Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Sunday, 19 November 2017

Nafsu Liar Adik IparKu

Aku punya adik ipar, Ayu namanya. Orangnya cantik, masih di SMU. Bodinya proporsional, Pinggulnya agak besar juga, sehingga kalau lihat dia berjalan pakai jeans ketat dari belakang, goyangan pantatnya merangsang juga. Yang lebih merangsang lagi, Ayu punya kumis halus di atas bibir mungilnya. Pasti bulu jembut-nya lebat dan yang lebih penting lagi nafsunya pasti besar. Aku nggak tau kenapa dia dikirim orang tuanya ke tempat kakaknya (istriku) untuk melanjutkan sekolahnya, padahal dia baru kelas 1 SMA.
Biasanya kalau sudah lulus SMA mau meneruskan sekolah pindah bisa dimengerti. Aku nggak banyak tanya ke istriku tentang kepindahan Ayu ke rumahku. Yang aku tau, Ayu itu bukan adik kandung istriku tapi dia diangkat anak oleh mertuaku sejak kecil, dan sudah dianggap sebagai anak sendiri. Istriku kerja sebagai tenaga marketing suatu perusahan asing sehingga sering sekali mendapat tugas keluar kota, sedang aku bekerja sebagai konsultan freelance, sehingga banyak melakukan pekerjaan dari rumah saja. Ke tempat klien kalau diperlukan saja.
Makanya aku senang banget ketika Ayu tinggal di rumahku. Aku membantu mengurus kepindahan Ayu ke SMA yang dekat dengan rumahku, repot juga birokrasinya, tapi dengan sedikit pelicin semuanya akhirnya beres dan Ayu diterima di sekolah tersebut dan boleh langsung masuk. Baru 2 hari Ayu di rumah, istriku dapat tugas keluar kota lagi ke Sulawesi sehingga memakan waktu sekitar 2 mingguan. Ya namanya juga tugas, harus dilaksanakan, baiknya kami belum punya anak, sehingga aku nggak repot kalau di tinggal seperti itu. aku terbiasa mengurus rumah tangga, karena sejak dulu aku selalu hidup sendiri. Sore itu, Ayu aku ajak ngobrol di sofa. Dia pakai celana pendek yang pendek banget dan tanktop, kayanya nggak pakai bra, sehingga toketnya bergerak mengikuti gerakan badannya. Merangsang juga ini anak. Aku tanya kenapa dia pindah ke tempatku. "Memangnya mas nggak tau ya" kata Ayu.
"Aku nggak tanya kakakmu Yu, dia juga nggak cerita apa-apa ke aku, cuma bilang kamu mau pindah sekolah kesini saja".
"Ayu malu mas ceritanya",
"Kenapa malu, aku kan juga kakakmu sendiri". "aku main sama om tetangga rumah mas".
"Wah, enak dong si om dapatkan kamu",
"Ahh mas, Ayu serius ini". "Ya terus?"
"Si om juga yang memperawani Ayu, tapi enak, makanya Ayu jadi ketagihan terus main sama si om". Kamu mainnya dimana Yu’.
"Mula-mula, di rumah si om, waktu tantenya lagi pergi. Sudah gitu suka janjian ketemuan di mall, terus cek in ke motel, waktu ayu pulang sekolah". "mainnya berapa ronde kalau di motel".
"Karena nggak bisa lama-lama ya cuma 2 ronde, soalnya mesti pulang sore Ayu nya".
"nggak pernah sampai nginep ya Yu".
"Pernah mas, si om bohong sama tante katanya mau pergi keluar kota, padahal cek in sama Ayu di hotel semalam, Ayu bilang sama mama nginep di rumah teman. Si om nafsu banget mainnya di hotel, sampai 4 ronde mas".
"aduh mas jadi keringetan yu, membayangkan Ayu main sama si om".
"Kenapa membayangkan si mas".
"Pastilah, orang kamu ceritanya nafsuin begitu". "Terus mas ngaceng ya"
"pasti, lelaki mana yang nggak ngaceng kalau dengerin Ayu cerita lagi main. Terus kenapa Ayu disuruh ke tempat mas sama kakak?".
"Ketahuan juga mas sama ayah. Ada yang bilang dia lihat Ayu sama si om gandengan di mall. Ya sudah, Ayu nggak bisa bohong lagi. Heboh juga karena ayah menghajar si om. Baiknya bisa didamaikan, tadinya ayah mau bawa kasus ini ke polisi segala. Baiknya gak jadi".
"Terlanjur malu, makanya Ayu disuruh ke tempat mas sama kakak. Mas masih keringetan?" tanyanya sambil tertawa, manis sekali dan seksi lagi cuma pakai celana pendek banget dan tanktop tanpa bra. "Mas, sudah nikah segini lama kenapa belum punya anak, mas nggak bisa ya".
"Enak saja, mau mas buktikan sama kamu kalau mas bisa?" jawabku.
"Memangnya mas berani melakukan sama Ayu?".
"kenapa gak, kalau Ayu-nya mau tapi". Ayu diam saja. "Mau gak Yu, aku sih mau banget".
"Gak enak sama kakak mas".
"Ya tapi kakakmu itu kerjanya keluar kota terus, mas ditinggal sendiri terus, gimana mau bikin anak yu". "Kasian, mas kesepian ya". "kan sekarang ada Ayu yang menemani". Dia duduk merapat ke aku. "Mau ya Yu", kataku sambil mengelus pipinya. Ayu menoleh ke aku, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, perlahan tapi pasti aku mengecup bibir mungilnya. Ayu membiarkan aku menyedot-nyedot bibirnya, kemudian ciuman aku arahkan ke lehernya, terus menyusur ke pipinya. Tubuhnya bergeser makin merapat, bibirnya aku lumat lagi dengan lembut. Sambil aku nikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, tanganku aku masukan kedalam tanktop-nya dan meremas lembut toketnya yang masih terbungkus bra.
Ohhhh.., toket-nya ternyata tercakup seluruhnya dalam tanganku. Dan ayu rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak nafsunya, padahal baru awal pemanasan. "Kamu sudah pengin ya Yu". "Iya mas, sudah lama rasanya ayu nggak merasakkan nikmat lagi". "Mau kan aku kasih kenikmatan". "Mau banget mas". Bibirku mulai meneruskan jelajahan-nya, sambil melepaskan tanktop-nya, lehernya aku kecup, aku jilati kadang aku gigit lembut. Sambil tanganku terus meremas-remas toket-nya. Kemudian tanganku menjalar ke punggungnya dan melepas kaitan bra-nya sehingga toket-nya bebas dari penutupnya. Bibirku terus menelusuri permukaan kulitnya. Dan mulai pentil kirinya tersentuh lidahku dan aku hisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toket-nya akan aku hisap. Dan tangan satu ku mulai turun dan memainkan pusarnya, membuat ayu merasa geli tapi nikmat, nafsunya makin berkobar karena belaian tanganku. Kemudian tanganku turun lagi dan menjamah selangkangannya. memek-nya yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu aku lakukan sampai akhirnya aku kemudian membuka celana pendeknya dan menarik celananya ke bawah. Tinggallah CD mininya yang tipis yang memperlihatkan bulu jembut-nya yang lebat, saking lebatnya jembut-nya muncul di kiri kanan dan di bagian atas dari CD mini itu. Jembut-nya lebih terlihat jelas karena CDnya sudah basah karena cairan memeknya yang sudah banjir. Aku belai celah memeknya dengan perlahan. Sesekali jariku menyentuh itil-nya’ karena ketika dielus pahanya otomatis mengangkang agar aku bisa mengakses daerah memeknya dengan leluasa. kemudian CDnya yang sudah basah itu aku lepaskan. Ayu mengangkat pantatnya agar aku bisa melepas pembungkus tubuhnya yang terakhir. Jariku mulai sengaja memainkan itil-nya. Dan akhirnya jariku itu masuk ke dalam memeknya. bibirku terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali menghisap dan terus menjalar ke perutnya. Dan akhirnya sampailah ke memeknya. Kali ini aku cium jembut-nya yang lebat dan bibir memeknya aku buka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali memeknya aku mainkan dengan bibirku, kadang bibirnya aku hisap, kadang itil-nya, akhirnya lidahku masuk di antara kedua bibir memeknya sambil menghisap itil-nya. Hanya dalam beberapa menit ayu benar-benar tak tahan. Dan.. Ayu mengejang dan dengan sekuatnya ayu berteriak sambil mengangkat pantatnya supaya merapatkan itil-nya dengan mulutku, dia meremas-remas rambutku. Aku terus mencumbu memeknya, belum puas aku memainkan memeknya hingga nafsunya bangkit kembali dengan cepat. "Mas, Ayu sudah pengin dientot". katanya memohon sambil membuka pahanya lebih lebar. Aku pun bangkit, mengangkat badannya yang sudah lemes dan aku bawa ke kamar. Ayu aku baringkan di ranjang dan aku mulai membuka baju, kemudian celana. Ayu terkejut melihat kontolku yang besar dan panjang terlihat dari bagian atas CDku. Kemudian aku juga melepas CDku. "Mas, gede banget kontol mas, mana panjang lagi". 'Gedean mana sama si om?". "Gedean mas". Sementara itu ayu berbaring menunggu. kontolku yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngaceng-nya, tegak hampir menempel ke perut. Ayu merinding apakah muat kontol segitu besarnya di memeknya. Dan saat aku pelan-pelan menindihnya, ayu membuka pahanya makin lebar, rasanya tidak sabar memeknya menunggu masuknya kontolku yang extra gede itu. Ayu memejamkan mata. Aku mulai mendekapnya sambil terus mencium bibirnya, bibir memeknya mulai tersentuh ujung kontolku. Sebentar aku usap-usapkan dan pelan sekali mulai aku rasakan bibir memeknya terdesak menyamping. Terdesak kontol besarku itu. Ohh, benar-benar aku rasakan penuh dan sesak liang memeknya dimasuki kontolku. Ayu menahan nafas. Pelan sekali terus masuk kontolku. Ayu mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. terus... Akhirnya ujung kontolku menyentuh bagian dalam memeknya, maka secara refleks Ayu merapatkan pahanya, aku terus menciumi bibir dan lehernya. Dan tanganku tidak henti-henti meremas-remas toket-nya. kontol besarku mulai aku genjotkan halus dan pelan. supaya ayu tidak kesakitan. Ayu benar-benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah dia alami. Nafasnya cepat sekali memburu, terengah-engah. Ayu benar-benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kontol besarku. Maka hanya dalam waktu yang singkat ayu makin tak tahan. aku tahu bahwa ayu semakin hanyut. Maka makin gencar aku melumat bibir dan lehernya, dan remasan di toketnya makin kuat. Dengan tusukan kontolku yang agak kuat dan aku gencet itil-nya dengan menggoyang-goyangnya, ayu menggelepar, tubuhnya mengejang, tangannya mencengkeram kuat-kuat sekenanya. memeknya menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang belum pernah dia alami. Ayu benar-benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Ayu tidak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. "Mas, Ayu sampai mas", teriaknya. Setelah selesai, pelan-pelan tubuhnya lunglai, lemas. dua kali ayu sampai dalam waktu relatif singkat, aku membelai rambutnya yang basah keringatan. Dia membuka matanya, aku tersenyum dan menciumnya lembut sekali, tak henti-hentinya toket-nya aku remas-remas pelan. Tiba-tiba, serangan cepat bibirku melumat bibirnya kuat dan diteruskan ke leher serta tanganku meremas-remas toketnya lebih kuat. Nafsunya naik lagi dengan cepat, saat kembali aku menggenjot kan kontolku semakin cepat. Uhhhh, sekali lagi ayu sampai, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali ayu berteriak lebih keras lagi. Aku terus menggenjot kan kontolku. Satu tanganku mencengkeram lengannya dan satunya menekan toketnya. Ayu makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan di ikuti semburan lendir yang kuat di dalam memeknya, menyembur berulang kali. Ohhh, terasa banyak sekali lendir kental dan hangat menyembur dan memenuhi memeknya, hangat sekali dan terasa sekali pejuh yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat. Setelah selesai, aku memiringkan tubuh dan tanganku tetap meremas lembut toketnya sambil mencium wajahnya. Ayu senang dengan perlakuanku terhadapnya. "Yu, kamu luar biasa, memek kamu seret dan nikmat sekali", pujiku sambil membelai dadanya. "Mas juga hebat. Bisa membuat Ayu sampai beberapa kali, dan baru kali ini Ayu bisa sampai dan merasakan kontol raksasa. Hihihi..". "Jadi kamu suka dengan kontolku?" godaku sambil menggerakkan kontolku dan membelai belai wajahnya. "Ya mas, kontol mas nikmat, besar, panjang dan keras banget" jawabnya jujur. "Enak mana mas, ngentotin kakak apa ngentotin Ayu". "Nikmat sama kamu Yu, memek kamu seret banget". "Memangnya memek kakak nggak seret, kan kakak belum punya anak". "nggak tau pokoknya, aku puas banget ngentotin kamu". "Ya sudah, mas ngentotin Ayu saja kalau kakak keluar kota". Aku tidak langsung mencabut kontolku, tapi malah mengajak mengobrol sembari kontolku makin mengecil. Dan tak henti-hentinya aku mencium, membelai rambutnya dan yang paling aku suka membelai toketnya. Ayu merasakan lendirku yang bercampur dengan cairan memeknya mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kontolku cabut sambil menciumnya lembut sekali. Benar-benar ayu terbuai dengan perlakuanku. Ayu tertidur dalam pelukanku, sepertinya dia merasa nyaman dan benar-benar terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya dibayangkan saja. Ayu bangun masih dalam pelukanku. "Kamu tidur nyenyak sekali, Yu", kataku sambil membelai rambutnya. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Aku lalu mengajaknya mandi. Aku bimbing ayu ke kamar mandi, saat berjalan ayu merasa masih ada yang mengganjal memeknya dan ternyata masih ada lendir yang mengalir di pahanya, saking banyaknya aku mengeluarkan lendir di dalam memeknya. Dalam bathtub yang berisi air hangat, ayu duduk di atas pahaku. Aku mengusap-usap sambil menyabuni punggungnya, dan ayu pun menyabuni punggungku. Aku memeluknya sangat erat hingga dadaku menekan toketnya. Sesekali ayu menggeliatkan badannya sehingga pentilnya bergesekan dengan dadaku yang dipenuhi busa sabun. pentilnya semakin mengeras. Pangkal pahanya yang terendam air hangat tersenggol-senggol kontolku. Hal itu menyebabkan nafsunya mulai berkobar kembali. Dia aku tarik sehingga menempel lebih erat ke tubuhku. Aku menyabuni punggungnya. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tanganku terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Aku mengusap-usap pantatnya dan meremasnya. kontolku pun mulai ngaceng ketika menyentuh memeknya. Terasa bibir luar memeknya bergesekan dengan kontolku. Dengan usapan lembut, aku terus menyusuri pantatnya. Aku mengusap beberapa kali hingga ujung jariku menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan memeknya. "Mas nakal!" desahnya sambil menggeliat mengangkat pinggulnya. Walau tengkuknya basah, Ayu merasa bulu roma di tengkuknya berdiri akibat nikmat dan geli yang mengalir dari memeknya. Ayu menggeliatkan pinggulnya. Aku mengecup lehernya berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir memeknya. Tak lama kemudian, tanganku semakin jauh menyusur hingga akhirnya mengusap-usap lipatan bibir luar memeknya. Aku berulang kali mengecup lehernya. Sesekali aku jilat dan aku gigit dengan gemas. "Aarrgghh.. Sstt.. Sstt.." rintihnya berulang kali. Lalu Ayu bangkit dari pangkuanku. Ayu tak ingin sampai hanya karena jari yang terasa kesat di memeknya. Tapi ketika berdiri, kedua lututnya terasa goyah. Dengan cepat aku pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhnya. Aku tak ingin ayu terjatuh. Aku menyangga punggungnya dengan dadaku. Lalu aku usapkan kembali cairan sabun ke perutnya. Aku menggerakkan tangan keatas, meremas dengan lembut kedua toketnya dan pentilnya aku jepit dengan jempol dan telunjuk. Pentil kiri dan kanan aku remas bersamaan. Lalu aku mengusap semakin ke atas dan berhenti di lehernya. "Mas, lama amat menyabuni-nya" rintih-nya dengan manja sambil menggeliatkan pinggulnya. Ayu merasakan kontolku semakin keras dan besar. Hal itu dapat dirasakannya karena kontolku makin dalam terselip di pantatnya. Tangan kirinya segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji kontolku dengan gemas. Aku menggerakkan telapak kanan ke arah pangkal pahanya. Sesaat aku mengusap usap jembut lebatnya, lalu mengusap memeknya berulang kali. Jari tengahku terselip di antara kedua bibir luar memeknya. Aku mengusap berulang kali. itil-nya pun menjadi sasaran usapanku. "Aarrgghh..!" rintih-nya ketika merasakan kontolku makin kuat menekan pantatnya. Ayu merasa lendir membanjiri memeknya. Ayu jongkok agar memeknya terendam ke dalam air. Dibersihkanlah celah diantara bibir memeknya dengan mengusapkan 2 jarinya. Ketika menengadah ayu melihat kontolku telah berada persis didepannya. kontolku telah ngaceng berat. "Mas, kuat banget sih, baru saja muncrat di memek Ayu sekarang sudah ngaceng lagi", katanya sambil meremas kontolku, lalu diarahkan ke mulutnya. Dikecupnya ujung kepala kontolku. Tubuhku bergetar menahan nikmat ketika ayu menjilati kepala kontolku. Aku meraih bahunya karena tak sanggup lagi menahan nafsu. Setelah ayu berdiri, kaki kirinya aku angkat dan aku letakkan di pinggir bathtub. Aku buat Ayu menungging sambil memegang dinding di depannya dan aku menyelipkan kepala kontolku ke celah di antara bibir memeknya. "Argh, aarrgghh..,!" rintih-nya. Aku menarik kontolku perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar memeknya ikut terdorong bersama kontolku. Perlahan-lahan menarik kembali kontolku sambil berkata "Enak Yu?". "Enak banget mas". Aku menggenjot kontolku dengan cepat sambil meremas bongkah pantatnya dan tanganku satunya meremas toketnya. "Aarrgghh..!" rintih-nya ketika merasakan kontolku kembali menghunjam memeknya. Ayu terpaksa berjinjit karena kontolku terasa seolah membelah memeknya karena besarnya. Terasa memeknya sesak kemasukan kontolku yang besar dan panjang itu. Aku dengan erat memegang pinggulnya dan menggenjot kan kontolku keluar-masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahaku berbenturan dengan pantatnya. "Aarrgghh.., aarrgghh..! Mas.., Ayu sampai..!" Ayu lemas ketika sampai lagi untuk kesekian kalinya. Aku juga tidak dapat menahan pejuhku lebih lama lagi. "Aarrgghh.., Yu", kataku sambil menghunjam kontolku sedalam-dalamnya. "Mas.., sstt, sstt.." katanya karena berulang kali merasa tembakan pejuhku dimemeknya. "Aarrgghh.., Yu, enaknya!" bisikku ditelinganya. "Mas.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dientot mas", jawabnya karena nikmat ketika dia sampai. aku masih mencengkeram pantatnya sementara kontolku masih nancap dimemeknya. Beberapa saat kami diam di tempat dengan kontolku yang masih menancap di memeknya. Kemudian aku membimbingnya ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. Setelah selesai aku keluar duluan, sedang ayu masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, ayu keluar dari kamar mandi. Aku sudah menyiapkan makan seadanya. Ayu aku persilahkan minum dan makan sambil mengobrol, dan diiringi lagu lembut. Setelah makan, aku lalu memintanya duduk di pangkuanku. Ayu menurut saja. Sambil mengobrol, Ayu aku manja dengan belaian. Aku raih dagunya, dan aku cium bibirnya dengan hangatnya, Ayu mengimbangi ciumanku. selanjutnya aku mulai meremas-remas lembut toketnya, kemudian menelusuri antara dada dan pahanya. Ayu sadar bahwa sesuatu yang dia duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung ayu bangkit. Ayu bersimpuh di depanku, kontolku sudah mulai tegang, walau masih belum begitu mengeras. Kepala kontolku sudah mulai sedikit mencuat keluar dari sarangnya lalu diraih, dibelai dan sarangnya ditutupkan lagi. sebelum penuh ngaceng-nya langsung ayu mengulum kontolku. Ayu memainkan kepala kontol yang tebal dengan lidahnya. Ditariknya kepala kontolku ke ujung, membuat kepala kontolku tertutup mulutnya dan segera di sedot, dimainkan kontolku dengan lidahnya dan diselipkannya lidahnya ke dalam kontolku sambil lidahnya berputar masuk di antara kepala kontolku. Enak rasanya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kontolku makin membengkak. aku mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahnya dan membuat mulutnya semakin penuh. "Mas hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mas", katanya yang juga sudah terangsang. Aku makin tak tahan menerima rangsangan lidahnya. Maka Ayu aku ajak ke tempat tidur. kakinya aku tahan sambil tersenyum, aku teruskan dengan membuka kakinya dan aku langsung menelungkup di antara pahanya. "Aku suka melihat memek kamu yu" ujarku sambil membelai bulu jembutnya yang lebat. "Mengapa?". "Sebab jembutmu lebat dan cewek yang jembutnya lebat nafsunya besar, kalau dientot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya”. Aku terus membelai jembutnya dan bibir memeknya. Kadang-kadang aku cubit pelan, aku tarik-tarik seperti mainan. Ayu suka memeknya dimainkan berlama-lama, ayu terkadang melirik apa yang aku lakukan. Seterusnya dengan dua jari aku membuka bibir memeknya, ayu makin terangsang dan makin banyak keluar cairan dari memeknya. aku terus memainkan memeknya seolah tak puas-puas memperhatikan memeknya, kadang-kadang aku sentuh sedikit itilnya, membuat ayu penasaran. Tak sadar pinggulnya mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat ayu mengangkat pinggulnya, langsung aku sambut dengan bibirku. Aku menghisap lubang memeknya yang sudah penuh cairan.
Lidahku ikut menari kesana-kemari menjelajah seluruh lekuk memeknya, dan saat aku jilat itilnya dengan ujung lidah, cepat sekali menggelitik ujung itilnya, benar-benar ayu tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat ayu tak sadar berteriak.. “Aauuhh!!”. Benar-benar hebat dia terangsang, dan ayu sudah tak tahan lagi. “Ayo dong mas, Ayu pengin dientot lagi” ujarnya sambil menarik bantal. Aku langsung menempatkan tubuhku makin ke atas dan mengarahkan kontol gedeku ke arah memeknya. Ayu masih sempat melirik saat aku memegang kontolku untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memeknya. saat kepala kontolku telah menyentuh di antara bibir memeknya, ayu menahan nafas untuk menikmatinya. setelah kepala kontolku mulai menyelinap di antara bibir memeknya dan menyelusup lubang memeknya, pelan-pelan aku tekan dan aku mulai mencium bibirnya lembut. Makin ke dalam. Ayu merapatkan pahanya supaya kontolku tidak terlalu masuk ke dalam. Aku langsung menjepit kedua pahanya hingga terasa sekali kontolku menekan dinding memeknya. kontolku semakin masuk. Belum semuanya masuk, aku menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulnya naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali aku lakukan sampai akhirnya ayu penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah aku puas menggodanya, tiba-tiba dengan hentakan agak keras, aku percepat gerakan menggenjot hingga ayu kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang-goyangkan, aku meremas toketnya dan menciumi lehernya. Akhirnya ayu mengelepar-gelepar. Dan sampailah Ayu kepuncak. Tak tahan Ayu berteriak, terus. aku menyerang dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya ayu melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat ayu meneruskannya. Ayu memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenaganya dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya aku pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatku. Ayu terkulai lemas sekali, keringatnya bercucuran. Hampir pingsan Ayu menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar ayu tidak menyesal ngentot dengan aku, aku dapat mengolah tubuhnya menuju kenikmatan yang tiada tara. Kemudian pahaku mulai kembali menjepit kedua pahanya dan aku rapatkan, tubuhku menindihnya serta lehernya kembali aku cumbu. Ayu memeluk tubuhku yang besar dan aku kembali meremas toketnya. Pelan-pelan mulai aku genjotkan kontolku. Kali ini ayu ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Tanganku terus menelusuri permukaan tubuhnya. Dadaku merangsang dadanya setiap kali bergeseran mengenai pentilnya. Dan kontol aku pompakan dengan sepenuh perasaan, lembut sekali, bibirku menjelajah leher dan bibirnya. Lama kelamaan tubuhnya yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Ayu berusaha menggeliat, tapi tubuhnya kupeluk cukup kuat, hanya tangannya yang mulai menggapai apa saja yang dia dapat. Aku makin meningkatkan cumbuan dan memompakan kontolku makin cepat. Gesekan di dinding memeknya makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini lehernya aku gigit agak kuat dan aku masukkan seluruh batang kontolku serta aku goyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilnya. Maka jebollah bendungannya, Ayu mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terasa nyaman dan romantis sekali, tapi tiba-tiba aku dengan cepat menggenjot lagi. Kembali ayu berteriak sekuatnya menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, ayu meronta sekenanya. dia menggigit pundakku saat aku menghujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat. Sesaat aku menurunkan gerakanku, tapi saat itu aku balik tubuhnya hingga ayu di atas tubuhku. Ayu terkulai di atas tubuhku. Dengan sisa tenaganya ayu mengeluarkan kontolku dari memeknya. Dan diraihnya batang kontolku. Tanpa pikir panjang, kontol yang masih berlumuran cairan memeknya sendiri disedot dan dikocok. Dan pinggulnya aku raih hingga akhirnya Ayu telungkup di atasku lagi dengan posisi terbalik. Kembali memeknya yang berlumuran cairan jadi mainanku, Ayu makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kontolku. Aku memeluk pinggulnya. Aku hisap itilnya sambil ujung lidahku menari cepat sekali. Tubuhnya mengejang dan dia menjepit kepalaku dengan kedua pahanya dan dirapatkannya pinggulnya agar bibir memeknya merapat ke bibirku. Ayu gak bisa berteriak tapi karena mulutnya penuh, dan tanpa sadar ayu menggigit agak kuat kontolku dan dicengkeramnya dengan kuat saat dia masih menikmati orgasme. "Yu, aku mau muncrat yu, di dalam memekmu ya", kataku sambil menelentangkan ayu. "Ya, mas", jawabnya. Aku menaiki ayu dan dengan satu hentakan keras, kontolku yang besar sudah kembali menyesaki memeknya. Aku langsung mengenjot kontolku keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa genjotan saja tubuhku sudah mengejang. Pantat dihentakkannya ke atas dengan kuat sehingga kontolku tertancap semuanya ke dalam memeknya dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejuhnya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat. Yang bikin heran, muncrat yang ketiga masih saja pejuhku keluar banyak. Aku menelungkup diatasnya sambil memeluknya erat-erat. "Yu, nikmat sekali ngentot sama kamu, memek kamu kuat sekali cengkeramannya ke kontolku", bisikku di telinganya. "Ya mas, Ayu juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memek Ayu terasa kuat karena kontol mas gede banget. Rasanya sesak banget memek Ayu kalau mas meneken kontol-nya masuk semua. Kalau ada kesempatan, Ayu dientot lagi ya mas", jawabnya. "Siap sayang", lalu bibirnya aku cium dengan mesra.
**************
Cerita lainnya Polpupp

No comments:

Post a Comment