam mencari tempat kost, aku nge-kost di perkampungan yang lumayan jauh dari kampus, tepatnya di rumah Pak Anton yang merupakan paman dari temanku Stella, yang baru aku kenal pagi harinya saat daftar ulang.
Singkat cerita setelah 3 hari masa orientasi selesai, di kampus belum ada kegiatan dan aku putuskan untuk lebih mengenal Malang. Stella hampir selalu menemaniku walau nggak pernah berangkat bareng dari rumah alias bertemu di jalan walaupun rumahnya disebelah kostku. Satu minggu berlalu aku pun semakin akrab dengan Stella yang bertubuh bohay, sensual, berkulit putih dan yang pasti berwajah cantik… mantap banget toketnya kaya bintang porno mia khalifa. Saat itu aku mengajak Stella pergi ke telaga, menikmati alam dan buah apel hijaunya.
Seminggu aku rasa cukup untuk pendekatan dan aku putuskan untuk menembaknya. “Stell, walau baru kenal, aku nyaman di dekatmu dan kalau boleh aku ingin selalu di dekatmu untuk lebih mengenalmu, maukah kamu menjadi pacarku ???? Tanyaku mengungkapkan rasa hatiku pada stella.
Stella sangat terkejut mendengar ucapanku bahkan sampai tersedak buah apel hijau yang sedang dimakannya.
“apa…..kamu bercanda, kita kan baru kenal ???" Jawabnya balik bertanya.
“justru itu, dengan pacaran kita bisa lebih saling mengenal” jawabku coba meyakinkannya.
Wajah Stella mendadak menunduk dan dengan sedikit menghela nafas dia menjawab “maaf Far, aku sudah bertunangan. Sambil menunjukan cincin yang ada di jari manisnya.
“ooo…sudah tunangan ya? Kok kamu nggak pernah cerita?? Aku pikir dengan kamu selalu menemaniku begini, kamu nyaman sama aku” jawabku dengan nada kecewa.
“mungkin kalau kamu kenal aku dari 2 bulan yang lalu, aku bisa menerimamu, sebenarnya hati kecilku juga mengiyakan  kita temenan saja ya? Jawabnya
“maksudmu, sebenarnya kamu mau…???"
“sudah sore, pulang yuk???!!! Ajakanya memotong kata-kataku
Kami pulang dengan tak banyak bicara, bahkan terkesan kaku dan membeku tidak sehangat waktu kami berangkat.
Kring….kriiing…kriiing…..Hpku berbunyi, ternyata telpon dari stella tapi nggak aku terima bahkan SMS juga sengaja nggak aku balas. Jam sudah menunjukan angka 11 malam, aku berniat ke kamar mandi baru kemudian melanjutkan tidur lagi. Tapi aku sangat terkejut saat mendapati seorang wanita setengah telanjang berada dikamar mandi dengan pintu terbuka. Kami saling menatap tidak berkedip, tanpa aku sadari kontolku bergerak-gerak dibalik sarungku tanpa CD. Perlahan dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi. “Maaf, aku takut sendirian, makanya nggak aku tutup, kamu Jafar kan????
Aku bengong tidak menjawab pertanyaanya dan dia berlalu dengan cepatnya!!!!!
Semalaman aku dibuat penasaran, siapa dia? Pak Anton kan duda ???? Pertanyaan itu memenuhi kepalaku, ditambah lagi melihat tubuh setengah telanjang dengan wajah santainya….pahanya, bodinya dan memeknya (walau nggak jelas).
Keesokan harinya aku di panggil pak Anton untuk dikenalkan dengan adik terakhirnya, namanya Vivi tapi dia sudah 7 tahun tinggal di Samarinda ikut kakaknya yang pertama. "ooyaa….kalau nggak masuk kuliah, antarkan Vivi ke Bukit ya? Pinta pak Anton.
"ya pak… aku langsung mengiyakan permintaanya walau sebenarnya ini hari pertama masuk.
Satu jam kemudian aku dan Vivi berangkat dari rumah,… "stell…stella ayo ikut ke Bukit…temani aku" teriak Vivi dari dalam mobil.
Akhirnya Stella ikutan masuk mobil dan kamipun berangkat. "maaf ya Vi….yang semalam, aku nggak sengaja…. kataku membuka obrolan.
"Iya nggak apa, lagian salahku juga gak menutup pintu….jawab Vivi
Agak bingung stella bertanya "kalian ngomongin apaan sih??'
"Ahh…itu lho Stell, dari kecil aku kan takut gelap dan sendirian di ruangan jadi aku pipis nggak nutup pintu…..nggak sengaja Jafar juga mau ke toilet…jadi ya,,,,,
"Ngintip kamu ya????" Celetuk Stella memotong.
"Nggak ngintip, tapi memang sudah kelihatan kali….tanya saja Jafar….jawab Vivi seenaknya".
Aku lihat dari kaca wajah Stella mendadak berubah, seperti ekspresi orang cemburu. Sesampainya di Bukit, kondisinya tidak berubah terutama aku dan Stella, kami gengsi menyapa duluan. Aku pun lebih dekat dengan Vivi, bahkan dengan cuek Vivi menyuapi aku makan, wajah Stella memerah menahan cemburu, aku tahu itu. Aku sengaja semakin bersikap mesra pada Vivi, bahkan terang-terangan mengajak Vivi jalan.
"Vi…nanti malam temani aku ya???" Pintaku.
Kemana, berdua saja? Jawab Vivi seperti sengaja membantu aku membakar hati Stella.
"ke Fire Club???" Jawabku agak ragu, karena saat itu aku belum tahu pasti Fire itu Diskotik atau apa.
"Asyik itu, lama banget aku nggak pernah gituan…. jawab Vivi dan benar saja, malam itu kami minum-minum sampai mabuk…dan pulang dengan berjalan gontai saling berpelukan. Samar-samar aku lihat ada bayangan Stella sedang mengamati kami dari balik korden jendela kamarnya. Aku makin erat melingkarkan tangan ke pinggang Vivi dan terus melangkah menuju kamarku….aku sudah mabuk, yang ada di otakku hanya tidur bersama Vivi tanpa berpikir salah benar atau takut ketahuan pak Anton. Sengaja aku nyalakan lampu kamar, agar Sheila bisa melihat bayangan kami dari balik korden. Jujur aku juga sangat heran dengan Vivi yang gampangan dan seperti terbiasa.
"ah…masa bodoh….yang penting happy" pikirku dengan penuh nafsu.
Aku lingkarkan tanganku di pinggangnya sambil menciumi lehernya, dadanya yang masih terbungkus tangtop dan menggigit gigit kecil lehernya.
AAAAaaaaaaaggggggggghhhhhhhh…..Vivi mendesah panjang,diapun membalas dengan ciuman bertubi di leherku dengan tangan mengelus-elus perutku…. hhmmmmmmmm….. geli banget Vi, enak………bisikku ke telinganya.
Kami saling melucuti pakaian, dari baju hingga celana dan akhirnya kami bugil…. dengan cepat di sambarnya kontolku dengan tangan kanannya dan mulai mengulum, menjilat, menggelitik dan mengocok kontolku dengan mulutnya.
Ooohhhh….aaahhhh….uuuhhhhh…..aku mendesah tidak tentu menikmati perlakuannya.
Aku juga tak mau kalah, aku remas kedua toketnya dengan kedua tanganku, sambil menghisap putingnya… kami mabuk alkohol dan mabuk birahi. Aku buka jendela kamarku dengan niat agar Stella lebih jelas melihat kami bergumul melepaskan satu-persatu pakaian kami, hingga tidak tersisa…. "aku karaoke ya?' Kata Vivi sambil menyambar kontolku dengan kasar, seakan tak sabar menikmatinya. Dan benar saja, kontolku diposisikan seperti layaknya mikrofon….sambil dia menyanyikan lagu wajib bersetubuh. "aaaahhhh…..hheeeemmmmm… emuach…. mmmmmm…. " dengan iringan suara becek dari mulutnya. OOOouuuuuuhhhhgggg…nikmat banget Vi, aku tak tahan geli…..
Aku jambak rambut Vivi dan memaksanya untuk berdiri…. kami berciuman, dengan bibir saling menghisap dan lidah memilin….Crub…cruuuubb….. suara sedotan kami mengusik keheningan malam. Aku remas kedua toge Vivi yang keras dan bulat…..Uuuuuuhhhhhh…..desahnya. aku cium dan gigit lehernya, sambil terus meremas togenya dengan penuh nafsu dan gemas….
terus…. emuach…. emuaaaaaccchh….. emuaaacccchhh …. menyusuri perutnya…. hingga sampai ke vagina Vivi yang sudah becek….aku semakin liar, seakan alkohol dalam tubuhku membakar birahiku….dengan penuh semangat dan tanpa jijik, aku masukan lidahku kedalam Vaginanya, meliuk, menari dan menggelitik klitorisnya. Layaknya sebuah tombol sekali sentuh klitoris itu langsung memaksa tubuhnya bergerak mengejang dengan desahan yang semakin hot dan panjang….. aaaaaaaaaahhhhhhhh... aaaaaaaaaaaahhh. Dengan dua buah jari aku langsung mengocok Vaginanya dengan cepat….cepat…. terus…..tanpa ampun hingga bibirku tersemprot oleh letupan orgasmenya…..
AAAAaAaaaaahhhh….dia menjepit wajahku dengan kedua pahanya….
Diapun mengambil posisi menungging dan berpegangan di jendela….. 'Far…masukan saja, aku nggak tahan lagi….. iya….aaaahhhhh Vi…..aku masukan" jawabku.
ZLEB….ZLEEBB…ZLEEEEBBBBB…..ZLLEEEE….EEEEEB BBBBB……
Aku langsung masukkan semua kontolku dengan hentakan keras dan langsung menggoyangnya…. seketika itu tubuhnya melonjak-lonjak mengikuti irama goyanganku….
OOOOOOHHHHH…..NNIIIKKMMMMAAAATTTTT…..desahnya sambil memegangi toket gedenya yang bergerak liar seperti bola bowling….…. uuuuhhhh Faaaarrrrrrr….aku keluar lagi…..lagi….mungkin karenaa kontolku yang gede menyumpal dan menyentuh penuh dinding Vaginanya dia jadi mudah orgasme….aku rasakan semprotanya sampai 8 kali….
Aku angkat sebelah kakinya dan mengoyangnya lagi dan lagi….plak…plakk…plaaaakkkk…. suara pantatnya semakin membuat aku bersemangat….
Dengan hanya bertumpu dengan satu kaki…tubuhnya semakin bergerak tak tentu….goyah dan payah menyangga besarnya nikmat yang diterima… hingga tubuhnya pun terjatuh ke lantai…. Ampun Far….jangan cepat-cepat…..aku gak kuat…..sambil merangkak….
Tanpa ampun aku menusuk Vaginanya dari belakang ZLEEEEEEEEEEBBBBBBBBBB…..
Aku goyang lagi dan lagi….sambil menjambak rambutnya biar tidak melepaskan kontolku dari Vaginanya….. sekitar 10 menit kemudian tubuhnya mengejang tanpa kendali….. aaahhhh…. aahhhh,…..uuuuhhhh…..oooooooooooohh hhhhh….. jeritannya disertai semprotan orgasme yang ketiga. Aaaaddduuuhhhh….Far….kenapa kamu belum keluar juga…. rengeknya…. "sebentar lagi Vi….kamu saja yang terlalu cepat" jawabku sambil menggendong tubuhnya ke kasur. Aku terlentangkan tubuhnya dan menarik kedua kakinya keatas…. kearah dadaku ….. ZLEEEBBB….ZLEEEE……EEBBBBBBBBBB…
Aku goyang lagi dan lagi ….plak….plak…......... plaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk… …pantatnya tertabrak pahaku. Dengan berpegang pada toket gedenya aku semakin menggenjot goyanganku….
Aaahhhh….aaahhhhh ampuuun Far….anjing kontolmu Far….enak banget….aku nggak kuat…. cepetan keluarkan…. alkoholnya bicara tak tentu….mencoba melepaskan kontolku.
Aku angkat pantatnya keatas dan memeganginya dengan kuat….hingga hanya menyisakan kepala dan pundaknya di kasur… jepitan pantatnya sangat nikmat….AAAAAaaaahhhh….. sebentar lagi Vi…..aku hampir……CROT….CROOOOTTTT…..CROOOOOTT TTT….. belum selesai aku ngomong, spermaku menyemprot deras kedalam Vaginanya…
Akupun menjatuhkan diri diatas tubuhnya…brruuuughhh…
Aduuuuuhhh…… kenapa kamu keluarin didalam??? Aku pengen melumatnya…..
Akupun membalikan badan "itu masih ada sisanya…..
Vivi dengan ganasnya menjilat dan menyedot sperma yang tumpah ke sprei dan kemudian mengulum kontolku sampai-sampai tak ada sedikitpun sperma yang tersisa di kontolku.
Uuuuuhhhhh….nikmat banget Vi…hisapan kamu mantap!!! Pujiku sambil membelai rambutnya. "Heeemmmmmmm…..kontol kamu juga nikmat….tubuhku sampai mengejang tau…. Ini memekku terasa ngilu….kesemutan gimana gitu….jawabnya. akhirnya kamipun terlelap ….. pagi harinya aku pun buru-buru bangun dan siap-siap ke kampus, aku lihat Vivi masih tertidur dengan lelap dan aku tak tega membangunkannya.
Siang harinya, Stella menemuiku di kantin kampus dengan ekspresi wajah cemburu, marah, sebel….pokoknya campur aduk dech. “semalaman ML pasti kecapean ya??? Sampai mata merah gitu….Vivi mana, masih kamu umpetin dalam kamar? Tanya Stella bertubi-tubi, tapi aku diamkan saja tanpa jawaban…. malah nggak jawab, kenapa  harus dengan Vivi??? Emang nggak ada cewek lain??? Dia itu cewek nggak bener, lihat kan kami sebaya…. tapi Vivi tante aku, aku nggak mengakuinya….dia anak haram. Tanpa menjawab aku pun meninggalkannya dan menuju parkiran….dan sesuai harapan Stella mengejar aku dan ikut masuk kedalam mobil. Kenapa ikut??? Tanyaku "ayo cari tempat yang enak buat ngobrol…. ajaknya Stella.
Aku pun melaju mengikuti jalan yang diarahkan Stella…..hingga kami sampai ke Hutan. Kami berhenti ditengah hutan….dan mengobrol panjang lebar, hingga…. "Vivi tau banget Kamu Tipe Cowok Impianku Far, makanya dia ingin merebutmu dariku" kata Stella mengejutkan aku.
"maksud kamu….. belum selesai bertanya Dia langsung menciumku dengan penuh mesra….
EMUAACH…..
"Berikan aku lebih dari apa yang kamu berikan pada Vivi" bisiknya dengan nafas yang mulai tak tentu. Aku pun langsung mengajaknya ke kursi belakang dan duduk mengangkangi pahanya. Aku cium bibirnya dengan penuh nafsu dan langsung melepaskan satu persatu kancing bajunya yang sudah mulai sesak karena toketnya yang perlahan membengkak.
"kamu ingin Lebih nikmat kan??? Bisikku sambil melumat daun telinganya. "He'em…. jawabnya singkat". Tapi ada syaratnya Stell,… terserah kamu saja Far.., dari semalam aku sudah horny banget kamu panas-panasin…..
Akupun mengikat keatas dua tangan Stella "kenapa diikat begini, kamu mau apa?" Tanya Stella.
"Tenang saja,aku akan memberikan kenikmatan yang berbeda" dengan mata tertutup kamu akan mendapatkan Surprise di setiap detiknya. Kataku sambil menutup matanya dengan sapu tanganku. Setelah itu aku pun melepaskan seluruh baju tanpa sisa dan memasukkan celana dalamku ke mulutnya biar dia tidak bersuara keras….. Stella agak terkejut dan coba berontak. "maaf Stell aku Cuma nggak mau suaramu terdengar orang" kataku menenangkannya.
Aku langsung mencium dan menghisap lehernya Stella…..cup…cup…cuppp…emuah
Aku mainkan tubuh Stella sesuka hatiku, aku gigit lehernya sambil meremas toketnya yang seukuran 36B itu dengan keras. Tubuh Stella mulai berontak menerima kegelian dan kenikmatan tanpa bisa membalasnya. Aku hisap puting coklatnya dengan kuat sambil terus meremas yang sebelahnya, tanpa sepengetahuannya aku ambil "vibrator" dari dalam laci….
Sesaat kemudian, Aku menyalakan Vibrator Capsule (VC) dan menempelkannya mengelilingi bibir Vaginanya. Seketika itu kedua kakinya bergerak liar coba mengurangi nikmat yang aku beri. Hhmmmmm…..mmmmm….uuummm….eemmmmm. Stella hanya bisa bergumam karena mulutnya masih tertutup. Aku pun tak henti-hentinya memainkan toket gedenya, menghisapnya dan menggelitik dengan lidah. Stella semakin mengerang, tubuhnya mengejang dengan keringat yang bercucuran. Aku masukan VC maju mundur kedalam vaginanya, aku kocok-kocok, aku putar-putar  terus dan terus.
Tubuh Stella terlihat mulai melemas, desahannya lirih terdengar. uuuhhmmmmmm…..mmmm………. aku pun kasihan melihatnya dan melepaskan sumpalan dimulutnya….
"AAAaaaaaagggghhhhh……jahat kamu Far, kenapa kamu lakukan ini" kata Stella dengan nafas terengah-engah. "maaf sayang tapi dengan begitu nikmatnya utuh kan??? Kataku….
"Iya….ya…tapi seluruh tubuhku seperti terbang Far, cepat masukkan, sekarang juga" Stella merengek manja.
Aku arahkan ujung kontolku ke arah Vaginanya, menggesek-gesekan ke Vaginanya dan sedikit demi sedikit masuk….masuk….maju-mundur…..lebih dalam…..dan dalam. ZLEEEEBBBBB…..aaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh……Stella mendesah panjang seiring tusukan kontolku kedalam vaginanya yang sudah sangat amat becek, karena 2 kali menyemprot.
“Far….sssaaaa…..ssaaaakiiiiiiiiiiittttttttttt…....pelan… OOOOOOoouuuuuggggghhhh….. UUUuuuuuhhhhhhhhheeemmmmm…. Desahan panjangnya menjadi tanda kontolku telah mengoyak selaput darah Stella.
"Masa sih…masih perawan????" Aku terkejut dan tak percaya melihat itu, tapi emang kenyataannya begitu. Gumamku dalam hati.
Aku semakin menggenjot gerakanku. SLUP….SLUUUPPP….SLUUUUUUPPPP…..
"Far lepaskan tanganku dong, sakit" Stella memohon dengan mata terpejam, menahan kenikmatan yang menumpuk di Vaginanya…. akhirnya aku melepaskan ikatannya, tangan itu pun langsung menjambak rambutku dengan kuat. "Far….aku mau menyemprot nich" kata Stella.
“tunggu sebentar ya, kita semprotksn bareng-bareng"" jawabku mempercepat laju kontolku. AAAAAAAaaaaaaaahhhhhhhh…….aaaaaaaaaaaaggggghhh hhh….. satu…….dua……tiga….. aaaaaaaaaaaaaa ……. CROT…. CROOOOOTTTTTT…… kami saling menyemprot dan berpelukan dengan erat, tubuh kami lemas tanpa daya.
Setelah beberapa saat mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada, kami merapikan pakaian kami dan pulang. Kejadian ini menjadi awal yang indah untuk "petualangan baruku" di Kota ini.
Hampir setiap malam dan sepulang kuliah kami bersama berbagi nikmat dan syahwat. Hingga 2 bulan kemudian, karena Stella akan dinikahkan dengan pilihan orangtuanya. aku pun mundur teratur dan memutuskan untuk pindah kost.

Lanjut cerita bagian 2 Disini



No comments:

Post a Comment