Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Saturday, 11 November 2017

Jafar sang Petualang sex 2

Hai kembali lagi dengan saya JAFAR.
cerita yang ini aku alami saat duduk di bangku kuliah semester akhir salah satu Universitas swasta di kota Malang.
Saat itu sedang libur semester namun aku masih males banget untuk pulang ke rumah, jujur saja saat itu aku bingung harus mengisi liburan dengan apa dan kemana. Dengan sangat terpaksa aku tetap tinggal di kost-kostan sambil menunggu Icha (Doi-ku) balik dari mudiknya di Lampung. Hari pertama libur aku berniat untuk bangun siang dan malas-malasan saja, namun yang terjadi tidak demikian. Jam 07:30 pintu pagar terdengar ada yang membuka dan benar saja, satu menit kemudian ada yang mengetuk pintu.
Tok…tok…tok….assalamualaikum, Mas….Mas Jafar…. Assalamu'alaikum.
"wa alaikum salam" aku jawab dengan jengkel karena masih mengantuk.
"Ehhhh Pak RT, maaf baru bangun" sambutku.
"Maaf Mas, cuma mau menyerahkan ini saja (amplop kosong ) tolong nanti malam hadir di rumah saya sebagai perwakilan yang kost (tinggal) disini, sekalian sumbangannya buat kegiatan RT" jawab Pak RT panjang lebar.
"ooo…iya Pak, terimakasih" jawabku
Pak RT pun langsung balik kanan dan maju jalan meninggalkan tempat kost-ku. "apes banget ini, kesepian di kost, malah dapat bonus ngasih sumbangan" gerutuku dalam hati. Untuk menghilangkan pusing, aku pun mandi dan langsung ke rumah Pak RT untuk mengembalikan amplop yang sudah aku isi karena aku malas kalau harus ikut kumpul malam harinya. "lebih baik cuci mata di matahari" kata hatiku. Karena rumahnya hanya berjarak 300 meteran dan biar kelihatan terburu-buru untuk alasan gak bisa datang malam harinya, aku ke rumah Pak RT dengan hanya menggunakan celana pendek boxer dan T-shirt tipis saja. Aku pun langsung mengetuk pintu dan memanggil-manggil Pak RT tapi tak ada jawaban, akhirnya aku putuskan untuk lewat pintu belakang. Namun hasilnya sama, tak ada jawaban… bingung mau tanya siapa, karena rumah Pak RT agak terpencil dikelilingi kebun tebu.
"Cari bapak ya Mas?" tiba-tiba suara ibu RT mengejutkan aku dari belakang
"ooo……iiiiii…iiiyyaaaa bu! Jawabku dengan gugup.
Asal tau saja Ibu RT (namanya tante Wulan) kesehariannya memakai jilbab dan selama 2 bulan aku nge-kost disini hanya wajah cantiknya yang aku lihat hingga terbayang-bayang waktu tidur. Tapi yang aku lihat sekarang sungguh sangat berbeda, rambut panjangnya terurai basah, dengan kulit yang sangat-sangat putih mulus dari pundak sampai lengan dan sebagian pahanya kebawah apalagi toketnya yang samar-samar terlihat bagian atasnya. Yaaa… tante wulan hanya memakai handuk, sepertinya baru saja mandi tapi dimana?? kenapa asalnya dari kebun tebu??? Aahhh... Sudahlah.
"Kenapa bengong Far???" tanya tante Wulan.
"….aaaa…. anu ….mulus" jawabku mengigau terhipnotis kemulusannya.
"ehhhh… maaf bu, maksud saya Ibu darimana kenapa dari belakang?? Kataku buru-buru untuk menutupi malu dan jawaban ngawur ku.
"maaf mas, tolong jangan dijalan aku mau masuk ke rumah" jawabnya agak menunduk malu.
"…ooo…maaf bu, silahkan" jawabku sambil memberi jalan.
Tanpa berkata-kata tante Wulan berjalan dengan tergesa, namun saat menginjak anak tangga yang ketiga di depan pintu belakang tante Wulan terpeleset dan jatuh. Aku diam mematung, melihat keindahan yang lebih dari sekedar mulus, handuk yang membelit tubuhnya terlepas dan tubuhnya jatuh kesamping, sampai-sampai suaranya mengaduh tak aku hiraukan, panca inderaku telah tertutup oleh gejolak nafsu yang berkobar tak menentu.
"aduh… aduh… kakiku sakit….tolong aku mas??? Pintanya merengek.
tanpa berkata aku mendekatinya dan langsung menggendongnya kedalam rumah.
"Mas, Disini saja mas, jangan ke kamar, nanti di lihat orang jadi fitnah” katanya dengan nada keras.
“Mbak, aku boleh memanggil Mbak kan? Jangan memikirkan orang lain, pikirkan saja kaki mbak, kalau keseleo atau lebih parah lagi bagaimana????" Kataku coba merayunya.
“kalau ada yang melihat pakaian Mbak seperti ini sedang bersama aku, pasti sama saja kan? Lebih baik kan dikamar, gak mungkin ada yang melihat, kalau mbak malu, itu sudah telat Mbak, tadi waktu mbak jatuh, aku sudah melihat semuanya mbak !!! Jawabku menenangkan dan mengambil hatinya.
"PLAKKKKKK….. kenapa kamu intip???" Katanya sambil menampar wajahku dengan keras.
“kenapa mbak tampar aku? Aku cuma mau menolong mbak, lagian aku gak ngintip, tapi aku melihatnya, aku gak bisa untuk tidak melihatnya mbak, tubuh mbak sangat indah bahkan lebih indah dari tubuh pacarku” rayuku sambil memegang kedua tangannya agar tak menampar aku lagi.
"hiks….hiks…… tiba-tiba mbak Wulan menangis terisak, lupa dengan handuk yang dari tadi dipeganginya.
“Mbak, jangan berpikir negatif Ya? Jangan bergerak apalagi berjalan, nanti kakinya jadi bengkak lho, istirahat saja aku ambilkan minyak urut dulu” kataku sambil merebahkan dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Aku buru-buru kembali ke kost untuk mengambil minyak urut. “aku harus bermain cantik, menjadi ‘pahlawan rahasia’ untuknya tapi juga harus menjadi ‘pejantan rahasia' juga karena mbak Wulan belum mempunyai anak, mungkin karena Pak RT (Tono) sudah terlalu tua sekitar 45 tahun sedangkan mbak Wulan Baru 27 tahun" bisikan nafsuku. Aku langsung ke rumahnya mbak Wulan sambil berlari karena sedang gerimis, bersama minyak urut aku bawa serta 3Pcs kondom dan 2 butir obat perangsang. Aku langsung menuju kamar tengah, tempat dimana mbak Wulan terbaring bugil.
“ini mbak, tolong diminum obatnya, 2 butir sekaligus ya mbak???" Kataku sambil memberikan obat dan segelas air.
"waktu kamu kemari ada orang yang melihat apa tidak Far?" Katanya dengan lirih
"tidak mbak, kan lagi hujan, sepi juga mbak jangan mikir macam-macam, cepetan diminum ini obat pereda nyerinya" kataku sambil memijit pelan kakinya.
“iya….makasih banget ya? Maaf aku sudah berpikir negatif, tapi tolong ya, habis ini cepetan balik dan titip tutup pintunya” katanya dengan tatapan mata yang dalam.
"iya, ini minyak urutnya, aku balik dulu, ingat ya jangan dibuat jalan tunggu Pak Tono saja" jawabku dengan hati sebel dan kesal karena diusir secara halus.
Aku langsung berjalan keluar kamarnya menutup pintu belakang dan pintu depan, tapi…. aku diruang tamu menunggu obat perangsangnya bereaksi. Sebatang rokok sudah habis aku hisap, obat kuat sudah aku telan bulat-bulat, lima belas menit sudah berjalan mendekatkan aku pada surga dunia. Pelan-pelan aku menuju kamarnya, aku sibakkan kelambu dipintunya sedikit demi sedikit mengintip reaksinya.
Wow…ternyata sudah siap saji ditandai dengan keringat yang mengkilat ditubuhnya yang terbuka karena kegerahan dan dahaga.
“maaf mbak, aku kembali, aku gak tega meninggalkan seorang yang sakit sendirian apalagi seorang wanita dan gak bisa berjalan” kataku pelan sambil berjalan menuju tempat tidurnya.
"kamu balik lagi, kamu baik banget, maaf saya buka baju, gerah banget soalnya" katanya dengan manja dan tidak malu-malu lagi.
“berarti obatnya sudah bekerja mbak, aku pijitin ya biar lebih cepat sembuh” jawabku dengan hati-hati karena obatnya belum bereaksi penuh dan satu lagi obat perangsangnya gak membuat tidak sadar tapi hanya membuat nyaman dan cinta.
"andai saja aku belum menikah, pasti aku mau banget menjadi pacar orang sebaik kamu !!!" Jawabnya mesra.
“emang ada larangan ya mbak, orang bersuami mempunyai pacar? Kan gak ada undang-undangnya?" Jawabku ngelantur mengikuti nalurinya yang sudah ngawur tapi logis.
"Iya juga ya? Kita pacaran saja ya? Tapi kalau ada yang tahu bagaimana?" Katanya genit.
“kita sembunyi saja, kita ketemuan di kebun tebu belakang, kan bisa sms !!! Jawabku.
"Iya…iya…. kita jadian sekarang ya???" Jawabnya sambil menarik tubuhku hingga jatuh dipelukannya.
“OK" jawabku singkat sambil mencium bibirnya.
Mbak Wulan membalas ciumanku dengan ciuman yang lebih menggebu, melumat bibirku, menghisap liurku dan menyedot lidahku dengan lidahnya, tangannya melepas kaos dan boxerku dengan cepat dan langsung mengambil alih tongkat ‘kontol’ komando yang sudah mengacung tegak dan keras.
"oooohhhh….uuuhhhhh…. hisap tetek aku ya sayang" bisiknya lirih ditelingaku.
“iya sayang" jawabku.
Aku remas toket (36B) kirinya dan menghisap yang sebelah kanannya, memainkanya dengan lidah dan selingan gigitan-gigitan mesra. Tubuh mbak Wulan mengejang dan mengejang tak menentu menahan nikmat yang teramat sangat. Sepertinya obat perangsang telah membuat inderanya lebih sensitif.
"HHhhmmmm…..ooooouuuhhh……hhhhmmmmm" desahan mbak Wulan semakin keras, membuat aku sempat takut ada yang mendengar tapi juga membuat aku semakin bernafsu dan gemas.
Aku pun berinisiatif mengambil posisi 69, digenggamnya kontolku dengan erat dan mulai mengocoknya dengan pelan, Sambil mengeyot-enyot ujung kontol dengan hisapan dan jilatan yang sangat nikmat. “iya sayang….terus…..ooooohhhh….nikmat banget hisapan kamu” desahanku.
Aku gigit pangkal pahanya yang putih mulus, aku belai bibir memeknya dengan jari, rasa geli yang tak tertahan membuat kakinya mengejang, menjepit kepalaku dengan kedua pahanya. Memaksa wajahku berlabuh di memeknya yang sudah basah. Aku jilati memeknya yang masih sangat merah dan indah lalu menghisap bibir memeknya dan menggelitik klitorisnya dengan lidahku.
OOOooohhhhh….AAAaaaaaaggghhhhhh……aaaaaaaaaaa aaaahhhhhhh…….ooouuuuhhhhhhhhh…..
Desahan mbak Wulan semakin menjadi dan Crit….Criiiittt….Crrriiiiiiittttttt….. tiba-tiba semprotan kecil keluar dari memeknya. Jujur aku sangat terkejut dan takjub, ini pertama kalinya aku melihat langsung wanita orgasme sampai bisa nyembur keluar dengan kencang dan deras.
Tak mau kehilangan momen, aku langsung menarik kontolku dari mulutnya dan mengangkat kedua kakinya keatas, aku gesek-gesekan kepala kontolku ke lubang memeknya terus dan terus.
“ayo….sayang, cepetan masukin aku sudah gak tahan" rengek mbak Wulan.
“Iya sayang, aku masukan sedikit demi sedikit", pelan-pelan, maju mundur bergoyang teratur karena sepertinya memeknya masih sempit walau sudah orgasme atau mungkin juga kontolku yang kegedean apalagi setelah minum obat kuat, ototnya keluar semua dan keras.
Setelah berulang kali keluar-masuk dan aku rasa sudah sangat licin akupun langsung menghujamkan kontolku kuat-kuat kedalam memeknya …..ZLEB…. ZLEEEEEBBBB….ZZZZLLLEEEEEEB BBBBBBBB……
AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH…….SAKIIIIIIIITTT SAAAYYAAAAANNNGGGG !!!!.
Mbak Wulan berteriak keras sambil menjambak rambutku, ooooohhhhh…..gede banget dan panjang kayak lenganku, uuuhhhhh…. ayo genjot sayang, goyang yang cepat.
Aku goyang lebih cepat, lebih cepat, lebih dalam, terus dan terus.
Ah…ah…ah….ah…ah….ah….ah….ah…ah…a h…..
Sayang aku keluar lagi …..crit….crit……memeknya menyemprot kontolku dengan kuat dan membuatnya semakin licin dan becek…. pyek…pyeek…..pyeeekkkk….. suara kontolku membombardir memeknya.
Sudah sayang, cepetan di keluarkan, rengeknya sambil mencakar-cakar dadaku, sangat liar dan binal, seperti sudah seribu tahun menahan birahi dan memendam nafsu dengan jilbab dan kealimannya.
“tunggu bentar lagi sayang, ganti posisi ya? Kamu menungging?!" Bisikku lirih ditelinganya.
Mbak Wulan pun menunggingkan pantatnya karena membelakangiku mbak Wulan tidak tahu aku tambahkan Ring dan Kondom berduri ke kontolku.
"Tahan sedikit ya???" ZLEB….ZLEEEEEEEEEEEEEEBBBBBBBB... aku langsung menghentakkan kontolku ke memeknya, sekarang kontolku semakin gede dari sebelumya yang memang sudah lumayan gede (Panjang=19cm-Diameter=5,4cm).
AAAAAHHHHHH…. Mbak Wulan seketika menjerit dan langsung terjatuh dari posisi doggy style-nya. Walau posisinya tengkurap aku terus menggoyangnya dengan liar.
OH….AH….UUUHHHH…… perih sayang.
Sepuluh menit aku memaksakan goyanganku, tiba-tiba tubuhnya mengejang dan kaku.
Aku pun berhenti sejenak dan memeluknya dengan kontol masih menancap di memeknya.
“kamu gak apa-apa kan?" Bisikku sambil melumat telinganya.
"Kamu jahat banget, sejak menungging tadi aku sudah keluar 3 kali, perut aku sakit banget seperti kram, cepetan semburkan spermamu, aku ingin baby darimu, mas Tono gak bisa ngasih baby" katanya.
"Ya sudah, kita miring saja ya? Aku goyang dari belakang" jawabku.
Kondom dan Ring aku lepaskan dan kembali menggoyangnya. pyek…pyek….pyekkkkk….
Suara memeknya sudah sangat amat becek sekali, aku goyang lebih cepat, lebih cepat, dan lebih cepat... sesaat kemudian…...
"Sayang…. kita semprotkan bareng" ya…..1…..2…..3…..CROT….CROOOTTT….CROT
Aku tumpahkan spermaku didalam memeknya, sambil terus menggoyangnya pelan-pelan.
“bagaimana sayang, kamu puas apa belum???" Kataku manja
"puas banget…. Sayang….” jawabnya tak kalah manja sambil melumat bibirku.
Kami berpelukan mesra dan manja seakan kami adalah sepasang suami istri yang honeymoon, seakan ini kamar kami, seakan ini rumah kami, seakan-akan tak mau lepas.
Setengah jam kemudian dengan iringan suara bedug, kami pun membereskan kamar agar sewaktu Pak Tono pulang gak curiga apalagi tau. Kaki mbak Wulan tanpa aku sadari sudah sembuh dan bisa berjalan normal waktu menuju kamar mandi.
“mbak, kakinya sudah gak sakit???" Tanyaku heran
"Sudah, lumayan" jawabnya santai sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di sebelah kebun tebu.
Hujan masih deras sederas aliran nafsuku yang masih menggebu, namun apa daya waktunya sudah mepet sebelum Pak RT datang.
Malam hari pun tiba, keinginanku untuk kembali mengulang kenikmatan tadi siang kembali datang dan tak dapat aku halangi. Waktu menunjukkan Jam 19:00 tepat, satu persatu warga datang untuk memberikan sumbangan dan musyawarah bersama untuk pembuatan gardu untuk pos kampling. Aku yang awalnya berniat untuk tidak datang akhirnya terpaksa datang untuk sekedar mengantar amplop yang tadi siang tidak jadi aku berikan sekaligus untuk mencari tahu situasi dan kondisi rumah Pak RT. Setengah jam berlalu dan musyawarah dimulai. setelah aku rasa aman aku pun SMS mbak Wulan untuk mengajak ketemuan dibelakang rumah.
Tit…tit…tit….tit…. Hpku berbunyi, membawa pesan “Okey, aku ke kamar mandi" gak tau kenapa, tapi aku kangen banget, tapi jangan macam-macam ya? Banyak orang
Tanpa membalas sms aku langsung pamit dan berjalan memutar menuju kebun tebu belakang rumahnya. Aku perkirakan ada waktu sekitar 1 jam aman untuk berkangen ria sebelum rapatnya selesai. Sesampainya di depan pintu kamar mandi aku langsung membukanya dan masuk kedalam.
Sesaat kami saling pandang dan berbagi senyum, kami langsung berpelukan dan berciuman dengan penuh mesra, tanganku langsung turun kebawah, meremas pantatnya dan mengangkat jubahnya keatas. hemmmmm ternyata mbak Wulan sudah siap tidak memakai CD, aku angkat kaki kirinya keatas bibir bak mandi dan langsung aku mainkan memeknya yang ternyata sudah basah, dengan mudah 2 jariku keluar-masuk dan menari didalam memeknya.
“memek kamu sudah siap yah??" Bisikku
"Iya, buruan masukin keburu orang-orang pulang" jawabnya singkat.
“iya, emut kontolku sebentar yah, biar licin masuknya” kataku.
Mbak Wulan langsung jongkok dan melumat kontolku dengan lahap, tanganya menggenggam kuat pangkal kontol dan mengocoknya dengan cepat.
Ooouuuuhhhh…..buruan menungging, aku masukkan.
ZLEEEEBBBB….ZLEEEEEEEEBBBBBB……kontolku memenuhi ruang di memek hangatnya, aku goyang maju-mundur aku tarik kedua lengannya kebelakang untuk pegangan dan aku goyang lagi lebih cepat, lebih dalam dan terus, mmm….mmm….uuuuuhhhh….. mbak Wulan hanya bergumam tidak berani mendesah atau berteriak liar seperti tadi siang. Keringat kami bercucuran karena kami masih berpakaian lengkap hanya membuka seperlunya saja.
“mbak, kalau kita mudah kangen terus bagaimana??" Tanyaku
"Aku juga gak tau, aku gak bisa menahannya" jawabnya dengan suara terengah menahan goyanganku.
“kemarin yang kesini siapa Mbak?" Tanyaku
"Oooohh…itu Adikku, namanya Dian, awas jangan macam-macam lho Dia anak Pondokan ?!" Jawab mbak Wulan.
“enggak bakalan Mbak, justru bisa buat tutupi hubungan kita, bantu saya ya mbak? Kalau aku jadian kan Pak RT gak curiga dengan kita" kataku.
"maksudnya? Gak usahlah, adikku gak neko-neko" jawab Mbak Wulan.
“aku gak akan neko-neko juga kok Mbak" jawabku sambil terus menggenjot goyanganku.
"Buruan, aku hampir keluar nanti sms saja" jawabnya.
“ayo semprotin bareng….1…..2…..3….CROT…CROT…CROOOOOTT T….
Kami benar-benar menyemprot bareng dan tak sempat bermanja-manja lagi karena waktu satu jam telah usai. Aku langsung berlari menuju kegelapan malam, kegelapan kebun tebu.
Hubunganku dengan Mbak Wulan tetap berjalan backstreet bahkan hingga aku lulus kuliah dan dikaruniai seorang anak yang amat cantik, secantik Ibunya.
 JAGA BUAH CINTA KITA YA MBAK ????
TERIMA KASIH....

Cerita sebelumnya Disini
Cerita selanjutnya Disini


No comments:

Post a Comment