Gabung Fasapay

FasaPay Online Payment System

Wednesday, 22 November 2017

kakak dan adik, Sama2 binal

Cerita ini terjadi secara kebetulan dan benar-benar murni sebuah keberuntungan buatku, saat itu aku sedang melintasi sebuah kawasan hutan antara Rembang dan Blora. Entah karena salah makan atau mungkin masuk angin, mendadak perutku terasa mual dan ingin BAB. Aku harus kemana? Tidak ada SPBU atau toilet umum di jalur ini, tanyaku dalam hati. Saat melintasi sebuah jembatan kecil, aku langsung menghentikan laju mobilku dan turun menuju tepian sungai yang tidak begitu deras. Entah mengapa, rasa mual dan sakit di perutku mendadak hilang dan sembuh. Sekitar 10 menit aku duduk disebuah batu, menunggu reaksi perut kalau-kalau kambuh lagi tapi ternyata tidak ada tanda-tanda sakit lagi.
Setelah kurasa cukup yakin tidak sakit, aku berniat untuk kembali menuju mobil dan kembali melanjutkan perjalanan pulang. Tapi, mendadak aku mendengar ada suara percakapan orang yang sepertinya seorang pria dan wanita. Siang-siang di tempat seperti ini, pasti orang pacaran! Kataku dalam hati. Mendadak timbul rasa ingin tahu dalam hatiku, siapa dan sedang apa orang itu ditempat ini. Pelan-pelan sambil setengah merangkak, aku mendekati sumber suara tersebut dan samar-samar terlihat sepasang ABG sedang bermesraan dibawah sebuah pohon. Yah, tepatnya seorang cowok yang sedang memangku cewek di sebuah akar pohon Mahoni.
Sepertinya mereka sepasang kekasih yang sedang berasyik masyuk melepas kemesraan, tampak kedua tangan cowok itu sedang meremas kedua toket ceweknya dari dalam kaos. Wajahnya sangat manis, berjilbab pink dan bawahan sebuah rok putih panjang seumuran anak SMA. Entah mengapa aku betah melihatnya, bahkan kontolku tegang dibuatnya teringat masa-masa SMA dulu. 10 menit telah berlalu, si cowok memaksa cewek untuk melepaskan kaosnya dan anehnya si cewek menurut saja. Sebuah BH putih membungkus 2 toket ranum yang kenyal dan putih mulus.. aku bilang WOW deh!! Disaat mereka mulai meningkatkan cumbuan, timbul niat isengku untuk menangkap basah mereka.
“Hey…kalian jangan mesum disitu! Teriakku sambil berjalan mendekati mereka,
Spontan si cowok mendorong dan menjatuhkan cewek dari pangkuanya serta berlari menuju sepeda motor Ninja 150 RR warna hijau yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka duduk. Entah karena panik atau takut si cowok tancap gas dan kabur meninggalkan ceweknya yang tercebur ke sungai dalam keadaan setengah bugil.
“namamu siapa dan rumahmu mana?? Bentakku
"Anis Pak…. Rumahku di Semarang...!!! Jawabnya sambil menunduk malu
“memang aku bapakmu? Semarang kenapa bisa sampai kesini, aku gak percaya...!!!" Tanyaku tegas
"ampun Pak…. benar kok..!! Jawabnya sambil sesenggukan.
“cepat pakai bajumu dan ikut aku". Cepetan!!! Bentakku.
Dengan wajah menunduk Anis mengenakan baju basahnya dan kemudian berjalan mengikutiku karena aku meminta dompetnya. Dari dalam dompet, aku lihat sebuah kartu pelajar atas nama Anis Trisnawati, kelas 2 di sebuah Madrasah Aliyah di kota Blora. Setelah di dalam mobil, Anis tampak semakin ketakutan melihat sticker dan beberapa pin yang bertuliskan keluarga besar Polri karena ini memang mobil temanku yang tukeran denganku.
“kenapa takut?? Mana pacarmu tadi? Bentakku
"Ampun…. Pak…. Ampun, tolong jangan bawa saya ke kantor polisi" Pintanya sambil menangis.
“terus aku mesti bawa kamu kemana? Kamu mengaku salah gak? Tanyaku
'‘iya…saya salah Pak… tapi jangan bawa ke kantor polisi…. Aku mohon, aku pasti diusir kakakku kalau ketahuan" pintanya sambil merengek.
Di depan sebuah pos Polisi aku menghentikan mobilku dan itu membuatnya semakin ketakutan dan terus memohon akan melakukan apa saja asal tidak dibawa ke kantor polisi dan diketahui kakaknya (Riana) yang menyekolahkan dan tempat tinggalnya. Lagian siapa yang akan ke kantor polisi, aku juga bukan polisi! Gumamku dalam hati.
“apa kamu masih perawan?" Tanyaku, Anis hanya menggelengkan kepala pertanda tidak.
“sudah berapa kali ML, sering ya?" Tanyaku, dia tetap menggeleng membuatku bingung!
“gak perawan kok belum ML?? Kamu bohong ya!!" Aku membentaknya keras.
Dengan cucuran air mata Anis bercerita, keperawanannya hilang oleh ujung jarinya (masturbasi) dan dengan cowok (pacarnya) dia sama sekali tidak berani ML. Di Blora di tinggal bersama kakaknya Riana yang bekerja sebagai SPG di sebuah dealer motor. Bahkan saking jujurnya, dia menceritakan kakaknya seorang bispak karena gajinya tidak cukup untuk hidup dan membiayai sekolahnya. Riana akan melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik untuk Anis agar kelak tidak seperti dirinya.
“kamu sudah mengecewakan kakakmu, bagaimana kalau dia tahu?" Tanyaku lembut.
"jangan beritahu ya, aku mohon!" Jawabnya.
“aku tidak akan memberitahu kakakmu, asal kamu mau menjadi pacar sehariku!" Tawaranku.
"Tapi…. maksudnya?" tanya Anis bingung.
“aku ingin menggantikan posisinya pengecut yang lari meninggalkan kamu! Sampai nanti jam 5 saja kok!" Kataku menjelaskan "tapi….jangan ML ya??" Pintanya.
“iya… iya…. jawabku.
Jam tanganku sudah menunjukan angka 14:30 dan dengan sigap aku menuju sebuah hotel yang cukup terkenal di Blora. Setelah membereskan semua urusan, aku langsung mengajak Anis masuk ke kamar nomor 22 dengan alasan di hotel lebih aman dan bisa berteriak minta tolong kalau-kalau aku berbuat jahat. Anis merasa lebih tenang dengan penjelasan ku dan sesaat setelah masuk, aku langsung mendekap tubuhnya serta menciumi bibir dan lehernya yang masih terbungkus jilbab. Dengan sedikit rayuan dan jaminan kakaknya tidak akan tahu, Anis menurut dan merespon aktif setiap ciumanku.
Emuah…emuah….emuah…emuah…..emuah…. ciuman basah bertubi-tubi mendarat di bibirku
“Lepaskan bajumu ya? Bisikku sambil melumat telinganya.
"Jangan lebih ya?" Jawabnya berbisik
Kedua tanganku menyusup kedalam punggungnya, melepas pengait BHnya dan membuang bajunya. Toket kenyalnya terlihat jelas membulat seperti bakpao dan putingnya masih memerah ranum, dengan gemas aku mulai meremas, mengelus, mencium dan memilin ujung putingnya searah jarum jam.
……….ssssssssssshhhhhhhhh….eeehhhhhhhhh…. ooooouuuuhhhhhhhhh….. desahnya!
Tanpa membuang waktu aku pun melepaskan baju dan memeluknya erat-erat, dadaku dan dadanya melekat erat tanpa celah membuat Anis terengah dan semakin bergairah. Terasa ganjalan di dadaku semakin lama semakin kenyal, sementara tanganku terus meraba dan mengelus punggungnya hingga ke pinggang. Terus dan terus, sambil pelan-pelan membuka resleting belakangnya. aku usap CDnya dan membuka kancing roknya. Aku rebahkan tubuhnya sambil menurunkan ciumanku, dari leher ke toket kiri dan kananya kemudian ke bawah mencium dan menjilat perut putihnya, hingga akhirnya aku cium CDnya dan menggigitnya dengan bibir.
Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh…..emmmmmmmmmm…..aaaaa aaaaaahhhhh…. desahan Anis semakin menjadi saat lidahku menjilat pangkal pahanya dan menyusuri sekitar memeknya. jari-jariku aktif memijit dan menggelitik memeknya yang masih terbungkus rapi. Oooooooooouuuuuhhhh, Anis melenguh panjang bersamaan dengan rembesan lendir yang membasahi CDnya.
“aku buka (CDnya) yaah…." pintaku
"jangan….jangan lebih dari…." jawabnya
Aku tak mau kehilangan momentum, tanpa persetujuannya aku selipkan jariku dari sela CDnya dan mengelus-elus memek basahnya. Aku gelitik dan aku pijit dengan lembut, sambil berbisik “anggap saja sedang bermasturbasi” Anis hanya diam dan memejamkan mata tanda setuju. Aku sibakkan CDnya ke sebelah kiri dan memasukkan lidahku ke bibir memeknya sambil terus menggelitik dengan jariku. Anis mendadak bergerak tak terkendali, pahanya menjepit kuat wajahku dan tangannya menjambak rambutku dengan gerakan pantat ke kiri dan kanan.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH…..HHHEEEEEEEM MMMMMM….. gumamnya!
Aku terus merangsangnya tanpa menghiraukan jambakan dan jepitan pahanya, terus dan terus hingga akhirnya mengerang panjang sebagai pertanda Anis telah mencapai puncak orgasme. Entah mengapa, mendadak keringat dingin menyelimuti tubuhnya, wajahnya menjadi pucat dan ujung kaki serta tanganya menjadi kaku. Nafasnya terengah dengan tubuh melemah dan pasrah.
“kamu kenapa? Sakit ya? Tanyaku, tapi Anis hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku belum pernah seperti ini, aku keluar banyak banget ya?" Dia balik bertanya
“iya…nikmat kan? Anggap saja, aku membantumu bermasturbasi" kataku sambil melorotkan celana dan CD hitamku.
"kamu mau apa, iiihhhh….jangan lebih ya?" Katanya terkejut melihat kontolku yang big size
“enggak, tolong gantian bantu aku bermasturbasi ya?" Bujukku.
Aku langsung rebahan disampingnya dan memintanya berposisi 69. Anis percaya saja dengan bujuk rayuku dan mulai mengelus dan mengocok kontolku yang hanya berjarak 1 inci dari wajahnya. Awalnya dengan tegas Anis menolak mencium dan mengulum kontolku, tapi aku tak kehilangan akal. Aku langsung melumat bibir memeknya, meraba anusnya dan memasukkan lidahku kedalam memeknya sambil meremas toketnya dengan tangan kiriku. Rangsangan yang datang bersamaan membuatnya hilang kendali dan tanpa sadar ingin membalas perlakuanku dengan mencium dan menghisap kepala kontolku dengan lahapnya. Ooooouuuuhhhh…..bibir mungilnya terasa begitu sempit untuk ukuran kontolku, kelihatan sangat dipaksakan untuk dimasukkan kedalam mulutnya.
OOOOOOOOOOOHHHHHHH….MMMMMMMMMMMM….. Anis bergumam tanpa henti sambil mempercepat kocokan tangan dan hisapannya. Aaaaaduuuuuhhhh….terasa kepala kontolku digigitnya secara tidak sengaja saat Anis tak mampu menahan ledakan orgasme yang ada.
Kami diam sejenak, Anis kembali berada disisihku, mata kami saling memandang seakan berbincang, berkata sayang dan ingin mengulang. Mendadak HP Anis berbunyi dan itu adalah telepon dari kakaknya. Ini adalah kesempatanku! Teriakku dalam hati. Aku tak menghiraukan percakapan mereka, dan memanfaatkan ketakutan Anis terhadap kakaknya dengan menggesek-gesekkan kontolku di selangkanganya. Anis tidak kuasa melarang, karena takut terdengar kakaknya…. aku gesek maju mundur, semakin cepat dan terus. Dan saat Anis akan menutup telepon, aku hentakkan kontolku ke dalam memeknya.
MMMMMMMMMMMMMM…..Anis meringis kesakitan dan langsung mematikan Hpnya. Dengan cepat aku membungkam mulutnya dengan tanganku sambil terus menyodokkan kontolku lebih dalam karena baru sepertiga yang ditelan memeknya. setengah memperkosa aku terus menekan kontolku lebih dalam, lebih cepat dan menggoyangnya kiri-kanan agar memeknya cepat menyesuaikan ukuran kontolku.
OOOOOOH,……HEMMMMMMMMMMM….MMMMMMMMM….AGHHHH HHHHHHH…. Anis menggelinjang dan meronta dengan kuat tapi sia-sia karena tenaganya sudah terkuras habis. Sedikit demi sedikit lendir dari dalam memeknya melicinkan laju kontolku.
BLESSSSSSS……….BLEEEEEEEESSSSSSSSSSSSSSS….. BLESSSSSSSSSSSSSSSSS….BLESSSSSSSSSSS….
Kini tubuhnya tak lagi meronta, jambakan tanganya berganti belaian di rambutku, pahanya melebar mempersilahkan aku mempercepat goyanganku dan akupun melepaskan tanganku dari mulutnya.
AAAAAAAAHHHHHHHHHH….AH….AH….AH….AH…AH… .GELIIIIII…..AAAAAAHHHH….
Anis sudah menikmati goyanganku dan perlahan aktif membalas goyanganku dengan goyangan pinggulnya. Tanpa melepaskan kontol aku mengangkat tubuhnya dan memposisikan doggy style untuknya.
PLAK….PLAKKKK….PLAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK…..PLAA AAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK…..
Suara pahaku tertahan pantatnya, semakin keras dan cepat terdengar, beriring dengan desahan basah bibirnya. Aku tersenyum penuh kemenangan, walau Anis sudah tidak perawan (masturbasi) tapi kontolku lah yang pertama kali masuk di memeknya. 20 menit aku goyang, membuat tumpuan tangannya goyah dan lelah hingga membuatnya tersungkur di atas bantal. Tapi pantatnya kau tahan, jadi posisi doggy style tetap terjaga dengan pantat yang sangat menungging. Dengan posisi setengah berdiri aku benamkan kontolku sedalam-dalamnya hingga mentok rasanya. Tampak terlihat, bercak darah di bibir memeknya mungkin ada lecet atau apalah.
ZLEBBBBB….ZLEEEEEEEEEEEEBBBBB…PLAKKKK….PLAAA AAAAAAAAKKKKK….PLAKKKKKKKKK…..
AAAAAAAAAAAAAHHHH……OOOOOOOOOOOOOOOOOHHHHHHHHH. ………OOOOOOO…….
Erangan panjang kami kebetulan bersamaan, sepersekian detik Anis lebih dulu orgasme dan aku menyusulnya. Tapi dengan sigap aku mengeluarkan kontolku dari memeknya dan menahan semprotan sperma dengan menekan palkon sekuat-kuatnya. Aku balikkan badanya dan arahkan kontolku ke mulutnya yang terengah…..
HLEEEEEEEEBBBBB….CROT….CROT…CROOOOOOOOOOOTTT TTTTTTTT…..
Semua spermaku menyemprot kedalam mulutnya hingga membuatnya tersedak. Uhukkk…uhukkk aku langsung menutup hidungnya agar spermaku tertelan habis olehnya dan benar saja terasa tenggorokannya terbuka mengambil nafas dan menelan spermaku. Aku langsung memeluknya dan membungkam mulutnya dengan ciuman. Terasa, masih ada sisa sperma di mulutnya… asin dan lengket, iiihhhh…aku menjilat spermaku sendiri dan ini adalah yang pertama kalinya. Kami berpelukan untuk beberapa saat, hingga tenaga dan nafas normal kembali.
“maaf ya…. aku melakukan ini agar kamu tidak melupakan aku! Bisikku
"tapi itu kan jorok!!" Jawabnya manja
“iya maaf!!" Rayuku sambil mengelus toketnya
"Bagaimana bisa lupa, kamu yang pertama… tapi terima kasih juga karena tidak mengeluarkan sperma di dalam!!" Jawabnya.
Sex bisa mengakrabkan diri, itu terbukti dengan kami. Sebelum mengantarnya pulang kami sempat berbincang dan makan bersama. Bahkan rayuan dan gombalan ku ditelannya mentah-mentah, dia mau menjadi ATM-ku (Adik Tapi Mesra) dengan harapan menjaga hubungan dan kalau mungkin jodoh akan kawin. Heheheee….padahal aku sudah punya istri. Aku ambil Hpnya dengan alasan mau save no hp-nya tapi niatku adalah menghafal no hp kakaknya (Riana).
Aku antar Anis di ujung gang tempat kostnya dan langsung menelpon kakaknya yang kata Anis seorang bispak. Tanpa aku duga, malam ini Riana Free dan mengiyakan ajakanku untuk check-in tapi menunggu adiknya pulang dulu jawabnya. Aku tertawa dalam hati, karena akan mengentot kakak dari ATM-ku yang baru saja aku entot. Sekitar 10 menit aku menunggu di depan gang dan akhirnya dia datang juga. Dari foto wallpaper HP Anis aku mengenali orang yang berjalan di depan mobilku dan untuk meyakinkanya aku menelponnya. Benar, dia adalah Riana dan aku langsung menyuruhnya masuk kedalam mobil. Riana tampak terkejut, tapi dengan sejuta rayuan gombal aku kembali menaklukkannya.
Aku bilang sudah sebulan mencarinya, sejak bertemu di sebuah dealer tempatnya bekerja. Dia sangat tersanjung, saat aku bilang jauh-jauh dari Malang hanya untuknya. Ujung-ujungnya aku ganti dibuatnya terkejut saat dia bilang mau berubah dan akan menuruti semua kata-kataku jika aku benar-benar mencintainya apa-adanya. Dengan terpaksa, aku mengiyakan dan tetap mengalir di jalan pikirannya.
Setelah berputar-putar sebentar, kami langsung menuju ke hotel dimana aku dan adiknya tadi ML. Sesaat setelah masuk, wajah Riana menjadi merah dan marah karena kamarnya acak-acakan dan sprei-nya lusuh dan ada lendir dan ceceran sperma. Aku kembali berbohong dengan bilang, aku baru check-in dan mungkin kamar ini belum sempat di bereskan. Kembali aku buktikan, sex mampu mengakrabkan diri dan menurunkan tensi marah. Tanpa ba-bi-bu aku lumat bibirnya dan remas-remas toket jumbonya sambil duduk di sofa.
Sungguh berbeda dengan adiknya, Riana sangat pandai bercinta ciuman dan cumbuannya benar-benar memanjakan nafsuku. Dengan cekatan aku sudah dibuatnya bugil dan dengan tanggap dia mengulum dan menghisap kontolku dengan nikmatnya. Tangannya aktif mengocok dan lidahnya meliuk menari di atas kontolku, membuatku merem melek tersapu badai kenikmatan.
OOOOOOOOOOOOOHHHH….AAAAAAAAAHHHH….Beib…aku.. .aku sayang kamu Beib…..
AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH….ayo puaskan aku Beib. Kali ini aku yang dibuatnya tenggelam dalam rangsangan. Aku jambak rambutnya dan menekannya kuat-kuat, hingga aku rasakan kepala kontolku mentok di tenggorokannya. Sungguh nikmat, lendir dan lembut tenggorokannya mengelus kepala kontolku. Apalagi aliran nafas yang keluar masuk di tenggorokannya, membuat kontolku semakin panas dan keras. Dengan cepat kepala Riana bergerak naik turun, meningkatkan nikmat di kontolku. Sangat hebat, hanya dalam 15 menit aku dibuatnya menyemprotkan sperma!!! Dan tanpa ampun terus menghisap dan menjilati kontolku yang penuh lendir hingga bersih. Seperti tak rela kontolku mengecil, dengan lahapnya Riana terus merangsang dan merangsang. Hingga kontolku kembali menegang sempurna. Benar-benar profesional, lidahnya mengelus celah di pantatku tanpa ragu, hanya untuk membuat kontolku kembali tegak.
Mendadak telponku berbunyi dan itu dari Anis, dengan jariku aku memberi isyarat kepada Riana agar tidak bersuara. Dan seperti ingin membalas perlakuanku terhadap adiknya, mendadak Riana duduk diatas pahaku dan menelan kontolku dengan memeknya. HHHHHHEMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM… aku hanya bisa bergumam menahan suara, sementara Riana bergoyang liar menjurus kasar. Bahkan sengaja mempercepat goyanganya sambil menggigit dan menghisap leherku. Aku kelabakan dibuatnya, dengan alasan mengantuk aku akhiri telponku dan meladeni nafsu liar riana.
Dengan jam terbang yang sama-sama tinggi, aku dan Riana memforsir tenaga untuk mengekspresikan gaya dan posisi. Bahkan Riana sempat bergantung di leherku dengan kaki melingkar di pinggangku sambil terus bergoyang. Untung tanpa sepengetahuannya, aku sempat minum obat kuat dengan dosis dobel. Jadi aku kuat meladeninya dengan seimbang. Hingga subuh menjelang kami bermain hingga 4 kali dan kami ketiduran hingga pagi menjelang.
Begitu terbangun Riana tampak kelabakan, karena jarum jam sudah menunjuk angka 07:15 padahal dia harus tiba di dealer tepat jam 8. Riana bergegas mandi dan memakai baju seadanya. Dengan merayu dan merengek, Riana meminta aku mengantarnya. Aku mengiyakan tapi bersyarat dan syaratnya dia harus mau menyepong kontolku hingga sampai di dealer.
Sungguh obsesi yang liar buatku dan ini yang pertama kalinya! Begitu masuk mobil, aku langsung membuka resletingku dan mengeluarkan kontolku. Kali ini aku sengaja tidak memakai CD agar obsesiku berjalan lancar. Dengan sedikit ragu, tangan Riana mulai mengocok kontolku perlahan lahan penuh penghayatan. Untuk menambah sensasi, aku menjambak rambutnya dan mengarahkan wajahnya ke kontolku. Jilatan dan hisapannya sangat nikmat terasa, ada sensasi dan fantasi yang tinggi di dalamnya. Apalagi saat berhenti di lampu merah, di sekeliling mobilku banyak orang yang berhenti juga. Untung pekat kaca mobilku, membuat mereka tidak dapat melihat kedalam mobil.
Jam telah menunjukkan angka 07:50 dan kami sudah tepat di depan dealernya! Aku melarangnya turun dan memaksanya melanjutkan kocokkanya hingga jam 8 tepat. Kali ini, Riana mengocok kontolku dengan setengah terpaksa karena ancamanku akan membuka kaca mobilnya kalau dia tidak mau. Padahal, riana belum berpakaian lengkap…. rok merahnya masih aku genggam erat. 10 menit sisaku telah habis, tapi belum ada tanda-tanda akan muncrat. Dengan terpaksa aku membiarkannya bekerja dan menggantung nafsuku.
Mendadak pikiran liarku kembali memunculkan ide gila, dengan alasan sangat amat kangen sekali aku sms Anis dan memintanya membolos sekolah serta menemui aku. Hampir setengah jam tidak ada balasan dari Anis, sempat terpikir olehku untuk mencari pelacur tapi di pagi hari apa ada pelacur yang stand by?? Tanyaku dalam hati. Tit…tit….tit….tit…..HPku berbunyi dan itu adalah sms dari Anis. Dengan alasan kurang enak badan Anis meminta izin pulang dan menyuruhku menjemput setengah jam kemudian. I LOVE ANIS, KAU TAHU YANG AKU MAU…. gumamku dalam hati.
Waktu yang dinanti pun tiba, aku menunggu Anis di depan gerbang sekolahnya dan beberapa saat kemudian Anis datang menghampiriku. Hasratku terlanjur memuncak tapi Riana tidak menyelesaikannya maka sepatutnya adiknya yang meneruskan, pikirku dalam hati. Canda tawa mesra menyelimuti perjalanan kami menuju entah kemana saat itu aku belum tahu. Hingga aku memasuki sebuah hutan jati yang lumayan lebat, timbul niatku untuk bercinta di alam terbuka dan kebetulan Anis mengiyakan saja ajakan ku. Melewati jalan berbatu aku laju kan mobilku, hingga sekitar 4 kilometer kemudian kami serasa sudah berada ditengah hutan dan jauh dari perkampungan. Aku parkir mobilku di tepi jalan, aku pasang segitiga pengaman agar terlihat tidak mencurigakan kalau-kalau ada yang lewat.
Aku dan Anis berjalan menyusuri semak dan belukar menuju sebuah pohon besar yang tampak dari kejauhan begitu rindang dan menyejukkan. Begitu tiba, aku langsung menggelar sleeping bed dan langsung duduk berpangkuan. Dengan manja Anis duduk dipangkuanku dan langsung menciumku bertubi-tubi, seperti sudah lama tidak ketemu dan tenggelam dilautan rindu padahal kami baru bertemu dan baru kemarin sore berMLria. Entahlah, nafsu ABG kadang meledak-ledak. Tidak seperti kemarin, dimana aku yang aktif dan agresif bahkan setengah memaksa kali ini sepertinya Anis ingin membalasku dengan aktif dan lebih agresif.
"Mas,….aku kangen kamu!" Bisiknya
“iya Beib, aku juga kangen banget ama kamu" jawabku mengalir saja.
"tanpa aku duga, resleting celanaku sudah terbuka dan tangan Anis sudah masuk memainkan kepala kontolku dengan jari-jarinya. tak mau kalah, aku langsung melepaskan kancing baju seragamnya satu-persatu dan membuangnya jauh-jauh. Tampak sebuah BH hitam menyangga toket 34B nya, lumayan untuk ukuran ABG seusianya. Langsung aku singsingkan Bra-nya keatas dan langsung melahap bulatan kenyalnya dengan remasan dan pilinan di putingnya bergantian.
"OOOOOOOOOOOHHHH….AAAAAAAHHHHH….. Mas…. geli banget Mas" erangnya sambil menjambak rambutku.
"HHEMMMMMMMM….. enakkan hisapanku??" Bisikku.
Kami bergulat semakin ketat, belaian, ciuman dan cumbuan silih berganti saling memberi, melupakan bahwa kami sedang berada di alam terbuka. Tanpa sadar, kami sudah berposisi 69 dan kepalaku menyusup di sela-sela kedua kakinya masuk kedalam rok seragamnya serta menciumi paha dan CD-nya. Sementara Anis terus menyibukkan diri dengan CD dan kontolku yang sudah menegang panjang keluar dari CD. Aku rasakan hisapannya tak kalah dari kakaknya, benar-benar anak yang pintar dan cepat belajar, pujiku dalam hati. Dikocoknya kontolku dengan cepat, sambil terus menghisap dan menjilat kepala kontolku.
"AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH….OOOOOOUUUGGHHHHHHHHH" rengeknya memanja membuatku semakin bersemangat untuk cepat-cepat mengentotnya di alam terbuka.
"HMMMMMMMMMMMMMMMMMMM….kamu sudah basah ya???" Tanyaku, mengelus dan menggelitik memeknya yang masih terbungkus CD. Niatku ingin menarik Cd-nya kesamping agar jari telunjukku bisa masuk dan menusuk memeknya tapi ternyata Cd-nya robek. Karena sudah terlanjur, aku pun menyobeknya sekalian dan langsung menjulurkan lidahku ke bibir memeknya yang sudah mengkilat basah. Anis mendesah penuh gairah, tubuhnya merebah pasrah dengan tangan terus menjamah. Desahan, erangan dan jeritan Anis semakin menggila, bahkan menggema diantara rimbunnya hutan. Sempat terbersit dalam kepalaku, bagaimana kalau ada yang mendengar dan tahu?? Tapi nafsu telah menutup akal dan logika hingga semua terasa sekedar angin lalu.
"Ah…ah…aaaaaaaahhhh….ahhhhhh….Mas… . aku gak kuat lagi, buruan masukkan yah??" Pinta Anis
“iya Beib,….buruan naik di atasku!!" Jawabku.
Aku tiduran terlentang di atas sleeping bed, sementara Anis perlahan-lahan duduk diatas perutku setelah sebelumnya mengarahkan kontolku ke bibir memeknya.
ZLEEEEEEEEEEBBBBBBB…ZLEB…ZLEEBBB….ZLEEEEEEEE EEEBBBBBB….. memek sempit Anis kembali menelan kontol jumbo ku dengan pelan tapi pasti. Ooouuuuhhhh….sambil meringis Anis mendesis dan memaju-mundurkan pantatnya pelan-pelan. Terlihat memeknya begitu sesak dan penuh tersumbat kontolku, tangannya bertumpu di dadaku sambil mencengkeram dan mencakar dadaku.
"OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOHHHH…. nikmaaaaaaaaaat Beiiiibbbbb" pujiku.
kontolku semakin dalam tenggelam di memeknya, goyangan Anis juga semakin cepat, semakin nikmat dan semakin dahsyat membuat aku merem melek menahan nikmatnya syahwat. Sebagai pelampiasan, aku hanya bisa meremas-remas kedua toketnya, memilin dan memutar-mutar putingnya dan sesekali meremas pantatnya. Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh….kalau di beri kesempatan, Anis pasti lebih mantap servisnya bila dibanding dengan Riana yang sudah profesional. Hisapan dan kedutan di memeknya begitu nyata terasa, seakan dinding memeknya bisa berkerut melumat kontolku.
….Beib….aku sayang kamu, ayoooo puaskan akuuuu….terus…..ayoo….lebih cepaattt…. pintaku sambil terus memuji dan merayu. …………aku…akuuuu…uuuuhhhhh…juga sayang Mas, aku cinta Mas…..aku milikmu Mas….jawabnya dengan suara agak terengah.
Dalam setengah jam, Anis sudah 4 kali mencapai orgasme tapi anehnya goyangannya tidak berkurang malah seperti semakin bersemangat memacu nafsu. Ke kiri-kanan, ke atas-bawah dan maju-mundur Anis terus menggoyang pantatnya dengan cepat. Mendadak jantungku berdetak kencang, kedutan di kontolku semakin cepat dan terasa spermaku sudah berada diujung kepala kontol.
“Beib….berhenti Beib….aku mau keluaaaaarrr….aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh…" desahku.
Tapi Anis hanya menjawab dengan senyuman dan terus menggoyang bahkan semakin liar dan binal. Dalam kondisi seperti ini, aku tidak mungkin mampu menahan semprotan sperma dari kontolku. Biarlah keluar di dalam memeknya,… gumamku dalam hati.
CROT….CROT…CROOT…CROOT….CROOOT…CROOOT… .. delapan semprotan kuat terasa memenuhi ruang memeknya, begitu hangat dan nikmat. Tapi Anis tetap bergoyang bahkan semakin dalam membenamkan kontolku kedalam memeknya membuatku melenguh dan mengerang nikmat.
AAAAAAAAHHHH…OOOOOOOOOOOOHHHHH….HEMMMMMMMMMMMM MMM….OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOHHHHHHHHH HHH…..teriakku!
Hingga akhirnya, tubuh Anis terjatuh diatas dadaku dalam keadaan lemas dengan nafas terengah-engah dan penuh keringat. Kami berpelukan mesra, saling memanja dengan kata dan belaian cinta. Sangat romantis sekaligus fantastis, kami berpelukan bugil diruang terbuka, menghirup segarnya udara dan mereguk nikmatnya cinta (nafsu).
Di tempat ini kami berMLria hingga 3 kali, hingga senja membiaskan kilau emasnya. Sangat indah dan romantis…tapi lagi-lagi tenagaku terkuras habis. Sejak saat itu, aku tidak pernah bertemu dengan Riana atau Anis karena aku tidak mau merusak ikatan persaudaraan diantara mereka, aku juga bingung memilih yang mana hingga akhirnya aku putuskan untuk tidak memilih keduanya serta mencari yang lain. Maafkan AKU…
****************
Cerita lainnya Disini


No comments:

Post a Comment